APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibuku Kuyang?

Ibuku Kuyang?

Sikap Ibu yang mendadak menolak makan bersama memicu kecurigaan besar dalam benakku. Situasi kian mencekam saat kabar hilangnya bayi secara gaib mulai menghantui desa. Setiap tengah malam tiba, Ibu selalu lenyap secara misterius tanpa jejak, seolah-olah ia bersembunyi dari pandangan dunia. Rahasia kelam apa yang sebenarnya ia sembunyikan dalam kegelapan? Aku mulai meragukan jati dirinya yang asli. Apakah sosok yang melahirkanku itu manusia ataukah siluman?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kek, semalam Dinda pingsan katanya ngeliat usus terbang. Itu apa ya, Kek? Takutnya ada yang kirim santet atau guna-guna ke rumah kita," tanyaku ketika Kakek sedang memperbaiki sepeda tuanya.

"Usus terbang? Ah, ada-ada aja kamu. Mana ada usus terbang."

"Kek, Rasya juga gak percaya, tapi Dinda yang ngomong. Anak kecil gak mungkin berbohong, Kek. Dia sampai ketakutan masuk lemari terus pingsan," jelasku lagi berharap Kakek mencari tahu tentang penampakan itu.

"Paling salah lihat. Kamu tau sendiri 'kan anak kecil itu imajinasinya tinggi? Kamu dulu juga sering nangis katanya liat kuntilanak, padahal ndak ada," kata Kakek. Aku merengut, jawabannya kurang memuaskan.

"Kalau itu Rasya beneran liat sampe demam tinggi, Kek. Rasya gak boong."

"Sudah, tanya ke Nenekmu aja. Ini belum selesai."

Aku mengangguk, lalu beranjak pergi. Serumah ini tidak ada yang mengerti ketakutanku dan Dinda. Bagi mereka, semuanya hanya imajinasi. Aku percaya pada Dinda. Kami berdua pasti tidak salah lihat.

Bapak ...? Apakah ia memahami apa yang kami alami?

Tidak, ia sama dinginnya dengan Kakek. Acuh tak acuh sejak pisah ranjang dengan Ibu. Keluargaku utuh, tapi hangatnya luntur.

"Din, bisa gak kamu ceritain ciri-ciri usus terbangnya itu? Ada mukanya gak? Masa usus doang bisa terbang?" tanyaku penasaran. Dinda yang sedang makan es krim pun menyeka tangannya yang belepotan.

"Dinda cuma lihat rambut, Kak, bawahnya udah usus. Dinda tau itu usus karena pernah baca buku sekolah Kakak. Bentuknya persis kayak gitu. Cuma dia ada darah-darah menetes. Terus ada cahaya warna-warninya," jelas Dinda yang membuatku semakin bingung.

"Oh, buku Biologi Kakak yang tentang organ manusia, ya? Beneran bentuknya kayak gitu?" Ia mengangguk cepat.

"Dinda teriak-teriak tapi gak ada yang dengar. Untung Kakak datang."

Astaga, aku sama sekali tidak mendengar apa-apa ketika ia berteriak meminta tolong. Ini sama anehnya saat aku melihat tubuh tanpa kepala itu di kamar Ibu. Tidak ada yang merespon panggilanku.

***

Karena tidak kuliah dan menganggur, setiap sore pukul empat, aku berjalan-jalan keluar membeli bahan makanan untuk dimasak besok pagi. Ibu sibuk, jadi memasak pun harus siap sebelum pukul tujuh. Pasar yang buka di sore hari juga masih lumayan rame.

Setelah memilah-milah tempe dan sayuran, lamat-lamat kudengar gibahan ibu-ibu bersama pakle' sayurnya. Aku yang penasaran pun ikut memasang telinga.

"Bu Kalinda itu cantik banget, ya? Pakai skincare apa, sih? Kayaknya dia wanita paling cantik di kampung ini," kata ibu-ibu berbaju Doraemon dengan nada khasnya; nyinyir.

"Iya, Say. Bingung juga diriku. Dia sudah punya anak dua kalau gak salah, ya? Anak ceweknya juga udah 19 tahun. Harusnya, sih kayak kita-kita begini." Ibu-ibu berpiyama ungu ikut menimpali.

"Wajar. Dia nikah muda, umur 16 atau 17, ya aku lupa juga, Say. Dia pernah cerita kok. Wajar anaknya udah gede, ibunya awet muda gitu."

"Bukan masalah umur, Say, mukanya itu, lho ayu banget. Kayak masih gadis perawan!"

Aku masih mendengar percakapan mereka. Penasaran jika tahu aku adalah anak yang mereka bicarakan itu.

"Curiga deh aku, Say. Jangan-jangan dia itu kuyang!"

Ibu-ibu yang lain terkejut, aku juga. Sontak, satu komplotan ramai karena perkataan ibu itu. Mereka yang tak sengaja mendengar pun ikut penasaran. Kuyang? Apa itu? Sejenis hantu?

"Eh, jangan suuzon dulu, Say! Siapa tau emang mukanya awet muda. Dia 'kan guru, harus selalu tampil cantik. Jadi perawatan wajahnya mahal. Beda sama kita-kita ini yang tiap hari bau dapur," celetuk ibu muda yang sedang menggendong bayinya.

"Oke, kalau penasaran, aku bisa buktikan!"

"Apa, Say, apa?"

"Bu Kalinda selalu berjilbab, gak pernah lepas. Supaya kalian tau dia kuyang atau bukan, lepas jilbabnya! Kuyang itu leher sama badannya gak nyatu alias terlepas. Makanya ditutupi," jelas ibu berbaju Doraemon tadi.

"Bukannya terkesan gak sopan itu, Say? Gak ada cara lain apa? Ngeri juga kalau beneran."

Lelah juga menunggu mereka selesai menggibah. Malah makin banyak peserta lain yang penasaran dan ikut menyimak juga. Aku harus bergeser sedikit karena gerah.

"Ada lagi, ini mudah banget, Say. Ketemuan aja sama dia terus lihat celah di antara hidung sama mulut kayak ini," katanya sambil menunjuk lengkungan di atas bibir itu. "Kalau gak ada lengkungan bahkan hampir rata, maka dia itu kuyang!"

Sekomplotan bersorak ngeri, bahkan ada yang langsung pergi. Aku juga lupa apakah Ibu ada tanda seperti itu atau tidak, ya? Jujur, aku tidak pernah memerhatikan detail sampai segitunya.

***

"Assalamualaikum."

Itu Ibu!

"Waalaikumsalam. Masuk, Bu, udah disiapin makan." Ia merunduk melepas sepatu, aku menunggunya berdiri dengan cemas. Berharap lengkungan atas bibirnya itu ada.

"Kenapa berdiri di situ? Siapin makan Ibu."

"I–iya, Bu."

Ia masuk, tapi aku tak sempat melihat wajahnya. Gelisah terus menunggu waktu yang tepat, akhirnya ia keluar dari kamar dan saatnya menunggu pembuktian.

"Ibu?" Aku memanggilnya, ia pun mendongak dan berkata, "Kenapa?"

Ya Tuhan ... apakah aku tidak salah lihat? Ke mana lengkungannya?!

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Different Body
8.0
Apa jadinya jika saat terjaga kamu mendapati dirimu terjebak dalam raga dengan gender yang sama sekali berbeda? Nasib malang inilah yang menimpa Aurora Nadine Rachellina secara tiba-tiba. Dia terbangun dan menyadari bahwa jiwanya kini menghuni tubuh seorang laki-laki. Perubahan drastis tersebut bukan sekadar anomali fisik, melainkan awal dari serangkaian masalah yang jauh lebih besar dan rumit yang harus segera ia hadapi dalam hidup barunya.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Harlein, sang pewaris takhta Kerajaan Fortania, terjebak dalam dilema asmara dengan Anggara Mahesa. Meski Harlein percaya cinta melampaui kasta, Anggara justru merasa tidak layak bersanding dengannya karena perbedaan status sosial mereka. Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, namun Harlein menuntut perjuangan yang setara. Di tengah penolakan dan rasa lelah karena terus mengemis perhatian, mampukah sang putri mempertahankan perasaannya saat pasangannya sendiri menyerah?
Sampul Novel Hati Alpha yang Terlambat
7.9
Vanessa Price rela mengorbankan sumsum tulangnya demi Timothy Oliver, tanpa menyadari itu hanyalah bagian dari 100 rencana balas dendam kejam sang pria. Selama empat tahun, Timothy menyiksa Vanessa demi membela ibu tirinya, Bryanna. Namun, penyesalan mendalam baru datang saat Timothy menemukan jasad Vanessa beserta tes kehamilan di reruntuhan tambang. Kini, Vanessa bangkit untuk melawan balik segala tipu daya cinta yang telah menghancurkan hidup dan kariernya.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda dari Suku Dayak Bakumpai, terjebak dalam masalah besar saat menjadi buronan di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu kesalahan pastinya, ia diburu oleh Panglima tertinggi yang sangat berambisi menangkapnya. Situasi kian genting karena Raja Saranjana menggelar sayembara dengan imbalan fantastis: separuh wilayah kerajaan serta kesempatan menikahi sang putri bagi siapa saja yang berhasil meringkus Lawen. Kini, nyawa Lawen berada dalam ancaman besar.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.
Sampul Novel Mencintai Musuh Keluargaku
9.1
Perseteruan abadi klan Nocturn dan Dravein di Ravenbrook kian memanas saat Isabelle Greystone tanpa sengaja masuk ke wilayah lawan. Ia bertemu River Blackwood, vampir Nocturn yang terpikat tanpa tahu asal-usul Isabelle. Rahasia identitasnya yang terbongkar memicu perang besar antar keluarga. Di tengah tumpahan darah dan ujian kesetiaan, mampukah cinta terlarang mereka bertahan, ataukah mereka akan hancur oleh takdir permusuhan kuno yang mematikan?