APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)

ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)

Isabell Fernandez, model ternama sekaligus istri CEO Damian Devardo, jatuh miskin akibat kelicikan ibu mertuanya. Setelah dilecehkan dan dibuang ke jurang, ia terbangun di New York tanpa ingatan. Kini, Isabell bekerja sebagai penari erotis di bar kasino demi bertahan hidup. Di sisi lain, Damian yang frustrasi terus mencarinya hingga seorang bawahan menemukan sosok yang sangat mirip sang istri. Akankah cinta mereka bersatu kembali saat Isabell telah berubah status?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu sinar sang surya muncul dengan malu-malu dari upuk timur. Sinar keemasannya menerpa bangunan kokoh Devardo House, membuat bayangan panjang nan besar yang memayungi taman bunga yang ada di samping kiri bangunan. Tampak beberapa aktivitas para pelayan yang sedang mengerjakan rutinitas mereka pagi ini.

Devardo House memiliki kurang lebih 30 orang pelayan yang terdiri dari 20 orang wanita muda umuran sekitar 25 tahunan, dan sisanya pria yang bekerja dan bertugas sebagai tukang kebun dan penjaga.

Mereka mendapatkan upah yang besar dan di terimanya setiap dua kali dalam satu bulan, sesuai kebijakan pemerintah Meksiko pasal gaji para pekerja yang harus di bayar setiap dua kali dalam satu bulan penuh.

"Pagi, Nyonya Muda." seorang pelayan  menyapa Isabell yang baru saja keluar dari kamar mandinya.

Gadis itu hanya mengenakan bathrobe warna putih. Wajahnya datar-datar saja, tak ada respon untuk si pelayan. Dan si pelayan hanya tersenyum lalu mulai menghampiri ranjang king size di sana yang tampak berantakan.

Isabell berjalan menuju ruang ganti sambil memindai netranya pada seisi kamar. Dia sedang mencari Damian yang tak nampak di mana pun.

"Hei, dimana Damian? Apakah dia sudah berangkat ke kantor? Ah, sial!" Isabell berkata sendiri sambil berjalan-jalan kecil mencari suaminya.

"Tuan Muda Devardo ada di lantai dua, Nyonya. Maaf bila saya telah lancang," ucap si pelayan dengan tangannya yang sedang membenahi ranjang Isabell, sedangkan wajahnya menoleh pada istri Tuannya itu. Isabell menoleh padanya.

"Oh, ya? Baguslah. Aku pikir dia sudah berangkat," tukas Isabell dengan wajah sinisnya kemudian dia segera berjalan menuju ruang ganti.

Si pelayan hanya tersenyum tipis menanggapi. Hal yang biasa terjadi. Penghuni Devardo House selalu menunjukan sikap yang tak bersahabat. Mungkin itu cara mereka untuk menunjukkan jarak antara seorang pelayan dan Tuannya.

Langkah Isabell menepi di depan sebuah lemari kaca nan besar dan tinggi. Di gesernya dua daun pintu lemari itu pada masing-masing sisi. Matanya mengamati beberapa gaun yang tergantung rapi dan berbau wangi di dalam sana.

Bibirnya mengulas senyum pada sehelai gaun dengan warna hitam. Tangannya yang putih dan licin segera menyambarnya.

Pilihan yang tepat. Gaun musim panas warna hitam itu sangat cocok di tubuhnya. Gaun dengan bahan lembut dan nyaman di pakai, panjang selutut dengan bagian bahunya yang terbuka. Membuat kesan seksi nan glamour yang disukai Isabell.

"Waw, kau sangat cantik, Isabell Fernandes," tukasnya memuji dirinya sendiri dengan takjub di depan cermin setinggi dirinya.

Usai mematut penampilannya Isabell segera berjalan menuju lantai dua untuk mencari suaminya. Ah, entah dimana pria tampan itu berada. Isabell terus memindai matanya sambil menuruni anak tangga menuju lantai dua.

Langkahnya mulai terayun menuju balkon, mungkin Damian ada di sana, pikir Isabell. Namun langkahnya terhenti saat Nyonya Devardo dan Pedra menghamprinya.

"Pagi, Isabell. Bagaimana tidurmu? Kurasa kau merasa nyaman di sini," ucap Nyonya Devardo dengan wajah cerahnya memandangi Isabell.

"Pagi, Bu," jawab Isabell singkat karena dia sedang fokus mencari Damian yang belum juga tertangkap oleh matanya.

Pedra tersenyum sinis memandangi penampilan Isabell yang menurutnya berlebihan.

"Aku yakin, Bu. Semalam pasti Isabell tak bisa tidur," ucapnya.

Nyonya Devardo dan Isabell terpengarah.

Pedra melanjutkan, "Kau pasti menghabiskan malam yang panas dengan Damian, kan? Lihat saja, rambutmu saja masih tampak basah begitu," ucapnya dengan sinis.

Nyonya Devardo mengulum senyumnya lalu tertawa kecil, sedangkan Isabell tampak terdiam kesal dengan pipinya yang merona merah.

Dasar sinting! Untuk apa dia mengatakan hal itu? Bathin Isabell. Ucapan Pedra memang benar, dirinya hanya bisa tidur pukul tiga pagi setelah membuat Damian puas di atas ranjang semalam.

Namun tak seharusnya Pedra mengatakan hal memalukan seperti itu. Apakah sebagai seorang istri, Berto tak pernah menyentuhnya? Isabell meradang dalam hati.

"Ah, sudahlah Pedra. Jangan menggoda Isabell. Mereka baru saja menikah, jadi wajar-wajar saja." Nyonya Devardo menghentikan tawanya lalu matanya memandangi Isabell. Matanya membulat mendapati kalung berlian Isabell sudah tak nampak lagi pada leher jenjang gadis itu.

"Isabell, dimana perhiasanmu? Kenapa kau tidak mengenakannya?" tanyanya tampak antusias.

"Aku menyimpannya dengan perhiasanku yang lain," jawab Isabell acuh.

Nyonya Devardo dan Pedra saling pandang lalu tersenyum penuh misteri.

"Isabell, bagaimana bila Ibu saja yang menyimpan semua perhiasanmu, Nak? Di sini banyak pelayan yang bisa saja mencuri perhiasan itu di kamarmu," tawaran Nyonya Devardo langsung membuat Isabell menatapnya dengan kedua alisnya yang nyaris saja menyatu.

"Apa maksudmu? Aku bisa menyimpan perhiasanku sendiri," balas Isabell mulai jengah pada wanita 50 tahun di depannya itu.

Nyonya Devardo dan Pedra saling pandang sambil tersenyum tipis.

"Isabell, bila kau tinggal di Devardo House, maka kau harus menuruti semua perintahku. Cepat berikan perhiasanmu itu padaku." Nyonya Devardo menegaskan lagi.

Isabell menatapnya dengan mulutnya yang mengangah.

"Kenapa kau memaksa? Aku tak akan memberikan perhiasanku kepada siapa pun!" pungkas Isabell dan segera memutar tubuhnya untuk pergi.

"Wah, lihatlah Bu. Gadis seperti apa yang telah Damian nikahi ini. Dia seperti Jalang yang biasa duduk di bar untuk menanti pelanggannya," cibir Pedra menghentikan langkah Isabell.

Gadis itu menoleh dengan wajahnya yang tampak marah. Tentu saja Isabell merasa tersinggung.

"Kau benar, Sayang. Dia memang Jalang yang tak tahu sopan santun!" timpal Nyonya Devardo.

Mereka memberikan tatapan jijik pada Isabell. Akibatnya Isabell menjadi murka. Gadis itu segera menghampiri keduanya, tangannya terulur dan langsung menjambak rambut kecokelatan Pedra.

"Apa katamu? Beraninya kau berkata seperti itu tentangku!" pekik Isabell dengan emosinya.

"Lepaskan, Jalang sialan!" Pedra mengerang.

Nyonya Devardo berusaha melerai pertingkaian keduanya.

"Isabell, Ibu, ada apa ini?" suara Damian menghentikan mereka.

Isabell melepaskan Pedra dengan kasar, hal itu membuat Damian sangat terkejut melihatnya. Suasana hening sejenak. Nyonya Devardo terhuyung-huyung menghampiri Damian yang sedang berdiri agak jauh dari mereka.

"Damian Sayang, Isabell telah marah pada Ibu karena Ibu menawarkan diri untuk menyimpan semua perhiasannya. Pedra mencoba menasehati Isabell, namun dengan teganya istrimu itu menyakiti kami berdua," ucap Nyonya Devardo penuh penghayatan agar sandiwaranya terlihat sempurna.

Damian menatap Isabell penuh tanya sedangkan Isabell hanya menggelengkan kepalanya, dia tak menyangka Ibu mertuanya itu begitu pandai berakting.

Pedra tak tinggal diam, dia segera menghampiri Nyonya Devardo dan Damian dengan wajah sedihnya yang dibuat-buat. Keduanya bersandiwara dengan sangat bagus.

"Sudahlah, Bu. Damian tak akan percaya pada kita, lagi pula mansion ini adalah miliknya. Lebih baik kita pergi saja sekarang," ucap Pedra sambil merangkul bahu Nyonya Devardo yang sedang bersandar pada dada bidang Damian.

Isabell menatap Damian dengan wajah melasnya, dia tak bersalah. Namun Damian memberinya tatapan penuh kemarahan.

"Isabell, apa benar yang dikatakan Ibuku dan Kak Pedra?" tanya Damian sedikit menekan.

Isabell menggelengkan kepalanya dengan sepasang matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Sudahlah, Damian. Ibu tak ingin kau dan istrimu bertengkar karena Ibu. Apalah artinya wanita tua ini di hadapan kalian, kami hanya menumpang padamu, Nak." Nyonya Devardo menitikan air mata buayanya.

"Tidak, Bu. Jangan berkata seperti itu, kalian adalah keluargaku satu-satunya," ucapan Damian sambil merangkul punggung ibunya.

Isabell sangat jengah melihatnya. Apa lagi wajah-wajah dua wanita itu yang menyebalkan.

"Isabell, cepat lakukan perintah Ibu. Berikan perhiasanmu padanya. Biarkan Ibu yang menyimpannya," perintah Damian sambil menatap Isabell yang berdiri agak jauh darinya.

Wanita itu menggelengkan kepalanya, dia sangat kesal. Kenapa Damian termakan oleh drama Ibu tirinya itu.

"Aku tak mau! Dan aku tak akan pernah menyerahkan perhiasanku kepada siapa pun!" pungkas Isabell segera pergi dengan wajah kesalnya dan kecewanya pada Damian.

Leher Damian memutar mengikuti langkah Isabell yang mulai menaiki anak tangga.

"Damian, bujuklah Isabell. Jangan hiraukan Ibu, Nak," ucap Nyonya Devardo sambil menanggah pada Damian.

Pria itu pun mengangguk. Dia segera melepaskan ibunya dan bergegas menyusul Isabell ke kamarnya. Nyonya Devardo segera menyeka kedua pipinya lalu tersenyum puas pada Pedra.

"Lihat saja, sebentar lagi pasti Isabell akan menyerahkan semua perhiasannya kepada kita," ucapnya.

"Kau sangat cerdik, Bu. Aktingmu sangat bagus, kau pantas menerima piala Oscar tahun ini." Pedra menimpali sambil merangkul bahu Nyonya Devardo, kemudian keduanya tertawa penuh kemenangan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Dari Anakku
8.0
Dikhianati oleh orang terdekatnya, Anastasia Tillman kehilangan segalanya dalam satu malam kelam sebelum akhirnya diusir. Lima tahun berlalu, ia bangkit menjadi desainer perhiasan sukses yang mandiri bersama putra kecilnya. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat seorang pria kaya hadir menawarkan pernikahan demi membesarkan anaknya. Meski Anastasia merasa tak butuh bantuan pria itu, kemiripan wajah sang putra dengan pria tersebut tak bisa diabaikan. Akankah ia luluh?
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Terdesak untuk menikah, Nadine memilih seorang pengusaha yang kabarnya telah bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban justru terus terjadi. Nadine memenangkan Porsche saat ingin membeli mobil murah dan mendapat vila mewah secara tiba-tiba. Keberuntungan selalu menyertainya berkat bantuan sang suami yang misterius. Nadine akhirnya menyadari kenyataan mengejutkan bahwa pria di sampingnya bukanlah orang biasa, melainkan seorang miliarder kaya raya.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa memiliki paras menawan namun perilaku nakalnya sering memicu emosi. Meski hidup bergelimang harta, ia merasa kesepian akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua yang gila kerja. Demi mencari perhatian, Alexa kerap berbuat onar hingga akhirnya ia dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Akankah pernikahan dengan pria misterius ini mengubah sikap iblisnya menjadi manis, atau justru ia akan semakin membuat kekacauan dalam kehidupan rumah tangga barunya?
Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Bagi Noel, pernikahan dengan Bianca hanyalah transaksi bisnis demi kelancaran kerja sama perusahaan. Ia mengabaikan keberadaan istrinya dan menanti saat yang tepat untuk berpisah secara resmi. Namun, ketika waktu perceraian tiba, sikap Noel mendadak berubah drastis. Ia menolak keras melepaskan Bianca tanpa alasan yang jelas. Di tengah dinginnya hubungan mereka, Noel justru bersikeras mempertahankan ikatan yang awalnya ia anggap tidak berarti sama sekali.