APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder

Istri Polos sang Milyarder

Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Perempuan itu tidak mempedulikan permohonan dari gadis tersebut, Kartika terus berusaha menarik Cantika untuk mendekat kepadanya.

  Karena tubuh gadis itu kecil tentu saja dia kalah dengan tenaga perempuan tersebut, sehingga memilih pasrah apa pun yang akan dilakukan oleh Kartika kepadanya.

  Cantika memejamkan mata dengan jantung yang berdebar kencang, perasaannya menjadi tidak menentu membayangkan apa yang akan perempuan tersebut lakukan.

  Kening perempuan itu mengerut menatap gadis yang berada di depannya, sehingga membuat ia menyentak tangan Cantika dengan kasar.

  "Sudah selesai, cepat kau keluar sekarang kerjakan semua pekerjaanmu! Aku tidak ingin kalau ada sedikit pun debu yang menempel di rumahku ini, camkan itu!" gertak Kartika dengan wajah merah padam.

  Gadis itu berjalan keluar dengan tertatih-tatih, terlihat sulit sekali melangkahkan kakinya. Membuat Kartika menjadi mencebik, lantaran cemburu.

  "Bilangnya tidak suka, tapi setiap tubuhnya penuh dengan tanda merah!" gerutu Kartika dengan bibir terus cemberut.

  Sekarang Cantika sangat kesulitan sekali untuk berjalan turun dari tangga. Setiap beberapa anak tangga, ia memilih berhenti sejenak.

  "Sakit sekali!" ringis Cantika dengan tangan memegang pangkal pahanya.

  Namun, tetap saja memilih melangkahkan kaki. Karena sadar diri akan siapa dirinya, seseorang yang dibeli dengan harga mahal.

  Andika ingin menaiki tangga menjadi terhenti, tatkala mata elangnya menangkap seorang gadis meringis di salah satu anak tangga.

  Lantas lelaki itu segera naik ke tangga, tampak beberapa kerutan di dahi mengingat-ingat tentang siapa gadis tersebut.

  "Siapa kau? Baru pertama kali aku melihatmu di sini," tanya Andika kebingungan.

  Hati gadis itu terasa sangat perih, bak tertusuk sebuah pisau yang amat tajam mendengar suaminya sendiri tidak mengenalinya.

  "Sa-saya adalah pelayan baru," ucap Cantika dengan menggigit bibir bawahnya.

  "Kenapa dengan kakimu itu? Kalau kau sakit, jangan bekerja. Nanti malah akan mengganggu pelayan lain!" tegur Andika dengan wajah dinginnya.

  Cantika menundukkan kepala, tidak berani menatap sang suami. "Saya berusaha tidak akan merepotkan pelayan atau Anda, Tuan," ucapnya dengan terbata-bata.

  Andika menelisik penampilan Cantika sekarang, matanya tampak awas. "Kalau kau berkata seperti itu, aku tak bisa memaksamu. Lagi pula kau sendiri yang akan kesakitan kalau terus memaksa diri." Lelaki itu segera naik ke atas tangga tanpa memandang ke arah belakang lagi.

  Satu tetes bulir bening jatuh dari kedua sudut mata Cantika, ia menatap nanar kepada suaminya tersebut. "Padahal kita sudah melewati malam bersama, tapi kau malah tidak mengenali istrimu ini." Gadis itu meremas ujung roknya dengan kuat.

  Merasa tidak ada gunanya menangisi lelaki yang adalah suaminya tersebut, memilih untuk segera turun ke bawah. Mulut mungil itu, terus meringis kesakitan lantaran Andika melakukan malam pertama mereka dengan kasar. Tak memikirkan bagaimana perasaan gadis itu sama sekali.

  Cantika sekarang mengelap vas besar yang menjadi hiasan di setiap sudut rumah megah tersebut. Tangannya gemetar dengan bibir yang sudah semakin pucat, lantaran tidak kuat untuk terus memaksakan diri.

  Saat Cantika melangkahkan kaki, merasa bumi sedang berputar sehingga kesulitan untuk berpijak. Tangan mungil itu pun menggapai apa pun yang bisa digapai untuk menahan tubuh supaya tidak jatuh.

  Kartika melihat itu membuatnya semakin kesal, lantas mendekati Cantika. "Hei, pelayan baru!" panggilnya.

  Dengan sisa-sisa tenaga Cantika menoleh, menatap istri pertama dari suaminya. "Ada apa?" tanyanya dengan lirih.

  "Cepat buatkan lima gelas kopi hitam dan antarkan ke ruang tamu. Ingat, jangan melakukan kesalahan, karena yang datang adalah tamu penting!" ancam Kartika dengan menunjuk wajah Cantika penuh amarah.

  "B-baik," jawab Cantika segera berlalu pergi.

  Kartika mendengus kesal menatap Cantika, perasaan cemburu dirasakan setiap kali menatap gadis tersebut membuatnya tak bisa mengendalikan diri untuk tidak mengganggu istri muda sang suami.

  Dengan angkuh berjalan menuju ke arah depan, tanpa mempedulikan madu yang tertatih-tatih berjalan ke arah salah. Lantaran Cantika tidak tahu di mana letak dapur.

  Cantika merasa asing dengan rumah yang sekarang menjadi tempat tinggal ke depannya. Matanya terus melirik kesana-kemari, mencari keberadaan seseorang untuk ditanyai letak dapur ada di mana. Nihil, tak ada satu pun orang lewat di sana. Sehingga memilih untuk berjalan lurus ke depan.

  "Kenapa tidak ada satu pun orang yang terlihat di rumah sebesar ini? Jangan bilang hanya aku yang jadi pelayan di sini?" Cantika merasa frustasi tak menemukan dapur yang sedari tadi dicari.

  Rasa lelah, sekaligus haus dan sakit bercampur aduk. Ingin mengistirahatkan diri, dengan duduk sebentar tetapi khawatir kalau Kartika akan memarahinya.

  "Ayo berjalan sedikit lagi, pasti aku akan menemukan di mana dapurnya!" Cantika mengepalkan tangan di udara, menguatkan dirinya sendiri.

  Perlahan namun, pasti, ia menemukan dapur yang sejak tadi dicari. Mata gadis tersebut langsung berkaca-kaca, merasa sangat senang.

  Tangan pun membuka satu-persatu lemari yang berada di sana, mencari keberadaan gula dan kopi. Saat sudah dapat, dengan cepat langsung membuatkan lima gelas kopi hitam.

  Gadis tersebut segera menaruh semua gelas di atas nampan. "Sekarang aku harus mengantarkannya dengan cepat," ucap Cantika.

  Langkahnya kali ini dipercepat, walau di antara kedua paha terasa semakin sakit. Namun, tak mungkin berlama-lama mengantarkan minuman ini.

  Wajah Cantika terus mengerut lantaran menahan rasa sakit, tetapi dengan cepat mengubahnya kembali. Tidak ingin ada seseorang yang melihat dirinya.

  Saat ingin sampai di ruang tamu, ia mulai memelankan langkah. Di sana Cantika melihat suaminya dirangkul oleh seorang perempuan . Mereka terlihat sangat mesra sekali, sehingga membuat sedikit rasa cemburu di dalam hati.

  Karena rasa cemburu, tanpa sadar gelas menjadi ingin terjatuh, menimbulkan suara dentingan membuat semua orang menatap ke arahnya.

  Kartika tersenyum menyeringai, lalu semakin erat merangkul Andika. Mengatakan kalau lelaki itu adalah miliknya. "Seharusnya kau kemari, bukan malah cuma diam di sana!" panggilnya.

  "Maafkan saya." Cantika menundukkan kepala, menahan bulir bening yang ingin jatuh dari kedua sudut matanya.

  Langkah kakinya semakin cepat sambil beberapa kali menggigit bibir supaya tidak mengeluarkan suara kalau sedang kesakitan.

  Satu-persatu gelas ditaruh tempat di depan para tamu, sekarang tinggal Kartika dan Andika saja belum mendapatkan minuman mereka.

  Cantika merasa ragu untuk mendekat, tetapi perempuan itu memanggil supaya ia mempercepat pekerjaannya. Gadis tersebut memilih menundukkan kepala, menahan rasa sesak di dada, sehingga tak sadar kalau ada satu kaki mencegat langkahnya.

  Gadis tersebut menjadi tersandung, membuat gelas berisi kopi panas itu menjadi tumpah ke celana Andika. Membuat wajah Cantika menjadi menegang dengan keringat dingin membanjiri kening.

  Tanpa sadar tangan Cantika lekas meraih tisu yang berada di meja untuk membersihkan bekas tumpahan kopi itu. "Maafkan saya! Saya tidak sengaja melakukannya, Tuan!" ucapnya panik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Istri Bayaran Yang Menyembuhkan Penyakitnya
9.0
Valerian DeVere mengambil langkah nekat dengan mencari istri bayaran demi menutupi kelemahannya. Namun, kontrak ini membawa keajaiban medis saat wanita tersebut secara tak terduga mampu menyembuhkan penyakit kronisnya. Seiring waktu, kesepakatan bisnis ini berubah menjadi ikatan yang rumit dan penuh risiko. Valerian kini terjebak dalam dilema besar: apakah ia benar-benar telah pulih, atau justru terseret ke dalam sebuah konspirasi gelap yang mengancam nyawanya?
Sampul Novel Jebakan Cinta Sang Miliarder (Amata: Beloved).
7.9
Setelah tiga tahun, kepulangan Hwanhee ke rumah justru disambut paksaan nikah oleh ayahnya. Ia terjebak perjodohan dengan Ayda Hannah Elsworth demi ambisi keluarga besar mereka. Hannah yang keras kepala curiga bahwa rahasianya dimanfaatkan sebagai alat kendali, sehingga ia bertekad melawan status menantu boneka. Meski Hwanhee kewalahan menghadapi sifat Hannah yang rumit dan liar, kemandirian wanita itu mulai memicu dinamika benci tapi cinta yang sangat tak terduga.
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.