APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Intelijen Tampan

Intelijen Tampan

Carlo Bandarez adalah agen rahasia Rusia menawan yang selalu menjaga jarak dari wanita meski dikagumi banyak orang. Namun, pertemuannya dengan Claudia Rodriguez, teman masa kecilnya, membangkitkan perasaan mendalam. Carlo mencoba mematikan rasa itu, tetapi cinta mereka justru kian tumbuh. Kini ia terjebak dilema besar saat ditugaskan mengusut kasus kriminal Samuel Rodriguez, ayah Claudia. Haruskah ia setia pada tugas intelijennya atau memilih cintanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

Carlo bersama Catherine adik perempuannya juga kedua orang tua mereka tinggal di Moscow ibu kota Rusia sekaligus pusat politik, ekonomi, budaya, dan sains utama di negara tersebut. Moskow adalah kota berpenduduk terbanyak di Rusia dan Eropa serta menjadi kawasan urban terbesar ke-6 di dunia.Moskow memiliki penduduk sebesar 13 juta jiwa. Semenjak wilayah kota ini diperluas ke arah barat daya ke kawasan Oblast Moskow, wilayahnya bertambah luas 2,5 kali lipat, dari 1.000 km2 menjadi 2.500 km2, dengan tambahan penduduk lebih dari 230.000 orang., Moskow merupakan kota yang paling banyak dihuni oleh orang terkaya di dunia. Carlo mendapat libur sebulan yang memang sengaja di habiskan bersama keluarganya. Setelah masa liburannya habis, lang

sung dia di rekrut kerja sebagai intelijen.

___

Setelah sarapan pagi, Catherine bergegas pergi ke rumah di ujung jalan. Gadis cantik Russia itu menaiki sepedanya sambil melambaikan tangan..

" Aku pergi dulu ya.."

Carlo membalas lambaian tangan adik perempuannya sembari berteriak...

"Biasakan menelpon jika pulangmu terlambat. Bersepedalah di tepi jalan, Catherine."

Catherine mengacungkan ibu jarinya. Carlo menatap punggung adiknya dari kejauhan.

"Carlo , kemarilah sebentar."

"Ya, ayah."

Carlo menghampiri kedua orang tuanya yang duduk di teras depan rumah. Ibunya tersenyum ramah ,

" Apa benar kamu di rekrut kerja , Carlo .?"

" Benar sekali, bu."

Ayahnya pindah duduk di dekat Carlo. Beliau menepuk bahu anak lakinya sembari berkata...

" Carlo, kamu sekarang sudah menjadi seorang pemuda yang tampan dan cerdas. Aku dan ibumu bangga karena kamu sekarang sudah menjadi intelijen. Ingat, Carlo.. kamu harus jaga sikap , jaga bicara, jaga dirimu."

Carlo menoleh ke kanan, menatap wajah ayahnya yang tersenyum . Beliau melanjutkan bicaranya..

" Kamu harus dengan baik dan disiplin untuk memulai pekerjaanmu . Kredibilitas kerjamu itu nanti menjadi Point penting untuk meraih kesuksesanmu , Carlo anakku."

Ibunya langsung memeluk bahu Carlo.

"Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat. Sepertinya ibu baru kemarin menimang bayi laki yang lucu dan sekarang sudah menjadi pemuda yang tampan , baik dan pintar. Ibu sangat menyayangimu, Carlo anakku."

Carlo menarik nafas dalam-dalam, kepalanya di miringkan ke bahu ibunya. Dirasakan ketulusan kasih sayang ibunya yang amat sangat tidak ternilai harganya. Dengan lemah lembut ibunya pun berkata..

"Ibu tahu pasti banyak gadis yang menyukaimu dan jangan pernah mempermainkan mereka karena itu bisa merusak dirimu dan bisa menghancurkan hidupmu juga karirmu. Jika memang kamu serius mencintai seorang gadis dan dia pun serius mencintaimu maka kamu harus mengenalkan gadis itu padaku dan ayahmu."

Carlo mengangkat wajahnya, di tatapnya mata ibunya yang berlumuran kasih sayang. Dengan lugas di jawabnya..

"Aku belum menemukan gadis yang aku cintai karena aku fokus memulai pekerjaanku , bu."

Ibunya mengangguk. Carlo menatap wajah kedua orang tuanya secara bergantian , dengan santun ia pun berkata..

" Selama ini hanya ayah ibu dan Catherine yang tahu kalau aku intelijen . Tolong jangan beritahu pada siapapun. "

Ibunya langsung menjawab..

" Itu sudah pasti, anakku kami bertiga pasti selalu menjaga privasimu."

Ayah menepuk pundak Carlo.

" Apa boleh ayah membantumu menyiapkan barang mu yang hendak kau bawa pergi.?"

"Dengan senang hati, aku mau ayah ibu membantuku menyiapkan barang yang harus kubawa pergi."

Mereka bertiga pun bangkit dari kursi lalu masuk ke dalam rumah. Tidak terasa sudah jam sebelas siang. Ibu menyiapkan makan siang. Carlo juga sudah selesai menyiapkan barang bawaannya. Terdengar suara ketukan di pintu depan. Ayahnya carlo langsung membuka pintu , tampak 2 orang pria berdiri sambil tersenyum ramah.

" Selamat siang, apa benar ini rumah Carlo Bandarez .?"

Ayahnya Carlo tersenyum sambil menjawab..

" Ya benar , silahkan masuk."

Kedua orang pria itu masuk ke ruang tamu, ayah ya Carlo berteriak...

" Carlo, ada 2 tamu mencarimu. Cepatlah kemari .!"

Carlo dan ibunya bergegas ke ruang tamu. Carlo memeluk bahu kedua orang tuanya sembari berkata..

" Kenalkan ini kedua orang tuaku ."

Kedua pria itu tersenyum ramah dan mengangguk . Carlo pun mengenalkan kedua tamu itu kepada ayah ibunya.

"Kenalkan itu Alex dan Sebastian. Mereka berdua kakak beradik sama-sama intelejen."

Alex mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

" Saya Alex dan itu Sebastian adik saya."

Ayahnya Carlo menepuk bahu Sebastian dan Alex...

"Apa kalian berdua sudah beristri.?"

Alex mengangguk.

" Saya sudah setahun menikah dan baru sekarang istri saya hamil 6 bulan. Sebastian adik saya belum menikah."

Ibunya Carlo menyambar secarik kertas dan bolpen di atas meja telpon.

" Alex, tolong tulis nomer telpon istrimu dan alamat rumahnya. Biarlah saya dan suami saya berkunjung ke istrimu. "

Semua terperangah melihat ibunya Carlo yang dengan santainya meneruskan bicaranya...

"Istri hamil anak pertama ditinggal suaminya pergi tugas pasti dia sedih, jika saya menemuinya mengajaknya berbincang-bincang pasti hatinya bahagia."

Alex dan Sebastian saling beradu pandang.

Ibunya Carlo tersenyum..

"Alex anggaplah saya seperti ibumu sendiri. Jika istrimu nanti melahirkan, saya berusaha ada di dekatnya jika kamu belum pulang . "

Alex berdiri memeluk ibunya Carlo.

" Anda benar-benar sangat baik hati, saya harap istri saya nanti tidak merepotkan anda , Bu."

Dengan keibuan ibunya Carlo menjawab..

"Tentu saja saya sama sekali tidak merasa di repotkan. "

Alex menulis nomer telpon dan alamat rumah istrinya. Terdengar suara sepeda berdenyit, tak lama Catherine berlari masuk rumah langsung memeluk Carlo. Nafasnya terengah - engah tapi masih saja berkata ..

"Kakak mau pergi sekarang. ?. Jangan lama-lama perginya. Janji ya , kak.!"

Sebastian dan Alex melongo melihat ada seorang gadis lari masuk ke dalam rumah dan memeluk Carlo yang tertawa.

"Kenapa hari ini cepat sekali pulangmu , Catherine .?"

Gadis itu menggoyangkan kepalanya, rambutnya yang terikat pun ikut bergerak ke kanan kiri.

"Hari ini majikanku dibawa pergi anaknya dan besok aku tidak bekerja, kak."

Carlo mengelus-elus kepala Catherine.

"Kamu bisa berdiam di rumah , selama kakak pergi tugas."

Gadis itu menggeleng sambil menatap kakaknya.

" Tidak, kakak. Besok pagi jam 8 aku mau ke toko membeli keranjang baru buat sepedaku dan mencari pekerjaan ."

Tak sengaja Carlo melihat Sebastian dan Alex yang masih saja melongo. Buru-buru Carlo mengenalkan adik perempuannya..

"Sebastian , Alex... Kenalkan ini Catherine adik perempuanku. Usianya masih 18 tahun, dia lulus SMA dan kerjanya merawat orang tua lanjut usia."

Catherine sontak menoleh melihat kedua teman kakaknya. Ibu langsung memegang lengan Catherine..

"Ada tamu tapi kamu lari masuk ke dalam rumah. Ayo bantu ibu menyiapkan makan siang."

"Ya, Bu."

Catherine dan ibunya melangkah masuk ke dapur. Ayahnya Carlo menatap Alex dan Sebastian..

" Itu tadi Catherine adiknya Carlo. Dia sangat manja sekali pada kakaknya karena beda usia 5 tahun."

Sebastian menyahut..

"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel I Love You, Om Bodyguard!
8.6
Demi melunasi utang sang ayah, Mayzura terpaksa menghadapi pernikahan dengan pria tua. Saat mencoba melarikan diri bersama kekasihnya, ia diselamatkan oleh Sadewa dari ancaman penjahat. Sadewa pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya hingga hari pernikahan tiba. Namun, kedekatan mereka justru memicu perasaan cinta yang tak terduga. Mampukah Sadewa melewati segala rintangan demi Mayzura? Lantas, apa rahasia besar di balik identitas asli sang bodyguard?
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Nobel adalah dunia sihir yang menjadi medan perang antara manusia dan iblis. Saat populasi manusia melonjak, Raja Iblis menyebarkan virus mematikan. Indra, pemuda yatim piatu yang dibesarkan ras Triton, kehilangan desanya akibat monster terinfeksi. Ia berkelana melawan kegelapan bersama Aruna yang penuh rahasia dan Rai, pendekar yang ingin memulihkan kerajaannya. Akankah Indra mengungkap asal-usulnya dan menghentikan teror iblis dalam petualangan epik ini?
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel Pengendali Sistem Terkuat
8.9
Di dunia yang mewajibkan setiap anak membangkitkan kekuatan khusus pada usia tujuh tahun, Martis justru dianggap cacat. Hingga umur lima belas tahun, ia tetap tidak memiliki kemampuan apa pun hingga sering dihina oleh teman-temannya. Meski dicemooh, pemuda dari keluarga sederhana ini mendapat kasih sayang penuh dari orang tuanya yang selalu membelanya. Di balik tekanan sosial yang berat, Martis tetap memegang keyakinan teguh bahwa ia bukanlah sosok yang lemah.