APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu untuk Yana

Ibu untuk Yana

Bab
Bagikan

Bab 1

"Ayah!!"

Teriakan membahana membangunkan aku dari mimpi terindah. Ini hari weekend, lanjut tidur dan bangun siang adalah rencanaku. Namun naas, semua gagal total. Gerak cepat bangun serta berjalan membuka pintu kamar tanpa cuci muka sekalipun. Enggak keburu, yang ku takutkan yakni sesuatu terjadi kepada anak kecil kesayanganku.

Menuruni setiap anak tangga seperti pembalap lari. Masalah jatuh belakangan, itu bisa di urus belakangan. Nafas tersenggal-senggal saat aku tiba di lantai bawah tepatnya ruang keluarga.

"Ayah, dia udah cubit pipi Yana sampe merah, Yah. Sakit banget," adu Yana--putri kecilku berumur delapan tahun. Tatapanku langsung tertuju pada pengasuh Yana.

Perempuan yang baru bekerja lima hari tersebut justru menunduk takut, gak berani bicara sedikit pun.

"Yana?" ucapku memberi kode. Yana menatap sinis pengasuhnya, kemudian meracau nggak jelas, "iya, Yana masuk ke kamar sekarang juga," tandasnya membuat aku tersenyum tipis. Anaknya memang pintar. Dikasih kode langsung mengerti.

"Sebenarnya ada apa?" tanyaku lugas tak menerima basa-basi. Tidak kelupaan aku menyuruhnya untuk duduk di atas sofa.

"Saya ... saya enggak menyakiti Non Yana, Tuan. Saya minta maaf." Yah, aku memang sudah menduganya. Pengasuh Yana memang sudah ganti lima kali dalam sebulan ini. Permasalahannya ya itu, ada pada anakku. Dia gak mau pakai pengasuh. Maunya Bunda secara nyata.

"Kamu tinggal bereskan pakaianmu sekarang. Saya akan kasih gaji dua kali lipat," titahku dihadiahi gelengan olehnya.

"Jangan Tuan," dia menangkupkan kedua tangannya, "saya nggak mau dipecat." Jika diteruskan, maka dia pula yang akan sengs*ra. Yana kalau sudah tak suka, maka dia akan terus menuduh yang enggak-enggak. Seperti hal tadi tentunya.

Aku mengangkat tangan kanan, lalu memberi alasan kenapa Yana bersikap seperti itu. Lima menit merenung, akhirnya dia menganggukan kepalanya, "Terima kasih. Tuan sudah berbaik hati dengan memberi gaji lebih besar padahal saya baru lima hari bekerja," ucapnya seraya menunduk lesuh.

"Sama-sama,"

Setelah dia pergi, aku masih stay duduk di ruang keluarga. Memikirkan harus kemana lagi mencari pengasuh untuk menjaga putri kecilnya. Aku berada di rumah ya, setiap weekend begini. Hari kerja selalu lembur. Berangkat jam tujuh pagi, pulang jam sepuluh malam. Belum sempat mengurus Yana saking sibuknya.

Aku memijat pelipis karena mendadak pusing. Pusing akan tingkah laku Yana pun aku belum mengisi perut kosong yang sedari tadi demo meminta isi.

Kala sedang bergelut dengan isi pikiranku, bel rumah berbunyi. Aku hiraukan sebab malas beranjak. Siapa coba pagi-pagi sudah bertamu ke rumah orang, gerutuku dalam batin. Kulihat jam dinding, ternyata sudah menunjukan pukul delapan pagi. Masih pagi, bukan?

Suara bel berhenti, kini digantikan dengan ketukan pada pintu secara brutal. Astaga?! Aku segera bangkit guna membuka benda berbahan kayu tersebut. Sudah ia tebak kalau tamunya adalah ... Riani Aini--Mami tercintaku. Beliau biasa dipanggil Mami Ria.

"Kenapa lama dibukanya?" semprot Mami Ria melupakan sesuatu yakni mengucap salam. Agaknya beliau kesal, sampai kelupaan deh.

"Waalaikumsalam," ujarku sambil menyindirnya. Nampak Mami Ria menarik nafas, dan mengeluarkan secara perlahan.

"Assalamualaikum," ucapnya segera aku jawab. Mau mencium tangan kanan beliau eh, Mami Ria malah berteriak memanggil suaminya alias Papi kandungku--Rezqi Galuh Yusovin, biasa dipanggil Papi Rezqi.

"Pi!! Papi lagi ngapain sih di sana. Turun cepat, katanya khawatir sama keadaan cucu kita." Aku mengerut heran. Yana maksudnya? Lho, ada apa dengan anakku.

"Iya, Mi sebentar," seru Papi Rezqi.

"Kamu juga. Mami datang bukannya disuruh masuk, dibikinin minum atau apa lah itu."

Salah lagi? Keluhku tentunya dalam hati.

"Yana itu pengin Bunda, Sena!! Bukan dicariin baby sister. Berulah terus 'kan cucu Mami. Itu gara-gara kamu, Arsena Jumsa Yusovin!" berang Mami Ria. Lah dalah, dua kosong gak tuh.

"Makanya nurut kalau Mami jodohin Sena ke anak temannya Mami," gerutunya seraya berjalan lurus menuju lantai dua--dimana kamar Yana berada.

"Mami kenapa tuh? Marah-marah melulu??" Papi Rezqi berceletuk ringan. Dia sengaja berdiri di sampingku, "lagi PMS kali, Pi," cetusku asal.

"Lho, masa iya? Padahal tadi malam service nya... " aku melenggang pergi meninggalkan Papi Rezqi. Sudah tahu kelanjutannya. Maka, lebih baik aku menyusul Mami ke lantai dua.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pria lemah yang sering sakit, tak sengaja menelan makanan bermantra yang memasukkan jiwa Raja Naga berusia 12.000 tahun ke tubuhnya. Davey dan sang naga, Chen, terus berselisih hingga Chen mengungkap misi balas dendamnya terhadap keturunan Ming yang tamak. Keluarga Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Torres hingga bangkrut. Kini, Davey harus memilih apakah akan bekerja sama dengan Chen demi menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Bayaran Yang Menyembuhkan Penyakitnya
9.0
Valerian DeVere mengambil langkah nekat dengan mencari istri bayaran demi menutupi kelemahannya. Namun, kontrak ini membawa keajaiban medis saat wanita tersebut secara tak terduga mampu menyembuhkan penyakit kronisnya. Seiring waktu, kesepakatan bisnis ini berubah menjadi ikatan yang rumit dan penuh risiko. Valerian kini terjebak dalam dilema besar: apakah ia benar-benar telah pulih, atau justru terseret ke dalam sebuah konspirasi gelap yang mengancam nyawanya?
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini
9.0
Kehidupan tenang Anisa hancur dalam sekejap saat suaminya, Barry, kembali dari perjalanan luar negeri. Kegembiraan menyambut kepulangan sang suami berubah menjadi kengerian luar biasa ketika sebuah koper miliknya dibuka. Di dalamnya, tersimpan jasad seorang wanita cantik yang tidak bernyawa. Penemuan mayat misterius ini memicu huru-hara di rumah mereka, menyeret Anisa ke dalam pusaran misteri kelam yang mengancam segalanya.