APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

Menjalin ikatan dengannya adalah sebuah larangan keras yang tidak seharusnya kulanggar. Namun, perasaan ini tumbuh begitu dalam meski aku tahu bahwa memilikinya adalah hal yang tabu. Setiap detik aku mencintainya, rasa sakit itu justru semakin mengoyak batasan hatiku. Aku terjebak dalam dilema antara keinginan memiliki dan kenyataan pahit yang terus menyiksa. Mencintai dirinya hanya membawaku pada luka yang kian menganga tanpa ada kepastian.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mau jadi pacarku nggak?" Cheryl hanya menatap punggung itu menjauh. Si tampan itu seolah upil, yang hanya numpang sebentar.

Bahkan si tampan itu, tidak memberi minuman yang Cheryl harapkan. Cheryl hanya bisa mencak-mencak, ketika si tampan itu seolah tuli.

"Bangke! Dia bahkan tidak memberiku minuman itu." Rasanya Cheryl ingin mencakar-cakar tanah, dan melempar si tampan itu.

"Tahu gitu, tadi narik bendanya sampe putus aja." Cheryl masih mengomel.

Setelah beberapa menit dibawa terbang, akhirnya Cheryl menuju fakultasnya.

Dengan menekuku wajahnya. Cheryl menepuk jidatnya. "Aish, harusnya tanya siapa namanya. Bodoh ya."

Cheryl turun ke tangga, fakultasnya. Fakultasnya memang berada di bawah. Kelasnya yang ramai, dan selalu ramai mulai membentuk koloni sesuai pertemanan masing-masing. Para cowok berkumpul dan bermain game, dan membahas hal-hal yang berbau negatif, tentang koleksi 3gp film biru. Para cewek, bergossip dan berselfie, dan mahasiswa teladan hanya diam, sambil memanfaatkan wifi gratis dari kampus.

Cheryl menuju Mawar yang duduk sendirian tak ada teman. Cheryl mendaratkan bokong mulusnya ke bangku.

"Loe tahu nggak, tangan gue udah nggak perawan." Kata Cheryl tiba-tiba.

"Anjir.... awas hamil!" Seru Mawar heboh. Sebenarnya, namanya bukan Mawar, nama aslinya Florenca Roscea. Susah bukan? Makanya sebut saja Mawar.

Seluruh kelas menoleh ke arah Mawar dan Cheryl. "Cheryl hamil?" Tanya Dea. Cheryl hanya menunduk, dan mencubit tangan sahabatnya berkali-kali.

"Nggak, itu empus Cheryl hamil." Alibi Mawar. Cheryl mengembangkan hidung bangir kecil miliknya.

"Ih, kau sih!" Cheryl menarik rambut Mawar kasar. "Eh, bangke! Rambutku." Teriak Mawar.

Semua kelas, sudah terbiasa melihat pemandangan dua sahabat gila yang suka melakukan kekerasan.

"Jadi, kau ngapain nelpon aku?" Tanya Cheryl.

"Aku bete. Bosan, seorang di kelas."

"Sekelas 40 mahasiswa, dan Anda merasa kesepian? Wah, iman Anda perlu ditanyakan." Seloroh Cheryl asal, sambil geleng-geleng.

"Jadi, loe beneran nggak PW lagi?" Bisik Mawar. Takut kendengaran yang lain. Cheryl langsung memukul temannya.

"Itu lidah atau jelly, lunak amat." Sindir Cheryl sewot. Mawar tertawa, ia berdehem. "Nggak, tadi katamu udah nggak PW."

"Dengarin makannya Maemunah." Kata Cheryl dongkol.

"Dulu Mawar, sekarang Maemunah. Nggapa tak sekalian, Sutejah."

"Nggak-papa, kalau situ mau."

"Ok, ok. Balik lagi, jadi gimana ceritanya?" Mawar mengubah posisi duduknya lebih nyaman. Seolah, ia akan medengarkan berita yang paling menggemparkan abad ini.

"Tadi tuh, nggak sengaja aku pegang senjata cowok." Bisik Cheryl hati-hati.

"Anjir.... wah, kau yang harus tanggung jawab Cher. Kasian pusaka dia ternodai, kau telah melecehkan orang." Kata Mawar serius.

"Kan nggak sengaja, lagian aku kan cewek. Jadi, dia yang harus tanggung jawab." Cheryl membela diri. Mawar mangut-mangut, menyetujui pernyataan temannya.

"Yaudah, ayo kita minta tanggung jawab." Ajak Mawar.

"Aku cuman tahu mukanya. Namanya nggak."

"Bodoh! Kalau kau hamil beneran, gimana caranya minta tanggung jawab?" Mawar menepuk jidat sahabatnya.

Cheryl gelisah. Tangannya sudah tak perawan, ia harus minta tanggung jawab. Ia tak mau, ketika menikah nanti, tangan kanannya sudah tak suci, Cheryl harus meminta tanggung jawab.

"Aduh, gimana ya? Tapi kayaknya, aku tahu fakultasnya dimana."  Senyum Mawar langsung cerah.

"Ngomong-ngomong, cakep kagak?"

"Gantengnya ngalahin Lee Min Ho." Bisik Cheryl.

"Anjir.... even Lucky Blue Smith kalah?" Tanya Mawar begitu antusias.

"Bisa jadi kembaran."

"Ngomong-ngomong, gimana rasanya tadi?" Tanya Mawar sok polos dan memang polos, ia memang belum pernah merasa apa itu senjata lelaki.

Cheryl tertawa. Sungguh, mukanya merah padam sekarang. Malu!

"Udahlah, itu masa depan orang. Haram dibahas."

"Bocor dikit." Mawar mencoba bernego. Cheryl memukul kepala Mawar.

"Hahaha." Mawar tertawa.

***

Dan berakhirlah, Cheryl dan Mawar dibawah pohon pinus yang begitu menyejukan hati.

Kedua sahabat yang tak beres itu, saling sandar menyandar. Jika saja, peraturan kampus seperti sekolah, memakai bel. Cheryl dengan mudah, akan menemukan si tampan itu.

Mereka bahkan, bolos MK Pak Sucipto--- dosen yang suka bercanda tapi garing, dosen yang selalu masuk tepat waktu dan keluar korupsi waktu.

"Mau makan marshmallow." Kata Mawar.

Mawar pergi ke kedai, Cheryl menunggu. Tubuh Mawar kecil tapi, ia memiliki badan yang diidamkan semua lelaki. Terkadang ia malu, terhadap pertumbuhan payudara miliknya kelewatan batas. Mawar sampai malu, berbanding terbalik dengan milik Cheryl yang rata seperti papan penggilasan.

Jika ia berjalan, semua lelaki akan memandang ke arahnya. Mawar risih, tapi apa mau dikata jika ini pemberian Tuhan.

Wanita pecinta Oppa-Oppa cantik itu, memilih minuman dingin. Ia menarik marshmallow yang digantung, apa daya terlalu tinggi.

Tiba-tiba, ada yang mengambilkan. Sayang sekali, tempat tidak romantis seperti adegan novel di perpustakaan, si cewek yang pendek dan tanpa sengaja ada yang mengambil buku, dan ada adegan slow motion keduanya saling menatap satu sama lain, dan keduanya takkan sadar, sebelum orang lain mencolok mata mereka pakai garpu.

"Terima kasih." Kata Mawar sopan. Lelaki itu, tersenyum padanya tak kalah sopan.

"Akhir-akhir ini cuaca panas ya." Kata lelaki asing itu.

"Hm?"

Lelaki itu medekat ke arah Mawar dan berbisik, "panas." Mawar menelan ludah, seumur hidup ia jomblo dan tidak pernah berinteraksi dengan lelaki, mendadak ia mencium arom maskulin yang menyenangkan, membuat jantung Mawar, tak sehat dag-dig-dug-ser.

"Ah, panas. Nih, makan marshmallow." Dengan polos, lelaki asing itu memgambil sebungkus marshmallow, dan pergi.

Detik ini, Mawar juga jatuh cinta.

***

Mawar kembali ke tempat asal mereka, terlihat sahabatnya yang berambut panjang itu, sedang memainkan ponsel, dilihat dari samping saja, Cheryl begitu cantik. Dengan angin sepoi-sepoi yang meniup rambut Cheryl, membuat gadis makin menawan, layaknya seorang bidadari turun dari kayangan, dam mencari pangeran di bumi.

"Tara... look at this. Asupan buat para jomblo." Seru Mawar riang, dengan menunjuk kantong hitam penuh dengan makanan. Mawar hobby makan, baginya hidup untuk makan. Disaat yang lain, hidup untuk bahagia, bagi Mawar, kebahagiannya ketika makan.

Semua makanan yang masuk ke dalam perut Mawar, langsung dibagi ke bagian-bagian tertentu yang menonjol.

Cheryl langsung membuka kantong itu, dan mengambil ice cream coklat berbalur kacang.

"Jadi apa rencana?"

"Kita harus nunggu sampai dapat, kita akan menjalan misi ini sampai complete."

"Berarti kau harus nikah sama dia Cher, tangan kau udah tak perawan. Takutnya aku, nanti suami kau tinggalin, gara-gara tahu, tangan kau pernah nodai orang lain." Cheryl menelan ludahnya bulat-bulat. Ya Tuhan, apa yang harus ia lakukan? Ini menyangkut masa depannya.

"Jadi gimana bilangnya nanti?"

"Hei kau yang disana, suka tak suka, kita akan menjadi pasangan abadi. Aku milikmu, dan kamu milikku." Kata Mawar sambil bernyanyi. Cheryl manyun.

Kantong makanan sudah habis, dan orang ditunggu tak kunjung nampak. Mawar sudah sangat mengantuk, perutnya kekenyangan, tapi ia butuh asupan lagi yang segar, jus strawberry misalnya.

"Cher, mau jus."

"Beli sana."

Mawar kembali ke tempat jualan. Kali ini, ia menuju tempat khusus minuman.

Ya, strawberry memang sangat menyangarkan, disaat cuaca yang sangat menyengat seperti ini.

"Terima kasih." Mawar memberi uang 20 ribuan, ia mengocok jusnya.

Sluruuuup.

Tanpa dosa, lelaki asing di depannya, menyedot minuman Mawar. Mawar pasrah, ketika minuman itu tinggal setengah.

"Terima kasih, ku pastikan kita akan berjumpa lagi."

"Dia seperti cenayang." Dengan cuek, Mawar menyeruput jus miliknya yang sudsh disedot rasa manis, dan sisa-sisa ampas yang sudah tidak enak lagi.

Mawar kembali ke Cheryl. Entah sudah berapa kali, ia bolak-balik.

"Itu perut atau lubang hitam, cepat amat habisnya." Komentar  Cheeyl melihat jus itu tandas. Padahal ia juga mau.

Mawar masih menyeruput minuman itu, walau dengan usaha terakhir.

"Itu dia..." pekik Cheryl, ketika melihat lelaki yang telah ia lecehkan.

"Woi bang! Tunggu, kamu harus tanggung jawab." Teriak Mawar, lelaki itu dengan cuek berjalan, dan masuk dalam mobilnya.

Cheryl berdiri di depan mobil, menahan si tampan itu.

Cheryl mengetuk kaca mobil. Lelaki itu membuka pintunya.

"Ya?"

"Abang tanggung jawab, gara-gara abang, tangan aku udah nggak perawan. Apa kata suamiku nanti?" Kata Cheryl berapi-api. Si tampan itu dengan berat hati akhirnya keluar. Nih cewek tak tahu malu.

"Abang harus nikahin aku, tangan aku udah nggak perawan, nanti aku jadi janda muda, gegara tangan udah nggak perawan lagi."

Lelaki tinggi itu hanya menatap Cheryl nanar.

Mawar masih memegang sisa botol jus yang isinya sudah kosong. Mawar melihat ke sedotan miliknya.

Bahkan, aku sudah berciuman dengannya.

Lelaki yang sama, yang mengalami hal terduga hari ini.

Ya, Mawar dan Cheryl, jatuh cinta pada lelaki yang sama.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
8.3
Berlatar gejolak reformasi 1998 di kota pelajar, Aruni memulai perjalanan spiritual yang mengubah hidupnya. Namun, perubahan penampilan dan keyakinan baru ini justru memicu konflik tajam dengan sang ayah yang membenci keputusannya. Di tengah tekanan keluarga, Aruni juga harus memendam perasaan cinta secara rahasia kepada seseorang yang ia kagumi. Akankah ia mampu bertahan di jalan pilihannya sambil meraih restu keluarga? Sebuah kisah romansa remaja yang diangkat dari kisah nyata.
Sampul Novel BECOME YOURS
9.4
Rayya hancur saat ditinggal nikah, namun nasib sial membawanya ke kamar Lydon Zimmerman, CEO kejam perusahaannya, setelah mabuk berat. Insiden satu malam itu menjerat mereka dalam pernikahan tanpa cinta. Rayya hanya dianggap alat pemuas dan penghasil keturunan oleh Lydon yang masih terbayang masa lalu. Kehadiran mantan kekasih Lydon kian merusak segalanya. Kini, Rayya harus memilih: bertahan dalam cinta bertepuk sebelah tangan atau merelakan anaknya demi sebuah perpisahan.
Sampul Novel Brondong Bucin
8.3
Dunia Aira runtuh total setelah kepergian sang suami. Sebagai ibu tunggal, ia sempat terpuruk dalam duka hingga melalaikan ketiga buah hatinya. Sadar kesedihan tak akan memberi makan, Aira mencoba bangkit demi masa depan mereka. Di tengah perjuangan berat itu, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda yang mencintainya dengan sangat ugal-ugalan. Namun, mampukah cinta mereka bertahan saat rintangan baru mulai menguji keteguhan hati Aira kembali?
Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Dikejar Jodoh
8.0
Elena terdesak tuntutan menikah hingga dikhianati kekasihnya sendiri. Saat trauma menghantui, Rasky yang ia benci justru hadir mengejarnya tanpa henti. Meski pertahanan Elena goyah oleh perhatian Rasky, masa lalu yang belum usai menjadi ganjalan besar. Elena mendadak meminta pisah di tengah kemesraan mereka, menyimpan rahasia kelam yang mengejutkan. Akankah Rasky tetap bertahan mengejar cintanya, atau rahasia Elena akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Don't Leave Me
9.5
Amel, mahasiswi lugu, terkejut saat dilamar Barry, kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Barry ternyata sudah lama mengincar Amel secara diam-diam. Namun, impian pernikahan bahagia Amel hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya. Barry menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya yang juga merupakan sahabat lama keluarganya. Kini Amel terjebak dalam dilema besar: tetap bertahan atau menyudahi rumah tangganya yang penuh luka tersebut.