APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Terlupakan Mr Casanova

Istri Terlupakan Mr Casanova

Nasib malang menimpa Naladhira. Sesaat setelah keluar dari klinik kandungan, ia mendengar kabar bahwa suaminya, Theodore, mengalami kecelakaan hebat. Kondisi semakin pelik saat Nala harus menjaga janinnya yang bermasalah, sementara sang suami justru menderita amnesia dan melupakan eksistensinya. Kini Nala hidup bagai orang asing yang diabaikan tanpa kasih sayang. Meski duka dan air mata terus menghantam pernikahannya, Nala tetap berjuang sendirian demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Aku ini istri kamu Theo. Bukan orang lain.” Ucap Nala penuh penekanan. Kedua mata berkedip perlahan seraya menggelengkan kepala. Tampaknya roda kehidupan sedang berada di bawah, tidak memihak kepadanya.

Theodore Rylee Bradley secara terang-terangan menolak statusnya sebagai suami dari Nala. “Ck, keras kepala. Perempuan kampung dengar baik-baik, aku belum menikah!”

“Kalaupun mencari istri pasti seorang artis atau model, memalukan memilih mu!” terangnya tidak menginginkan kehadiran Nala.

Tidak jera, dengan gerakan cepat Nala memperlihatkan benda melingkar di tangannya, lalu berkata, “Jangan lupakan aku Theo. Anak kita membutuhkan ayahnya.” Suara Nala terdengar parau, bibirnya pun bergetar.

Namun sikap Theo sangat keras kepala, enggan disentuh dan mendengar suara sang istri, “Berisik! Anak? Anak kita? Kamu benar-benar pandai bermain peran.”

Pria itu memerhatikan perut menyembul Nala, kemudian tersenyum sinis. Seingatnya hal seperti ini bukan kali pertama, sudah ada beberapa orang wanita mengaku hamil anaknya tapi setelah dilakukan tes, semua terbukti berbohong. Apalagi mengakui anak dalam kandungan Nala, wanita yang sama sekali tidak diingatnya.

Theo memang pria tampan berjuta pesona, seringkali para wanita datang silih berganti menawarkan pertemanan luar biasa. Statusnya sebagai Presiden Direktur RB Group Hotel semakin menambah daya pikat. Menyihir mereka yang mudah terbuai akan harta dan kekuasaan. Pastinya dimanfaatkan sebaik mungkin, karena ia adalah pria normal.

Theodore turun dari ranjang, mengabaikan rasa sakit pada kaki dan tangan. Menyudutkan Nala hingga wanita itu berjalan mundur membentur dinding. Bola mata hazel miliknya memberi tatapan intimidasi.

“Bisa saja itu anak pria lain. Lalu kamu datang dan mengambil kesempatan karena aku hilang ingatan. Cukup hebat.” Bibirnya lancar mengucapkan bahwa mungkin saja anak itu bukan miliknya tetapi orang lain.

“Hey asal kamu tahu, seorang petualang cinta tidak mungkin memiliki istri memalukan seperti ini. Lihat penampilan kamu! Bila perlu aku belikan cermin yang besar.” Kedua alis Theo terangkat, salah satu sudut bibirnya berkedut tipis, merendahkan wanita yang berani mengaku hamil anaknya.

Bibir pria ini mendekat, lalu membisikkan sesuatu, “Aku selalu bermain aman dan rapi. Kalau mau berbohong, kamu salah memilih sasaran.”

Tangan Theodore merapikan anak rambut Nala yang lengket karena keringat, kemudian melirik tangannya yang basah dan menyeka ke piyama pasien sang istri.

“Ah ya lupa. Aku tidak suka wanita berkeringat sepertimu.” Hendak membelai pipi Nala, namun itu semua hanya tipuan. Theo segera menarik tangan dan tubuhnya, menjauh dari Nala.

Nala mengatupkan mulut dan giginya, buku-buku jemari mengepal kuat di samping tubuhnya hingga menusuk telapak tangan. Manik hitam pekatnya menatap perih wajah sang suami. Perasaanya tersayat sembilu, mendengar penolakan suaminya.

Tidak tahukah Theodore, saat ini Nala dihantam kerasnya kenyataan pahit? Sudah jatuh tertimpa tangga, situasi yang paling tepat menggambarkan keadaannya.

Pertemuan yang seharusnya menimbulkan suka sebab bisa menyalurkan kegundahan, malah berakhir mengharu biru.

Kristal bening menggenang dipelupuk mata. Bibirnya tidak sanggup mengucapkan apapun, selain menerima segala penolakan dari sang suami.

Tetapi ia tidak menyerah karena mengetahui bahwa Theo sedang sakit bukan disengaja. “Aku yakin bisa mengembalikan keadaan.” Lirihnya dalam hati. Kemudian menggukir senyum tipis menanggapi wajah suami yang tampak menyebalkan.

Mendadak pintu terbuka, dua tenaga medis datang menjemput Theodore untuk melakukan pemeriksaan lengkap. Mulai dari tes darah, kognitif, MRI, sampai electroencephalogram.

Tim dokter dan keluarga meminta Nala untuk sabar menghadapi sikap arogan dan kekanakan Theodore, karena dia masih merasa seorang bujangan.

“Mrs. Bradley harap menyikapi dengan kepala dingin. Tuan Muda Bradley sekarang belum bisa menerima semua informasi terkait masa lalu.” Terang dokter.

“Kami akan melakukan terapi kognitif terhadap pasien, tetapi tidak bisa menjamin seluruh ingatan kembali secara utuh. Memerlukan waktu tidak sebentar, dukungan dari keluarga terdekat sangatlah membantu.”  Tukas dokter seraya melirik wajah frustasi Nala.

“Mommy yakin Nala, Theo pasti mengingat kamu. Kita harus sabar dan hati-hati dalam mengambil langkah.” Ibu mertua Nala berusaha menenangkan.

Nala hanya mengangguk pasrah setelah beberapa hasil tes pemeriksaan membenarkan kondisi Theo mengalami hilang ingatan. Masa pemulihannya pun beragam tergantung dari kesiapan dan kondisi pasien.

“Bantu Mama sayang, kita harus bisa membuat Papa ingat lagi.” Kata hati Nala mengajak anak-anaknya turut serta.

Dua tendangan kecil diterima, seakan kedua janin itu kompak bersama ibunya. Melakukan misi penting agar mendapat pengakuan serta kasih sayang dari ayahnya.

“Anak-anak pintar.” Ucap Nala, menundukkan wajah, mengelus perut yang tampak menonjol pada bagian samping.

**

Malam harinya Nala kembali menemui Theo, membawa beberapa foto pernikahan. Dengan langkah percaya diri, dan senyum mengembang. Tidak lupa merias tipis wajah agar tidak pucat.

“Sekarang, dia tidak bisa mengelak lagi. Bukti secara tertulis ada. Nama kami pun tercatat di Negara sebagai sepasang suami istri.” Kata Nala, lalu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

Dokter menyatakan, untuk memulihkan ingatan Theo memerlukan usaha ekstra dan perlahan. Tidak boleh memaksa karena bisa menimbulkan dampak berbahaya.

Tangannya yang sudah mengepal di udara, siap mengetuk pintu, mendadak terdiam, mengurungkan niatnya. Perasaan Nala tidak karuan, antara takut dan sedih menyeruak ke dalam rongga dada. Ia mengelus perut, menenangkan janin yang bergerak-gerak.

“Mungkin aku buka sedikit dulu.” Gumamnya, diikuti kepala mengangguk.

Pelan-pelan tanpa menimbulkan suara, Nala memegang knop pintu, menggesernya hingga terdapat celah selebar tiga jari tangan.

Seketika tubuhnya mematung, mata melebar, tanganya menutup rapat mulut agar tidak berteriak. Sayangnya, bukan penyambutan dari sang suami, melainkan pemandangan menyayat hati.

Pria itu –Theo, tengah mencumbu seorang wanita yang sangat dikenali –Bianca Williams, gadis berambut coklat kemerahan yang pernah merusak hari pernikahannya.

Bila dihubungkan dengan penjelasan dokter mengenai amnesia yang diderita suaminya. Tentu saja Theo hanya mengingat Bianca, wanita yang berhasil mendapatkan hatinya selama bertahun-tahun. Bukan Naladhira, istrinya yang dipersunting satu tahun lalu melalui perjodohan.

Sore tadi Theodore yang kesepian, menerima tamu. Tanpa diduga seseorang yang mengisi hati bertahun silam kembali muncul, Bianca. Berita terkait kecelakaan itu tersebar di seluruh media. Memudahkan Bianca mencari keberadaan mantan kekasihnya.

Raga yang semula berdiri tegak itu, kini luruh ke atas lantai, menyandar pada dinginnya dinding. Nala berharap semua ini adalah mimpi buruk. Ia ingin segera terbangun secepatnya.

“Ini hanya mimpi buruk Nala, ini tidak nyata, tidak … pria di dalam itu bukan Theodore yang sebenarnya.” Ucapnya begitu pelan sembari gemetaran. Ia pun mengigit kuku-kuku jemari, menarik napas, lalu membuangnya perlahan.

“Aku mohon, ini tidak lama. Semoga salah lihat. Lindungi suamiku.” Nala melambungkan doa setinggi langit.

Dapat dibayangkan setengah nyawanya, miliknya, suaminya lebih menerima kehadiran wanita lain dibanding dirinya sendiri yang sudah jelas-jelas berstatus sebagai istri. Betapa hancurnya perasaan Nala.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan
9.7
Permainan Truth or Dare mengubah hidup Syila saat ia memilih tantangan berani. Ia diwajibkan mencium pria pertama yang ditemuinya di depan toilet. Takdir mempertemukannya dengan Jaguar Adytama, aktor tampan yang kerap terjerat skandal bersama banyak wanita. Pertemuan tak terduga itu membuat Jake menjadi pria pertama dalam hidup Syila. Kini, Syila harus menghadapi konsekuensi setelah berurusan dengan sang playboy yang penuh gairah dan obsesi.
Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan
8.9
Dewi menemukan bukti perselingkuhan suaminya melalui tumpukan bon belanja barang wanita dan tiket bioskop yang mencurigakan. Meski ia berusaha berbicara dengan suara lirih, amarah besar terlihat jelas saat ia mengonfrontasi pengkhianatan yang terulang kembali. Dewi menegaskan bahwa batas kesabarannya telah habis; ia tidak akan memberi kesempatan kedua setelah peringatannya diabaikan. Hubungan pernikahan mereka kini berada di ambang kehancuran total.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.
Sampul Novel Janji
9.6
Sebuah komitmen yang pernah terucap di masa lalu ternyata tidak memudar dimakan waktu. Di tengah kehidupan modern saat ini, kata-kata tersebut kembali muncul dan membayangi realitas yang ada. Rahasia besar mulai terkuak saat janji lama itu menuntut pembuktian, menjalin kembali benang merah yang sempat terputus. Di balik romansa yang bersemi, tersimpan misteri mendalam yang memaksa setiap orang menghadapi konsekuensi dari sumpah yang pernah mereka buat.
Sampul Novel MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
9.6
Sean Palmer hanyalah putra pelayan di kediaman keluarga Hernandez yang sangat kaya. Ia memendam cinta pada sang putri majikan, Xavia Price, meski sadar perbedaan kasta menghalangi mereka. Saat pernikahan Xavia terancam hancur karena mempelai pria kabur, Tuan Hernandez justru meminta Sean menggantikannya demi menjaga nama baik. Mampukah pemuda miskin ini menjalani hidup sebagai menantu konglomerat? Simak kisah drama romansa karya Dewa Amour ini.