APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dari Desa

Istri Dari Desa

Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tapi Pak, Hasan malah gak nyumbang sepeserpun," sahut Kak Angga membela istrinya.

"Kata siapa? Gak usah sok tahu kamu Angga, Hasan emang gak nyumbang hajatan tapi istrinya nyumbang lebih dari yang kalian sumbangin."

Kami semua terperangah, lalu menatap wajah Bapak dengan tatapan bertanya-tanya.

"Emang bener, Neng?" bisiku pada Asmi.

"Sedikit sih, A." 

"Asal kalian tahu, ya ...." Bapak bicara lagi.

"Asmi nyumbang beras 5 kwintal buat hajatan ini," lanjut Bapak. 

Lagi-lagi kami semua terperangah. Aku sampai tak percaya, ini beneran apa bapak cuma lagi belain Asmi karena Asmi istri pilihan beliau ya?

"Bukan cuma beras tapi Asmi juga nyumbang seekor kambing jenis etawa, ya kalian tahulah harganya berapa? Cari di google kalau gak tahu," imbuh Bapak lagi.

Kami semua makin melongo, tak kecuali denganku. Masa iya istriku nyumbang sebanyak itu? Dari mana uangnya? Wah jangan-jangan istriku itu anak orang kaya di desanya, buktinya bisa sumbang beras, bisa sumbang kambing, hebat emang, gak sangka juga, pantesan bapak jodohin aku sama dia.

"Kalian sumbang apa? Uang sejuta saja minta dibalikin setelah buka amplop, apa gak malu kalian? Lihat Asmi, ngasih Bapak 5 juta buat keperluan dapur aja dia diem-diem aja, gak banyak omong kayak kalian." 

"Hah, masa? Bapak ngada-ngada kali mentang-mentang Asmi menantu kesayangan, Bapak," sahut Mbak Andin tak percaya.

"Kalau gak percaya tanya sama ibu kalian!" tegas Bapak.

Tanpa menunggu lagi, Kak Alfa cepat-cepat mendekat Ibu yang juga masih berdiri di sana.

"Emang bener, Bu?"

"Iya." Ibu menjawab pendek dan kecut, beliau melipat kedua tangannya di dada. 

"Makanya jangan suka nilai orang dari apa yang kalian lihat aja! Sekarang malu sendiri kan kalian?" pungkas Bapak, beliau lalu pergi lagi ke kamarnya, disusul Kak Alfa yang juga pergi dengan wajah pasi menahan malu.

Kami semua akhirnya bubar karena sudah sore kami harus pulang.

Besok sore hari kami baru akan datang lagi, karena tidak seperti hari ini yang kebetulan adalah hari minggu besok kami harus masuk kerja dulu seperti biasa.

"Awas biar mobil Kakak dulu yang keluar, nanti motormu nyenggol mobil Kakak kalau lecet gimana?" ucap Mas Fatih sombong.

"Tau ih kamu pengen duluin aja, sopan dikit napa," seru Kak Alfa sambil masuk juga ke dalam mobilnya.

Terpaksa kami mundur lagi sampai mentok ke tembok rumah ibu. Tapi gak puas sampai di sana rupanya, setelah mobil kak Alfa jalan, mobil Kak Fatih justru sengaja mundur sampai mentok menekan motorku.

"Mas, bilang kan awas! Mentang-mentang istrimu jumbo mau adu gontok kamu sama mobil Mas?" teriaknya dari kursi kemudi.

Aku mulai geram, segera aku turun dari motor, Asmi sekuat tenaga menahanku, tapi tak kupedulikan lagi.

"Maksud Mas Fatih apa? Aku masih bisa sabar kalau motorku dihina, tapi kalau Mas hina-hina istriku, maaf Mas, mau ke ujung samudera pun aku siap melawanmu."

Tapi bukannya serius menanggapi, Mas Fatih dan istrinya malah tertawa melihat kemarahanku. 

"Biasa aja kali Hasan! Cinta banget sih kamu sama si Asmi, punya istri body nya udah kayak motor butut kamu aja masih aja kamu bela mati-matian. Gimana kalau kamu punya istri yang bodynya kayak mobil kita?" celetuk Mbak Andin di samping Mas Fatih.

Ya Tuhan, entah  terbuat dari apa hati mereka itu, sombongnya keterlaluan.

Mendengar Mbak Andin bicara begitu refleks tanganku memukul mobil mereka. "Mobil bentar lagi ditarik leasing aja bangga! Huh!" 

Mereka lalu pergi melajukan mobilnya.

Aku dan Asmi memang selalu naik motor bebek butut kemana-mana, sementara kedua kakakku selalu naik mobil mewah. Gak apa-apa butut kata Asmi yang penting ini motor sendiri,  daripada mereka? Naik mobil tapi mobil cicilan.

Emangnya mereka pikir aku gak tahu mobil Mas Fatih dan Mbak Andin itu hanya mobil kredit? Malahan mobilnya sering gonta-ganti karena mobilnya sering ditarik leasing, tentu aja karena mereka gak sanggup bayar cicilannya.

Kak Alfa juga lebih parah, dia dan suaminya sering minjem uang ke Bapak kalau mereka butuh buat cicilan rumah sama mobilnya yang setiap bulan selalu kurang.

"Anak-anak Alfa 'kan udah pada besar Pak, biaya sekolahnya juga makin gede, makanya Alfa pinjam tiap bulan karena darimana lagi selain dari Bapak?" ucap Kak Alfa saat itu.

Aku tahu karena aku dengar sendiri saat Kak Alfa sedang memohon sama Bapak di kamarnya.

"Makanya kamu tuh rubah dikit gaya hidup keluargamu kenapa sih Alfa? 'Kan bisa jual itu mobil kalau kalian gak sanggup bayar? Atau balikin ajalah kalau bikin pusing Bapak." Begitu kata Bapak saat itu.

Menurut desas-desus yang kudengar juga dari bapak, Mas Fatih malah sering rental mobil hanya demi terlihat 'wah' oleh tetangganya.

Karena itulah Bapak tidak suka dengan kelakuan anak-anaknya itu, padahal bapak sering memberitahu mereka bahwa kebiasaan pamer dan gaya hidup selangit mereka itu salah, tapi Kak Alfa dan Mas Fatih tidak pernah mendengarkan Bapak, lebih-lebih Ibu selalu mendukung kedua saudaraku itu makanya mereka semakin menjadi-jadi saja.

"Kamu gak usah terpancing sama gaya hidup dan omongan Kakak-Kakakmu San, biarkan mereka itu mau bagaimana Bapak udah capek kasih tahu mereka." 

Begitu kata Bapak saat itu. Ucapan itu yang selalu kuingat dan kupegang hingga saat ini. Ya walaupun sebagai manusia biasa pastinya aku juga sering terpancing dengan kelakuan saudara-saudaraku itu.

Sesekali aku juga pernah berpikir ingin seperti mereka, beli rumah bagus, mobil bagus, emas dan baju-baju baru, arisan tiap minggu meskipun dari hasil kredit atau ngutang ke Bank, tapi untunglah Asmi selalu mengingatkanku.

"Sabar A, kalau gak sanggup mah ngapain maksain atuh? Hidup sederhana asal tenang, gak dikejar hutang, daripada naik mobil mewah tapi bikin resah apalagi bikin susah orang tua juga." 

Begitu katanya Asmi. Ah istriku itu biarpun gendut memang punya kepribadian yang bagus banget, gak sia-sia Bapak menjodohkan aku padanya karena memang sejak bertemu dengannya pun meskipun gendut entah kenapa aku langsung cocok.

Istriku itu berisi, lebih tepatnya sih gendut, di usianya yang sudah menginjak 29 tahun berat badannya mencapai 90 kilogram lebih dengan tinggi 165.

Namanya Asmirandah terinspirasi dari artis cantik Asmirandah katanya, tapi bukannya sama, malah body-nya jauh berbeda, ibarat kutub, Asmi istriku adalah kutub utara dan Asmirandah adalah kutub selatan, tapi tidak apa-apa aku menerima dia apa adanya.

Istriku itu berasal dari desa, entah dari desa mana Bapak menemukannya, aku pun tidak tahu dan tidak pernah tanya juga sih, yang penting sekarang aku sudah menikah dengannya dan tidak pernah diejek bujang lapuk lagi sama temen-temen, tetangga juga sama saudaraku.

Tapi sayang, berhenti mengejekku mereka sekarang berganti mengejek istriku, selalu saja ada yang jadi bahan ketawaaan mereka, entahlah aku juga bingung sebenarnya masalah mereka sama istriku itu apa?

"Udah A, ayo kita pulang." Asmi menepuk pundakku, segera aku melajukan motor dari rumah Ibu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Cinta Disisa Serpihan Hati
8.4
Niat Dania menolong Ilham dari kejaran orang asing justru berujung pada pernikahan siri akibat salah paham warga. Meski terikat secara mendadak, kebersamaan mereka saat berkelana ke berbagai daerah justru menumbuhkan perasaan cinta. Namun, keselamatan Ilham terancam oleh rencana jahat ibu dan saudara tirinya yang ingin menguasai warisan hotel ayahnya. Kini, Dania harus mendampingi sang pewaris dalam pelarian berbahaya demi mempertahankan hidup dan cinta mereka.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Sampul Novel My Crazy Boss
8.6
Alexander Aimes adalah bos dingin yang kerap berganti asisten. Nasib mempertemukannya dengan Winona Kim, wanita yang pernah melukainya di kelab malam dan tak sengaja menabrak mobilnya. Winny, putri konglomerat bangkrut yang butuh biaya untuk ayahnya, dipaksa bekerja sebagai asisten Alex guna melunasi ganti rugi. Meski Winny memberontak, ancaman penjara membuatnya tak berkutik. Dimulailah hubungan penuh ketegangan antara bos arogan dan sekretaris yang keras kepala.