APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri yang terbuang

Istri yang terbuang

Natasha terpaksa pergi setelah diusir oleh Aiden, suami yang sangat ia puja, di depan seluruh keluarga besar hanya karena masalah sepele. Ironisnya, tak ada satu pun anggota keluarga yang mencari atau mempedulikannya. Saat Natasha mencoba menghubungi mereka, panggilannya pun diabaikan. Di bawah guyuran hujan deras, ia jatuh pingsan sambil meratapi kehancuran pernikahannya. Akankah Natasha sanggup memaafkan Aiden setelah pengkhianatan menyakitkan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

5 tahun kemudian.

Seorang wanita cantik sedang duduk di bangku taman sambil menyesap secangkir teh buatannya.

Wanita itu adalah Natasha Campbell, istri dari Aiden Addison. Sekarang ini ia tinggal di keluarga Ackerley, pria yang telah menolongnya saat itu

Akan tetapi semuanya berubah, Natasha bukanlah wanita yang lemah, tapi ia menjadi sosok wanita yang kuat, penuh dengan perhitungan dan dendam yang selama ini disimpan dalam hatinya.

Natasha bertekad untuk membalas semua perlakuan buruk mertua dan suaminya, ia akan memberi pelajaran pada mereka, yang sudah membuat hidupnya hancur dan telah menginjak harga dirinya.

Berkat pertolongan Enrico, Natasha kini, memiliki beberapa bisnis, bersanding dengan perusahaan milik Aiden, sang suami.

Namun, Natasha tidak pernah menunjukan dirinya di depan publik, ia hanya bekerja di balik layar. Cukup dengan meminta asistennya mengirim laporan tiap harinya.

Seperti sekarang ini, Natasha sibuk membaca laporan yang masuk ke dalam surelnya. Membaca semua laporan dengan teliti, dan tak ada satupun yang terlewat.

Enrico yang baru saja datang, tersenyum melihat Natasha begitu sibuk dengan pekerjaannya.

"Hmm– apa aku mengganggumu?" Tanya Enrico mengagetkan Natasha.

"Hai Ric, kau sudah pulang, bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Natasha saat Enrico duduk di sebelahnya.

"Semua berjalan lancar, bagaimana denganmu? Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Sepertinya kau sibuk?."

"Hanya mengecek beberapa laporan yang masuk Ric, dan aku juga sudah selesai." jawab Natasha sambil tersenyum.

"Jangan memforsir tubuhmu Nat, ingat kesehatanmu." ujar Enrico, menasehati Natasha.

Natasha hanya bisa terkekeh saat mendengar keprotektifan Enrico. "Ckk.. Baiklah tuan Ackerley, kau menang kali ini." Ungkap Natasha sedikit merajuk pada Enrico.

Enrico hanya bisa tersenyum melihat Natasha sedikit merajuk padanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Nat.." Panggil Enrico lagi saat Natasha berdiri ingin meninggalkannya.

"Ya, kenapa?" Balas Natasha, bertanya.

"Sampai kapan kau akan menutup dirimu? sudah 5 tahun kau menutup jati dirimu, apa kau tidak ingin mempublikasikan dirimu? Sudah saatnya kau keluar Nat, biarkan semua orang tahu, siapa kau sebenarnya, tunjukan pada mereka, kalau kau bukanlah Natasha yang dulu." ungkap Enrico, ia ingin sekali melihat Natasha menunjukan jati dirinya di hadapan publik atau di hadapan orang-orang yang sudah mengusirnya 5 tahun yang lalu.

"Ric, bukannya aku tidak mau, tap–" Balasan Ucapan Natasha terpotong dengan jari telunjuk Enrico yang berada di bibirnya.

"Aku tahu perasaanmu? Aku tahu kau belum siap? Tapi percayalah aku akan selalu berada disisimu, menjagamu dengan segenap rasa cintaku, dan aku tidak peduli, kau belum siap untuk menerima pernyataan cintaku, tapi aku akan tetap menunggumu." Ungkap Enrico mengungkap rasa cintanya yang selama ini dipendamnya, dan ia pun mendorong Natasha untuk keluar dari tempat persembunyiannya selama ini.

Natasha hanya bisa terdiam, ia tidak bisa berkata apapun, hatinya begitu kacau, di tambah rasa trauma dalam dirinya masih membekas. Bukan dia tidak ingin mencintai.

Akan tetapi rasa cinta yang dimilikinya, begitu membeku sulit untuk dicairkan kembali.

"Tidak usah kau pikirkan, aku paham dengan keadaanmu, begitu sulit mengobati trauma. Tapi, aku akan selalu berada disini, disampingmu, dan selalu ada untukmu." Enrico membungkam bibir mungil milik Natasha dengan lembut, mencurahkan seluruh rasanya yang selama ini dipendam.

•••••

Mansion Addison.

Semenjak kepergian Natasha dari mansionnya, Aiden Addison menjadi sosok pria pendiam, tubuhnya pun terlihat lusuh tampak tak terus.

Sedangkan anak semata wayangnya diasuh oleh adiknya dan tinggal jauh dari dirinya. Mommy–nya benar-benar menjauhkan semua orang yang disayang.

Aiden sendiri tidak mengerti, kenapa sang mommy begitu tega memisahkannya dari orang-orang yang dicintainya. Setiap ia menanyakan alasan mommy–nya, sang mommy hanya mengatakan, "ingatlah Aiden, wanita itu ingin membunuh mommy, apa kau mau hidup bersama seorang pembunuh." kata-kata itulah yang Aiden ingat, kata-kata itulah yang membuatnya emosi, dan amarahnya kembali, kata-kata itulah yang selalu menampar hidup Aiden, walaupun dia tidak tahu kebenarannya.

"Hah.." Hembusan nafas kasar Aiden terdengar kasar.

Aiden sedang duduk di kursi kebesarannya, menatap seberkas kertas yang selama ini disimpannya. Kertas yang akan menjadi akhir pernikahannya. Tapi itu semua tidak pernah dilakukannya.

Karena selama 5 tahun ini, Natasha tidak pernah kembali. Saat Aiden mengusirnya, keberadaannya pun tidak pernah diketahuinya.

"Ck.. Hanya pria bodoh yang masih ingin bersamamu Nat, hanya pria bodoh yang masih menginginkanmu," Kata Aiden miris. Terkekeh saat membaca surat cerai yang belum sempat dia bubuhi tanda tangan kedua pihak.

Lagi-lagi Aiden menghembuskan napas panjangnya, kasar. Setelah membaca semua surat perceraiannya. Ia pun menutup lembaran kertas dan menyimpannya kembali ke tempat asalnya.

Sang Mommy pun datang menghampiri Aiden, yang sedang menaruh berkas surat perceraian, Agatha melihat berkas yang Aiden pegang tadi, dan menanyakan berkas itu.

"Aiden, berkas apa yang kau pegang?" tanya Agatha pada sang putra.

"Mom.."

"Apa yang kau sembunyikan dariku Aiden?" tanya Agatha kembali, menghampiri Aiden.

"Hanya laporan keuangan yang masuk bulan ini." jawab Aiden berbohong pada mommy–nya. dengan suara gugup.

"Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku, kan?" kata Agatha mencurigai putranya

"Tidak ada yang kusembunyikan darimu mom, tidak ada. Hanya beberapa berkas yang harus diperiksa, untuk proyekku selanjutnya." ujar Aiden tersenyum pada sang mommy.

"Baiklah, mommy mengerti. Hmm– Aiden, ada yang ingin mommy sampaikan padamu," kata Agatha.

"Tentang?" tanya Aiden pada sang mommy.

Agatha pun menceritakan maksud kedatangannya kemari, bertujuan meminta Aiden untuk menemani Amber ke tempat fashion show yang akan diadakan malam ini.

Namun Aiden menolak permintaan mommy–nya, ia tidak berminat untuk menemani Amber, walaupun sang mommy memaksanya.

"Apa kau tega, melihat Amber pergi sendiri?" tanya Agatha, masih berusaha membujuk Aiden.

"Mom, bukannya aku menolak. Tapi, Amber sudah besar, dia bisa diantar oleh orang lain. Dan aku masih banyak pekerjaan akhir-akhir ini mom." ucap Aiden menjelaskan bahwa ia benar-benar sibuk, tidak bisa menemani Amber.

"Pekerjaanmu bisa kau lanjutkan esok hari, dan mommy tidak terima penolakan mu, dan kau harus menjemput Amber jam 6 sore, karena Amber harus diwawancara malam ini." Agatha menolak tegas ke ingin Aiden, ia tetap pada pendiriannya meminta Aiden menemani Amber malam ini.

Aiden pun menghela nafasnya, jika sudah begini ia harus menuruti kemauan mommy–nya suka atau tidak suka. Tidak ada kata lain selain itu.

••••

Beberapa jam kemudian

Setelah kejadian Enrico mencium Natasha. Kini, Natasha di sibukan dengan gaun-gaun yang akan dipakainya malam ini.

Ya, Enrico mengajak Natasha untuk menghadiri fashion show malam ini, karena di dalam fashion itu Enrico bekerja sama dengan para desainer ternama di Amerika untuk proyek terbarunya.

Natasha sudah siap dengan menggunakan gaun yang diberikan Enrico, gaun berwarna hitam dengan motif tali spaghetti dengan bagian depan yang sedikit memperlihatkan kedua buah dadanya dan kulit putihnya yang begitu mulus menambah kesan seksi dari tubuh rampingnya.

Enrico yang sejak tadi melihat Natasha bercermin hanya bisa menatapnya begitu terpesona, terpesona dengan kecantikan alami Natasha. Sampai matanya pun tidak berkedip berpusat pada wajah cantik Natasha.

Hingga suara indah Natasha membangunkan Enrico dari alam sadarnya. "Ric, sejak kapan kau berada disana?" tanya Natasha melihat Enrico bersandar di kusen pintu walk-in-closet.

"Ah.. Iya, maaf aku tidak bermaksud untuk mengagetkanmu, aku disini sejak kau memutar-mutar tubuhmu, bagaimana apa kau sudah siap?" tanya Enrico..

"Seperti yang kau lihat Ric, aku sudah siap, ayo kita pergi. Aku tidak ingin mengecewakanmu malam ini." balas Natasha mengajak pergi Enrico.

Akan tetapi Enrico masih bergeming menatap Natasha begitu lekat, membuat Natasha kikuk, salah tingkah. Ditatap oleh Enrico begitu lekat.

Hingga Enrico melangkah maju, menghampiri Natasha. Sampai ia memperkikis jaraknya begitu dekat, dan menarik pinggang Natasha untuk merapat ke tubuhnya.

"Beautiful, kau sangat cantik malam ini Nat." kata Enrico tanpa memalingkan wajahnya dari wajah cantik Natasha.

"Rik.." panggil Natasha.

Cup. Enrico mengecup kening Natasha sekilas, penuh sayang. Sehingga, membuat tubuh Natasha kaku, tidak pernah dibayangkan olehnya, perlakuan Enrico benar-benar di luar dugaannya

"Aku harap, setelah ini. Aku ingin meresmikan hubungan kita Nat, walaupun aku tahu, kau masih berstatus sebagai seorang istri dari Addison, pria brengsek itu. " ucap Enrico bersungguh-sungguh.

Enrico ingin sekali meresmikan hubungannya dengan Natasha, walaupun dia sadar, Natasha masih berstatus istri pria lain. Tapi, tidak ada salahnya, jika ia begitu mencintai Natasha selama ini. Wanita yang ditolongnya beberapa tahun silam.

Enrico tidak peduli dengan masa lalu Natasha yang pilu penuh dengan tangisan, yang diinginkan Enrico hanya satu. Membahagiakan Natasha dan menjaganya dari orang-orang yang selalu mengucilkan dan menjatuhkan harga dirinya.

Ya, Enrico siap dengan semua itu, karena cinta yang dimiliki Enrico begitu besar dan tulus, dan ia akan memperjuangkan Natasha

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexa
9.2
Alexandra Delacroix Adams, si tomboy dari klan ternama, dihukum menjadi Jamilah di Desa Pelem selama setahun. Ia harus menukar jaket kulitnya dengan kebaya sambil berjuang mengubah pola pikir kolot wanita desa tentang dominasi pria. Di sana, Alexa terlibat konflik sengit dengan Jenggala Buana Sagara, petani modern yang meremehkan kecerdasan gadis kota. Meski dituduh sebagai provokator, Alexa tetap teguh memperjuangkan kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan.
Sampul Novel Bayangan Cinta Terlarang
8.0
Maya adalah arsitek sukses yang memiliki segalanya, namun hidupnya terasa hampa meski sudah bertunangan dengan Daniel. Segalanya berubah saat ia bertemu Ethan, pengusaha karismatik yang memicu gairah terpendamnya. Mereka terjebak dalam perselingkuhan membara yang penuh risiko. Di tengah kecurigaan Daniel yang mulai menguat, Maya dihantui rasa bersalah. Kini ia harus memilih antara kenyamanan hidup lama atau mengejar cinta terlarang yang bisa menghancurkan dunianya.
Sampul Novel Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
9.8
Dulu Eleanor adalah pewaris sombong yang memandang rendah Andreas, pemuda sederhana yang menumpang di rumahnya. Delapan tahun berlalu, roda nasib berputar drastis. Andreas kini bangkit menjadi bos besar yang sangat disegani, sementara Eleanor kehilangan segalanya dan hidup dalam penderitaan. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Andreas menyimpan dendam mendalam. Ia menegaskan bahwa kebenciannya pada perlakuan Eleanor di masa lalu adalah satu-satunya alasan ia meraih kesuksesan sekarang.
Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Atira melepas impian karier demi mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya berakhir tragis saat sang suami menjatuhkan talak tiga hanya melalui telepon. Di tengah penderitaan tanpa nafkah, ia harus menghadapi kenyataan pahit: ibu mertuanya koma dan anak sulungnya hilang diculik. Kini, Atira berada di titik terendah hidupnya. Mampukah ia bangkit dari kehancuran ini untuk membuktikan kekuatannya kepada dunia? Simak perjuangan emosionalnya dalam kisah ini.
Sampul Novel Hasrat Luar Nona Muda
8.4
Kecewa karena dikhianati kekasihnya, Floretta Shopia Copper yang sedang mabuk nekat menyerahkan kehormatannya kepada pengawal pribadinya, Jeff Nickolas Edmund. Meski Nick telah memperingatkan konsekuensinya, Shopia tetap teguh pada keputusannya demi mencari pengalaman pertama yang tak terlupakan. Namun, di balik kepatuhan sang bodyguard, tersimpan niat tersembunyi yang mengincar Shopia dan orang tuanya tanpa disadari oleh sang nona muda tersebut.
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.