APKDock Logo
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

9.5 / 10.0
Lima tahun dipoligami, Elsa berpura-pura tegar demi biaya sekolah adik-adiknya. Di mata Delon dan madunya, Ika, Elsa adalah sosok ikhlas yang sempurna. Namun, di balik senyum itu, ia memendam luka akibat kemandulan dan rasa sakit melihat kebahagiaan suaminya dengan wanita lain. Lebih tragis lagi, Elsa menyembunyikan kanker mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya. Ia bagai jendela kaca yang tampak utuh namun rapuh, menunggu waktu hingga segalanya pecah berkeping-keping.

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca Bab 1

Pagi di rumah bergaya modern Korean itu selalu bermandikan cahaya, tetapi bagi Elsa, cahaya itu tak pernah terasa menghangatkan. Rumah ini adalah milik Ika, rumah yang Mas Delon belikan untuk cinta pertamanya, tempat di mana panggilan 'Sayang' kini berlabuh. Elsa sendiri hanya menginap di sana malam ini, atas permintaan Ika yang sedang rewel karena morning sickness-sebuah kebaikan yang justru memaksa Elsa mengenakan topengnya lebih tebal.

Elsa berdiri di depan meja island marmer, memotong buah stroberi untuk dimasukkan ke dalam smoothie yang ia siapkan khusus untuk Ika, madunya yang sedang hamil muda. Jemarinya yang ramping bergerak cepat, efisien, terlatih sempurna. Sejak dipoligami lima tahun lalu, perannya bergeser dari istri yang dicintai menjadi manajer rumah tangga yang efisien, dan kini, asisten pengurus calon anak madunya.

​Ia mengenakan tunik dan hijab berwarna sage green, serasi dengan nuansa tenang di dapur. Namun, di balik lipatan hijab yang rapi itu, ada kepala yang pusing dan kening yang berkeringat dingin. Tadi malam, rasa sakit di perutnya kembali datang, lebih tajam dan memaksa.

​Ini bukan lagi maag biasa, batinnya, getir. Ia menekan perutnya sejenak, mengambil napas dalam-dalam.

​"Kak Elsa!"

​Suara Ika terdengar ceria, memecah kesunyian yang dibangun Elsa. Ika masuk ke dapur, mengenakan gamis longgar dan hijab berwarna dusty pink, memancarkan aura glow khas ibu hamil.

​"Kenapa, Sayang? Ada yang kamu butuhkan?" Elsa berbalik, dan topeng senyumnya langsung terpasang. Senyum yang mencapai matanya, namun tidak pernah benar-benar menjangkau hatinya.

​"Aku cuma mau bilang terima kasih. Susah sekali bangun pagi karena mual, tapi Kak Elsa sudah menyiapkan segalanya. Smoothie ini pasti enak," kata Ika tulus, mendekat dan memeluk pinggang Elsa sekilas.

​Elsa membalas pelukan itu dengan kaku. Di saat ia membalas kebaikan Ika, ia merasakan kehangatan di perut Ika-kehangatan yang menandakan adanya kehidupan yang sudah lama ia dambakan. Di saat yang sama, perutnya sendiri terasa dingin, hampa, dan sakit.

​"Sama-sama, Ika. Sudah tugasku. Sekarang kamu duduk di meja makan, aku siapkan bekalmu untuk di mobil. Hari ini kan kita mau dengar detak jantungnya," ujar Elsa, suaranya dipenuhi intonasi kebahagiaan yang dipaksakan.

Air mata keterpurukannya sudah menunggu di ambang, siap tumpah, tetapi Elsa menelannya, sekeras ia menelan ludah. Ia tidak boleh lemah.

Beberapa menit kemudian, mereka semua sudah siap untuk ke rumah sakit dan juga ada Ibu nya Delon yang datang yang tidak lain adalah mertua Elsa dan Ika. Delon sudah berdiri siap di samping mobul SUV mewah milik Delon.

Pria itu terlihat tampan dan berseri-seri dalam kemeja kasualnya.

​"Sudah siap, Sayang?" tanya Mas Delon pada Ika, tangannya langsung terulur memegang pinggang Ika. Panggilan 'Sayang' itu terdengar begitu alami, begitu milik Ika, membuat nama 'Elsa' yang dulu Delon sematkan panggilan itu seolah tak pernah ada.

​Mas Delon menoleh pada Elsa yang berdiri diam di samping ibu mertuanya. "Elsa, kamu sudah siap? Ayo kita berangkat." Hanya Elsa. Tidak ada intonasi kasih sayang. Hanya sapaan biasa.

​Elsa mengangguk, "Siap, Mas."

​Mereka langsung masuk kedalam mobil dan duduk di mobil: Delon menyetir, Ika di sebelahnya. Elsa duduk di belakang, diapit oleh Ibu Delon, Mertua yang selalu memperlakukannya dengan sangat baik.

Mobil jalan meniggalkan rumah mewah yang di tempati oleh Delon dan Ika, Delon bilang rumah ini hasil tangan dingin Ika yang mendekor

​Sepanjang perjalanan, Mas Delon dan Ika membahas nama bayi, nursery room, dan masa depan. Delon tertawa lepas, tawa yang tidak pernah Elsa dengar sebahagia ini selama lima tahun terakhir.

​Elsa menelan ludah dengan kasar. Ia memandang pantulan wajah Delon dari kaca spion, wajah yang kelihatan senang dan bahagia akan mendapatkan momongan momongan yang diberikan oleh wanita lain. Hatinya tersayat. Luka ini jauh lebih perih daripada nyeri Kankernya tadi pagi.

Ibu Delon merasakan ketegangan itu, meskipun ia salah menafsirkannya. Ia mengusap tangan Elsa.

​"Elsa-ku sayang, kamu adalah menantu terbaik. Ibu tahu, kamu sudah mengorbankan banyak hal, termasuk perasaanmu," ujar Ibu Delon tulus. "Ibu memanggilmu ke rumah Ika ini juga karena Ika benar-benar butuh dukungan. Dan kamu begitu tulus membantunya."

​Elsa tersenyum. "Elsa sayang Ika, Bu. Dan Elsa selalu berdoa untuk Mas Delon."

​"Itu dia. Karena kamu sangat berlapang dada, Ibu ingin kamu benar-benar nyaman, Nak. Ibu sudah bicarakan ini dengan Mas Delon.

Karena Ika sedang hamil muda dan butuh perhatian penuh dari Mas Delon, Ibu rasa, kamu harus mengalah dulu."

​Lagi-lagi kata mengalah.

​"Kamu bisa kembali fokus ke rumahmu yang di Cibubur. Atau kalau kamu bosan, kamu bisa tinggal di rumah Ibu. Dengan kamu tidak sering berada di rumah Delon dan Ika. Delon bisa fokus 100% pada Ika dan calon cucu Ibu tanpa merasa terbagi. Kamu kan sudah terbiasa mandiri, Elsa."

Elsa menegang ucapan ibu mertuanya bener-bener seperti ingin memulangkan Elsa ke keluarga nya 

Ini adalah puncak penderitaan yang disamarkan sebagai kebaikan. Ibu Delon menyarankannya pindah, bukan karena benci, melainkan karena yakin Elsa tidak diperlukan lagi dalam inti kebahagiaan rumah tangga ini. Saran tulus ini seolah memberitahu Elsa bahwa ia adalah penghalang.

​Elsa merasakan tenggorokannya tercekat, air mata keterpurukan itu sudah berada di batasnya, mendesak ingin keluar. Namun, ia tak boleh membiarkannya.

​Elsa memegang tangan Ibu Delon. Ia menoleh ke depan, ke arah Mas Delon, yang sedang menatap cemas di spion.

​Elsa: "Terima kasih banyak, Bu. Saran Ibu sangat bijaksana dan tulus, Elsa tahu." Ia berhenti sejenak, mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa. "Tapi... Elsa rasa, untuk sekarang, Elsa bisa tetap tinggal di rumah Elsa yang di berikan oleh mas Delon saja, Elsa bisa tinggal di sana sendiri kok Bu."

Delon terlihat terkejut dan lega secara bersamaan.

​Delon: "Kamu serius, Elsa? Kamu yakin kamu tidak apa-apa? Kamu tidak akan kesepian kalau aku fokus ke Ika?"

​Air mata keterpurukan Elsa mengkristal di sudut matanya, air mata yang harus ia tahan karena Delon dan Ika menatapnya. Ia tidak boleh goyah.

​Elsa: "Sungguh, Mas. Elsa baik-baik saja. Justru, kalau Elsa kembali ke rumah di Cibubur, nanti kalau ada apa-apa di sini, Elsa harus bolak-balik. Lebih baik Elsa di sini. Mas Delon tidak perlu khawatirkan Elsa. Fokus saja pada Ika dan bayinya. Ini adalah momen terpenting kalian, Mas. Elsa sudah terbiasa."

​Elsa memberikan senyum palsu paling menawan dan ikhlas yang ia miliki, senyum yang disempurnakan oleh keputusasaan dan pengorbanannya. Senyum yang membuat Ibu Delon terharu dan Mas Delon merasa sangat tenang.

​Aku adalah Istri Pertama yang menjaga benteng pertahanan terakhir. Aku harus tetap di sini. Jika aku pergi, adik-adikku kehilangan penopang, dan aku akan mati sendirian.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Samuel Adinata dikenal sebagai CEO Royal Adinata sekaligus sosok suami dan ayah idaman bagi Elena dan Eliott. Namun, di balik citra sempurna itu, tersimpan misteri besar mengenai ketulusan sikapnya. Samuel ternyata menyimpan rahasia gelap yang perlahan mulai terkuak. Bukan sekadar pengkhianatan biasa, Elena akhirnya menyadari bahwa pernikahan mereka hanyalah taktik licik. Ia murka saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan tersembunyi sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan