APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Keempat

Istri Keempat

Airin dikenal sebagai putri penurut yang tak pernah membantah titah orang tuanya. Namun, kepatuhannya diuji saat ia dipaksa menikahi Saka Januar Pradipta, pengusaha kaya yang telah memiliki tiga istri. Menjadi istri keempat bukanlah akhir bagi Airin. Di balik wajah polosnya, tersimpan sisi manipulatif dan licik yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat. Meski mampu mengelabui dunia, Airin tak berkutik di hadapan Saka yang sanggup melihat jati diri aslinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sakha kembali ke ladang dengan perasaan yang masih kesal. Dia menyesal sempat pulang ke rumah tadi, walau hanya sebentar. Karena istri ketiganya, Nia, tidak kunjung berhenti menggodanya padahal tahu kalau hari itu bukan jadwalnya. Sakha tidak terlalu menyukai perempuan yang agresif dan selalu mau ikut campur urusannya. Nia tahu itu, untuk tidak mencampuri urusan Sakha, sekalipun mereka bersuami sitri. Ketiga istri Sakha tahu hal itu, tapi terkadang mereka memang sering lupa karena dikuasai oleh perasaan mereka sendiri.

Tadi, Nia sempat menyinggung rencana Sakha yang belum pernah Sakha beritahukan kepada siapa pun selain kepada yang bersangkutan. Sakha begitu jengkel karena istri-istrinya mulai merasa berhak untuk mengatur hidupnya.

“Tuan!” Galih—yang tengah mengawasi para pekerja mengangkut karung berisi jagung yang telah dipanen ke mobil box untuk dibawa ke gudang—menyapa Sakha yang baru sampai.

“Malam ini,” kata Sakha setelah berdiri di samping Galih.

“Kenapa, Tuan?” tanya Galih bingung.

“Kamu pergi ke rumah RT itu lagi dan tagih janjinya.”

Galih berdeham. “Apa Tuan tidak mau mengenal calon istri Tuan lebih dulu?”

“Saya tidak punya waktu karena besok sore saya harus sudah tiba di Jakarta,” sahut Sakha. “Tapi satu hal,” lanjutnya, memberi jeda, “saya ingin kamu menilainya untuk saya.”

Galih mengangguk mengerti.

“Hm. Kamu masih ingat ‘kan kriteria yang saya sebutkan sebelumnya?”

“Masih, Tuan. Serahkan saja pada saya.”

“Kalau begitu, saya akan berangkat ke Jakarta malam ini. Lakukan pekerjaanmu baik-baik, Galih.”

“Siap, Tuan.”

Setelah memberi perintah seperti itu, Sakha berbalik dan berlalu pergi dari hadapan abdinya. Galih menatap punggung bosnya itu sejenak, kerutan keraguan timbul di dahinya.

Galih kurang lebih tahu alasan Sakha ingin buru-buru menikah lagi. Bukan karena dia kepincut dengan anak Pak RT yang kembang desa itu, hanya saja Sakha punya agenda lain. Yaitu seorang ahli waris.

Usianya sudah kepala tiga, tapi belum dikaruniai anak padahal wanita di rumahnya ada tiga.

Sakha tidak akan peduli jika istri keempatnya nanti adalah anak Pak RT atau bukan. Yang terpenting adalah wanita itu mampu memberikannya anak. Tapi walau begitu, Sakha tentu tidak mau asal pilih. Kebetulan saja RT Jamal berutang banyak pada Sakha dan besar kemungkinan tidak bisa membayarnya karena laki-laki itu sekarang dalam keadaan sakit tua dan sudah tidak mampu bekerja, kebetulan juga Jamal memiliki putri-putri cantik yang belum menikah.

Sebenarnya, kecantikan tidak termasuk dalam kriteria yang pernah Sakha sebutkan. Selama dia wanita yang mampu mengandung dan memiliki sifat dan sikap yang Sakha inginkan. Hanya saja, Galih melihat dari istri-istri Sakha yang ketiganya memiliki paras sangat cantik, maka Galih memasukkan ‘cantik’ ke dalam salah satu kriteria yang harus ada pada istri-istri tuannya.

Galih juga menduga, Sakha tertarik untuk menikah dengan orang sini untuk semakin memperkuat kedudukannya di desa ini sebagai seorang pendatang. Agar tidak ada lagi orang-orang sirik yang berupaya untuk menjatuhkannya dan mengusirnya dari desa.

Sambil melakukan pekerjaannya mengawasi para pekerja, Galih memikirkan siapa kiranya dari putri-putri kandung Jamal yang memenuhi semua kriteria yang pernah Sakha sebutkan padanya.

Si kakak, Mawar? Atau si adik, Melati? Atau mungkin, Ririn?

Tapi dari pertemuan Sakha dengan Ririn kemarin, sepertinya Sakha tidak terlihat tertarik dengan perempuan yang berpenampilan seperti itu. Sakha bahkan tidak tahu kalau Ririn juga putri Jamal, karena kalau dibandingkan dengan kedua saudarinya, Ririn jelas sangat berbeda. Jadi Galih mengeluarkan Ririn dari daftar kriteria yang dicarinya.

***

Airin membuka mata, merasakan tubuhnya begitu berat dan kaku. Sakit menghantam kepalanya seperti palu. Sontak dia mengaduh sambil memegangi keningnya.

“Mawar nggak mau, Pak! Pokoknya Mawar menolak! Hiks! Kenapa Bapak tega sama Mawar?!” Suara lengkingan tangisan perempuan terdengar di luar.

Airin pun tersadar, bahwa karena keributan itulah dia terbangun. Tapi untuk sesaat, Airin menatap bingung pada kamarnya dan pakaian yang ia kenakan, juga handuk yang tergeletak di atas nakas samping ranjangnya. Saat ingatan tentang ladang jagung dan terik sinar matahari yang menyengat memasuki kepala Airin, dia pun mengerti kenapa dirinya berada di sini sekarang.

Sejak dua hari yang lalu, sebenarnya Airin sudah dilanda demam, tapi tidak terlalu parah. Jadi Airin terus memaksa dirinya untuk masuk kerja tanpa memberi tahu siapa pun tentang kondisinya itu. Alhasil, dia pingsan di ladang.

Pasti para pekerja yang membawanya pulang, pikir Airin.

Dia menurunkan kakinya ke lantai kemudian berdiri, menoleh pada cermin yang menempel pada tembok dan menatap wajahnya yang pucat pasi. Airin terkekeh geli pada penampilannya yang tampak jauh dari kata baik. Tapi karena rasa penasaran Airin yang tinggi dengan keributan yang dia dengar, dia memaksa kakinya melangkah ke luar kamar.

“Mawar, menikah dengan Tuan Sakha tidak ada salahnya, kan? Beliau orangnya baik dan bertanggung jawab, hidup kamu pasti akan terja—”

Ucapan Jamal terpotong oleh suara teriakan frustrasi putrinya. “Aku nggak mau! Aku nggak mau! POKOKNYA AKU NGGAK MAU!”

Airin mundur sejenak, terkejut. Pemandangan di hadapannya begitu tidak biasa. Mawar tengah bersimpuh di lantai dengan Ibu yang mencoba menenangkannya, Bapak duduk di sofa dengan ekspresi sulit, sedang Melati duduk tidak jauh darinya sambil terisak-isak.

Ada apa sebenarnya? batin Airin bertanya. Dia hendak mendekati mereka untuk bertanya sendiri, tapi Airin mengurungkan niatnya dan memilih untuk menguping saja di balik pintu kamarnya yang ia buka sedikit.

“Kenapa harus aku, Pak?” lirih Mawar terdengar pilu. “Kenapa bukan Melati? Atau Kak Ririn?”

“Melati belum lulus, dia masih harus menyelesaikan sekolahnya. Sedangkan Ririn, Bapak tidak tega kalau harus memilih Ririn. Selama ini Ririn sudah berkorban banyak untuk kita, dia tulang punggung keluarga sekarang semenjak bapakmu ini sakit-sakitan,” jelas Jamal dengan hati-hati. “Terima saja, Nak,” lanjutnya lagi, terdengar seperti seseorang yang telah pasrah.

Kalau Bapak berbicara dengan nada putus asa seperti itu kepada Airin, Airin akan melakukan apa pun yang Bapak katakan, tidak peduli sekalipun Airin sendiri tidak mau. Asalkan yang terpenting adalah dia bisa mengurangi beban di punggung Bapak.

Suara tangisan Mawar semakin terdengar menjadi. Airin terdorong untuk ke luar, tapi kepalanya dibuat pening dengan suara Mawar dan juga Melati, serta suara lembut Ibu yang mencoba untuk menenangkan mereka.

Airin pun kembali berjalan gontai ke ranjangnya dan berbaring di sana dengan mata terpejam rapat, sembari merasakan denyutan di kepala yang terasa menyakitkan. Dari apa yang dia dengar tadi, sepertinya ini ada hubungannya dengan utang Bapak pada Tuan Sakha, pantas saja kemarin juga Galih datang ke rumah dan mengobrol lama sekali dengan Bapak.

Ternyata, pikir Airin, ternyata Tuan Sakha menginginkan Mawar atau Melati untuk dijadikan istri.

Tentu banyak sekali keuntungan yang keluarga mereka akan dapatkan kalau menikah dengan orang kaya raya seperti Sakha. Tapi kalau Bapak setuju, secara tidak langsung Bapak telah menjual anaknya kepada juragan mesum itu.

Airin tidak memiliki kesan yang baik tentang Tuan Sakha. Dia hanya tahu bahwa lelaki itu telah memiliki tiga istri yang bahkan ikut diboyongnya ke desa untuk mengikuti panen di akhir tahun ini.

Padahal sudah punya tiga, tapi masih saja merasa tidak cukup. Apa namanya kalau tidak mesum?

Airin tidak menyukai Tuan Sakha. Entah kenapa Airin merasa demikian padahal dia belum kenal betul dengan bosnya itu. Setiap kali Sakha datang untuk mengawasi pekerja, Airin selalu berupaya untuk menghindar di saat pekerja lain justru berlomba-lomba untuk mendekat agar mendapatkan kepercayaan dari bos besar mereka.

Perasaan tidak suka ini sepertinya didukung karena Sakha bukanlah seorang monogami. Airin tidak pernah suka pada poligami sekalipun hal itu diperbolehkan dalam agama. Perempuan mana yang mau dan tahan untuk dimadu? Kalau pun ada, yang pasti itu bukan Airin.

Kini Mawar, adik yang sangat Airin sayangi, akan dipersunting oleh juragan mesum itu dan menjadi istri keempatnya.

Sekalipun kepala Airin pening dan sekujur tubuhnya dalam keadaan sakit, Airin masih mampu berpikir. Dan juga sadar, bahwa dia tidak akan pernah mendukung pernikahan itu. Dia tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi.

Kalau Sakha menginginkan semua uang yang telah dipinjam Bapak, Airin berjanji akan membayarnya. Yang dia butuhkan hanyalah waktu lebih untuk mengumpulkan uang tersebut.

Memang, berapa sih utang Bapak pada pria itu?

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
9.0
Brynn terjebak dalam hubungan toksik dengan Lawrence, pria yang kerap menghina sekaligus memanjakannya. Saat Lawrence mengumumkan pernikahannya, Brynn merasa bebas dan mencoba memulai hidup baru melalui kencan buta. Namun, di tengah hinaan keluarga calonnya, Lawrence tiba-tiba muncul dan mengklaim Brynn sebagai miliknya di depan semua orang. Brynn pun tertegun; mengapa pria itu ada di sini dan membelanya padahal hari ini adalah jadwal pernikahannya?
Sampul Novel Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
9.5
Kania Halim, jurnalis pemberontak, terjebak dalam hubungan rahasia dengan CEO Elang Solehudin. Ternyata, ia hanyalah alat bagi Elang untuk melindungi Clara. Pengkhianatan Elang mencapai puncaknya saat ia membiarkan Kania dipenjara hingga membiarkannya terluka dalam kecelakaan demi menyelamatkan Clara. Sadar hanya menjadi beban yang dikorbankan, Kania bangkit dari kehancuran. Ia menghancurkan dunia Elang dan memulai hidup baru melalui pernikahan dengan miliarder lain.
Sampul Novel Gerry's Love Story
8.5
Kehidupan Gerry berubah total sejak pertemuannya dengan seorang janda kaya raya. Tanpa diduga, pernikahan mereka justru menjadi pembuka kotak pandora yang mengungkap rahasia kelam dari masa lalu Gerry yang selama ini tersembunyi. Seiring berjalannya waktu, satu per satu misteri identitas aslinya mulai terkuak ke permukaan, membawa konflik yang tak terbayangkan dalam hubungan rumah tangga mereka yang penuh kemewahan namun menyimpan banyak teka-teki.
Sampul Novel Istri Balas Dendam
8.7
Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis tepat sebelum hari pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, diselimuti dendam terhadap putri sopir truk penyebab tragedi itu, Vivianne. Di bawah ancaman hukum bagi ayahnya, Vivianne terpaksa menikahi Kieran sebagai pengganti Eleanor. Hidupnya berubah menjadi neraka karena kebencian dan perlakuan dingin suaminya. Namun, seiring waktu, Kieran mulai goyah saat menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban yang tidak bersalah.
Sampul Novel Jangan Pernah Menyentuh Anakku
9.5
Demi masa depan putranya, Aurora Elenna terpaksa menerima pernikahan kontrak dari Kaelan Dirgantara, CEO dingin yang dulu menghancurkan hidupnya. Namun, Kaelan tak menyadari bahwa Ravi adalah darah dagingnya. Kini, Aurora yang cerdas kembali dengan identitas baru demi menghadapi ancaman Selina Pramudya. Di tengah intrik perebutan harta dan rahasia besar, Aurora harus memilih antara membalas dendam atau jujur saat Kaelan mulai mencurigai identitas asli istri kontraknya itu.