APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IPRIT

IPRIT

Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3

PEMAKAMAN PENGANTIN

Teriakan dari arah kamar Sulastri membuat orang-orang bangun, begitu pula dengan Kang Saep yang berada di luar segera masuk, ingin segera tahu apa yang terjadi.

"Sulastri hilang, dia tidak berada di kamarnya!"

Orang-orang sibuk mencari Sulastri ke sana-sini. Menyisir semak-semak sekitar rumah. Nihil, karena malam yang masih gelap.

"Bawa obor ke sini!" Salah seorang warga berteriak.

Terlihat samar-samar ada sosok putih di kejauhan, semua warga menuju ke sana. Dengan penuh kewaspadaan mereka mendekati sosok tersebut.

"Ya Allah Gusti, Sulastri!"

Hampir berbarengan para perempuan yang ikut mencari berteriak. Ternyata sosok putih itu itu adalah Sulastri yang duduk dengan baju acak-acakan dan keadaan jiwa yang memilukan.

Sulastri memandang kosong ke depan mukanya tanpa ekspresi, seperti orang yang shock berat. Bagaikan baru melihat makhluk mengerikan. Keadaan Sulastri yang memakai baju acak-acakan, menjadikan ibu-ibu berbisik-bisik. Apalagi setelah melihat bercak darah di kain yang seharusnya dipakai Sulastri besok pagi buat akad nikah.

Mereka menduga-duga kalau Sulastri ada yang memperkosanya. Tapi siapa? Seumur-umur hidup di desa yang tentram ini, tidak pernah ada kejahatan apa pun, apalagi sekelas perkosaan seperti ini.

Krossakk ....

Tiba-tiba terdengar bunyi daun kering yang terinjak sesuatu. Cepat-cepat salah satu penduduk mengarahkan obor, ternyata seekor ular yang merasa terganggu, melarikan diri karena merasa terancam.

"Ahh ... hanya ular, biarkan ia pergi, kita harus secepatnya membawa Sulastri ke rumahnya, biar Pak Ustadz kasih air adem," kata salah satu penduduk. Mereka memang sudah biasa minta air kepada ustadz atau Kyai kalau ada yang sakit atau kemasukan roh jahat. Mereka percaya doa mereka masih manjur mengobati penyakit.

Sulastri dibawa ke rumah. Dia tidak bisa ditanya, membisu dan hanya memandang kosong. Begitu juga setelah dikasih air doa, Sulastri seperti kehilangan jiwanya.

Sementara di rumah Firman, keramaian semula hajat pernikahan, sekarang berubah menjadi keramaian karena kematian. Orang tua Firman menangis, apalagi ibunya Firman. Saat pemakaman wanita tua itu menjerit histeris lalu pingsan.

Mayat Firman yang telanjang memunculkan spekulasi tersendiri di antara penduduk, apalagi di kalangan para bujangan teman Firman.

"Betulkah ada cairan sperma di mayat almarhum?" tanya Dayat kepada Wisaka, suaranya berbisik hampir tak terdengar.

"Sstttt ... diamlah," jawab Wisaka sembari meletakkan telunjuk di bibirnya.

"Itu berarti sebelum kematiannya, dia berhubungan badan dengan mahluk tersebut," kata Dayat lagi masih saja ngeyel.

"Diam ... diam!" Wisaka berkata tegas.

"Sungguh tak etis membicarakan keburukan almarhum saat liang lahatnya tengah digali. Memang banyak kejanggalan atas kematiannya, tapi untuk tidak menyakiti perasaan keluarga yang ditinggalkannya, lebih baik jangan bertanya apa pun di sini, paham kan," lanjut Wisaka pelan.

Dayat menganggukkan kepalanya, walau rasa penasaran masih menggelayuti hatinya. Penasaran apakah benar ada cairan sperma di jenazah Firman? Berarti dia sempat berhubungan badan dengan pembunuh sadis itu. Apakah dia seorang perempuan?

Pertanyaan-pertanyaan yang sama sebenarnya juga memenuhi benak masyarakat. Tapi demi menghormati keluarga mereka diam dan membantu persiapan penguburan. Sore hari barulah semua proses pemakaman selesai.

Namun, desas-desus di masyarakat tidak selesai dengan terpendamnya jasad Firman ke dalam tanah. Berbagai rekaan cerita bermunculan. Semua tidak ada yang yakin dengan ceritanya sendiri, hanya menduga-duga serta merunut kejadian dan menyambungkannya.

Sulastri juga sejak mengalami kejadian tersebut, tak dapat lagi berbicara seperti biasanya. Duduk diam termangu dengan tatapan mata yang kosong. Keluarganya begitu terpukul dengan keadaan Sulastri, mereka memantau perkembangan Sulastri, takutnya Sulastri hamil karena perbuatan mahluk tersebut.

"Sulastri, sadar ... Emak gak ada teman ngobrol kalau kamu diem saja." Emak Lastri meratap sambil mengusap rambut anaknya.

Air matanya jatuh berderai, hatinya hancur. Wanita itu begitu dendamnya kepada orang yang telah menodai anaknya.

"Akan kucari kamu, Iblis laknat! Akan kucari!" teriaknya seraya menangis sambil memukul-mukul betisnya sendiri.

"Sabar, Ceu ... sabar."

Tak urung para tamu berlinang air mata juga. Walaupun berusaha untuk menyabarkan.

*******

Seiring perjalanan waktu, kejadian tersebut mulai dilupakan warga, apalagi sudah ada lagi pernikahan-pernikahan selanjut yang dilaksanakan di kampung tersebut. Ternyata tidak terjadi apa-apa.

Walau pernikahan mereka penuh kegelapan di malam harinya karena cahaya bulan belum nampak di tanggal-tanggal awal. Masyarakat begitu waspada menjaga kedua pengantin takut kejadian seperti Firman dan Sulastri terulang kembali.

Pertengahan bulan ke-satu penanggalan Jawa, pesta pernikahan Dayat dan Enok akan dilangsungkan. Berbagai persiapan sudah nampak. Hiasan janur yang dirangkai sudah menghiasi rumah Enok sebagai tempat dilaksanakannya akad nikah esok hari.

Bau masakan sudah menguar dari dapur saat tetangga yang datang membantu memasak daging yang sudah dipotong para lelaki tadi.

Rasanya tak sabar bagi Enok menunggu hari esok. Ia gelisah di kamarnya. Susah sekali memejamkan mata agar terlelap, menghadap kanan masih melek, menghadap kiri masih juga melotot. Akhirnya ia merasa ingin buang air kecil.

Dengan berjingkat-jingkat takut mengganggu orang-orang, Enok pergi menuju kamar mandi yang terletak di luar ruangan.

"Mau kemana?" suara Diah temannya mengagetkannya.

"Ish ngagetin aja, kebelet nih, mau pipis," jawab Enok.

"Mau diantar?" tanya Diah lagi.

"Gak usah, terang bulan ini," kata Enok sambil berlalu.

"Jangan lupa, cuci yang bersih!" kata Diah sambil cekikikan.

Enok bergegas pergi ke jamban, setelah menuntaskan hajatnya dia cepat-cepat masuk rumah kembali.

"Enok ...."

Satu suara berhasil memalingkan wajahnya. Dia kaget mengapa Dayat ada di samping rumahnya. Enok beranjak menemuinya.

"Kang ... ," kata Enok pelan.

"Sssst ... sini!" ajak Dayat sambil melambaikan tangan.

"Ada apa?" tanya Enok.

Dayat tidak menjawab malah menuntun Enok menjauhi rumah.

"Mau ke mana, Kang?" Enok bertanya lagi.

"Kita duduk di sana," kata Dayat menunjuk hamparan batu tak jauh dari rumah Enok, tampak redup karena terlindungi pohon.

Mereka pun duduk bersebelahan, Dayat melingkarkan tangannya di pundak Enok, sementara tangan yang lain menggenggam tangannya. Enok merasakan debaran-debaran yang memabukkan. Rembulan yang bersinar sempurna menambah indah suasana.

Dayat semakin berani melakukan aksi yang lain, yang membuat mereka lupa diri. Dayat merebahkan Enok di batu, tapi wanita calon pengantin itu segera tersadar dengan apa yang mereka lakukan.

"Kang, sabar besok kan kita menikah," kata Enok bermaksud meredam nafsu Dayat.

Laki-laki itu tidak menjawab, dia malah mendekatkan wajahnya ke wajah calon istrinya itu, seketika Enok tersadar, laki-laki itu bukanlah calon suaminya, ingin menjerit tapi satu tiupan dari mulut laki-laki itu membuatnya kehilangan suara dan kekuatannya.

Dengan hati-hati, dibaringkan tubuh wanita malang tersebut. Dibukanya kancing-kancing baju Enok, sehingga pemandangan di depan laki-laki itu semakin membuat nafsunya naik ke ubun-ubun. Lelaki itu mulai menjamah wanita yang kini sudah menjadi miliknya, tanpa menghiraukan air mata yang berderai.

"Sayang, kau akan menjadi pengantinku malam ini," bisiknya. Lidahnya yang sekilas terkena cahaya bulan, ternyata bercabang, mulai menjilati leher wanita yang disebut pengantinnya.

Dayat samaran itu melampiaskan hasratnya kepada wanita yang sudah tidak berdaya. Dia sangat menikmati setiap inci tubuh perawan desa itu. Seperti seorang pengembara, yang kehausan dan menemukan mata air.

Enok yang tidak dapat berbicara lagi, sekilas tercium olehnya bau tak sedap dari badan Dayat palsu, seperti bau amis. Dalam ketidak-berdayaan tersebut, Enok masih bisa merasakan sensasi yang ditimbulkan oleh mahluk tersebut.

Mahluk itu terlalu pintar mempermainkan tubuh Enok, sehingga Enok melupakan sejenak dengan keadaan dirinya. Lupa orang tersebut bukanlah pacarnya. Di antara rasa yang belum pernah dialaminya, Enok ingin menjerit tapi tak berdaya.

Sesaat semua terjadi dan merenggut apa yang selama ini dipertahankan Enok. Semuanya terenggut beserta jiwanya yang ikut terguncang. Walaupun berusaha mengumpulkan seluruh ingatannya, tetap saja seperti ada kabut di dalam memori otaknya.

Manusia bejat itu menyeringai penuh kepuasan, kemudian mulai menjilati lagi leher Enok yang pingsan.

"Aku beri engkau pengalaman tak terlupakan, Sayang," desisnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Sang Menantu Benalu
8.7
Selama tiga tahun, Stefan hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan dianggap benalu oleh keluarga Lionny. Pasca kecelakaan yang memicu amnesia, posisinya kian terpuruk hingga ia nyaris gila. Putus asa, ia mencoba mengakhiri hidup dengan menelan ratusan butir obat sekaligus. Namun, keajaiban terjadi; alih-alih tewas overdosis, ingatan Stefan justru pulih sepenuhnya. Inilah titik balik sang menantu sampah untuk bangkit dan menunjukkan jati diri aslinya.
Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Navila terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada prajurit Erdan demi mendapatkan obat bagi ayahnya. Meski awalnya hanya rencana sekali saja, ia justru terjerat dalam keinginan sang Jenderal yang mulai jatuh hati padanya. Di tengah perseteruan dua kerajaan, mereka menyadari bahwa hubungan ini terhalang oleh waktu yang singkat. Akankah perasaan mereka mampu bertahan dan tersampaikan dengan tulus saat perang besar sedang berkecamuk di antara kedua belah pihak?
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel Iblis Suci
9.1
Limdong tumbuh dalam kesendirian setelah orang tuanya tewas demi publik. Ia dikucilkan karena kekuatan dahsyat di tubuhnya sering meledak tanpa kendali, membuat siapapun tak berdaya melawannya. Demi mencari perhatian yang tak pernah ia dapatkan, Limdong sering bertingkah jahil, namun hal itu justru membuatnya kian dijauhi. Di tengah pengasingan sosial tersebut, ia memendam ambisi besar untuk menjadi Raja. Mampukah sosok yang dianggap aneh ini meraih mimpinya?
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Hidup Dion berubah drastis usai menyelamatkan Kayla dari bahaya bersama Nenek Melati. Terpikat oleh ketangguhan Kayla, sang nenek ingin mereka bersatu. Namun, Bu Ratna menentang karena ia telah menjodohkan Dion dengan Amara yang ambisius. Amara yang haus status pun mulai menyusun taktik licik untuk menyingkirkan Kayla dengan mengorek rahasia kelam masa lalunya. Di tengah tekanan keluarga dan intrik jahat, Dion harus berjuang melindungi cintanya dari kehancuran.