APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin

Istri mandul CEO bucin

Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Di sebuah kamar yang didominasi warna abu-abu dan hitam dengan penerangan yang sedikit redup, sepasang anak adam dan hawa sedang menikmati pergulatan panas mereka. Desahan dan erangan mereka saling sahut menyahut bagaikan irama yang indah di malam itu. Malam yang semakin larut tidak menyurutkan hasrat mereka untuk terus menerus bercinta, saling memberikan kenikmatan masing-masing. Dinginnya AC di ruangan itu tidak mampu menghilangkan hawa panas yang menggelora di tubuh polos mereka.

"Hubby ... ummh ...."

Desahan lembut itu berkali-kali keluar dari bibir wanita cantik berambut panjang itu. Matanya terpejam dengan tubuh yang bergerak maju mundur karena sosok bertubuh tinggi dan besar tanpa henti menghujamnya. Sang pria yang mendengar suara lembut nan manja dari sang wanita itu semakin bersemangat untuk terus menghujamkan kejantanannya lebih dalam lagi. Sedangkan kondisi sang wanita, tubuhnya sudah mulai melemah, tidak mampu mengimbangi gerakan sang pria yang terlalu kuat dan cepat.

"A–ku su–sudah tidak ku–kuat, By!" ucapnya terbata-bata.

"Sebentar lagi!" jawab sang pria sambil terus menggerakkan pinggulnya. "Aarggh … kau sangat nikmat malam ini, Baby."

Mendengar jawaban itu, sang wanita hanya pasrah saja.

Pria itupun semakin cepat gerakannya menghujam sang wanita. Beberapa hentakkan kemudian, cairan hangat penuh kenikmatan itu menyembur keluar di dalam rahim wanita yang saat itu sudah tidak berdaya. Tubuh polos wanita itu akhirnya ambruk ke sofa dengan napas sengal-sengal.

"Thank you, Baby." Pria itu berucap sambil membersihkan sisa pelepasannya di liang kenikmatan sang wanita dengan tisu. Kemudian ia memindahkan wanitanya ke tempat tidur. Senyum manis dari sang wanita merekah saat sang pria mengecup keningnya dengan lembut.

"Tidurlah! Kamu pasti lelah 'kan?" ucapnya sambil merebahkan tubuh sang istri di kasur dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos sang istri.

"Kiss me!" ucap wanita itu dengan manja seraya memajukan bibirnya.

Pria itu menurut, ia melabuhkan kecupan singkat di bibir sang wanita. "Tidurlah!" ucapnya.

"Kamu tidak tidur?" tanya wanita itu yang kini matanya sudah terpejam.

"Nanti, aku mau mandi dulu," jawab pria itu sambil mengenakan celana pendeknya.

Wanita itu mengangguk mengerti, membiarkan suaminya pergi ke kamar mandi.

**

Pagi hari telah tiba, sinar matahari mencoba menyusup masuk ke sela-sela tirai jendela yang masih tertutup. Cuaca yang sedikit mendung membuat siapa pun enggan untuk bangkit dari tempat tidur, apalagi dengan selimut yang tebal. Rasanya tubuh sulit sekali untuk diajak beranjak.

Seorang wanita masih tertidur pulas dengan selimut tebal menutupi tubuhnya. Perlahan matanya terbuka, memperlihatkan manik indah menghiasi wajah cantiknya. Matanya mengerjap berkali-kali, mencoba beradaptasi dengan sekitar. Tubuhnya juga menggeliat sambil tangannya meraba-raba tempat di sebelahnya.

"By!" panggilnya dengan suara khas orang bangun tidur. Namun panggilannya tidak ada sahutan dari seseorang yang ia panggil Hubby itu. Kemudian ia membuka selimut tebalnya, dan berlenggang menuju kamar mandi dengan tubuh yang tanpa sehelai benang pun.

"Aww!" Tiba-tiba ia terhenti karena merasakan pinggangnya yang terasa sakit.

"Pinggangku sakit! Awas kau!" gerutunya sambil terus berjalan menuju kamar mandi dengan memegangi pinggangnya.

Selesai mandi, wanita yang biasa dipanggil Ara itu turun ke lantai dasar sambil terus memanggil suaminya yang ia panggil Hubby itu.

"By …! Hubby …!" Lantangnya suara Ara membuat para pelayan yang ada di rumah itu berlarian menghampirinya.

"Ada yang bisa kami bantu, Nyonya?" tanya salah satu pelayan.

"Mana pria maniak itu?" tanya Ara.

Para pelayan yang ada di sana saling memandang, mereka tidak mengerti siapa yang dimaksud pria maniak. Salah satu pelayan wanita memberanikan diri untuk bertanya.

"Ma–maksud Anda Tuan Cadis, Nyonya?" tanyanya gagap.

"Tuan Cadis sudah berangkat sejak tadi pagi, Nyonya," sahut seorang pelayan paruh baya yang baru datang.

Raut wajah Ara bertambah kesal, ia pun berlalu begitu saja meninggalkan para pelayan.

"Heri, siapkan mobil untukku!" ucapnya sambil terus berjalan keluar.

"Tapi Nyonya, Anda dilarang untuk keluar dari mansion ini," jawab pria bernama Heri dengan takut-takut.

"Menyebalkan!" umpat Ara. Kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju garasi mobil.

Sampai di garasi yang luas, Ara berniat ingin masuk, tapi tangannya ditahan oleh wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan di rumahnya.

"Nona, Anda mau kemana?" tanya wanita itu.

"Keluar sebentar, Bi," jawab Ara tanpa menoleh.

"Tapi Non, Anda tidak diizinkan Tuan untuk keluar, apalagi … dengan pakaian Nona yang seperti ini," ucap wanita itu sambil menelusuri penampilan sang majikan.

"Aku bosan di sini terus, Bi," jawab Ara sambil masuk ke dalam mobil.

"Non Ara, tunggu! Saya bisa dimarahi lagi oleh Tuan kalo Nona berulah terus," teriak wanita paruh baya itu.

Teriakkan kepala pelayan itu tidak digubris oleh Ara, ia tetap membulatkan tekadnya untuk keluar dari mansion itu.

Setahun bukan waktu yang singkat baginya dikurung di mansion itu. Selama ini ia berusaha menahan hasratnya untuk keluar dari mansion demi menuruti sang suami. Entah alasan apa yang membuat sang suami tidak mengizinkannya bebas seperti orang-orang di luar sana. Jika ditanya selalu dengan jawaban yang sama 'di luar bahaya'

Ara pun melajukan mobilnya tanpa peduli para bodyguard dan pelayan yang menghadangnya di luar garasi, hingga akhirnya ia berhasil keluar dari mansion mewah itu.

*

Selang beberapa menit kemudian, sebuah mobil yang dikendarai Ara berhenti di sebuah gedung yang tinggi nan mewah. Tanpa pikir panjang, Ara turun dan memasuki gedung tersebut.

Semua pandangan mata tertuju padanya, bagaimana tidak? Ara dengan percaya diri keluar hanya mengenakan kemeja milik suaminya yang kebesaran di tubuhnya dan juga sandal berbentuk kelinci kesayangannya. Pandangan  mereka yang ada di sana juga terfokus pada bercak-bercak merah di bagian paha dan lehernya. Kissmark yang selalu dibuat oleh sang suami tercinta. Malu bagi orang yang waras, tapi tidak bagi wanita yang memiliki nama lengkap Asmaraloka itu.

Ara tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang ada di sana, ia terus berjalan. Sampai langkahnya berhenti saat seorang security yang berjaga di sana menahannya untuk masuk.

"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya security itu basa-basi dengan pandangan aneh di matanya.

"Apa kau bisa mengantarku ke ruangan suamiku?" Ara malah balik bertanya.

"Suami?" Security itu keheranan.

"Iya, dia adalah pemilik perusahaan ini, apa kau tidak mengenalnya?" Ara kembali bertanya dengan polos. Di gedung ini ia sama sekali tidak mengenal siapa-siapa, karena baru kali ini ia keluar dari mansion.

"Tuan Cadis maksudnya? Mana mungkin Tuan Cadis memiliki istri yang tidak punya malu seperti ini?" gumam security itu dalam hati dengan ekspresi wajah meremehkan.

"Beliau sedang sibuk, jadi sebaiknya Nona pergi dari sini!" Security itu mengusir Ara secara halus.

"Kalau begitu aku tunggu saja." Ara berucap sambil berlalu hendak masuk, tapi kembali dihalangi oleh security tadi. Ara menoleh, ia tidak berfikir kalau security itu tidak mengizinkannya masuk, karena fikirnya semua yang ada di sini mengetahui siapa dirinya.

"Apa Nona tidak dengar saya suruh pergi tadi?" tanya security itu, kini dengan raut wajah membenci dan tak suka.

"Aku istri pemilik Luedk Company ini, kau tidak berhak melarangku untuk masuk," jawab Ara dengan kesal.

"Kau pura-pura tidak tahu, atau bagaimana? Tuan Cadis belum menikah, jadi bagaimana bisa aku percaya padamu," sahut security tersebut.

Deg …

Ara terdiam sejenak dengan rasa nyeri di dadanya, perkataan security itu membuat tubuhnya lemas. Namun dengan cepat ia berusaha tegar kembali, ia akan meminta penjelasan dari sang suami saat bertemu nanti. Yang jelas, sekarang ia harus kabur dulu.

Ara bersiap ingin lari, tapi tangannya ditahan oleh security itu. Sejurus kemudian, Ara menendang bagian sensitif security itu dan ia berhasil kabur.

"Argh … wanita kurang ajar!" pekik security itu.

Di sisi lain, Ara sudah berada di resepsionis setelah berhasil kabur. "Permisi, ruangan Raizel ada di lantai berapa?" tanya Ara pada resepsionis yang berjaga di sana.

"Raizel siapa? Di gedung ini tidak ada orang yang bernama Raizel," jawab resepsionis itu dengan ketus.

Ara bingung. "Masa sih aku salah gedung?" tanyanya dalam hati.

"Ini benar gedung Luedk Company 'kan?" tanya Ara lagi.

"Hemm …," jawab wanita itu sambil memainkan kukunya.

"Benar kok," gumam Ara. "Berarti yang memanggil Hubby dengan Raizel hanya aku ya?"

Sibuk berpikir, tiba-tiba kedua tangannya dipegang dengan keras oleh dua orang pria berbadan besar. Ara sontak terkejut, ia ingin melarikan diri tapi ia kalah cepat.

"Lepaskan! Kalian gak tahu siapa aku, he?" teriak Ara sambil memberontak.

Resepsionis wanita yang berjaga tadi kemudian menghampiri Ara. "Aku tidak ingin tahu tuh siapa kamu dan aku juga tidak peduli!" ucap wanita itu dengan angkuh.

Keributan itu menyebabkan karyawan yang bekerja di sana penasaran. Banyak dari mereka yang keluar untuk sekedar melihat apa yang terjadi.

"Cepat bawa wanita tidak tahu malu ini pergi! Menjijikkan!" perintah wanita itu pada dua security yang masih memegangi tangan Ara.

Cuih …

Ara meludahi wanita yang ada di depannya itu tepat di wajahnya. "Itu baru menjijikkan!" ucap Ara dengan menyeringai.

"Kurang ajar!"

Resepsionis bernama Sinta itu melayangkan tangannya, berniat ingin menampar Ara. Tapi suara bariton dari seseorang menghentikannya.

"STOP!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hot Desire Mr. Thompson
9.4
James tidak menyangka jatuh hati pada pandangan pertama saat menikahi Elvira melalui perjodohan. Kecantikan Elvira dan momen malam pertama mereka di dalam limosin membuat James terobsesi. Namun, Elvira bahkan tidak menyadari kekayaan suaminya yang luar biasa. Bahtera rumah tangga mereka segera diuji oleh berbagai rintangan besar, terutama saat mantan kekasih James muncul kembali. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi gangguan orang ketiga?
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah arsitek brilian dengan Adrian Wijaya hancur seketika saat kecelakaan menghapus ingatan sang taipan. Adrian berubah menjadi monster kejam di bawah kendali Helena yang licik. Ia membunuh adikku, melumpuhkan kakiku, hingga merampas pita suaraku untuk diberikan pada Helena. Pengkhianatan ini mengubah cinta menjadi dendam membara. Aku memalsukan kematian dan siap menghancurkan kerajaannya. Saatnya sang monster membayar segalanya.
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
Jerald Lucas dikenal sebagai CEO dingin yang sangat memuja istrinya, Clara Rernald. Namun, citra itu hancur saat Jerald terjebak skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun di hari ulang tahun pernikahan ketujuh mereka. Meski Jerald bersujud memohon ampun dan berjanji setia, hati Clara telah hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Usaha penebusan dosa Jerald sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel Lovers
8.9
Pertemuan tak terduga di kelab malam saat tahun baru menjadi awal kisah Ryan Bagaskara dan Kanaya Putri Soemardi. Meski Kanaya tak sengaja mengotori bajunya, Ryan justru jatuh hati pada pandangan pertama. Namun, hubungan mereka terhalang tembok besar karena ayah Kanaya berniat menjodohkan putrinya dengan Gilang Witjaksono. Situasi kian rumit sebab Gilang, anak pejabat negara itu, ternyata masih kerabat Ryan. Ryan kini harus berjuang demi cinta di tengah restu yang sulit didapat.
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Lily adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya yang terjebak dalam perjodohan strategis demi dominasi pasar global. Di balik intrik kekuasaan tersebut, ia menyadari bahwa pernikahan itu hanyalah alat bisnis semata. Namun, situasi menjadi rumit saat hatinya justru jatuh cinta pada asisten pribadinya sendiri. Meski cerdas, pria itu hidup dalam kemiskinan, menciptakan konflik batin antara tanggung jawab warisan dan perasaan tulus yang ia miliki.
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
8.4
Fernanda sering diremehkan sebagai gadis desa yang kasar setelah kembali ke keluarganya. Namun, ia hanya menanggapi ejekan itu dengan santai. Situasi memanas saat Cristian, pria yang rasional, dikabarkan hilang akal karena mencintainya. Fernanda tidak tinggal diam saat kekasihnya difitnah. Perlahan, identitas aslinya sebagai desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses terungkap. Ternyata, selama ini dialah yang membodohi mereka semua.