APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai

Istri Mandul, Tak Pernah dicintai

Tiga tahun Alina bersabar menghadapi dinginnya sikap Rayhan dan hinaan keluarga yang melabelinya mandul. Meski merindukan kehadiran buah hati, harapan itu pupus karena sang suami tak pernah menginginkannya. Kini, Alina berada di titik jenuh setelah menyadari bahwa pernikahan mereka kosong tanpa rasa cinta. Di tengah kepedihan dan sikap abai Rayhan, ia mulai meragukan masa depannya. Haruskah Alina terus bertahan dalam ikatan yang hanya menyisakan luka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Alina memandang pantulan dirinya di cermin, mencoba mencerna wajah yang ia lihat. Wajah yang dulu penuh dengan harapan, kini tampak pudar, suram. Rambut panjangnya yang tergerai rapi, mata yang biasanya berbinar kini tampak lelah. Di balik matanya, ada serangkaian pertanyaan yang tak terjawab, kebingungan yang tumbuh seiring berjalannya waktu.

Tiga tahun.

Tiga tahun sejak ia terikat janji suci dengan Rayhan, suaminya. Namun, meski waktu yang sudah cukup lama, hati Alina tetap merasa seperti pernikahan mereka baru dimulai kemarin. Ada jarak yang semakin melebar antara mereka, seolah setiap detik yang berlalu menambah kepahitan yang tak kunjung reda.

"Alina, kamu sudah makan?" suara Rayhan tiba-tiba terdengar dari ruang tamu.

Alina menundukkan kepala, menghela napas pelan, lalu berjalan ke arah ruang makan. Ia tak merasa lapar, tapi seperti biasa, ia tak pernah menolak pertanyaan Rayhan. Tentu saja, suaminya itu tak akan peduli kalau ia tidak makan, tetapi ia tahu betul, kebiasaan ini sudah mendarah daging dalam dirinya. Menjawab pertanyaan, melakukan apa yang diharapkan meski perasaan di dalamnya begitu hampa.

Saat Alina tiba di ruang makan, Rayhan sedang duduk di meja makan, menatap ponselnya, tak memberi perhatian lebih. Ia tahu betul, setelah sekian lama, suasana ini sudah menjadi hal yang biasa. Tidak ada perhatian, tidak ada kehangatan, hanya kebisuan yang mengisi ruang mereka.

Alina duduk di seberang Rayhan, mencoba untuk tidak menatapnya terlalu lama. Ia merasakan ketegangan yang tak terucapkan di antara mereka. Ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang tak bisa ia sentuh, namun ia tahu pasti bahwa itu ada. Cinta.

Rayhan masih sibuk dengan ponselnya, sesekali mengangkat wajah, tapi hanya untuk melontarkan kalimat singkat, "Makanlah, kalau lapar."

Sebuah kalimat tanpa emosi, tanpa kedalaman. Alina hanya mengangguk, mengambil piring yang sudah disiapkan. Begitu sederhana, begitu kosong.

Pernikahan yang seharusnya penuh dengan cinta dan perhatian, justru berubah menjadi rutinitas yang tak lagi bermakna. Alina ingin berbicara, ingin bertanya mengapa semuanya terasa seperti ini, tapi ia tahu itu sia-sia. Rayhan tak akan peduli.

Hati Alina mulai terasa berat. Sikap dingin Rayhan, ketidakhadirannya dalam hubungan mereka, sudah terlalu lama ia telan. Ia pernah berharap suatu hari nanti semuanya akan berubah, tapi harapan itu mulai pudar.

Ia teringat obrolan di meja makan beberapa hari yang lalu, saat kakak iparnya, Eliza, tanpa malu-malu berkata, "Kamu tahu, kan, kalau umurmu sudah segini, tapi masih belum hamil? Mungkin memang kamu mandul."

Kalimat itu menggores hatinya, meski ia mencoba untuk tidak menunjukkan perasaan. Namun, di dalam hati, ia bertanya-tanya, apakah Rayhan benar-benar menginginkan anak darinya? Ataukah itu hanya harapan kosong dari seorang istri yang ingin merasa dihargai?

Di sisi lain, ia sadar bahwa pernikahannya dengan Rayhan tak pernah seperti yang ia impikan. Bukan karena perbedaan mereka, tapi karena Rayhan tak pernah menunjukkan tanda-tanda cinta yang tulus.

"Rayhan," suara Alina terdengar pelan, hampir tenggelam oleh kebisuan yang menyelimuti ruangan.

Rayhan mengangkat wajahnya dan menatap Alina dengan ekspresi datar, tanpa emosi. "Apa?"

Alina menggigit bibirnya, merasakan kecemasannya yang mulai memuncak. "Kenapa kita seperti ini? Kenapa pernikahan kita hanya seperti rutinitas kosong tanpa cinta?"

Rayhan menatapnya sejenak, lalu kembali menunduk, menatap ponselnya. Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang semakin menekan.

"Kenapa kamu tidak pernah berbicara padaku, Rayhan?" Alina melanjutkan, suaranya mulai bergetar. "Kenapa kita tak pernah saling peduli lagi?"

Rayhan tidak segera menjawab. Wajahnya tetap datar, seperti biasa. Namun, Alina bisa melihat mata Rayhan yang mulai memunculkan kelelahan. Apakah itu kelelahan karena hidup bersama dirinya? Ataukah kelelahan dari segala kebohongan yang tersembunyi dalam hubungan mereka?

Akhirnya, setelah beberapa saat, Rayhan meletakkan ponselnya dan mengalihkan pandangannya ke arah Alina. "Aku tidak tahu, Alina. Mungkin kita memang tidak dibuat untuk bersama," katanya, suaranya dingin dan tanpa rasa.

Kata-kata itu seperti luka yang semakin dalam. Alina menundukkan kepalanya, menahan air mata yang hampir tumpah. Apa yang harus ia lakukan? Bertahan dalam pernikahan yang tanpa cinta, atau memilih untuk melepaskan?

Namun, sebelum ia bisa meresapi kata-kata itu lebih dalam, pintu rumah mereka terbuka. Seorang wanita muda memasuki ruang makan, tersenyum penuh percaya diri.

Alina mengenalnya dengan baik. Sita, teman dekat Rayhan. Keberadaannya membuat Alina merasa semakin terasing, semakin tak berarti.

Sita menyapa dengan suara manja, "Rayhan, aku membawa makan siang untukmu. Tadi ada beberapa laporan yang ingin aku bicarakan."

Rayhan hanya mengangguk, lalu berdiri, meninggalkan Alina yang kini duduk sendiri di meja makan.

Air mata Alina jatuh, tak dapat ia tahan lagi. Sita, yang begitu dekat dengan Rayhan, seperti sebuah pengingat nyata bahwa pernikahannya memang sudah lama mati.

Ia duduk terdiam, memandangi makanan di depannya yang kini terasa hambar.

Apakah ia masih bisa bertahan dalam pernikahan yang sudah tak memiliki arti ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Dian telah mengabdi sebagai asisten di keluarga Firdaus sejak remaja. Namun, ketenangannya terusik saat Niko, sang putra sulung, pulang untuk memimpin bisnis keluarga. Meski sudah beristri, Niko justru terobsesi mengejar Dian dan menjadikannya tawanan asmara yang tersembunyi. Tinggal satu atap membuat tekanan Niko semakin menggila hingga Dian sulit menghindar. Di tengah jeratan obsesi sang majikan, mampukah Dian melepaskan diri dari kungkungan pria itu?
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Rehan Hadinata adalah CEO sukses sekaligus duda dengan satu anak yang merindukan kasih sayang wanita. Meski banyak yang mengejarnya, tak ada satu pun yang berhasil memikat hatinya. Suatu hari, ia mencoba aplikasi kencan daring dan tertarik pada sosok bernama Nesya Cintia Ayu. Rehan pun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan dan memulai perkenalan. Akankah interaksi mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih serius dan penuh komitmen di masa depan?
Sampul Novel KIBAS DASTER BUNDA
8.0
Dona, ibu tiga anak yang telah menikah selama 17 tahun, sering disepelekan karena penampilannya yang hanya berdaster dan dianggap kuno oleh putri sulungnya, Sakura. Di tengah tekanan ekonomi akibat krisis di kantor suaminya dan tuntutan keluarga yang tinggi, Dona harus berjuang sabar. Namun, rasa jenuh sang anak memicu tekad Dona untuk bertransformasi. Ia memutuskan mengungkap rahasia masa lalunya demi membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi sosok luar biasa bagi keluarga.
Sampul Novel Menikah Dengan Keponakan
9.0
Akibat satu kesalahan fatal, Aeris dan Leon terjebak dalam pernikahan tanpa landasan cinta. Perbedaan usia serta kepribadian yang kontras memicu konflik terus-menerus di antara mereka. Sanggupkah Leon yang berhati dingin menghadapi tingkah abnormal Aeris setiap hari? Tantangan semakin berat saat cinta pertama Leon muncul kembali di hidupnya. Akankah ia tetap setia menjaga komitmen rumah tangga ini atau justru memilih berpaling demi masa lalunya?
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku
8.4
Ela, karyawan swasta, menikmati liburan 12 hari di Luzern dan bertemu Ali, pengusaha properti asal Libanon. Kedekatan mereka memicu skandal saat paparazzi menuduh Ela sebagai orang ketiga dalam hubungan Ali dengan artis Nihan. Di luar dugaan, Ali justru mengakui Ela sebagai kekasihnya saat konferensi pers. Meski Ela ragu karena perbedaan negara, Ali membuktikan keseriusannya dengan menyusul ke Jakarta demi memperjuangkan cinta mereka berdua.
Sampul Novel Om, I Love You!!
7.9
Brisya, gadis yatim piatu dari Panti Asuhan, terjebak dalam dilema asmara antara dua pria. Haris adalah pria dewasa pengidap omrophobia yang kembali dari Mesir setelah lima belas tahun lamanya. Sosoknya yang matang membuat Brisya jatuh hati meski terpaut usia jauh. Di sisi lain, ada Aji, sahabat masa sekolah yang sangat setia dan rela melakukan apa pun demi kebahagiaannya. Siapakah yang akan dipilih Brisya dalam persimpangan cinta segitiga yang rumit ini?