APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin

Istri Kontrak Sang CEO Dingin

Demi melunasi utang keluarga yang menghimpit, Hana terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Ray, CEO berhati dingin yang butuh menjaga citra publiknya. Meski awalnya sepakat untuk tidak saling melibatkan perasaan, benih cinta perlahan muncul di tengah kepura-puraan mereka. Namun, saat masa lalu kelam Ray terungkap dan ancaman rival bisnis mulai menyerang, hubungan mereka pun diuji. Sanggupkah cinta sejati tumbuh dari sebuah kebohongan yang rumit?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hana duduk di sebuah kafe yang tenang, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia melirik jam tangannya, memperhatikan waktu yang seakan berjalan lambat. Tempat ini terasa begitu asing baginya, kafe mewah di jantung kota Jakarta, dengan meja-meja yang dipenuhi orang-orang berpenampilan rapi dan elegan. Hana merasa canggung, sadar bahwa ia tidak termasuk dalam dunia ini. Pakaiannya yang sederhana, meski rapi, terasa seperti kontras mencolok dengan para pengunjung di sekelilingnya.

Ia berada di sini bukan karena keinginannya sendiri, melainkan atas permintaan Pak Herman, seorang pengacara Ray Aditya yang mengatur pertemuan ini. Pak Herman adalah seseorang yang dipercaya oleh Ray Aditya untuk mengatur pertemuannya dengan Hana.

Hana sendiri tidak tahu banyak detail tentang pertemuan ini, hanya diberitahu bahwa ini adalah kesempatan untuk membicarakan kontrak kerjasama dan Hana berharap ini akan bisa menjadi solusi atas masalah keuangan keluarganya. Namun, yang membuatnya gelisah adalah ketidaktahuan apa pekerjaannya nanti. Walaupun Hana di iming imingi bayaran yang besar.

Sambil menunggu, Hana tidak bisa mengalihkan pikirannya dari kondisi keluarganya yang semakin terpuruk. Ayahnya terbaring sakit di rumah, dan ibunya kehabisan akal mencari uang untuk membayar biaya pengobatan yang tak kunjung berhenti. Hutang keluarga yang terus menumpuk menjadi beban berat bagi Hana, membuatnya merasa terjebak tanpa jalan keluar.

Pintu kafe terbuka, dan seorang pria masuk. Hana memperhatikannya sejenak, dan mendapati dirinya tertegun. Pria itu mengenakan setelan jas hitam yang terlihat mahal, dengan sikap yang memancarkan wibawa dan kepercayaan diri. Wajahnya tegas, dengan sorot mata tajam yang membuat siapa pun merasa ia bukan orang sembarangan. Ia melangkah dengan mantap menuju ke meja Hana.

"Hana, ya?" tanyanya, suaranya rendah dan dalam, namun sopan.

Hana mengangguk pelan. "Iya, saya Hana," jawabnya dengan suara yang hampir berbisik.

Pria itu duduk di depan Hana, menatapnya sejenak sebelum memperkenalkan diri. "Saya Herman, pengacara Pak Ray Aditya."

Nama itu membuat Hana sedikit terkejut. Nama Ray Aditya tidak asing baginya. Sebagai CEO Aditya Group, perusahaan besar yang sering muncul di media, ia dikenal sebagai salah satu pengusaha paling sukses di Indonesia. Tapi, apa yang seorang pria seperti Ray Aditya inginkan darinya? Pertemuan singkat kemarin Hana tak terlalu banyak memperhatikan sosok pria yang bernama Ray Aditya itu.

"Saya sudah mendengar dari Pak Ray Aditya, beliau memberi tahu sedikit tentang Anda," kata Ray, membuka percakapan dengan nada yang lebih serius. "Saya di sini untuk menyiapkan kontrak kerjasama yang harus kalian tanda tangani."

Hana menelan ludah, merasa gugup. "Ah, i-iya."

Pak Herman mengangguk. "Ya. Saya tahu Anda sedang menghadapi masalah keuangan yang cukup serius. Hutang keluarga Anda, biaya pengobatan ayah Anda... semuanya bisa selesai, jika Anda bersedia menandatangani kontrak ini."

Hana merasa bingung. Bagaimana bisa mereka tahu detail tentang masalah yang sedang Hana hadapi?

"Maksud Bapak... bekerja sama seperti apa?" Tanya Hana.

Pak Herman tersenyum samar. "Untuk itu hanya pak Ray Aditya yang punya wewenang untuk menjelaskan kepada Anda."

Hana diam dan sedikit bingung sekarang. Dia sangat tergiur dengan gaji banyak yang di tawarkan oleh pekerjaan ini. Tapi pekerjaan seperti apa, Hana sendiri belum tahu pasti.

"Nah, itu pak Ray Aditya sudah datang." Katanya.

Pak Herman dan Hana kini berdiri menyambut kedatangan Ray Aditya dan asisten pribadinya, Kevin.

"Selamat datang pak Ray. Silakan duduk," kata Pak Herman menyambut kedatangan Ray Aditya.

"Terimakasih," jawab Ray singkat lalu duduk bersama dengan mereka.

Ray kini duduk di kursi yang ada tepat di depan Hana, ada meja sebagai pembatas di antara mereka.

"Surat kontraknya sudah saya siapkan, pak Ray. Silakan anda lihat sebelum menandatangani kontrak ini," kata Pak Herman seraya memberikan amplop berisi kontrak tersebut kepada Ray Aditya.

Ray menerimanya dan membaca poin-poin penting di dalamnya. "Ya, saya setuju. Silakan nona Hana, kau juga harus membaca isi kontrak perjanjian ini sebelum anda menandatanganinya."

Hana memberanikan diri menatap Ray. "Kalau boleh tahu, pekerjaan apa yang anda tawarkan kepada saya, pak Ray?"

Ray menatap Hana dalam-dalam, seolah menilai apakah ia siap mendengar tawaran yang akan disampaikan. Setelah hening beberapa detik, Ray akhirnya berkata, "Saya membutuhkan seorang istri."

Kata-kata itu jatuh seperti bom di telinga Hana. Ia terdiam, mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya. Wajahnya memucat, pikirannya kalut. Ray memperhatikan ekspresi Hana yang penuh kebingungan, lalu melanjutkan.

"Saya tidak berbicara tentang pernikahan sungguhan, tapi pernikahan kontrak. Pernikahan ini hanya akan berlangsung selama satu tahun. Setelah itu, kita akan berpisah, dan Anda bebas menjalani hidup Anda kembali."

Hana menatap Ray dengan mata membelalak, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Kenapa saya?" tanya Hana, suaranya sedikit bergetar.

Ray tersenyum tipis. "Karena Anda adalah pilihan yang aman. Anda bukan bagian dari dunia saya, dan itu membuat Anda tidak terlibat dalam skandal atau intrik yang mungkin membahayakan reputasi saya. Saya membutuhkan seorang istri untuk sementara waktu, demi menyelamatkan reputasi perusahaan saya. Saat ini, ada skandal yang mengancam posisi saya sebagai CEO, dan pernikahan ini bisa meredakan tekanan dari media serta para pemegang saham."

Hana berusaha memproses kata-kata Ray, tetapi rasanya terlalu banyak untuk diterima dalam satu waktu. "Jadi, Anda menginginkan saya untuk pura-pura menjadi istri Anda?" tanyanya lagi dengan ragu.

Ray mengangguk. "Benar. Dan sebagai imbalannya, saya akan melunasi seluruh hutang keluarga Anda, membayar biaya pengobatan ayah Anda, dan memastikan keluarga Anda tidak akan kesulitan lagi."

Hana merasa dadanya sesak. Tawaran ini terdengar begitu menggiurkan, tetapi juga terlalu aneh untuk dipercaya. Bagaimana mungkin seorang pria kaya dan berkuasa seperti Ray Aditya meminta bantuan dari gadis sederhana seperti dirinya?

"Saya tahu ini terdengar tidak masuk akal," kata Ray, seolah membaca pikiran Hana. "Tapi percayalah, ini adalah solusi terbaik untuk kita berdua. Anda akan mendapatkan kebebasan finansial yang Anda butuhkan, dan saya akan mendapatkan stabilitas yang diperlukan untuk menjaga reputasi perusahaan saya."

Hana menunduk, berpikir keras. Jika ia menerima tawaran ini, hidupnya dan keluarganya akan berubah selamanya. Tapi, di sisi lain, ia merasa seperti sedang menjual dirinya untuk sesuatu yang tidak pasti. Bagaimana jika semuanya tidak berjalan sesuai rencana? Bagaimana jika ia terjebak dalam situasi yang lebih buruk?

Ray menarik napas panjang sebelum menambahkan, "Saya tidak akan memaksa Anda. Keputusan ada di tangan Anda. Tapi ingat, waktu Anda tidak banyak. Semakin lama Anda menunda, semakin besar masalah yang akan menimpa keluarga Anda."

Hana menatap Ray. Mata pria itu penuh keyakinan dan kendali, seolah ia sudah merencanakan setiap detail dari pernikahan ini. Namun, di balik ketegasan itu, Hana bisa merasakan tekanan yang juga dirasakan Ray. Ia bukan hanya seorang pria yang menginginkan kesepakatan, tetapi juga seseorang yang berada di bawah tekanan besar.

Ray mengambil bolpoin dari dalam tasnya dan meletakkannya di atas meja. "Ini untuk menandatangani kontrak itu," katanya pelan. "Baca, pikirkan dengan baik, dan jika Anda setuju, tandatangani. Anda punya waktu sampai besok malam untuk memutuskan."

Hana meraih amplop itu dengan tangan gemetar. Segala sesuatu yang terjadi dalam pertemuan ini begitu cepat, begitu mengejutkan. Ia tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya bisa berubah drastis hanya dalam hitungan hari. Tawaran ini adalah pintu keluar dari kesulitan yang ia hadapi, tetapi apakah ia siap untuk menjalani kehidupan seperti ini, bahkan untuk setahun?

"Saya akan berpikir," kata Hana akhirnya, suaranya hampir tak terdengar.

Ray mengangguk. "Baik. Saya akan menunggu kabar dari Anda." Setelah itu, ia bangkit berdiri, memberikan senyum tipis, dan meninggalkan kafe tanpa banyak bicara lagi.

Hana hanya bisa menatap amplop yang ada di tangannya, jantungnya masih berdetak kencang. Tawaran ini bisa menyelamatkan keluarganya, tapi apa yang akan ia korbankan untuk itu?

Ia tahu satu hal pasti, keputusan ini akan mengubah seluruh hidupnya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Krystal terpaksa meminta bantuan finansial kepada Kaivan Bastian Mahendra. Namun, dukungan dana dari sang miliarder tidaklah cuma-cuma. Krystal harus membayar mahal dengan kesediaannya menjadi istri kedua pria tersebut. Terjebak dalam pernikahan yang rumit dan penuh tekanan, mampukah Krystal bertahan menjalani kehidupan barunya? Sebuah kisah tentang pengorbanan dan cinta yang terbelenggu oleh sebuah syarat berat.
Sampul Novel CEO My Husband
8.6
Hidup Tasya berubah menjadi penuh tekanan sejak kehadiran Revan, bos barunya yang sangat menyebalkan. Sebagai CEO muda yang baru saja mengambil alih takhta perusahaan milik ayahnya, Revan terus-menerus mengusik ketenangan hidup Tasya tanpa henti. Setiap hari, Tasya harus menghadapi gangguan dari sang atasan yang membuat hari-harinya tidak pernah damai. Kisah ini mengikuti dinamika antara karyawan yang kewalahan dan bos miliarder yang dominan.
Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, putri konglomerat berdarah Jerman-Bali, didera duka setelah dikhianati Rangga dan kehilangan calon suami keduanya, Kim, dalam sebuah tragedi maut. Demi memulihkan hati, ia pindah ke Jerman, namun takdir mempertemukannya kembali dengan Rangga dan Maharatih yang jahat. Akibat jebakan obat perangsang, Renata hamil oleh CEO tampan Alexander Maxwell. Meski Maharatih mencoba memanipulasi keadaan, pengakuan Rangga akhirnya membongkar semua kebusukan tersebut.
Sampul Novel Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam
8.7
Baskara Aditama mempermalukanku di hari pernikahan kami dengan menyebutku milik kakaknya demi kembali pada mantan kekasihnya, Saskia. Dia sengaja menunda kesembuhan Saskia demi menikmati hubungan mereka, yakin aku akan setia menunggu. Namun, Baskara salah besar. Aku tidak akan diam saja saat dia berencana memiliki kami berdua. Aku mendatangi penguasa sejati keluarga mereka, Dananjaya Aditama, dan memintanya menikahiku untuk menghancurkan Baskara.
Sampul Novel Jebakan Ibu Susu Bayiku
8.6
Demi biaya pengobatan ibunya, Elara terpaksa menjadi ibu susu bagi anak Viktor Laxmere, miliarder penuh misteri. Pekerjaan yang semula dianggap penyelamat justru menjerumuskannya ke dalam pusaran manipulasi dan intrik gelap. Di tengah kekuasaan Viktor yang absolut, Elara terjebak dalam dilema antara benci dan perasaan yang mulai tumbuh. Kini ia harus mengungkap rahasia besar di balik tawaran tersebut sebelum dirinya hancur sebagai pion dalam permainan berbahaya Viktor.
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana
8.5
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal kaya raya berusia 30 tahun, menolak perjodohan demi mencari pasangan idealnya. Takdir mempertemukannya dengan Kayana Tantri, wanita 28 tahun yang cerdas namun sangat ketus. Meski awalnya terlibat adu mulut yang sengit, pesona Kayana justru meluluhkan hati Rafandra. Demi memenangkan cintanya, Rafandra nekat menyamar menjadi pria sederhana. Jika penyamarannya gagal, ia terpaksa menyerah dan menerima pernikahan pilihan keluarganya.