APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU

IPARKU, CANDU SUAMIKU

Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Plakkk

"Dasar wanita j*lang."

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Silvi Ananda. Seorang gadis berusia 19 tahun yang merupakan istri dari adik ipar Nadia Antika. Amarah Nadia tidak bisa dibendung saat melihat kelakuan adik ipar dan suaminya di kamar tamu sedang bercumbu.

Amarah Nadia tidak bisa ditahan lagi. Kepercayaannya selama ini dipatahkan begitu saja oleh Askara. Kesetiaan yang selama ini Nadia jaga, dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.

"Aww, sakit Mbak," pekik Silvi sambil memegangi pipinya yang merah.

"Sakit? Lebih sakit terkhianati atau sakit karena ditampar?" tanya Nadia masih dengan napas terengah-engah karena emosi.

"Sudah lah Nadia, ayo sekarang kita keluar," ajak Askara dengan lembut.

"Mas," ucap Silvi manja.

"Apa Alden kurang membuatmu puas, sehingga kamu juga bermain dengan suamiku?" tanya Nadia geram.

"Nadia sudah. Ayo kita keluar," ajak Askara menuntun Nadia.

Nadia Antika, wanita pekerja keras berusia 20 tahun. Setiap hari, bekerja pergi pagi pulang malam untuk menutup mulut ibu mertua yang sering menghina karena miskin dan yatim piatu. Saking sibuknya Nadia, sampai-sampai tidak tahu jika suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri. Perselingkuhan terungkap saat Nadia baru saja pulang dari kantor hingga larut malam.

Rasa lelahnya seharian bekerja, dibayar tunai dengan melihat suaminya bermesraan dengan adik iparnya sendiri. Rasa kecewa, hancur, marah, dan sakit hati melebur menjadi satu. Ternyata lelaki yang diperjuangkan selama ini menggoreskan luka yang amat dalam di lubuk hatinya.

"Yang tidak puas itu pelayananmu Mbak," ejek Silvi membuat Nadia kembali melayangkan tamparan untuk Silvi. Tidak hanya tamparan, tetapi Nadia juga menarik rambut Silvi dengan kuat.

Askara berusaha melepaskan tangan Nadia yang menjambak rambut Silvi. Semakin Silvi meringis kesakitan, semakin kuat Nadia menjambaknya. Askara sedikit kewalahan mencegah Nadia. Silvi merengek agar Nadia berhenti menyiksanya. Setelah Nadia puas membuat Silvi kesakitan. Barulah Nadia mendorong Silvi hingga jatuh.

"Kita bicarakan baik-baik." Askara menarik lengan Nadia untuk keluar dari kamar itu.

"Lepaskan!" Nadia berusaha melepaskan tangannya.

"Ini tidak seperti yang kamu lihat Nadia, aku hanya ...."

"Hanya mencumbui adik iparmu sendiri. Begitu, 'kan maksudnya! Dasar b*jing*n!" Nadia menampar Askara dengan keras.

"Dengarkan penjelasan aku dulu Nadia," pinta Askara dengan wajah melasnya.

"Semuanya sudah jelas, Mas. Aku tidak habis pikir jika kamu akan setega ini. Bahkan, kamu menancapkan belati dalam rumah tangga kita," ucap Nadia begitu kecewa.

Askara Brahma pria berusia 25 tahun. Askara menikahi Nadia Antika sejak dua tahun yang lalu. Kedatangan Silvi setengah tahun belakangan ini, mampu membuat Askara yang butuh perhatian dan pelayan dari seorang istri. Silvi mampu memenuhinya, hingga Askara jatuh hati pada Silvi.

Tidak hanya pelayanan Silvi saja. Namun, kemolekan tubuh Silvi mampu menggoda iman Askara untuk menggaulinya. Perselingkuhan mereka tidak diketahui oleh siapa pun selama ini. Perselingkuhan mereka benar-benar tertutup rapat.

"Ini semua bukan hanya salahku Mbak. Tetapi Mbak ikut andil dalam hal ini," ucap Silvi saat dia sudah keluar dari kamar.

"Diam kamu!" teriak Nadia, "harusnya kamu itu sadar diri Silvi, dia ini kakak ipar kamu." Nadia menunjuk ke arah Askara.

"Aku tahu itu Mbak, tapi aku nyaman saat bersama dengannya," jawab Silvi terang-terangan.

Tangan Nadia kembali mulai mengepal mendengar pernyataan Silvi. Saat tangan Nadia mulai terangkat dan akan menampar Silvi kembali. Askara segera mencegahnya.

Melihat perhatian Askara terhadap Silvi, membuat Nadia semakin sakit hati. Ternyata Silvi benar-benar membuat Askara berubah. Dulu saat Nadia sering dihina oleh Mayang, Askara selalu melindunginya dan kali ini Askara melakukan itu untuk Silvi.

"Lepaskan!" Nadia berontak.

"Aku akan lepaskan jika kamu berjanji tidak akan memukul Silvi lagi," ucap Askara menatap tajam Nadia.

"Hah! Apa kamu mencintainya, Mas?" Nadia membalas tatapan Askara dengan tajam.

"A-aku ...." Askara menoleh ke arah Silvi.

"Tanpa kamu jawab pun aku sudah tahu," tungkas Nadia beralih menatap Silvi.

"Hei! Kamu, apakah suamimu tahu kelakuanmu saat ini?" tanya Nadia diiringi senyum kecut. "Aku harap Alden juga akan segera tahu kelakuan istri liarnya itu." Nadia melangkah mendekati Silvi.

Tangan Nadia memegang tubuh Silvi dengan kuat hingga Silvi meringis kesakitan. Askara langsung menghampiri mereka berdua. Askara menarik tubuh Nadia agar menjauh dari tubuh Silvi.

Malam sudah semakin larut. Askara takut jika membuat Mayang dan Alden terbangun dan bisa menimbulkan masalah besar. Sekaligus Askara takut jika kandungan Silvi kenapa-napa.

"Stop, Nadia!" Askara menggenggam tangan Nadia dengan kuat.

"Kamu selalu saja melindunginya Mas, segitu besarnya cintamu terhadapnya," ucap Nadia kecewa.

"Silvi itu sedang hamil, Nadia. Kamu jangan terlalu kasar terhadapnya," ucap Askara masih menggenggam erat tangan Nadia.

"Hamil anakmu atau anak Alden? Mengapa kamu begitu perhatian terhadap Silvi?" Nadia menyudutkan Askara.

"A-anak Alden lah, masak anakku," jawab Askara terbata.

"Mas!" teriak Silvi seakan tidak mau jika anak yang dikandung itu anak Alden.

Askara mengedipkan sebelah mata agar Silvi tidak membuka rahasia mereka selama ini. Jika anak yang dikandungnya itu adalah anak Askara. Karena Silvi hamil setelah melakukan hubungan bersama Askara tiga bulan yang lalu. Silvi merasa kesal dengan Askara saat meminta dirinya agar tetap diam.

Mayang yang merasa haus keluar dari kamar menuju dapur. Mendengar suara berisik di ruang tamu membuatnya mengurungkan niatnya pergi ke dapur. Dengan mata yang masih mengantuk Mayang datang menghampiri mereka bertiga.

"Ada apa ini?" tanya Mayang sambil mengucek matanya.

"Tidak apa-apa kok, Bu. Hanya saja Nadia lelah seharian bekerja," jawab Askara berbohong.

"Ah Nadia lagi, Nadia lagi. Memang dasar orang miskin ya begitu, capek sedikit saja sudah mengeluh," hina Mayang dengan ketus.

"Kalian berdua itu jujur saja, toh itu lebih baik," ujar Nadia merasa kesal karena dikambinghitamkan.

"Apanya yang jujur Nadia? Kamu itu jadi wanita jangan sering mengeluh. Tuh lihat Silvi, dia setiap hari harus melayani ibu, Alden dan juga Askara saja tetap diam. Tidak berisik sepertimu," ucap Mayang dengan wajah mengejek Nadia dan tersenyum ke arah Silvi sebagai sanjungan.

Nadia sudah biasa mendengar Mayang memuji Silvi. Apalagi setelah mendengar Silvi hamil, Mayang semakin memojokkan Nadia karena tidak kunjung hamil. Bahkan kadang dibilang mandul oleh Mayang.

Namun, Nadia hanya diam dan tidak pernah menjawab. Karena Nadia yakin jika dirinya itu bisa hamil. Rencananya Nadia akan mengajak Askara program hamil satu bulan lagi, sayangnya Askara terlebih dulu mengkhianatinya.

"Ohh, pantas saja Mas Askara nyaman berduaan di kamar bersama Silvi," sindir Nadia menatap Askara dan Silvi bergantian.

"Sudah kuduga," ucap seseorang sambil bertepuk tangan dari balik pintu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, Bara menyimpan rahasia kelam akibat kontrak ketat dengan kawan-kawannya yang melarang hubungan asmara terendus media. Frustrasi dengan aturan itu, Bara justru melampiaskannya dengan banyak wanita lain, meski ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun bertahan dalam rindu dan pengkhianatan yang menyayat hati, Tiffany akhirnya memilih pergi karena trauma mendalam.
Sampul Novel CINTA ATAU BENCI
8.5
Akibat fitnah keji, Ella harus merasakan kekejaman Evan, pria yang sangat ia cintai. Ketidakpercayaan Evan dan penolakan keras dari keluarganya membuat hidup Ella hancur hingga berujung di penjara. Setelah bebas, takdir justru menyeretnya kembali ke pelukan Evan. Meski diselimuti ketakutan luar biasa, Ella seolah tak bisa menjauh dari pria itu. Di tengah siksaan yang terus berlanjut, Ella tidak menyadari bahwa Evan sebenarnya juga menyimpan rasa cinta.
Sampul Novel Desah Di Kamar Sebelah
8.2
Terbangun mendadak usai meminum jamu pemberian adik ipar, seorang istri mendapati sisi ranjangnya kosong. Suaminya menghilang tanpa jejak di tengah malam yang sunyi. Kegelisahannya kian memuncak saat ia mendengar suara desahan misterius yang berasal dari kamar adik iparnya sendiri. Teka-teki pun muncul menyelimuti benaknya. Ke mana perginya sang suami? Apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu kamar sebelah? Rahasia kelam mulai mengintai di balik keheningan.
Sampul Novel Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
8.9
Setelah perjuangan panjang, aku berhasil menemukan adik iparku yang sekarat. Saat bergegas ke rumah sakit, aku terlibat tabrakan dengan mobil sport merah. Pengemudinya yang angkuh menuntut ganti rugi miliaran rupiah dan mengaku sebagai istri dari pewaris keluarga Blakely yang kaya raya. Aku terpaku menyadari bahwa wanita itu adalah selingkuhan suamiku sendiri, Nixon. Kini aku terjebak dalam dilema antara menolong adik Nixon atau membalas pengkhianatannya.
Sampul Novel Introvert Japanesegirl
9.8
Yoshida Yui, gadis blasteran Jepang-Indonesia yang pendiam, menarik perhatian di sekolah elit Jakarta karena poni panjangnya yang menutupi mata. Penampilannya yang misterius membuat Andre, sang ketua kelas populer, merasa penasaran. Namun, ketertarikan Andre memicu kecemburuan Rara, sahabatnya yang judes. Konflik semakin rumit saat Takeru Ryota, teman masa kecil Yui dari luar negeri, datang ke Indonesia demi mengejar cintanya. Persaingan pun pecah di antara mereka.
Sampul Novel Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu
9.5
Kehancuran keluarga Arlena bermula saat wanita lain merebut ayahnya, hingga sang ibu wafat karena duka mendalam. Dendam membara mendorong Arlena untuk membalas rasa sakit itu dengan cara yang tak terduga. Ia menemukan celah saat mengetahui bahwa perusak rumah tangganya adalah istri dari Rafael Vallenzo, bosnya yang sangat berkuasa. Kini, Arlena bertekad merebut Rafael demi pembalasan, namun ia justru terjebak dalam risiko yang mengancam hatinya.