APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku selingkuh pakai handphone mertuaku.

Istriku selingkuh pakai handphone mertuaku.

Riyadi adalah karyawan pabrik yang sangat setia dan sabar. Namun, rumah tangganya hancur setelah Mia, istrinya, terbukti berselingkuh demi materi. Di tengah luka itu, Riyadi bertemu Ririn, seorang janda yang kehilangan suami karena sakit. Akhirnya, Riyadi menemukan kebahagiaan dalam pernikahan keduanya. Sementara itu, Mia yang kini menjadi istri kedua mulai menyadari kesalahannya setelah selama ini dibutakan oleh ego dan keserakahan yang merusak hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Loh mana Julia tau, HP kan punya Ibu. Kok tanya Julia sih Bu!" bentak Julia, sambil merampas ponsel milik ibu.

"Ya makanya Ibu tanya, biar kamu lihat dulu Nak," sahut ibu mertuaku, sambil mengikuti Julia yang berjalan.

Julia mengutak-atik ponsel ibu sambil berjalan menuju ruang tamu, tadinya Julia sedang membersihkan diri. Tak biasanya, Julia kelihatan sudah mandi sebelum pulang.

Ah, mungkin mandi di rumah Bu ustadzah.

Aku pun tak bisa lagi memejamkan mata, dan menyusul mereka di ruang tamu. Aku menanyakan perihal yang terjadi, tapi Julia masih bisa menjawab dengan sempurna.

"Ada apa sih Julia, kok malam gini ada yang telepon Ibu?" tanyaku, sambil duduk di samping ibu mertuaku.

"Ini nih Mas, mungkin penipuan yang minta-minta uang. Untung Ibu langsung kasih tau, kalau gak Ibu pasti terhipnotis," jawab Julia, masih dengan mengutak-atik ponsel ibu mertuaku.

"Ya Alloh, kemarin itu memang di kampung Ibu juga ada kejadian kayak gitu. Tapi udah sempat ngirim uang, semua keluarganya dibentak sama yang kena hipnotis," ucap ibu mertuaku, tampak lugu.

"Ini Bu, hp nya Ibu. Julia mau tidur, udah malam," celoteh Julia, sambil memberikan ponselnya.

Kami pun tidur, begitu juga dengan ibu mertuaku dan anakku Deta. Ibu mertuaku memang sangat lugu, tidak pernah mau menyinggung perasaan siapapun.

Setelah Julia terlihat lelap, aku pun diam-diam mulai mengutak-atik ponsel miliknya. Tak ada yang janggal, baik di aplikasi whatsapp ataupun panggilan keluar atau masuk. Aku pun meletakkan ponsel Julia di atas meja riasnya, kemudian melanjutkan tidurku.

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, setelah sholat subuh aku segera mandi. Seperti biasa, Julia sudah selesai menyiapkan sarapan dan juga bekal makan untuk siang. Yang jarang dia lakukan hanya sholat berjamaah, lain halnya dengan ibu mertuaku. Ibu selalu rajin melaksanakan kewajiban untuk sholat, ibu memang adalah hamba yang taat beribadah. Terlihat juga dari sikapnya sehari-hari, sangat penurut.

"Dek, Ibu di sini sudah tiga hari. Tapi Mbak Neti belum juga mengantarkan anaknya untuk dijagain Ibu, coba deh telpon dulu. Siapa tau ada apa-apa," ucapku penasaran, sambil menyuap nasi.

"Iya ya Mas, kok aku juga lupa kalo Mbak Neti belum mengantarkan anaknya ke sini," sahutnya, sambil berfikir.

"Iya tuh, nanti coba tanyain. Kasihan anaknya kalo sampe dijagain orang," lanjutku lagi.

Aku pun segera menyudahi sarapanku, karena waktu yang mendesak. Aku harus lebih awal sampai di tempatku bekerja, karena pimpinan produksi akan turun ke lapangan hari ini.

Tak lama, Julia pun menghubungi mbak Neti. Dan ternyata Indra demam. Sehingga mbak Neti libur kerja untuk beberapa hari.

"Julia, ayo kita ke rumah Mbakmu dulu. Kita liatin Indra, kasihan Mbakmu," ajak ibu mertuaku, dengan memelas.

"Iya Bu. Tapi kita pulang sorenya ya Bu," usul Julia, agar ibu mertuaku ikut pulang lagi ke rumah kami.

"Iya, kita lihat aja nanti. Kalo Neti membutuhkan Ibu, pastinya Ibu akan tinggal di sana dulu," kata ibu mertuaku.

"Lah, tapi Ibu belum ada seminggu di rumah Julia. Kan, Ibu janji seminggu," desak Julia, tanpa memikirkan perasaan ibu dan mbak Neti nantinya.

"Ya udah, sekarang kita berangkat aja kesana. Kali aja Indra rindu sama Ibu," ajak ibu mertuaku lagi, sambil membereskan rumah.

Kemudian Julia, Deta dan ibu mertuaku berangkat ke rumah mbak Neti, dengan menggunakan taksi.

"Ini nih Bu, Indra tiba-tiba panas tinggi. Jadi terpaksa Neti cuti kerja tiga hari. Tapi udah agak mendingan kok, besok udah bisa kerja," mbak Neti menceritakan keadaan Indra.

Sambil membuatkan teh manis dan mengambil roti untuk di santap, mbak Neti kembali ke ruang depan.

Tampak ibu mertuaku sedang memangku cucunya Indra yang masih terlihat lemas. Setelahnya ibu menidurkan Indra yang sudah mengantuk, setelah minum obat.

Setelah sekian lama, Julia permisi untuk pulang sekalian mengajak ibu pulang. Yang mestinya ibu masih ingin tinggal di rumah mbak Neti. Karena sikap Julia yang uring-uringan, ibu mengalah.

Ya, mbak Neti mengerti perasaan ibu. Tapi di lain sisi, mbak Neti sadar jika adiknya adalah tipe keras kepala dan mau menang sendiri. Memang mbak Neti selama ini terlalu banyak mengalah, demi hubungan baik. Dia tidak mempermasalahkan perasaannya, yang penting tidak terjadi masalah dalam keluarga. Setelah pulang, ibu mertuaku masih terlihat murung.

Julia yang melihat ibu murung tampak kesal, dan tiba-tiba marah ke ibu mertuaku.

"Ibu dari tadi kok murung aja sih!" gerutu Julia, saat akan membukakan pintu masuk.

"Bukan gitu Nak, Ibu rasa Mbakmu akan kerepotan kalau pagi-pagi harus ngantarin Indra kesini. Ibu besok aja pulangnya ya?" ucap ibu mertuaku, sambil sedikit mengiba.

"Ibu gak konsekuen, janji Ibu kan seminggu. Lah ini baru tiga hari loh Bu, pokoknya Ibu di rumah Julia harus seminggu full," sahut Julia dengan sedikit ketus.

"Ya ampun Julia, gak bisa apa kasihan sedikit sama Mbakmu. Lusa Ibu kan bisa datang lagi," sambut ibu dengan suara lirihnya.

"Julia bilang, gak ya nggak Bu!" bentak Julia dengan nada tinggi.

Keesokan harinya, ketika aku pulang dari bekerja, aku tak mendapati Julia di rumah. Kata ibu mertuaku, Julia pergi lagi dari pagi setelah mengantarkan Deta sekolah.

"Emangnya tadi Julia gak bilang mau kemana Bu?" tanyaku pada ibu yang sedang duduk di teras.

"Katanya ada keperluan sedikit, gak tau mau kemana Nak. Cuma bilang gitu aja," jawab ibu.

Aku pun beranjak ke dapur untuk membersihkan diri, ku lihat Deta sedang menonton film kesukaannya di channel favoritnya. Ya, Deta tidak pernah jadi beban buat kami. Dia terlihat lebih dewasa dari umurnya, terkadang karena Detalah yang membuat emosi kadang reda terhadap Julia.

"Deta, Ibu tadi bilang gak kalau Ibu mau pergi?" tanyaku pada Deta.

"Gak, yah. Ibu cuma bilang pergi sebentar, tapi dari tadi belum pulang Yah," jawab anak semata wayang ku.

"Oh, sudah deh. Deta nonton lagi ya?" sahutku, sambil mengusap rambutnya.

Hari sudah mendekati maghrib, baru Julia pulang. Dengan menenteng belanjaan yang lumayan banyak, dan tas branded yang baru ia pakai.

"Julia, dari mana aja kok baru pulang?" ucapku setelah Julia sampai di teras rumah.

"Eh, Mas udah pulang. Ini, Julia baru pulang belanja. Ada temen lama ngajakin jalan, sekalian dibeliin belanjaan Mas. Namanya Vani," jawab Julia, dengan sedikit kaku.

"Teman lama gimana Julia," tanyaku balik, sambil memindai sosok Julia yang terlihat kaku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amnesia
7.9
Terbangun dalam kondisi hampa, aku mendapati diriku terperangkap dalam ketidaktahuan yang menyesakkan. Saat mata ini terbuka, segalanya terasa asing; mulai dari ruangan yang kutempati hingga wajah-wajah yang menatapku dengan penuh harap. Tidak ada satu pun memori yang tersisa untuk menjelaskan siapa mereka atau di mana aku berada. Bahkan, bayangan di cermin pun terasa seperti orang asing, meninggalkan pertanyaan besar mengenai identitas asliku yang hilang.
Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi mimpi buruk saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandungku demi operasi plastik Vanya, adik angkat kami. Mereka mengusirku dan menuduhku egois, lalu asyik berlibur ke Bali tanpaku. Di tengah kehancuran, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun datang sebagai pelarian sempurna. Aku pergi meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja, memutus ikatan keluarga demi masa depan baru tanpa menoleh ke belakang lagi.
Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
9.2
Hidup Danny Laksana hancur setelah dikhianati kekasih dan kehilangan orang tuanya dalam tragedi memilukan. Di tengah luka mendalam, ia menemukan fakta mengejutkan bahwa dirinya adalah ahli waris konglomerat terkaya. Demi menuntaskan dendam pada sang mantan dan mengungkap misteri kematian orang tuanya, Danny memutuskan untuk menikah. Namun, ia tidak menyadari bahwa dalang kriminal yang ia cari selama ini berada sangat dekat di lingkup sekitarnya.
Sampul Novel Gairah Liar Setelah Menikah
9.6
Kebahagiaan milyarder ini memuncak setelah menikahi akhwat impiannya. Namun, baru seminggu membina rumah tangga, sang istri mulai kewalahan menghadapi gairah suaminya yang tak terbendung. Sang suami terus meminta jatah di berbagai situasi, mulai dari ruang tamu hingga saat istrinya memasak di dapur. Meski sempat menolak karena sedang sibuk, sang istri akhirnya menyerah pada desakan suaminya. Keperkasaan sang suami yang luar biasa membuatnya lemas tak berdaya.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Citta Buwana menghadapi masa magang yang berat sebagai sekretaris William Rustenburg. Bagi William, Citta hanyalah bawahan tidak kompeten yang selalu menjadi pelampiasan emosinya. Ketegangan memuncak saat William mengetahui rencana perjodohan mereka yang diatur sang ayah, Johan. Meski William terus memberontak dan mempermalukan Citta, Johan tetap teguh pada pilihannya. Mampukah pengabdian dan pengorbanan mengubah kebencian menjadi cinta dalam ikatan paksa ini?
Sampul Novel Luka Terindah
9.7
Kehancuran rumah tangga akibat pengkhianatan mendalam memaksa seorang wanita memilih antara memberi kesempatan kedua atau pergi selamanya. Meski telah mengenal pasangan sejak kecil, kenyataan pahit membuktikan bahwa kedekatan lama tidak menjamin kebahagiaan. Pria yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi sumber luka paling besar. Kini, ia terjebak dalam keraguan mendalam tentang sosok pria mana lagi yang bisa dipercaya setelah dikhianati.