APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu

Kontrak pernikahan Sheeree dan Arvid telah usai, namun Sheeree belum menyerah. Ia menawarkan perjanjian baru: waktu satu bulan lagi untuk memenangkan hati suaminya. Jika gagal, ia berjanji pergi tanpa membawa harta apa pun. Di balik kenekatannya, ada rahasia besar yang ia sembunyikan rapat-rapat. Meski penuh risiko, Sheeree rela berkorban demi kesempatan terakhir ini. Mampukah ia meluluhkan Arvid, ataukah alasan tersembunyi itu akan mengubah segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Heeum tapi ada satu hal yang ingin ku bicarakan juga dengan mas,” deham Sheeree. Tangannya mengetuk-ngetuk meja mini malis di depannya.

“Apa?” tanya Arvid singkat.

“Kesepakatan—aku ingin membuat kesepakatan dengan mas,” jawaban Sheeree spontan membuat Arvid berhenti membaca berkas. Matanya beralih menatap ke arah gadis yang sudah satu tahun di nikahinya.

“Kesepakatan?” beo Arvid mengernyitkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Iya kesepakatan. Hari ini kontrak pernikahan kita berakhir tapi aku ingin membuat kesepakatan baru. Beri tambahan waktu selama 1 bulan untukku lebih berusaha mendapatkan cinta mas. Jika selama 1 bulan itu, aku tetap gagal. Aku sendiri yang akan menandatangani surat perceraian dan bercerai tanpa meminta harta. Aku juga akan bertanggung jawab untuk memberitahukan pada keluarga besar mas tentang alasan kita bercerai karena tidak cocok. Bagaimana menurut mas kesepakatan ini?” jelas Sheeree lembut seperti biasanya.

Sheeree sudah memikirkan kesepakatan itu sebelumnya dan sangat berharap Arvid mau menyetujuinya. Ia tidak meminta lebih. Hanya persetujuan Arvid yang di mintanya.

“Kamu pikir saya mau menyetujuinya?”tanya Arvid datar. Matanya menatap tajam ke arah Sheeree.

“Yeah aku pikir memang begitu. Mas merupakan sosok yang selalu berpikir dengan logika. Jadi ku rasa mas tidak akan mengabaikan kesepakatan yang saling menguntungkan ini,” ucap Sheeree tidak merasa takut sama sekali dengan tatapan tajam Arvid.

“Hmmm baiklah,” Arvid menganggukkan samar kepalanya.

“Mas setuju?” tanya Sheeree memastikan arti anggukan Arvid barusan.

“Ingat hanya satu bulan saja, tidak lebih!” dengan ucapannya ini, berarti Arvid setuju. Sheeree bisa bernafas lega dan tentu merasa senang mendengarnya. “Saya setuju dengan kesepakatan ini bukan karena ucapanmu tadi. Anggap saja ini sebagai kompensasi untukmu,”

“Kompensasi?”beo Sheeree tidak mengerti. Kompensasi apa yang di maksudkan Arvid. Sampai suaminya itu mau menyetujui kesepakatan yang di ajukannya.

“Kompensasi untukmu yang sudah mau berakting dengan saya. Sebagai suami-istri yang saling mencintai,”ucapan Arvid ini membuat Sheeree tersenyum kecut mendengarnya.

Selama ini memang ia dan Arvid selalu berakting di hadapan keluarga besar suaminya itu. Mereka berdua berakting layaknya saling suami istri. Padahal hanya ia yang benar-benar mencintai, tidak dengan Arvid.

Sheeree selalu berharap satu hal. Bisakah mereka berdua benar-benar saling mencintai, bukan cuma akting semata?

“Mas sendiri sudah tahu. Aku benar-benar mencintaimu, bukan berakting. Em tapi kalau mas menganggap seperti itu, juga bukan masalah. Setidaknya kesepakatanku di setujui mas,” balas Sheeree masih dengan mengetuk-ngetuk meja mini malis di depannya.

“Kesepakatanmu sudah saya sepakati. Lalu sekarang apa lagi yang perlu kita bicarakan?” Arvid bertanya seraya kembali fokus membaca berkas di tangannya.

Yah bagaimana pun Arvid sudah tahu bahwa Sheeree mencintainya tapi hatinya tidak bisa di paksakan. Ia tidak bisa membalas cinta Sheeree dan tidak ingin menyakitinya terlalu jauh. Makanya ia membuat dinding penghalang untuk mereka berdua dengan kontrak pernikahan.

“Masih ada yang perlu kita bicarakan, mas!” jawab Sheeree.

“Katakan!” seru Arvid singkat.

“Kesepakatan ini akan di mulai dari besok. Selama kesepakatan ini berlangsung, aku mau mas menuruti semua keinginanku. Apa pun itu, mas tidak boleh menolaknya sama sekali!” ucap Sheeree tanpa ragu. Ia memang sudah memikirkan beberapa hal yang mungkin bisa membuatnya berhasil mendapatkan cinta Arvid.

“Salah satunya?”

“Aku ingin memeluk dan di peluk mas,” dengan santainya Sheeree mengucapkan itu.

Selama ini memang tidak pernah sekali pun merasa di peluk oleh Arvid. Kalau pun ada, paling tidak benar-benar memeluk atau pun di peluk. Mengapa? Hal ini di karenakan Arvid selalu berusaha menjaga jarak darinya.

“Hmmm tidak masalah,” deham Arvid langsung menyetujuinya.

“Mas tidak keberatan?” tanya Sheeree tersenyum lebar.

“Hanya seperti itu tidak masalah. Asal tidak tidur bersama,” tukas Arvid tanpa berhenti membaca berkas di tangannya. Seolah berkas lebih nyaman untuk di lihat, daripada Sheeree.

“Terima kasih, mas. Aku jamin semua yang ku inginkan hal biasa saja. Tidak mengarah ke hal yang tidak di inginkan mas,” ungkap Sheeree lembut.

“Itu bagus,” singkat Arvid.

“Baiklah, kalau begitu aku tidak akan mengganggu mas lagi. Aku pergi kuliah dulu,” Sheeree beranjak berdiri dari sofa yang di dudukinya.

“Jangan lupa sarapan, mas!” lanjutnya

Selama ini Sheeree tidak pernah sarapan atau makan bersama Arvid. Padahal mereka berdua tinggal di satu rumah yang sama. Bukankah itu terdengar konyol?

“Hmmm,” Arvid berdehem ringan membalas ucapan Sheeree.

Sheeree keluar dari ruang kerja Arvid, sesudah berpamitan. Ia berjalan dengan perasaan bahagia. Setidaknya masih ada waktu 1 bulan untuknya berjuang lagi mendapatkan cinta Arvid. Walau pun nantinya ia gagal, tidak akan di sesalinya.

“Non sarapan dulu!” seru wanita paruh baya yang tadi datang ke kamarnya. Saat ini ia menghampiri Sheeree.

“Aku makan di kampus saja, bi Ana! Takut telat,” Sheeree menolak secara halus.

Wanita paruh baya itu bernama Damiana. Di panggil Bi Ana. Sudah bekerja bertahun-tahun di rumah Arvid. Kerjanya pun dari pagi sampai sore hari saja. Setelah pekerjaannya selesai, Bi Ana akan pulang ke rumahnya sendiri.

“Begitu ya non? Bagaimana kalau bibi buatkan bekal untuk nona?” tawar bi Ana pada istri dari tuannya itu.

“Boleh deh, bi! Maaf kalau merepotkan,” Sheeree merasa tidak enak hati kalau menolak tawaran dari bi Ana. Wanita paruh baya itu sudah datang pagi-pagi sekali ke rumah untuk membuatkan sarapan.

“Tidak apa-apa. Nona tunggu sebentar, bibi buatkan bekal!” seru bi Ana yang langsung di balas anggukan pelan dari Sheeree.

Bi Ana segera pergi dari hadapan Sheeree dan membuatkan bekal di dapur. Beruntungnya sarapan sudah siap. Sehingga bi Ana hanya perlu memasukkan beberapa menu sarapan itu ke dalam kotak bekal Sheeree. Tidak lupa pula beberapa potongan buah segar di masukkan bi Ana. Sheeree memang suka menjadikan potongan buah segar sebagai penutup makannya.

Berselang 5 menit, bi Ana sudah kembali ke hadapan Sheeree. Di tangannya membawa kotak bekal. “Ini bekalnya, non!”

“Terima kasih, bi! Aku pergi kuliah dulu,” Sheeree menerima kotak bekal itu seraya berpamitan.

“Hati-hati non!”

Sheeree mengangguk samar, sebelum pergi dari hadapan bi Ana. Ia pergi menuju keluar rumah. Di mana mobil Lamborghini biru miliknya sudah terdapat di sana.

“Kuncinya non,” seorang laki-laki paruh baya bergegas menghampiri Sheeree dan memberikan kunci mobil padanya.

Sheeree memang pergi kuliah dengan mengemudikan mobil sendiri. Sama seperti pada saat ia masih duduk di SMA. Keluarganya cukup kaya sehingga untuk membelikan Sheeree sebuah mobil, bukanlah hal yang sulit.

“Terima kasih, pak Diky!” Sheeree menerima kunci mobilnya dan tidak lupa berterima kasih pada pak Diky, sopir pribadi dari Arvid. Baru bekerja sekitar 2 tahun yang lalu.

“Sama-sama non,” pak Diky menunduk hormat seperti biasanya.

“Aku pergi dulu, pak Diky!” seru Sheeree sembari membuka pintu mobilnya dan meletakkan tas beserta kotak bekalnya di kursi sebelah kursi pengemudi.

“Hati-hati di jalan, non!”

Sheeree tersenyum tipis, bersamaan dengan anggukan pelan kepalanya. Kemudian ia berjalan masuk ke dalam mobilnya. Pintu mobil kembali tertutup secara otomatis. Sebelum melajukan mobil, tidak lupa Sheeree memasang sabuk pengamannya. Kemudian barulah ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menjauhi kawasan rumah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Ariana terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Daniel Aldrigham demi wasiat ayahnya yang sakit. Daniel ternyata memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya sengaja memanfaatkan Ariana sebagai alat untuk memisahkan mereka. Di tengah pengkhianatan dan manipulasi keluarga kaya ini, Ariana harus memilih: menjadi boneka penurut atau berbalik melawan demi harga dirinya. Akankah ia berhasil menaklukkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur dalam permainan ini?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
9.2
Hidup Danny Laksana hancur setelah dikhianati kekasih dan kehilangan orang tuanya dalam tragedi memilukan. Di tengah luka mendalam, ia menemukan fakta mengejutkan bahwa dirinya adalah ahli waris konglomerat terkaya. Demi menuntaskan dendam pada sang mantan dan mengungkap misteri kematian orang tuanya, Danny memutuskan untuk menikah. Namun, ia tidak menyadari bahwa dalang kriminal yang ia cari selama ini berada sangat dekat di lingkup sekitarnya.
Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo
9.7
Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Sampul Novel PELUKAN UNTUK LANIA
8.4
Amara hanya ingin membahagiakan keluarganya, namun hidup justru menghadirkan luka baru. Kemunculan ayah kandung yang pernah membuangnya kembali membuka trauma masa lalu. Di tengah kepedihan itu, hadir Angkasa, pria memesona yang gigih mendekatinya hingga Amara jatuh hati. Sialnya, Angkasa justru menjadikannya orang ketiga dalam hubungannya. Terjebak sebagai perusak hubungan orang, Amara kini meragukan apakah masih ada secercah cahaya bagi masa depannya.