APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan

Ikatan Yang Ditakdirkan

Zayyad, CEO muda penderita gynophobia, terpaksa menikah demi menepis rumor miring. Di sisi lain, Alina yang misandris merelakan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang kontradiktif. Zayyad mendambakan keluarga normal selamanya, sementara Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan hati mereka atau justru berakhir tragis sesuai rencana awal Alina?
Bab
Bagikan

Bab 2

Wanita itu pun bergegas membereskan beberapa buku materi mengajarnya dengan rapi ditangannya dan berjalan keluar kelas.

"Alina!"

Seseorang datang menepuk pundaknya dari belakang. Dan itu adalah namanya...

Alina. Hanya Alina.

Sedikit merasa terkejut, ia menghela nafas kemudian menoleh pada wanita yang baru saja menghampiri nya.

"Maya kau mengagetkan ku!"

Alina dengan sengaja melangkah lebih dekat untuk menyenggol bahu wanita itu. Maya hanya tertawa menerima perlakuannya.

Dan Maya, adalah teman masa kuliah. Sahabat dan sudah seperti keluarga untuk Alina. Keduanya sama-sama berkerudung. Hanya saja Maya jauh lebih relijius dan feminim.

Maya selalu dengan gamis yang membuat nya selalu terlihat anggun dengan lilitan kerudung yang sempurna hingga menutupi dada.

Lain halnya dengan Alina yang tampil modis dengan berbagai macam bentuk lilitan hijab dan pakaian nya yang selalu tampak fashionable.

Sekolah tempat mereka mengajar adalah sebuah pondok pesantren sederhana yang terletak di kota Z. Sekolah itu hanya di khususkan untuk perempuan.

Alina mendapatkan saran untuk bekerja di sana oleh Maya yang memperkenalkan nya pada tempat itu.

Maya tau tentang Alina yang sangat membenci pria dan betapa wanita itu menjauhi lingkaran yang ada jenis kelamin tersebut didalamnya.

Meski penghasilan nya tidak terlalu memadai seperti di sekolah elit. Selama ia tidak terhubung dengan pria, itu sudah jauh lebih cukup.

Mereka bergegas ke ruang guru untuk meletakkan buku-buku di tangan mereka. Setelahnya mereka berjalan ke kantin yang sama dengan anak-anak. Mengambil sudut tempat yang kosong, Alina duduk.

Sedangkan Maya pergi memesan pesanan mereka. Sebagai teman akrab, Maya sudah menghafal apa yang di sukai Alina. Jadi ia dapat memesan tanpa harus bertanya lagi.

"Cuaca panas seperti ini sangat membuat gerah!" Keluh Alina.

Ia mengibas-ngibaskan tangannya di sekitar wajahnya yang sudah muncul beberapa titik keringat.

Alina juga dapat merasakan leher nya yang tertutup balutan hijab sudah bercucuran keringat.

"Tepat sekali!"

Maya datang membawa nampan pesanan mereka di atas meja. Ia meletakkan segelas jus jeruk dingin kepada Alina dan teh dingin untuk dirinya. "Minuman dingin sangat membantu untuk situasi seperti ini" Maya meletakkan jus jeruk dingin ke sisi Alina.

Alina bergegas menarik gelas lebih dekat, menarik sedotan ke mulutnya, ia menyeruput minumannya. "Ahh.." Dan dingin es dan segarnya jus jeruk, membuat rasa gerahnya sedikit berkurang. "Sekarang jauh lebih baik" Tukasnya.

Lalu ia mengaduk sedotan di gelas, membuat keributan kecil dari es yang saling bertubrukan.

"Aku sepertinya harus mengambil cuti beberapa hari untuk kembali ke kota Y"

"Kenapa?"

"Nenek ku jatuh sakit, Ia mengabari ku semalam. Tentunya aku harus pulang untuk melihat"

Kota Y adalah tempat Alina berasal. Tidak seperti Maya yang memang berasal dari kota Z. Hanya saja ia melanjutkan studi perguruan tinggi nya di kota Y. Karena itulah mereka berjumpa.

Kota Y dengan Z sangat jauh berbeda.

Kota Y merupakan kota metropolitan yang sudah sangat berkembang pesat dan jauh lebih maju. Tidak seperti kota Z yang masih sangat kurang dalam segi kemajuan nya.

"Kalau begitu pulang lah! Kirim salam ku untuk nenek mu" Tukas Maya yang tentu saja mengenali neneknya Alina. Semasa kuliah dulu, ia sering mendatangi kediaman Alina yang merupakan rumah neneknya.

Ketika waktu istirahat selesai.

Alina dan Maya kembali bersiap untuk mengajar di kelas selanjutnya.

Alina hanya memiliki satu kelas yang tersisa untuk hari itu. Setelahnya ia dapat mengurus cutinya untuk kembali ke kota Y.

___

"Iya nenek! Aku sedang dalam perjalanan pulang"

"Em!"

"Assalamu'alaikum"

Dan Alina menutup telepon nya.

Karena gajinya terbilang cukup kecil, untuk menghemat pengeluaran, Alina mengambil jalur transportasi darat.

Yaitu dengan menaiki kereta api. Jika menggunakan transportasi udara hanya menghabiskan waktu satu jam perjalanan. Karena ia menggunakan jalur darat, tentu jauh lebih lama dari itu.

Karena itu bukan hari libur. Kereta api jauh lebih sepi. Membuat Alina jauh lebih nyaman didalamnya.

Ia duduk seorang diri dengan kepala di miringkan, bersandar ke kaca jendela.

Ia dapat melihat pandangan pepohonan hijau yang masih terlihat asri perlahan-lahan terlewati begitu saja.

Merasakan kecepatan laju kereta api juga waktu yang tanpa sadar, ia sudah sampai di kota Y.

Hari sudah malam. Alina tidak membawa banyak barang karena ia menyimpan beberapa pakaian di rumah neneknya.

Bersama tas tangannya ia keluar dari pemberhentian stasiun kereta api menuju ke jalan luar untuk mencari taksi.

Pada saat itu ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari neneknya lagi.

"Assalamu'alaikum nek..."

"Iya Alhamdulillah Alina sudah sampai"

"Apa?"

"Nenek mengirimkan seseorang menjemput ku?"

"Em! Baiklah"

"Wa'alaikumsalam"

Memandangi ponselnya beberapa detik. Alina tenggelam dalam pikirannya.

'Kenapa nenek mengutus seseorang untuk menjemput ku? '

'Apakah karena nenek mengkhawatirkan ku?'

Menyadari hal itu Alina merasa sangat tersentuh. Tentu saja wanita tua itu mengkhawatirkan nya. Apalagi sekarang sudah malam hari dan terlalu tidak aman untuk seorang wanita berjalan seorang diri.

Sebuah mobil hitam baru saja berhenti di depannya.

Setelah Alina perhatikan, itu adalah Rolls-Royce hitam yang tampak luar biasa setelah dilihat lebih dekat.

Seorang pria berjas hitam keluar dari pintu pengemudi. Datang berjalan kearahnya.

Pria itu menggunakan kacamata hitam yang sedikit mencolok. Warna kulit nya yang putih bersih sedikit bersinar di bawah penerangan lampu jalan.

Ada earphone bluetooth disalah satu telinga nya. Berdiri di hadapannya ia sedikit membungkuk sopan.

"Maaf, apakah anda nona Alina?"

Mengernyitkan dahinya, Alina memberi tatapan tak suka terhadap pria asing di depannya.

Pria ini mengetahui namanya?

Seakan menangkap jelas ketidaknyamanan nya. Pria itu langsung berterus terang.

"Kami adalah orang yang akan menjemput anda"

Alina terdiam sejenak.

Jadi neneknya mengirimkan seorang pria asing ini untuk menjemputnya. Tapi kenapa harus pria?

Bukankah neneknya tau, betapa ia membenci berada di sekitar mereka.

"Sekarang nenek anda sedang di rawat inap di rumah sakit. Kami akan mengantarkan anda ke sana"

Mendengar kata rumah sakit, Alina menjadi panik. Mengeluarkan ponselnya, ia langsung menghubungi neneknya untuk kejelasan.

"Assalamu'alaikum nek!"

"Kenapa nenek tidak mengatakan kalau nenek sedang di rawat di rumah sakit sekarang"

"Jadi, pria asing ini orang yang kau kirim untuk menjemput ku?"

Melihat kepada tampilan dan mobil pria itu. Alina tau pasti pria itu memiliki latar belakang keluarga kaya. Tapi keluarga biasa seperti mereka bagaimana mungkin memiliki hubungan dengan pihak seperti itu.

"Nenek bisa kau katakan siapa nama pria yang menjemput ku?"

"..."

"Assalamu'alaikum"

Panggilan berakhir.

Alina mengangkat wajahnya dengan acuh tak acuh terhadap pria asing di depannya.

"Siapa nama anda?" Alina bertanya untuk memastikan.

Sebenarnya ia sangat ingin menolak untuk di jemput oleh seorang pria. Hanya saja ini adalah kebaikan neneknya yang sudah mengirim seseorang untuk menjemputnya.

Bagaimana bisa ia menolak kebaikan wanita tua itu?

"Saya Bakri nona!"

Itu bukanlah nama yang di sebut neneknya. Sepasang matanya menyipit, menatap tajam kearah pria asing itu.

Merasakan tatapan intens dari wanita di hadapannya. Pria itu sedikit canggung dan berdeham.

"Itu tuan saya, Zayyad didalam sudah lama menunggu. Apa kita bisa pergi sekarang nona?"

"Zayyad?"

Itu adalah nama yang di sebut neneknya.

"Iya nona!" Jawabnya sangat sopan.

Jadi pria asing di depannya ini tidak seorang diri. Ada orang lain didalam mobil?

"Nona?" Pria asing itu masih menunggunya bergegas.

"Em!"

Alina langsung mengambil langkah kedepan untuk melewati pria itu.

Meraih gagang pintu mobil belakang. Alina tanpa sopan bersiap untuk menarik gagang pintu dan masuk.

"Nona sebentar!"

Pria asing itu menahannya.

"Tuan Zayyad menyukai keluasan. Harap nona mengerti dan bermurah hati untuk duduk di depan"

Alina terdiam sejenak. Dan mengangguk kemudian.

Masih mengacuhkan pria asing itu. Ia membuka pintu depan dan duduk.

Dan mobil Roll Royce hitam itu melesat cepat di keramaian kota malam menuju kerumah sakit.

___

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Demi membiayai pengobatan sang ayah yang sakit keras, Laura berusaha mencari pekerjaan tambahan sebagai pengasuh. Namun, niat tulus itu justru berujung petaka saat ia bertemu Greyson. Pria itu merampas kesuciannya dan memaksanya masuk ke dalam ikatan gelap sebagai pemuas hasrat. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang menyiksa: apakah ia sanggup bertahan menjadi budak nafsu Grey demi mendapatkan uang yang sangat ia butuhkan untuk ayahnya?
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi dikenal sebagai pria kaya yang gemar bersenang-senang, berbeda jauh dari Fachmi, kembarannya yang kaku. Karena obsesi memiliki sang kakak, Farrel bertekad menggagalkan pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, rencana sabotase ini berbalik saat Farrel justru jatuh cinta pada wanita tersebut saat menyamar menjadi Fachmi. Kini, ia terjebak dalam dilema besar jika rahasia tentang identitas aslinya terbongkar.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Niela tinggal di pesisir Jakarta yang penuh gemerlap malam. Meski sering dipandang rendah, ia selalu menjaga kehormatannya hingga desakan sang ibu memaksanya terjun ke dunia terlarang. Langkah ini mempertemukannya dengan Darren Alvaro Prayudha, seorang miliarder ternama. Darren menawan Niela demi menyangkal perasaan cintanya yang muncul seketika. Hubungan rumit ini justru menyingkap jati diri Niela yang misterius. Akankah Darren berani jujur pada hatinya?