APKDock Logo
Sampul Novel Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh

Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh

9.6 / 10.0
Detektif Olivia Lyora Kim bertugas memecahkan berbagai kasus kriminal di kawasan industri Seoul. Dalam menjalankan misinya, ia didampingi oleh rekan kerjanya, Aiden Junior Lee. Namun, setelah setahun bekerja sebagai mitra profesional, Olivia menyadari perubahan sikap Aiden yang tiba-tiba menjadi sangat manis. Perilaku tidak biasa ini memicu tanda tanya besar di hati Olivia, apakah sang partner mulai menyimpan perasaan cinta padanya di tengah penyelidikan?

Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh Bab 1

"Detektif, Opsir Jun. Kita menghadapi situasi genting! Anton 'White Bear' Levin alias Bos dari 'Mafia Russia' telah di bunuh di restorannya! Jika kita tidak segera menemukan pembunuhnya, komplotan Russia yang haus darah akan menagih dendam dan semuanya akan lepas kendali!" Ucap Kapten Samuel King.

"Oh tidak! Sepertinya keadaan sekarang sangat serius dan akan menjadi berbahaya jika kita terlambat menangani kasus ini." Sahut Opsir Junior.

"Iya kau benar opsir Jun. Tetaplah siaga dan tangani kasus ini dengan cepat!" Perintah Kapten Samuel King.

"Kami mengerti... Jangan khawatir Kapten, kami akan lakukan yang terbaik. Iya kan?" Tanya Opsir Junior.

"Iya Kapten, percayakan semua pada kami. Ayo Opsir Jun, kita harus segera menuju ke restoran Levin sebelum anak buahnya mengacaukan TKP kita. Ayo berangkat!" Ucap ku.

"Berhati-hatilah Opsir Jun dan Detektif Olivia. Jaga diri dan keselamatan kalian berdua." Ucap Kapten Samuel King.

"Siap Kapten!" Ucap ku dan opsir Junior sambil beranjak pergi ke TKP.

Namaku, Olivia Lyora Kim. Menangani kasus pembunuhan di berbagai tempat di kota ini sudah menjadi makanan sehari-hari untuk ku. Aku bekerja sebagai Detektif, dan aku mempunyai seorang rekan kerja yang selalu menemaniku dalam menyelidiki kasus apapun dan dimanapun, yaitu Opsir Aiden Junior Lee. Dia orang yang cekatan dan bersemangat, jadi akupun tidak akan kerepotan atau kewalahan jika menangani kasus bersama Opsir Junior.

Yaa, ini bukan kasus pertama yang aku selidiki dalam karir ku sebagai Detektif. Namun, menurutku kasus yang sekarang akan aku selidiki bersama opsir Junior adalah kasus yang cukup berbahaya dan menegangkan! Karena yang terbunuh sekarang adalah Anton Levin! Dia adalah Bos dari komplotan yang bernama Mafia Russia. Dia juga menyelipkan gelar 'White Bear' di tengah-tengah namanya. Menurut berita yang tersebar, 'White Bear' alias gelar yang diberikan kepada Anton Levin bukanlah gelar biasa. 'White Bear' melambangkan keberanian dan keganasan Anton Levin dalam menghadapi musuh atau menghadapi siapapun yang berani mengusik ketenangan hidupnya. Namun, sampai detik ini anak buah Anton 'White Bear' Levin yang bernama Mafia Russia belum mengetahui bahwa Bos nya telah terbunuh. Itu menjadi kesempatan emas untuk aku dan opsir Junior menyelidiki kasus ini dengan teliti dan menangkap pembunuhnya dan memberikan hukuman kepada pembunuhnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Bukan dengan kekerasan atau dengan pertumpahan darah. Karena jika para komplotan Mafia Russia mengetahui lebih dulu bahwa Bos mereka telah mati terbunuh, sudah pasti akan terjadi kekacauan yang besar di kota ini yang bisa saja mengakibatkan orang lain yang tidak bersalah ikut menjadi korban. Dan aku, juga para rekan kerja ku tidak akan membiarkan itu semua terjadi.

Akhirnya aku dan opsir Junior sampai di restoran milik Anton. Restoran itu bernama -White Bear Cafe n' Resto-. Restoran yang cukup terkenal yang berada di kawasan industri kota ini dengan interior yang terkesan mewah dan elegan. Namun saat aku dan opsir Junior memasuki restoran tersebut, kesan mewah dan elegan seketika hilang. Dan yang nampak saat ini adalah restorannya sangat berantakan juga kacau! Ada lubang peluru di tembok, barang-barang berserakan dan wadah uang dalam mesin kasirpun kosong melompong!

"Opsir Jun! Lihat! Itu mayatnya Anton Levin!" Ucap ku sambil menarik tangan Opsir Junior agar menghampiri mayat tersebut bersamaan dengan ku.

"Ughhh!" Keluh ku sambil menutupi hidung ku yang disebabkan oleh bau darah segar yang menyengat.

"Detektif pakai masker ini untuk menutupi hidungmu!" Ucap Opsir Junior sambil memberikan masker untuk menutupi hidungku.

"Terima kasih opsir Jun." Ucapku.

Sebelum mayatnya Anton Levin dimasukkan ke dalam kantung mayat, aku melihat-lihat keadaan mayat Anton Levin sebentar. Banyak luka lebam dan memar di area kepala Anton Levin. Dan seperti ada luka yang disebabkan oleh benda aneh juga di kepalanya. Namun aku belum bisa menyimpulkan benda apa itu sekarang, mayatnya Anton 'White Bear' Levin harus di otopsi. Dan mayat Anton pun dimasukkan ke dalam kantung mayat untuk segera di kirim ke Rumah Sakit untuk di otopsi secepatnya.

"Wow, parah... Levin di gebuki habis-habisan! Pembunuhnya jelas-jelas sangat membencinya!" Ucapku pada Opsir Junior.

"Tapi bisa jadi ini diakibatkan oleh sebuah perampokan yang lepas kendali." Jawab Opsir Junior.

"Iya, bisa jadi seperti itu. Karena tadi sempat ku lihat mesin kasirnya kosong melompong." Jawabku.

Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba pandangan ku tertuju pada satu benda di bawah meja. Itu terlihat seperti ponsel genggam. Perlahan aku mendekati benda itu dan mengamatinya dan Yappp! Ternyata benar! Itu adalah ponsel genggam yang layar nya retak namun masih bisa menyala!

"Opsir Jun! Kemari lihatlah ini!" Ucap ku berteriak memanggil Opsir Junior yang tadi sedang duduk sejenak di kursi meja makan.

"Wah kau sangat hebat Detektif Oliv! Tak hanya sangat cantik, tapi kau juga sangat teliti dalam menyelidiki setiap sudut sisi TKP!" Ucap opsir Junior yang sepertinya keceplosan saat menyebut diriku cantik.

"E-ehh Detektif maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk lancang. Ma-maksudku ya memang kau terlihat seperti itu di mataku. K-kau sangat cantik dan hebat. Hanya wanita cantik dan tangguh yang mau mengambil pekerjaan seperti ini. Hehe." Ucap Opsir Junior sedikit kelagapan dan tersipu malu.

"Terima kasih atas pujiannya Opsir Jun. Tapi, itu berlebihan. Aku tidak merasa diriku seperti itu." Ucapku sambil memasang senyum manis kepada Opsir Junior.

"Nah, karena sudah menemukan mayat korban dan ponsel ini, bagaimana kalau kita menuju rumah sakit untuk mengantarkan mayat korban agar segera di otopsi lalu setelah itu kita analisa ponsel ini siapa tau kita akan mendapatkan petunjuk dari situ." Sambungku kepada Opsir Junior.

"Ya, kau benar Detektif. Semoga saja hasil otopsi dan juga telepon genggam itu bisa menceritakan lebih lanjut apa yang telah terjadi disini." Jawab opsir Junior.

"Ya sudah kalau begitu ayo berangkat." Ucapku pada Opsir Junior.

Saat di dalam mobil, aku menyalakan ponsel ku untuk melihat-lihat berita apa saja yang sedang populer hari ini. Ternyata para reporter dan pembawa acara tv sangat cepat tanggap! Mereka sudah mulai meliput kasus pembunuhan ini. Semoga saja berita ini tidak cepat terdengar oleh anak buahnya mendiang Anton Levin.

Setelah berhasil menjaga ambulance yang membawa mayat Anton Levin agar sampai ke Rumah Sakit dengan selamat, aku dan opsir Junior pun langsung mengunjungi tempat si Dewa Digital bekerja. Pantas saja dia dijuluki si Dewa Digital, pekerjaannya bisa dibilang numpuk hari ini. Asistennya bilang, bahwa si Dewa Digital akan selesai mengerjakan pekerjaannya sebentar lagi. Aku dan opsir Junior pun menunggu teman baik kami berdua di kantin gedung tersebut.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Demi kesembuhan adiknya, Nadia terjun ke dalam rencana licik Satria, ibu dari konglomerat Reza Azhar. Ia diminta menjadi ibu pengganti bagi Reza dan istrinya yang tak kunjung memiliki anak. Namun, duka mendalam melanda saat adiknya meninggal, memicu Nadia untuk kabur membawa rahasia besar: ia tengah mengandung darah daging Reza. Kini, di tengah kejaran Satria dan kebenaran yang mulai terungkap, mampukah Nadia terus bersembunyi dari takdir dan intrik kekuasaan?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan