APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain

Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain

Dua tahun menikah, hidup sempurna Zevan hancur saat mengetahui perselingkuhan istrinya, Clara. Dalam kemarahan besar, ia meluapkan rasa sakitnya di kamar gelap. Namun, pagi harinya Zevan terkejut mendapati Amanda, pembantu barunya, yang ada di ranjangnya, bukan Clara. Terjebak dalam pengkhianatan istri dan kesalahan fatal dengan pelayannya, Zevan kini dirundung dilema. Haruskah ia membalas dendam atau memikirkan konsekuensi besar dari kekacauan yang kian rumit ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Zevan menatap Amanda dengan tatapan kosong. Setiap detik yang berlalu hanya menambah berat beban yang ia rasakan. Kebenaran tentang Clara, perasaan dikhianati, dan kenyataan bahwa ia terbangun dengan gadis lain di sisinya-semuanya membanjiri pikirannya. Sebuah kebingungan yang mendalam menyelimuti dirinya. Ia merasakan kepalanya berdenyut, matanya terasa pedih, dan tubuhnya lelah. Ini adalah pagi yang sangat kelam, jauh lebih buruk daripada yang pernah ia bayangkan.

Amanda duduk di tepi tempat tidur, menarik selimut ke tubuhnya dengan tangan gemetar. Matanya yang semula tampak bingung kini mulai terlihat lebih jelas. Ia tampak takut, namun juga berusaha menenangkan dirinya sendiri. Seperti ada pertanyaan yang tak terucapkan di antara mereka berdua-apa yang sebenarnya terjadi semalam? Zevan merasa dirinya tak lebih dari seorang pria yang baru saja terjebak dalam pusaran kekacauan yang tak bisa ia kontrol.

"Amanda, kamu..." Zevan mencoba berbicara, tetapi kata-katanya tersangkut di tenggorokannya. "Bagaimana bisa... bagaimana bisa kamu ada di sini?" Suaranya terdengar kacau, seolah ia tak bisa memahami kenyataan yang ada di hadapannya.

Amanda menggelengkan kepala, matanya mulai berkaca-kaca. "Aku... aku tidak tahu, Zevan. Aku... tidak ingat apa-apa. Aku tidak tahu bagaimana bisa aku ada di sini." Suaranya terdengar serak, seperti seseorang yang juga terperangkap dalam kebingungannya sendiri.

Zevan memejamkan mata, merasakan gelombang amarah dan kebingungannya semakin dalam. Bagaimana bisa ini terjadi? Pikirannya kembali melayang ke Clara. Ia merasa seolah-olah ada yang telah dihancurkan dalam dirinya. Pengkhianatan yang begitu tajam itu, rasa sakit yang luar biasa, kini bertambah dengan kenyataan bahwa ia terbangun dengan seorang gadis lain di sampingnya. Amanda, yang seharusnya hanya seorang pembantu, kini terperangkap dalam kekacauan yang lebih besar dari yang bisa ia bayangkan.

Namun, Amanda bukan satu-satunya masalah yang harus dihadapi Zevan. Clara, istrinya, masih ada di luar sana, dan kenyataan tentang perselingkuhannya tidak bisa diabaikan begitu saja. Dengan segenap amarah yang meluap, Zevan bergegas keluar dari kamar tidur, melangkah cepat menuju ruang tamu. Amanda hanya bisa memandangi punggungnya dengan wajah penuh pertanyaan, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Saat Zevan memasuki ruang tamu, ia mendapati Clara duduk di sana, seperti biasa, dengan ekspresi yang tak terbaca. Sepertinya ia sudah tahu, atau setidaknya merasa bahwa segala sesuatunya telah berubah. Zevan berdiri di ambang pintu, menatap istrinya dengan mata yang dipenuhi amarah dan kebingungannya.

"Clara," katanya, suaranya bergetar karena menahan amarah. "Apa lagi yang akan kau katakan padaku? Kau tahu semuanya sudah terungkap. Tidak ada lagi yang bisa kau sembunyikan."

Clara menatapnya, matanya menunjukkan rasa takut yang tak bisa disembunyikan lagi. "Zevan, aku... aku tidak bisa menjelaskan semuanya dengan mudah. Aku tahu aku telah salah, tetapi kau tidak bisa begitu saja..."

"Jangan! Jangan coba berbicara seolah-olah ini semua salahku!" Zevan memotong, langkahnya mendekat dengan cepat. "Kau yang menghancurkan semuanya. Kau yang memilih untuk berselingkuh, bukan aku! Kau yang membuat aku merasa seperti ini-dikhianati, dihina!"

Clara terdiam, wajahnya semakin pucat. Ia bisa merasakan ketegangan yang begitu tebal di udara, hampir seperti ada sesuatu yang sedang menunggu untuk meledak. "Zevan, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan untuk memperbaiki semuanya. Aku sangat menyesal..."

Zevan tertawa keras, dengan nada yang penuh kebencian. "Menyesal? Kau pikir itu cukup? Kau pikir kata-kata itu bisa memperbaiki apa yang sudah kau rusak? Kau membuatku merasa seperti orang bodoh, Clara. Aku begitu mempercayaimu, dan ini yang kau lakukan padaku."

Di sisi lain, Clara terlihat semakin hancur. Tangannya menggenggam erat gaunnya, dan matanya terpejam, mencoba menahan air mata yang sudah mulai mengalir. Ia tahu betul bahwa kata-kata atau penyesalan tak akan mengembalikan apa yang telah hilang. Namun, ia tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, sebab itu terlalu rumit untuk dijelaskan dengan kata-kata.

"Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan denganmu," lanjut Zevan, suaranya kini penuh kepahitan. "Aku merasa seperti aku telah memberi semuanya untukmu, dan kau menghancurkannya begitu saja. Apa yang harus aku lakukan denganmu, Clara? Apakah ada lagi yang bisa kita perbaiki?"

Clara menundukkan kepala, dan untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar kehilangan. Ia tahu bahwa tak ada jalan kembali, dan apapun yang terjadi sekarang, semuanya telah berubah. "Aku mencintaimu, Zevan. Aku tahu itu tidak cukup. Aku tahu aku telah membuat kesalahan besar, tapi aku sangat menyesal."

Namun, saat Clara berbicara, Zevan merasakan sesuatu yang lebih kuat, lebih dalam dari amarah dan kebingungannya. Sesuatu yang lebih gelap dan lebih mematikan: rasa keinginan untuk membalas dendam. Perasaan bahwa ia ingin melihat Clara merasakan penderitaan yang sama, rasa sakit yang sama yang telah ia alami.

"Aku sudah tidak tahu siapa kamu lagi," kata Zevan, suaranya seperti bisikan dingin yang menusuk. "Kita tidak bisa kembali seperti dulu, Clara. Semuanya telah berakhir."

Tanpa menunggu jawaban dari Clara, Zevan berbalik dan pergi begitu saja. Langkahnya cepat, penuh dengan kekosongan yang menumpuk di dalam hatinya. Namun, jauh di dalam dirinya, ada perasaan yang semakin tumbuh-keinginan untuk menghancurkan apa yang telah dihancurkan oleh Clara. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi satu hal yang pasti: ia tidak akan membiarkan Clara begitu saja mendapatkan jalan keluar dari semuanya.

Zevan keluar dari rumah itu, meninggalkan Clara yang terdiam, merasakan rasa sakit yang teramat dalam di dadanya. Di luar, udara pagi terasa dingin, dan meskipun matahari mulai naik, Zevan merasa seolah-olah dunia di sekitarnya telah terkubur dalam kegelapan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Balas Dendam Sang Mantan Kekasih yang Dikhianati
8.4
Aryan Adhitama, CEO berhati dingin, terpaksa menikahi Alana Shafira setelah sebuah jebakan obat perangsang membuatnya merenggut kesucian perawat kakeknya itu. Pernikahan ini digelar demi tanggung jawab dan nama baik keluarga, meski Aryan hanya menganggap Alana sebagai beban. Alana pun terjebak dalam penderitaan batin bersama pria yang membencinya. Di tengah perbedaan status dan rahasia kelam, mampukah cinta tumbuh dari paksaan dan kesalahpahaman?
Sampul Novel CEO with Pole Dancer
7.9
Insiden sepele mengubah hidup Zia Zovanka selamanya saat ia menjadi target buruan Sagara Pratama. Amarah mendorong pria berkuasa itu untuk mengejar Zia, sang yatim piatu, hingga berhasil merenggut sesuatu yang paling berharga darinya. Meski Sagara dikenal dingin terhadap wanita, bayangan Zia justru terus menghantui pikirannya. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Sagara tanpa sengaja menemukan Zia sedang menari di sebuah klub malam langganannya.
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Tanti dijual keluarga tirinya kepada Darian demi melunasi utang, hingga berujung pada kehamilan. Enam tahun berselang, mereka bertemu kembali saat putra Tanti, Ade, berjuang melawan penyakit sumsum tulang belakang. Darian terkejut saat tes DNA membuktikan Ade adalah anaknya. Ia pun berusaha menebus kesalahan masa lalu dengan menjadi donor bagi sang putra. Kini Tanti terjebak dilema antara benci pada Darian atau menerima bantuannya demi nyawa buah hatinya.
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Alya Rahayu pindah ke Jakarta demi karier impian, namun nasib malang membuatnya kehilangan segalanya. Di titik terendah, ia bertemu Dira Pratama, mantan kekasih yang kini menjadi CEO dingin penuh rahasia gelap. Lima tahun berlalu, Dira bukan lagi pria lembut yang ia kenal, melainkan sosok obsesif yang menyimpan dendam masa lalu. Terjebak sebagai bawahan Dira, Alya harus menghadapi trauma dan kenyataan pahit di balik alasan pria itu meninggalkannya dahulu.
Sampul Novel Meninggalkan Pengkhianatan Maut, Merangkul Kehidupan Baru
7.9
Sepuluh tahun pengabdian pupus saat Bramanta memilih menikahi Hana di altar yang kurancang. Demi selingkuhannya, ia tega memaksaku donor darah, membiarkan kucingku mati, hingga nyaris menenggelamkanku. Puncaknya, ia membiarkanku sekarat akibat syok anafilaksis demi menolong drama Hana. Sadar nyawaku terancam oleh pengkhianatannya, aku menerima tawaran ayah untuk menjalani pernikahan kontrak dengan CEO Arga Hadinata. Di titik nadir ini, aku memilih bangkit bersama pria baru.