APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kontrak Kembali Bersinar

Istri Kontrak Kembali Bersinar

Pasca kecelakaan tragis, Amalia menyadari cintanya telah mati saat Rayan justru lebih mempedulikan Eliza. Selama delapan tahun, ia bertahan sebagai istri kontrak demi pengobatan ibunya meski terus dihina. Begitu kontrak usai, Amalia memilih bercerai dan membangun karier sebagai peneliti bioteknologi di Norwegia. Saat Rayan datang memohon kesempatan kedua di tengah badai salju, Amalia hanya menatapnya dingin sebagai mantan suami yang gemar berselingkuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Amalia POV:

"Pekerjaan? Apa yang bisa kau lakukan di luar sana, Amalia?" Rayan mendengus, suaranya meremehkan. "Kau sudah delapan tahun tidak memegang ijazahmu. Apa kau pikir kau bisa bersaing dengan lulusan baru yang segar, yang otaknya masih penuh ide-ide baru? Wanita-wanita muda yang bersemangat, seperti Eliza."

Saat ia menyebut nama Eliza, pintu kamar tamu di lantai dua terbuka. Eliza muncul, mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang melayang anggun di tubuhnya. Gaun itu dikenali sekilas. Itu adalah gaun yang Rayan beli untuk kekasih lamanya, yang meninggal bertahun-tahun lalu. Gaun yang pernah saya sentuh secara tidak sengaja, dan sebuah tamparan keras di pipi adalah balasannya. Rayan tidak pernah mengizinkan siapa pun menyentuh barang-barang kekasih lamanya.

Rayan menatap Eliza, matanya kini dipenuhi kekaguman yang jelas. Senyum tipis terukir di bibirnya. "Kau terlihat cantik, sayang."

Eliza tersenyum lebar. "Benarkah? Ini adalah gaun yang sangat indah. Bisakah aku menyimpannya, Rayan? Aku sangat menyukainya."

"Tentu saja, sayang," Rayan menjawab dengan mudah. "Kau bisa menyimpan apa pun yang kau suka di rumah ini. Semua lemari pakaianku, semua perhiasanku, semua milikmu."

Eliza berbalik ke arah saya, mengangkat satu alisnya. "Bagaimana menurutmu, Amalia? Apakah gaun ini cocok untukku?"

Saya menatapnya, lalu tersenyum tipis. "Sangat cocok. Kau terlihat seperti bidadari."

Eliza terdiam sejenak, senyumnya sedikit memudar. Mungkin ia mengharapkan reaksi lain, sebuah tanda kecemburuan. Namun, ia tidak mendapatkannya. Ia hanya mendapat pujian tulus dari saya.

Saya berbalik, melangkah kembali ke kamar. Saya memeriksa kalender di ponsel saya. Tiga hari lagi. Hanya tiga hari lagi. Saya mulai mengemasi beberapa barang yang saya miliki. Tidak banyak. Saya datang ke rumah ini hanya dengan satu koper, dan saya akan pergi dengan satu koper pula.

Telepon saya berdering. Itu Rayan.

"Amalia, antarkan Eliza ke kampusnya," perintahnya, suaranya tidak menunjukkan pilihan.

"Mengapa tidak sopir saja?" tanya saya, sedikit kerutan muncul di dahi saya.

"Amalia, jangan sampai aku marah," suaranya menajam. "Kau tidak pernah menolak untuk membantuku sebelumnya. Mengapa sekarang?"

Saya menghela napas. Saya tidak ingin memperpanjang pertengkaran. Saya hanya ingin tiga hari ini berlalu dengan tenang. "Baiklah," jawab saya, menyerah.

"Bagus," katanya, suaranya kembali normal. "Eliza ada ujian penting hari ini. Jangan sampai ia terlambat."

Saya menutup telepon, lalu mengganti pakaian. Ketika saya keluar dari kamar, Rayan dan Eliza sudah menunggu di halaman depan, di samping mobil.

"Cepat, Amalia!" Rayan mendesak. "Eliza harus segera sampai di kampus."

Eliza tersenyum manis ke arah saya. "Terima kasih, Amalia. Kau sangat baik."

Saya hanya mengangguk. Rayan mencium kening Eliza, lalu tersenyum. Eliza membalasnya dengan ciuman di bibir. Sebuah pemandangan yang seharusnya membuat saya sakit. Tapi tidak ada. Hanya kekosongan.

Eliza masuk ke dalam mobil, lalu menatap saya. "Apakah Rayan pernah menciummu seperti itu, Amalia?" tanyanya, senyum mengejek di bibirnya.

Saya tidak menjawab. Saya hanya menyalakan mesin mobil dan mulai mengemudi.

Eliza mendengus. "Aku rasa tidak. Kau tahu, kau terlihat sangat membosankan, Amalia. Tidak heran Rayan tidak tertarik padamu. Kau seperti wanita tua yang kaku, tanpa gairah."

Saya tetap diam. Eliza tampaknya kehilangan minat setelah beberapa saat. Ia kemudian terdiam, memainkan ponselnya.

Kami melaju di jalan tol. Tiba-tiba, sebuah mobil dari arah berlawanan hilang kendali, melaju zig-zag dan langsung mengarah ke jalur saya. Sebuah teriakan panik meluncur dari mobil di belakang saya.

Secara refleks, saya membanting setir ke kanan, mencoba menghindar. Ban mobil berdecit keras, asap mengepul. Benturan keras terdengar, logam beradu logam. Meskipun saya berhasil menghindar dari tabrakan langsung, mobil kami tetap menghantam bagian belakang mobil yang hilang kendali itu.

Dunia berputar, lalu berhenti. Saya merasakan sakit yang tajam di kaki kiri saya. Kaca depan mobil retak seperti sarang laba-laba. Saya mengerang.

"Aduh..." Eliza mengeluh dari kursi belakang.

Saya menoleh ke belakang. Eliza tampak ketakutan, tetapi hanya ada sedikit goresan di lengannya. Saya tahu guncangan itu pasti membuatnya terkejut, tetapi ia tampaknya baik-baik saja. Namun, saya tetap khawatir. Mungkin ada cedera internal.

Sirene polisi dan ambulans terdengar dari kejauhan. Petugas medis dan polisi segera tiba, memeriksa kondisi kami.

"Nona, kaki kiri Anda patah," kata seorang paramedis dengan prihatin setelah memeriksa saya. "Kami harus segera membawa Anda ke rumah sakit."

Eliza, yang hanya mengalami luka lecet, sudah duduk di bangku belakang ambulans yang lain, diperiksa oleh paramedis.

Tiba-tiba, sebuah mobil hitam mewah berhenti dengan cepat. Rayan keluar dari mobil, wajahnya panik. Ia langsung berlari ke arah ambulans tempat Eliza berada.

"Eliza! Sayang, kau baik-baik saja?" tanyanya, suaranya penuh kekhawatiran. Ia memeluk Eliza erat-erat.

"Tanganku sakit, Rayan," rengek Eliza.

Rayan mencium kening Eliza, lalu memerintahkan sopirnya untuk segera membawa Eliza ke rumah sakit. "Pastikan dokter terbaik yang menanganinya!"

Rayan melewati saya dua kali. Pertama, saat ia berlari menuju Eliza, dan kedua, saat ia berbalik untuk memastikan Eliza sudah dibawa pergi. Ia tidak melihat ke arah saya. Tidak sedikit pun. Seolah-olah saya tidak ada di sana. Seolah-olah saya hanyalah hantu.

Saya tersenyum. Senyum pahit yang tidak mencapai mata saya. Kaki saya terasa sakit, sangat sakit, tetapi rasa sakit itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang mencengkeram hati saya. Saya sudah tahu. Saya sudah tahu selama bertahun-tahun. Tapi kali ini, rasanya berbeda. Rasanya seperti sebuah pengukuhan.

Dua perawat yang membantu saya masuk ke ambulans berbicara satu sama lain.

"Lihatlah, Tuan Rayan itu sangat mencintai tunangannya," kata salah satu perawat. "Ia sangat khawatir."

"Ya, ia sangat perhatian. Mereka pasangan yang serasi," jawab perawat lainnya. "Bayangkan betapa bahagianya menjadi istri orang kaya dan tampan sepertinya."

Saya menutup mata. Jika saja mereka tahu. Jika saja mereka tahu bahwa orang yang mereka sanjung itu telah melewati saya, istrinya yang sedang terluka parah, tanpa melirik sedikit pun. Tapi mereka tidak akan pernah tahu. Dan itu adalah hal yang baik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel Gairah Nakal Ayah Temanku
8.8
Kisah romansa modern ini secara khusus ditujukan bagi pembaca dewasa yang mencari narasi dengan tema yang lebih matang. Mengangkat jalinan emosi yang kompleks, alur ceritanya menuntut kedewasaan sikap dalam memahami setiap konflik yang terjadi. Pastikan Anda telah cukup umur dan bersikap bijak sebelum menelusuri lebih jauh dinamika hubungan yang penuh gejolak ini. Sebuah bacaan yang eksplisit serta berani bagi para penikmat literasi romantis dewasa.
Sampul Novel Jodohku Soulmateku
9.5
Fahri dan Damar sepakat menjodohkan Dita dan Bagas sejak kecil. Namun, kondisi kesehatan Fahri yang memburuk serta krisis finansial di perusahaan Damar memaksa pernikahan dini saat Dita berusia 16 tahun. Usai akad, mereka terpisah tanpa pernah bertemu selama bertahun-tahun. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Dita hampir lulus jadi dokter spesialis dan Bagas telah menjabat CEO. Mampukah pernikahan lama yang dingin ini berubah menjadi cinta sejati?
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Meski terus ditolak, sebuah insiden tak terduga justru menjalin benang merah antara Laskar dan Pelangi. Namun, Pelangi menyadari cintanya tak mungkin dipaksakan karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Akankah ikatan misterius ini mampu menyatukan mereka, atau justru membuat keduanya kembali menjadi orang asing? Pelangi memahami bahwa meski mulutnya berkata rela, hatinya tetap merasa berat untuk benar-benar melepaskan sosok Laskar dari hidupnya.
Sampul Novel Membuatmu Takluk Padaku
9.0
Dunia mengenal Raya sebagai istri sah Kaisar Prabaswara, namun kenyataan di balik pintu tertutup sangatlah berbeda. Pernikahan mereka hanyalah ikatan formal tanpa cinta karena Kai telah memiliki kekasih pilihan hatinya sendiri. Sebagai aktor ternama, Kai sangat mahir memalsukan kemesraan di depan publik demi menjaga citra. Di tengah kepura-puraan yang menyesakkan ini, mampukah rumah tangga mereka bertahan atau justru hancur oleh sandiwara sang suami?
Sampul Novel Menantu Dari Kota
9.1
Kehidupan mewah Shafiyah hancur seketika saat suaminya di-PHK akibat kasus korupsi saham di kantornya. Dari bergelimang harta, kini mereka harus menghadapi realita pahit di titik terendah. Shafiyah terpaksa pindah ke desa untuk tinggal bersama mertuanya yang berpikiran kolot. Sementara sang suami banting tulang menjadi petani, Shafiyah harus berjuang beradaptasi dengan gaya hidup sederhana yang asing baginya. Sanggupkah ia bertahan di tengah tekanan lingkungan baru?