APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo

Insafnya Seorang Gigolo

Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Bab
Bagikan

Bab 2

Untungnya Kak Anti, yang selalu mengerti dan menjadi panutan bagiku, orang yang paling pengertian dan peka, meski belum melihat ekspresi wajahku, ia seakan sudah mengetahui apa yang kurasakan.

Saat ini, Kak Anti mengelus punggungku dengan tangannya yang melingkar di lenganku. Di seberang kami, Mbak Lala memandangi kami, mata sempit namun tanpa protes atau komentar apa pun. 

"Rina sudah koma selama 2 hari ini, Lex. Sebenarnya dia bisa sembuh secepatnya, asalkan mendapatkan donor ginjal sesegera mungkin," jelas Mbak Lala tanpa menatapku.

Kemudian, aku berkata dengan suara bergetar, "Jadi kalian hanya bisa diam di sini menunggu Rina menghembuskan nafas terakhir? Sungguh tega sekali kalian!"

Mereka terdiam, bagai anak yang tercemar oleh cemooh orang tuanya. 

"Dasar tak punya hati, kalian," sambungku dengan air mata yang mulai menetes. Mbak Lala menyeka air matanya, lalu menjelaskan,

"Dek, kita sudah berusaha mencari donor ginjal untuk Rina, tapi hasilnya nihil. Mencari donor ginjal bukanlah hal yang mudah, harus memenuhi beberapa syarat. Dan sejujurnya, kami berharap kamu lah yang bisa melakukan itu." Tampak jelas ekspresi harap di wajah Mbak Lala, ketika dia akhirnya menatapku langsung.

Mba Lala kini dia menatap ku dengan mata memerah karena Tangisannya, padahal semenit yang lalu tidak ada air mata, benar wanita sangat misterius bagiku, dia mampu meluluhkan hatiku yang tadinya bergejolak kini berubah berganti sejuk.

"Terus, tunggu apa lagi, ayo!" ucapku tanpa berpikir panjang. 

Saat Mba Lala berdiri dan hendak kuturuti langkahnya, tiba-tiba...

"Aku nggak setuju!" seru Kak Anti mendadak.

"Aku nggak setuju kalau adekku harus mendonorkan ginjalnya," tambahnya. 

"Dek, Rina itu siapa? Kenapa kamu mau melakukan itu? Dia bukan keluarga kita. Kamu jangan mau dibodohi oleh wanita-wanita perek di sekitarmu itu. Mereka hanya memanfaatkan dirimu semata!" Kak Anti meneruskan, tatapannya semakin tajam menghujam ke arahku. 

"Kak..." panggilku, berusaha menenangkan hatinya yang sedang emosi. 

"Diam! Pikirkan matang-matang kembali, Dek. Resiko pasca donor ginjal pasti akan mempengaruhi kesehatanmu. Tidak menutup kemungkinan kamu nggak akan bisa memiliki tubuh yang fit seperti sebelumnya," jelas Kak Anti, kali ini suaranya sedikit merendah, namun isi hatinya tetap kencang melawan keputusanku.

Memang benar apa yang dikatakan kakakku saat ini, kesehatanku setelah pasca donor atau transplantasi ginjal memang tak bisa seaktif sebelumnya. Namun entah mengapa, hatiku sangat ingin membantu Rina, walaupun dia bukan siapa-siapa bagiku dan malah adalah wanita pertama yang pernah membuat hatiku terluka. 

Sejenak, aku memperhatikan wanita-wanita di depanku yang tak bisa berkata-kata. Tapi sorot mata mereka penuh harapan, seolah berharap banyak dariku. Sementara itu, kak Anti hanya menatapku dengan pandangan sinis. Aku menghela nafas, lalu berkata dengan tegas,

"Aku siap menanggung semua resikonya, Kak. Dan aku mohon Kakak minta maaf ke teman-temanku dan tarik kata-kata hinaan tadi."

Akhirnya, hati dan omonganku sejalan. Kak Anti tampak terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, "Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku ikhlas. Saya minta maaf kepada kalian semua." 

Ia pun segera pergi meninggalkan kami. Namun tiba-tiba, Mba Lala memanggilnya, membuat Kak Anti terhenti langkahnya tanpa menoleh.

"Mbak, jangan pergi. Kita di sini bukan sekedar teman atau rekan, tapi Alex sudah kami anggap sebagai keluarga kami. Tetaplah di sini untuk mendukung pilihannya. Dia pasti butuh dukungan dari kakaknya," ucap Mbak Lala dengan mata berkaca-kaca.

Ketika Kak Anti berbalik, air mata sudah mengalir deras di pipinya. Hatiku seperti terpanggil untuk segera memeluknya. Aku langsung berlari ke arahnya dan memeluk erat tubuhnya. 

Mbak Lala, Pingki, Pingka, dan Muti pun ikut memeluk kami berdua. Perasaan campur aduk kala itu—bahagia, haru, terenyuh, namun di sisi lain tubuhku seakan melayang karena merasakan kelembutan dada-dada wanita yang memelukku.

Jujur saja, aku merasakan 'rudal'ku mulai bereaksi sedikit demi sedikit. 

"Anjir, bisa-bisanya aku tegang dalam keadaan haru seperti ini," batinku menghardik diri sendiri. 

Setelah acara berpelukan yang mengharukan itu, perasaanku menjadi lebih lega. Meski 'rudal'ku masih belum mereda, yang terpenting bagiku saat ini adalah keselamatan Rina.

Setelah berada di sebuah ruangan operasi, rasa ngilu menyergapku ketika beberapa jarum suntik menembus kulitku. Namun, tak lama kemudian tubuhku mati rasa total, tak mampu bergerak sedikit pun—kecuali mataku yang tak bisa tertutup lantaran rasa cemas melanda.

Lima petugas kesehatan mengelilingiku, dua di antaranya wanita dan tiga pria. Sepertinya mereka tak menyadari kalau mataku masih setengah terbuka, meski tampak sayu, namun aku masih bisa melihat dengan jelas. Terlebih, di atas dadaku terpasang lampu yang menyala terang. Pandanganku tertuju pada bagian tubuhku yang mulai dibelah oleh petugas kesehatan. Kulihat daging kenyal tersembul keluar dari belahan yang baru saja mereka bedah. Hati kecilku merasa geli, mual, dan takut sekaligus. Sekarang, rasanya aku ingin melarikan diri dari sini dan mengakhiri semua penderitaan ini. Namun sayangnya, tubuhku tak mampu bergerak sama sekali, terpenjara dalam kebisuan dan ketidakberdayaan yang melanda.

"Anjing! Sadis juga mereka!" Batinku.

Wajahnya terlihat santai tapi tetap serius. Setelah mereka mengangkat daging kenyal itu, aku melihat beberapa tangan merogoh di dalam tubuhku. Terakhir yang kuingat sebelum mataku benar-benar tertutup adalah mereka melakukan jahitan berulang kali sebanyak di tiga lapisan kulitku. 

Ketika aku akhirnya sadar 24 jam kemudian, suasana sudah berubah dan tidak menyeramkan seperti sebelumnya. Di ruangan ini, aku ditemani oleh Mba Lala dan Kak Anti yang sepertinya sudah lama menunggu kesadaran kembali padaku.

Wajah mereka tampak lelah dan menahan kantuk, menggambarkan betapa gigih mereka menemani aku sepanjang waktu.

"Ka...kak... Mbaa," ucapku dengan suara serak, putus-putus.

Rasa perih mulai kembali terasa di bagian atas perutku. 

"Syukur kamu udah siuman, Dek," ucap Kak Anti dengan semangat, meskipun matanya terlihat sembap. 

Aku mencoba menggerakkan tubuhku untuk duduk, namun rasa sakit yang menggelayut di perutku membuatku menyadari bahwa saat ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk melakukannya.

"Akkhhh..." pekikku dengan tertahan, merasa kesakitan yang menusuk-nusuk.

"Jangan bergerak dulu. Luka jahitanmu masih basah dan kamu perlu istirahat selama tiga hari. Itupun jika lukanya kering," jelas Mbak Lala dengan nada penuh kekhawatiran. 

"Dek, kamu makan dulu, ya. Setelah itu minum obat penahan nyeri yang diberikan petugas," lanjut Kak Anti sambil tersenyum lembut padaku. 

Aku mulai makan dengan disuapi oleh Kak Anti. Sendokan pertama masih aman, namun ketika sendokan ketiga, aku kembali merasakan sakit yang amat sangat. Sakitnya terasa lebih parah dibandingkan waktu aku melawan 150 musuhku.

"Udah, Kak... Sakittt..." ucapku sembari memalingkan wajah, sebagai tanda penolakan.

Setelah makan, aku diberikan obat yang jumlahnya banyak serta berwarna-warni, bagaikan pelangi di langit. Kembali, kantuk menyerangku begitu habis meminum obat tersebut

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, asisten rumah tangga yatim piatu, terjebak dalam tragedi berdarah yang menewaskan majikannya. Setelah menyelamatkan bayi sang majikan, ia bertemu Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan. Arkan mengajukan kontrak pernikahan senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri palsu sekaligus ibu bagi bayi itu. Demi masa depan si kecil, Nayla setuju. Namun, rahasia dan bahaya mengintai saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Demi biaya kuliah dan pengobatan sang ayah, seorang gadis muda terpaksa bekerja sebagai teman kencan bayaran. Takdir membawanya bertemu seorang pria kaya berwajah dingin yang merupakan kakak dari kliennya. Terpikat sejak awal, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi finansialnya. Meski awalnya terpaksa, hubungan mereka penuh liku akibat campur tangan keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah cinta sejati tumbuh sebelum masa kontrak mereka berakhir?
Sampul Novel Penantian
8.1
Dalam kondisi mengandung, Winarsih harus menghadapi kenyataan pahit saat Robby suaminya tak kunjung pulang setelah pamit bekerja ke luar kota. Kepergian Robby yang tanpa kabar membuat wanita sebatang kara ini terjebak dalam penantian panjang. Setelah upaya pencariannya menemui jalan buntu, Winarsih yang telah kehilangan orang tuanya kini terpuruk dalam keputusasaan. Misteri hilangnya satu-satunya keluarga yang ia miliki pun mulai menguji ketegaran hidupnya.
Sampul Novel PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG
8.3
Silvia baru menyadari bahwa tiga tahun pernikahannya dengan Erik hanyalah kepura-puraan dan misi balas dendam. Setelah bercerai dan pergi, ia kembali empat tahun kemudian bersama putri kecilnya. Erik yang hampir menikahi wanita lain justru mulai dihantui penyesalan mendalam. Saat mengetahui bahwa anak Silvia adalah darah dagingnya, Erik bertekad menebus kesalahan masa lalu demi mendapatkan kembali cinta Silvia dan hidup bersama keluarga kecil mereka selamanya.
Sampul Novel Scent of Love
9.3
Kebahagiaan Shane Johnson hancur seketika saat Gerald Davis, pria yang baru saja melamarnya setelah setahun menjalin hubungan, justru berkhianat. Gerald tega berselingkuh dengan Hyena Anderson, sahabat dekat Shane sendiri. Di tengah luka hati yang mendalam akibat pengkhianatan tunangannya tersebut, Shane tidak sengaja dipertemukan kembali dengan sosok pria dari masa lalunya yang pernah sangat ia cintai. Akankah momen ini menjadi awal berseminya kembali rasa yang dulu pernah ada?
Sampul Novel Suami Sempurnaku Memiliki Kehidupan Ganda?
8.2
Demi menghindari perjodohan paksa dengan pria tua, Rena nekat melakukan pernikahan kilat bersama Kellan, sosok pria asing yang tampak sangat sempurna dan perhatian. Awalnya, kehidupan mereka berjalan harmonis dan Kellan selalu ada untuk melindunginya. Namun, rasa aman itu sirna saat Rena mengungkap identitas asli serta niat terselubung suaminya. Kecewa berat, Rena pun menggugat cerai lalu menghilang, tetapi Kellan tidak membiarkannya pergi begitu saja.