APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Cacat CEO

Istri Cacat CEO

Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Chiara berkacak pinggang sambil menatap penuh amarah pada Via dan Julia.

"Kamu pasti sangat senang bisa melihat suamimu kembali. Dan kamu gadis cacat, pasti bahagia karena sudah tahu siapa ayah kandungmu."

Via dan Julia saling pandang. Tak dapat dipungkiri, keduanya tentu saja merasakan kebahagiaan itu. Meskipun mereka masih belum mengerti, maksud dari Chiara membawanya kembali.

Dan mereka tengah bersiap akan ucapan dari Chiara sebenarnya.

"Apa kamu ingin mengurus suamimu?" tanya Chiara menyelidik. Julia mengangguk cepat membuat sudut bibir Chiara terangkat.

"Bagus. Tapi aku punya syarat untuk itu."

Via dan Julia kembali berpandangan.

"Syarat?" gumam Via.

"Syarat apa, Nona?" tanya Julia. Baginya asal bisa mengurus Suryo-suaminya. Syarat apapun akan dia lakukan asal tidak menyakiti anaknya.

Chiara mengangkat dagunya dengan angkuh melihat reaksi keduanya.

"Syaratnya adalah kamu harus menjadi mata-mata untukku!" tunjuknya tepat pada wajah Via.

Membuat ibu dan anak itu kaget.

"Apa. Mata-mata?"

Apa sebenarnya yang diinginkan wanita itu?

*******

Via baru saja menginjakkan kakinya di negara terkaya di Timur Tengah. Seorang agen mengantarkannya ke sebuah apartemen mewah di lantai 30. Agen itu pamit pergi setelah berbincang sebentar dengan Bram.

"Nona, silahkan masuk. Ini adalah tempatmu bekerja. Sesuai kontrak yang tertera, kamu akan berada disini selama 2 tahun." Bram memberi penjelasan. Via hanya mengangguk. Bram memberitahu Via mengenai pekerjaan apa saja yang harus dilakukannya dan juga memberitahu tentang kebiasaan dan makanan yang biasa dikonsumsi oleh bos mereka.

Setelah menerima penjelasan Via mengangguk tanda mengerti. Sepertinya pekerjaannya tidak terlalu berat, apalagi bosnya hanya tinggal seorang diri dan sering bepergian ke luar negri. Begitu yang dijelaskan oleh Bram yang tak lain adalah asisten pribadi seorang Christian Oliver.

Via memasuki ruangan yang akan menjadi kamarnya selama kontrak kerja berlaku. Kamar itu begitu megah dan besar, meski tak sebesar kamar utama milik majikannya. Namun jika dibandingkan dengan rumah kumuhnya di kampung, sungguh tidak ada apa-apanya.

"Nona, ayo kita sarapan." ajak Bram, saat Via tengah menatap kagum pada ruangan yang disebut kamarnya. Via menoleh.

Bram berdiri di depan kamar Via, sedikit terpukau kala bertatapan dengan manik mata coklat gelap milik Via.

Yang ia tak mengerti kenapa Via memakai cadar dan abaya hitam panjang, padahal ini bukan di negara Arab.

"Baiklah, Tuan." Bram terkekeh geli, merasa aneh dengan panggilan gadis itu. Lalu menggeleng pelan.

Mereka memakan sandwich berdua di dapur yang juga sama besarnya sambil berbincang ringan.

"Oh, ya. Apa nama lengkapmu?" tanya Bram santai. Via hampir saja membuka mulutnya untuk menjawab saat pintu depan terbuka disusul Christian dan dua orang pengawalnya, memasuki ruangan.

Bram dan Via segera menuju pintu depan. Kedua orang pengawal membawa Chris dan menidurkannya di sofa. Lelaki tampan itu meracau tak jelas seperti tengah mabuk.

"Kalian berdua boleh pergi," interupsi Bram yang langsung mendapat anggukan.

Via hanya berdiri tanpa bersuara. Bram yang mengerti akan keterkejutan di mata Via tersenyum kecil. Ia kemudian berbicara.

"Via, jangan kaget begitu, bukankah orang mabuk itu biasa. Tugasmu adalah mengurusi Tuan Oliver sekarang, ayo kerjakan!" meski tak mengerti akhirnya Via mendekat sesuai instruksi dari Bram. Via membuka sepatu dan kaos kaki milik Chris, lalu membuka dasi dan melepaskannya, kemudian membuka kancing kemeja pria tampan itu.

Bram meminta Via agar membantunya membopong Chris ke kamarnya. Pekerjaan ini sengaja tak mengandalkan pengawal karena permintaan Chris sendiri. Kamar utama adalah ruangan pribadi 'Sang Bos' maka siapapun tak diizinkan masuk ke sana selain Bram dan pekerja yang tugasnya membersihkan ruangan. Begitu selesai, Bram langsung pamit untuk ke kantor mengurusi jadwal bosnya.

Tinggallah Via sendiri sekarang. Ia bingung harus mengerjakan pekerjaan apa. Karena menurut Bram sendiri, ruangan unit tidak perlu dibersihkan karena sudah dibersihkan tadi.

Akhirnya Via pun terlelap.

*****

Via membuka matanya setelah beberapa waktu terlelap. Perutnya keroncongan dan minta diisi. Via menoleh pada pintu kamar utama yang masih tertutup. Ia menghubungi Bram dari ponsel pemberian Chiara. Untunglah tadi ia meminta nomor ponsel Bram. Kemudian bertanya pada Bram mengenai apa yang harus dilakukannya. Via mengiyakan setelah Bram memberinya perintah untuk segera memasak.

Via membuka kulkas dan mengeluarkan bahan makanan. Mulai memotong dan meracik bahan-bahan lalu memasaknya perlahan. Via berharap Bosnya akan menyukai masakannya setelah mendengar cerita dari Bram bahwa Bosnya sangat menyukai makanan rumahan.

Pintu kamar terbuka, menghadirkan sosok tampan disana dengan wajah yang segar sehabis mandi. Chris mencium aroma masakan dari arah dapur disusul suara denting beberapa perabotan.

'Apakah pekerja baru sudah datang,?' batinnya bertanya.

Chris melangkah menuju dapur. Ia melihat seorang wanita tengah memindahkan ayam goreng pada sebuah piring. Kris tertegun menatap wanita itu dari arah belakang kemudian menghampirinya "Siapa kamu?" tanyanya langsung dengan bahasa asing. Via menoleh sedikit kaget melihat Bosnya tiba-tiba berdiri tak jauh darinya.

"Eh, Tuan. Perkenalkan, saya adalah pekerja baru disini, nama saya Via." Via mengangguk sopan. Kening Chris berkerut melihat penampilan Via sekaligus terpukau mendengar suara lembut milik Via, meski bahasa yang Via ucapkan terkesan kaku.. Tak lama Chris bersuara.

"Aku lapar," ucapnya dingin.

"Silahkan Tuan, makanan sudah saya siapkan."

Tanpa banyak bicara Kris langsung duduk dan menikmati makanannya, ia merasa senang karena masakan yang dimasak oleh Via ternyata sangat lezat dan sesuai dengan seleranya. Bahkan ia berkali-kali menambah.

"Dimana kamu belajar memasak? Masakanmu sungguh sangat enak. Aku menikmatinya. Terima kasih."

Via menjelaskan dengan hati-hati takut Bosnya marah. Chris mengangguk setelah mendengar penjelasan Via dan pergi ke ruangannya untuk bersiap. Tak berapa lama ia berlalu pergi dengan penampilan yang lebih rapi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya sempat merasa dicintai Andrew, hingga kesalahpahaman fatal menghancurkan segalanya. Kehormatan Zefanya direnggut secara paksa, menghancurkan impiannya untuk memiliki keluarga tulus. Sepuluh tahun berlalu, Andrew hidup menderita dalam kekayaan dan rasa bersalah yang mendalam. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Zefanya bukan lagi wanita yang sama. Andrew kini berjuang keras demi sebuah maaf, namun benarkah hanya itu yang ia inginkan?
Sampul Novel FANTASI LIAR MR. DOMINAN
9.5
Jenny Wilson terjebak dalam dilema antara Liam Anderson, pria dominan yang ingin mewujudkan fantasi liarnya, dan Ares Martin, bosnya yang menuntut. Setelah malam penuh gairah yang melanggar batas profesional dengan Ares, Jenny kian bimbang. Liam, mantan sahabat Ares, bertekad melatih dan memenangkan jiwa Jenny meski kepercayaan sulit didapat. Di tengah persaingan sengit ini, Liam siap mempertaruhkan segalanya demi memiliki Jenny selamanya sebelum Ares merebutnya.
Sampul Novel IBU SUSU UNTUK BOSKU
9.1
Sonia, ibu muda berusia 23 tahun, berjuang melunasi biaya pengobatan Thalassemia anaknya. Di tengah jeratan utang, ia bertemu Mr. Wei, CEO berusia 45 tahun yang menawarkan dukungan emosional. Hubungan rahasia mereka menjadi pelarian Sonia dari pernikahan yang hampa. Namun, kecurigaan sang suami dan berbagai rintangan mulai mengancam. Terjebak antara gairah, pengkhianatan, dan dilema moral, Sonia harus memilih antara cinta barunya atau hancur dalam drama kehidupan.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Kehidupan Elgar sebagai bos sempurna hanyalah topeng belaka. Kedamaiannya terusik sejak Lea, karyawannya sendiri, mengetahui rahasia kelam yang ia sembunyikan rapat-rapat. Takut reputasinya hancur, Elgar melakukan segala cara demi membungkam gadis itu. Namun, tekanan yang ia berikan justru memicu rasa bersalah karena telah menindas sosok yang lemah. Seiring berjalannya waktu, kebencian Elgar luluh dan benih cinta mulai tumbuh mekar di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir setelah dituduh mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di titik terendah, ia mengalami tragedi hingga hamil. Meski berjuang dalam kemiskinan, Keina bangga membesarkan tiga anak jenius: Anna sang pelukis, Alice si penulis, dan Andre sang aktor cilik. Takdir mempertemukannya dengan Jeremy, CEO industri film yang ternyata ayah biologis mereka, saat Andre memulai syuting perdana. Kehidupan Keina pun berubah drastis sejak pertemuan tak terduga itu.
Sampul Novel Kekasih itu Bosku
9.1
Hubungan asmara antara Rina dan Arman terus berkembang di tengah berbagai rintangan yang menguji kesetiaan mereka. Keduanya berjuang keras menjaga harmoni antara tuntutan profesional dengan perasaan pribadi. Bagi Rina, bekerja di PT Jaya Abadi kini terasa jauh lebih istimewa. Di sana, ia tidak hanya berhasil meraih ambisi kariernya, namun juga menemukan cinta sejati yang tak pernah ia duga sebelumnya dalam sosok bosnya yang penuh karisma.