APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Love You, Om

I Love You, Om

Vina, seorang mahasiswi, harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggal pergi oleh ayahnya tanpa alasan yang jelas. Sebelum menghilang, sang ayah menitipkannya untuk magang di perusahaan milik sahabat dekatnya. Namun, kedekatan yang terjalin selama mereka tinggal bersama justru menumbuhkan benih asmara yang tak terduga. Vina jatuh hati pada pria berusia 29 tahun tersebut. Kini ia terjebak dalam dilema, akankah ia tetap bertahan atau memilih pergi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah kejadian kemarin, Vina merasa sudah lega berada dalam dekapan ketenangan tubuh Alex, di saat itu entah dari mana datang pikiran untuk menjadikan dia sebagai kakaknya. Kakak yang selalu ada buat dia dan melindungi dia. Apalagi bagi gadis manja seperti dia yang membutuhkan seorang kaka yang selalu ada buat dia.

------

Sampai di sebuah kantor megah dengan dua gedung yant berjejeran menjulang tinggi, sebuah mobil mewah berwarna hitam lekat, itu berhenti tepat di depan pintu kantor. Semua pegawai sudah siap menyambut kedatangan bosnya dengan raut wajah senang dan penuh senyum terukir di bibir para pegawainya.

Dengan segera sopir membukakan pintu untuk tuanya. "Biar aku saja yang buka pintu, Vina!" bisik Alex menepuk pundak sopirnya, yang baru saja membuka pintu itu.

Semua menyambutnya dengan sebuah senyuman manis, tidak sedikit yang berdesas-desus di belakangnya. Melihat ada seseorang lagi di samping tuanya duduk.

dan tak kalah membuat semua orang tercengang seketika. Saat Alex sendiri yang membukakan pintu dan mempersilahkan Vina wanita yang baru bekerja sebagai anak magang di kantornya dengan sangat spesial. Bahkan seperti sorang putri raja yang baru turun dari keretanya.

"Apa yang ingin kamu katakan, baby?" tanya Alex, menyentuh dagu Vina, wanita itu seketika gugup, dia berjalan ke belakang hingga terpojok di pinggiran mobil.

Ke dua matanya menjelajahi setiap orang di sekelilingnya yang menatapnya tak suka. "Jangan gugup di apa yang aku lakukan, anggap saja aku kakak kamu," ucap Alex mendekatkan wajahnya dengan tangan kiri menyandarkan di atas mobilnya. Ke dua mata mereka saling bertemu, tubuh Vina yak hentinya semakin bergetar hebat.

"Lagian kita juga akan terus seperti ini nantinya."

Hah! Kenapa om jadi seperti ini. Padahal aku hanya ingin bisa tebang kerja di sini.

"Ma--maaf!! Jangan sentuh aku;" ucap Vina

Alex tersenyum simpul, dia menarik bibirnya tipis. Mendekatkan tubuhnya dan berbisik. "Kenapa aku tidak boleh menyentuh kamu , padahal aku aku hanya ingin melihat wajah kamu dari dekat. Aku jangan perduli dengan apa yang di Katakan orang lain." bisiknya Jemari tangannya menyilakan helaian rambut tipis yang menutupi dahinya ke belakang telinga.

Deg!

Oh.. Tuhan. Semoga saja orang ini bisa sadar jika dia punya wanita. Apalagi dia sudah punya istri.

"Apa itu istri barunya?"

"Mungkin?"

"Tapi gak mungkin,"

Suara desas desus itu terdengar jelas di telinga Vina, membuat wanita itu mengerjapkan matanya sekilas, lalu mendorong tubuh Alex pelan menjauh darinya.

"Maaf!!" ucapnya sembari menundukkan kepalanya takut.

"Kenapa kamu harus minta maaf?" tanyanya.

"Tolong jangan dekati aku, Om .. Emm Maaf.. Maksud aku tuan Alex sudah punya istri. Takutnya nanti banyak gosip bertebaran tentang kita," jelas Vina menundukkan kepalanya, dia keramas ke dua jari-jari tangannya yang sudah mulai basah.

"Baiklah!! Aku harap kamu di sini lebih profesional nanti. Karena papa kamu telah menitipkan kamu. Maka dari itu aku tidak mau kamu sedikit manja nanti," jelas Alex.

"Di kantor aku adalah bos kamu, di rumah kamu bisa menganggap aku kakak atau om, terserah kamu." lanjutnya tersenyum datar.

Vina hanya mengangguk mengerti, tanpa menatap ke dua mata Alex secara langsung.

"Baiklah!! Ayo cepat masuk, banyak tugas yang akan kamu mulai nantinya, "

"Siap tuan Alex;" jawabnya antusias.

Alex berjalan lebih dulu masuk ke dalam kantor, dan di ikuti Vina yang berjalan di sampingnya.

Vina berjalan beriringan dengan Alex, langkah hentakan kaki mereka selaras. Baru pertama kali masuk dalam perusahaan milik Alex, terdengar desas-desus di balik ujung pojokan ruangan pegawai. Vina hanya diam menunduk berjalan di sampingnya, wajah yang terlihat begitu cemas, dan takut itu mulai memucat.

"Eh.. Itu karyawan baru, ya."

"Iya bukanya tadi dia yang menggoda boss kita,"

"Iya, katanya dia tinggal di rumah tuan Alex," sambung yang lainya tak kalah heboh.

"Jangan-jangan nanti jadi pelakor,"

"Hussstt... Dia masih kecil. Gak mungkin begitu."

"Kalau pelakor gak memandang kecil atau besarnya, tua atau muda. Lagian dia cantik, pasti dia dekati tuan Alex karena uang,"

"Bentar!! Memangnya tuan Alex sudah menikah?"

"Entah!! Dari gosipnya katanya dia sudah menikah, tapi tidak ada yang tahu tentang hal itu,"

Vina menuduk, telinganya terasa sangat geram mendengar itu semua. Dia menarik napasnya dalam-dalam, menehannya, lalu mengeluarkan secara perlahan. Vina mencoba untuk tetap sabar menghadapi ucapan gosip bibir lebih dari mereka.

"Ini ruang kerja kamu, kamu harus bisa menyesuaikan dengan keadaan kantor di sini!!" ucap Alex, setelah mengantar Vina di raungannya, dia pergi tanpa sepatah kata lagi keluar darinya.

Hufftt Dia begitu aneh.. Kenapa kemarin baik, kalau di kantor wajahnya terlihat sangat datar. Vina terus bergumam dalam hatinya.

Dia tersenyum dan mulai duduk, si sebuah kursi pertama kali dia bisa merasakan kerja di kantor. Meski bukan milik papanya, tapi setidaknya dia merasa tenang di tempat kerja papanya.

Papa aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan ini kelak nanti aku bisa membantu perusahaan papa aku. Vina bergumam dalam hatinya.

-------

Berjajam-jam dia duduk, bahkan kepalanya tak hentinya terus menoleh ke arah jarum jam di pergelangan tangannya, masih sama menunjukan pukul 11 siang. Satu jam lagi adalah jam istirahat. Vina yang sudah sangat lapar sudah tak sabar menunggu jam istirahat itu.

Vina menguntupkan bibirnya, dengan wajah mengernyit, dia meletakkan kepalanya di meja, dengan ke dua tangan di lipat di atas meja, untuk menjadi tumpuan kepalanya. "Ahh... Kenapa belum juga istirahat. Aku capek!!" ucapnya, sembari menghentakan kakinya kesal.

"Oh.. Tuhan... Aku sangat lapa,"Desahnya menghela napasnya kasar.

"Vina kamu ke ruanganku sekarang," suara serak, berat khas laki-laki membangunkan Vina dari lamunannya. Dia sotak terkejut

"Iya, pak!!" pungkas Vina menunduk.

Alex memegang duduk di mejanya, tanganya meraih dagu Vina mengangkatnya menatap tepat ke arahnya. "Jika bicara denganku jangan menunduk, mengerti!!" pekik Alex lirih, mendekatkan wajahnya, hembusan napas mereka saling berpacu, dengan ke dua mata saling bertemu dalam diam.

Vina memutar ke dua matanya melihat sekelilingnya, banyak pegawai lain yang memelototi tajam dirinya. Melihat kejadian itu bukanya semua pegawai diam, tapi mereka tidak terima boss sekaligus tuan tampannya itu di dekati wanita lain. Apalagi jika bossnya di kabarkan sudah menikah.

"Maaf om, jangan menyentuhku. Banyak orang yang melihat kita di sini," Vina menepis tangan Alex dan kembali fokus menatap komputernya. Memalingkan pandangan matanya dari wajah Alex.

"Baiklah! Sekarang ke ruanganku!!" Alex bangkit dari duduknya, dia merapikan jasnya dan melangkahkan kakinya pergi.

Vina sontak menghela napasnya lega, melihat kaki jenjang itu perlahan sudah berjalan menjauh darinya.

"Eh.. Vina, tadi boss ngomong apa sama kamu?" tanya teman kerjanya.

Dia Sisil, teman kerjanya satu tepat di samping dia duduk. "Gak bisara apapun, hanya saja dia menyuruhku untuk mengerjakan semua ini," Vina menunjukan tumpukan berkas di mejanya. Padahal dari tadi pagi tumpukan berkas itu sepertinya memang sengaja sudah di letakkan di mejanya. Agar dia sangat sibuk tak bisa berkutik dari mejanya.

"Oya, kamu gak usah dengar tentang ucapan orang-orang di luaran itu."

Vina hanya tersenyum, sembari menganggukkan kapalnya kecil. "Pasti!!" jawab Vina singkat.

"Oya, cepat pergi. Nanti boss Alex marah," Sisil menepuk bahu Vina.

"Sebenarnya dia kalau di kantor panggilannya apa, tuan atau Boss?"

"Dia di panggil apa saja, asalkan jangan panggil dia kakak," goda Sisil, di sambut dengan tawa kecil dari mulut Vina.

"Ya, sudah aku pergi dulu. Aku titip berkas ini ya. Nanti aku kabari lagi!!"

"Baiklah!! Tapi jangan goda dia," Sisil mencubit lengan Vina.

"Kenapa kamu mencubitku?" tanya Vina kesal.

"Lihatlah tatapan tajam mereka?" jawab Sisil.

Vina memutar matanya sekilas, melihat mereka yang sudah siap menerkamnya. Seketika dia langsung menunduk lagi. "Cepat pergi sana, sebelum mereka memakan kamu nanti," bisik Sisil.

"Em.. Oke, oke baiklah!!" Vina memelankan suaranya, dan segera berlari kecil pergi ke ruangan Alex yang tak jauh dari tempat dia. Bahkan ruangan Alex berada tepat di depannya, dan hanya terhalang sebuah tembok kaca yang bisa menembus langsung menatap ke arahnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Dua kepribadian yang sama-sama kuat harus beradu dalam ikatan pernikahan yang tidak biasa. Seorang wanita bermental baja memutuskan untuk tetap bersatu dengan pria yang memiliki sifat sangat keras kepala. Bagaimana dinamika hubungan mereka saat ego dan prinsip masing-masing saling berbenturan di bawah atap yang sama? Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen di tengah kerasnya watak mereka yang sulit untuk saling mengalah satu sama lain.
Sampul Novel CEO Bucin
9.2
Amanda, gadis panti asuhan yang sederhana, tak menyangka akan terikat pernikahan dengan CEO tampan bernama Antonio. Bukannya bahagia, Amanda justru menderita karena sikap dingin sang suami dalam rumah tangga tanpa cinta itu. Saat Amanda hampir menyerah akibat luka hati yang mendalam, Antonio justru menyadari bahwa kehadiran istrinya telah mengubahnya menjadi pria yang lebih baik. Ia pun berbalik mengejar cinta Amanda. Akankah Amanda memberi kesempatan kedua?
Sampul Novel Chasing Your Love
9.4
Carissa kabur dari rumah demi menghindari perjodohan paksa dengan duda oleh ayahnya, tanpa tahu itu muslihat ibu dan adik tirinya untuk merebut warisan. Di tengah kemalangan saat pelarian, ia diselamatkan oleh Fabian. Pria itu meminta Carissa berpura-pura menjadi tunangannya guna menghindari perjodohan dari sang ibu. Namun, Fabian terkejut saat tahu calon aslinya adalah mantan kekasihnya. Kini Carissa jatuh hati, sementara ia harus berjuang merebut kembali haknya.
Sampul Novel Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
7.9
Arunika Kinanti terjebak skandal bersama Arjuna Adiwangsa, putra majikannya, yang menghancurkan pertunangan pria itu dengan Valerie. Tragedi malam itu membuat Arjuna membenci Kinanti. Meski sempat kabur, Kinanti ditemukan kembali dalam kondisi hamil. Demi nama baik, Arjuna menikahinya namun dengan syarat kejam: setelah bayi lahir, mereka akan bercerai dan Kinanti harus pergi tanpa anaknya. Kinanti kini menderita dalam pernikahan dingin yang penuh amarah.
Sampul Novel Kembaran Obsesinya
8.5
Baskara Adinata menyewaku sebagai pendamping, namun cinta tulusku dibalas pengkhianatan keji. Ternyata, dia memakai teknologi deepfake untuk mengganti wajahku dengan Karininia, kakak tiriku yang ia puja. Saat Karininia memfitnahku, Baskara membiarkanku disiksa hingga tanganku hancur dan memenjarakanku. Demi warisan ibu, aku menerima tawaran ayah tiri untuk menikahi pria asing, Keenan Adiwijaya. Aku pergi menjauh demi memulihkan hidup dari pria yang menganggapku mainan.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca konflik dengan ibu tirinya, Beverley Holmes terkejut menemukan namanya sendiri tertera sebagai mempelai wanita dalam sebuah undangan pernikahan. Ternyata, dia telah dijual demi melunasi utang jutaan dolar. Di sisi lain, Brent Oliver sang suami awalnya bersumpah takkan tergoda oleh kecantikan istrinya. Namun, kepolosan Beverley justru perlahan meluluhkan hatinya. Kini Brent bimbang, akankah dia setia pada kekasih rahasianya atau menyerah pada pesona istrinya?