APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Yang Seksi

Istriku Yang Seksi

Dunia Alden hancur saat memergoki Synthia, istri yang sangat ia cintai, berselingkuh tepat saat ia hendak memberi kejutan. Dipicu dendam, Alden menjerat Saskia, gadis polos teman istrinya, ke dalam pernikahan paksa. Meski awalnya hanya ingin membalas sakit hati, Alden justru mulai luluh oleh kehadiran Saskia. Kini, Saskia harus bertahan menghadapi sikap dingin sang suami yang arogan. Akankah cinta tulus tumbuh di tengah badai cobaan dan luka masa lalu mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Senyum Aiden merekah, ketika dia menghirup wangi salah satu hamparan bunga di sekitarnya. Dia tampak menikmati, bagaimana warna-warni beragam bunga, membuat matanya sejuk.

"Anda terlihat begitu bersemangat hari ini, Tuan, bunga apa yang Anda butuhkan?"

Lamunannya buyar, Aiden segera menoleh. Mendapati wanita tua pemilik Garden House ini, dia tersenyum dengan ramah. "Aku membutuhkan bunga yang melambangkan cinta dan juga kemurnian kasih sayangnya," kata Aiden.

"Ada banyak jenis bunga semacam itu, Tuan. Lily putih, anyelir, mawar–"

"Ah, itu dia. Kekasihku suka buka mawar, aku ingin itu saja," tutur Aiden, menyela ucapan sang wanita tua penjaga toko.

"Tentu, tunggu sebentar, aku akan menyiapkannya." Wanita tua itu tersenyum, berpamitan pada Aiden dan masuk lebih dalam ke tokonya.

Sedangkan Aiden, kembali menikmati waktunya untuk menciumi harum bunga di sekelilingnya. Senyumnya tak pernah pudar sedikit pun, apalagi saat membayangkan respon kekasihnya nanti akan kejutan yang dia persiapkan.

Tak berselang lama, wanita tua penjaga toko itu kembali. Membawa buket bunga mawar merah, yang diselingi dengan mawar putih begitu indah. Aiden tersenyum melihatnya.

"Semoga harimu menyenangkan, Tuan," kata wanita tua itu, ketika Aiden membayarnya lebih.

Aiden tak menanggapi, hanya mengangguk disertai senyuman. Lalu masuk ke dalam taksi, yang dia pesan dari bandara tadi. Dalam perjalanan kembali itu, tangan Aiden kembali memastikan barang yang dia bawa.

Sebuah kotak beludru hitam, berisikan sebuah cincin bermatakan berlian. Dalam lingkarannya, bertuliskan nama Synthia, kekasihnya.

Lagi-lagi, Aiden melamun. Namun, segera dibuyarkan saat teleponnya berdering dengan nyaring. Cepat-cepat dia mengambilnya, tanpa melihat siapa yang menelpon, dia mengangkat.

"Halo, Tuan, kenapa tidak bilang jika sudah sampai? Anda di mana sekarang? Saya akan menyiapkan jemputan untuk Anda."

Suara pekikan yang terdengar sedikit cemas itu, membuat Aiden terkekeh. Dia menghela napas panjang, sebelum menjawab, "Santai saja, Firman. Tidak usah kirim orang, aku sudah naik taksi."

"Tapi–"

Tak membiarkan sekretarisnya itu berkomentar lebih, Aiden segera menyela, "Aku akan datang ke kantor besok pagi, malam ini aku ingin memberi kejutan untuk kekasihku. Jangan ganggu waktuku, Firman."

Aiden lagi-lagi terkekeh, mendengar embusan napas Firman yang begitu berat dari seberang telepon. Tak ingin memberikan respon lagi, dia segera mematikan teleponnya.

"Tolong cepat, Pak, aku tak sabar memberikan kekasihku kejutan," kata Aiden, menepuk bahu sang sopir taksi setelah menyimpan teleponnya.

"Aku ingin melamarnya malam ini," imbuhnya bergumam, pada dirinya sendiri.

Perjalanan itu tak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar empat puluh lima menit, akhirnya Aiden sampai. Setelah membayar biaya taksi tersebut, dia segera masuk ke kawasan penthouse tempat tinggal kekasihnya.

Lelaki yang biasa bersikap dingin itu, kini tampak hangat menyapa beberapa orang yang berpapasan dengannya. Salah satu tangannya memegang jas-nya yang telah dia buka, sedangkan satu tangannya memegangi sebuah buket bunga berukuran sedang. Meskipun penampilannya tampak sedikit acak-acakan, raut tampan masih terlihat jelas di wajahnya.

Tak ingin kekasihnya tahu dia datang, dia membawa kartu pass untuk membuka pintu. Lelaki itu berjalan mengendap-ngendap, untuk menyusul sang kekasih yang dia yakini ada di kamar.

"Tuan Aiden."

Namun, langkah Aiden terhenti ketika asisten rumah Synthia menyambutnya. Dia baru saja ingin menjawab, tapi langsung merasa aneh melihat sikap sang pembantu tersebut.

"Ada apa, kenapa kau bergetar?" tanya Aiden menohok.

Sang asisten rumah menggeleng cepat, lalu tergesa menundukkan kepala. "Bukan apa-apa, Tuan, saya hanya begitu terkejut melihat Anda sudah datang."

Kecurigaan Aiden lenyap, dan kini dia tersenyum lebar kembali. "Aku memang datang diam-diam karena ingin memberi kejutan. Synthia ada di rumah, kan?"

"D-dia … d-dia ada di kamarnya," jawab sang asisten rumah, terbata-bata tampak gugup.

Namun, Aiden tak memperhatikan hal tersebut. Dia yang tak sabar untuk bertemu sang kekasih, mengabaikan sang asisten rumah. Lalu kembali menaiki tangga dengan wajah antusias.

Begitu sampai di lantai atas, langkah Aiden tampak tergesa. Jantungnya berdegup kencang dengan perasaan yang tak menentu. Antara senang, gugup, dan juga begitu bahagia. Dia tak bisa membayangkan, bagaimana nantinya Synthia akan menerima lamarannya.

Tetapi, wajah Aideen tampak mengeras ketika dia mendengar sesuatu dari kamar Synthia. Langkahnya terhenti, dan dia memasang telinganya lebar-lebar.

Dia memang tak salah dengar!

Suara desahan itu terdengar dari kamar Synthia. Hal ini membuat tangan Aideen tanpa sadar mengepal kuat. Lelaki itu berjalan kaku, semakin mendekati kamar sang kekasih, lalu dari pintu yang setengah terbuka, dia melihatnya.

Kekasihnya itu, Synthia, sedang telanjang di bawah kungkungan seorang lelaki. Wanita itu terlihat mendesah nikmat, melingkarkan kaki di pinggul lelaki yang tengah berada di atas.

Napas Aiden tampak memburu melihat hal tersebut, dan hatinya begitu sakit bagai disayat ribuan belati yang membuat dadanya menjadi sesak.

Bagaimana bisa kekasihnya itu berbuat hal demikian di penthouse pemberiannya yang merupakan salah satu bukti rasa cintanya? Bagaimana bisa wanita itu membawa lain, di rumah masa depan mereka? Dan bagaimana bisa wanita itu mengkhianatinya di belakang?

Apa semua ini sudah sering terjadi? Apa semua ini sudah biasa dilakukan Synthia saat keberadaannya tak ada? Apa wanita itu benar-benar mencintainya dengan adanya pengkhianatan seperti ini?

Sial! Aiden hanya bisa mengumpat dalam hati. Dirinya baru saja berbalik, ketika mendengar Synthia tertawa kecil. Mau tak mau, hal ini membuat langkahnya kembali kaku.

"Ah, kamu benar-benar mempesona, Sayang. Aku tak pernah mendapatkan hal memuaskan seperti ini dari Aiden."

Gigi Aiden bergemeletuk, saat Synthia tengah membanding-bandingkan dirinya dengan sang selingkuhan.

"Jika benar seperti itu, kenapa kamu tak memilihku, Synthia? Kenapa kamu masih berpura-pura mencintainya dan dekat dengannya?"

Aiden semakin merapatkan diri di pintu, ketika mendengar suara lelaki berbicara. Dia kembali mengintip, untuk melihat siapa lelaki itu. Namun, nyatanya setelah wajah lelaki itu, Aiden tak mengenalnya.

Mata Aiden menajam saat melihat lelaki itu berbaring, bersebelahan dengan Synthia di ranjangnya masih dalam keadaan tubuh yang polos. Ingin rasanya dia keluar, berlari menerjang lelaki itu dan mencekiknya. Tetapi Aiden menahan semuanya, agar dia bisa mendengar apa yang sebenarnya direncanakan oleh kekasihnya itu.

"Aku memang mencintainya, aku bahkan lebih mencintai Aiden daripada kamu. Tapi lebih dari itu, aku tak pernah mendapatkan kepuasan jika hanya bersama Aiden. Aku membutuhkannya, karena hanya dia yang bisa memberiku kemewahan seperti ini. Jika kamu bisa melampauinya, aku berjanji akan memilihmu."

Rasanya, Aiden tak lagi bisa menahan semuanya. Kejadian yang dia lihat, terutama kejujuran Synthia tentang dirinya, membuat hatinya begitu sakit. Dia sangat mencintai wanita itu, tapi sepertinya tidak lagi sekarang.

Bersikap ingin membalaskan dendam, Aiden setuju untuk tak terlihat. Maka dari itu, dia bergegas pergi dari sana. Lelaki itu cepat-cepat turun ke bawah, berniat pergi dari hunian penthouse ini.

Tapi saat melihat sang asisten rumah di tengah-tengah jalan, dia menghentikan langkah. Aiden menatap wanita itu tajam, penuh permusuhan. Lalu melemparkan kasar, buket bunga yang dipersiapkannnya untuk melamar Synthia tadi.

"Sekarang aku tahu, kenapa kamu begini tu gugup saat melihatku tadi. Ternyata kamu sudah tahu semua sikap Synthia selama ini yang mengkhianatiku?" bentak Aiden.

"Tuan, maafkan saya, Tuan. Saya tak berniat menutupi." Sang asisten rumah tampak ketakutan, bahkan langsung menjatuhkan diri untuk bersujud di kaki Aiden.

Namun, Aiden yang begitu marah tak memperdulikan hal tersebut. Dengan kasarnya dia menendang asisten rumah tersebut, lalu berpaling dengan cepat pergi dari sana.

Sebelum dia keluar, dia menyempatkan diri mengambil kunci mobil Synthia yang terletak di dekat televisi. Mobil pemberiannya dulu, untuk kekasihnya itu. Dia tak sudi lagi, barang-barangnya akan dipakai wanita yang telah mengkhianatinya tersebut.

Aiden mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, begitu liar menyalip sana-sini. Melampiaskan amarah, dia memukul-mukul setir, dan juga memaki beberapa kali. Lelaki itu benar-benar terlihat marah, sampai-sampai tak bisa berpikir logis apa yang akan dilakukannya saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Butuh Suami, Aku Butuh Keadilan
8.9
Lina terjebak dalam kemiskinan bersama Randi, kuli bangunan yang memberinya uang belanja minim. Di tengah kesulitan ekonomi dan sifat keras kepala suaminya, Lina mulai berpaling pada Damar, tetangga mapan yang memberikan perhatian serta materi lebih. Meski kini kebutuhan hidupnya tercukupi secara sembunyi-sembunyi, perasaan bersalah mulai menghantui Lina saat melihat pengorbanan Randi. Ia pun bimbang antara memilih keadilan hidup atau kesetiaan pada pernikahan.
Sampul Novel Antara Sahabat dan Cinta
9.5
Rania, Ray, dan Gia telah menjalin ikatan sahabat sejati selama lima tahun sejak SMP. Kini, saat mereka menginjak kelas tiga SMK, dinamika hubungan ketiganya mulai diuji oleh perasaan yang terpendam. Banyak yang percaya persahabatan antara pria dan wanita mustahil tanpa bumbu cinta. Di tengah tawa dan air mata masa sekolah, mereka terjebak antara keberanian menyatakan rasa atau diam demi menjaga keutuhan geng. Akankah cinta merusak segalanya?
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya hanyalah gadis sederhana, sementara Kanha dikenal sebagai pemuda playboy. Meski berasal dari latar belakang kontras, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi benih cinta. Di tengah dinamika obsesi dan keikhlasan, mereka belajar tentang arti mempertahankan serta melepaskan perasaan. Kisah ini mengeksplorasi emosi mendalam layaknya hujan di gurun pasir yang gersang. Akankah cinta mereka berhasil berlabuh di muara yang sama pada akhirnya?
Sampul Novel Dinikahi Berondong Bucin
8.1
Mentari Harsaya, janda cantik yang sering digunjingkan, terus dikejar oleh Ranggi, pemilik kafe muda yang pantang menyerah. Meski lelah menolak, Mentari akhirnya menerima Ranggi dengan asumsi pria itu akan segera bosan. Namun, pengabdian Ranggi yang tulus perlahan meluluhkan hatinya. Di tengah kebahagiaan, sebuah rahasia masa lalu muncul mengancam keutuhan pernikahan mereka. Mampukah cinta mereka bertahan menghadapi ujian yang begitu hebat?
Sampul Novel JENUH
8.0
Kehidupan pernikahan Lisa dan Toni tampak sempurna dengan kekayaan dan ketenangan tanpa konflik. Namun, kedamaian itu justru memicu rasa jenuh yang mendalam bagi Lisa. Meski Toni adalah suami idaman yang tampan dan royal, Lisa merasa hambar. Kehadiran seorang pria lajang baru kemudian menggoda kesetiaannya hingga ia terjerumus dalam perselingkuhan. Akankah pengkhianatan ini menghancurkan rumah tangga mereka atau menjadi akhir dari kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel My Funiest Husband
8.6
Galih adalah penulis muda penuh humor yang terpaksa menjalani takdir unik saat dirinya 'dikutuk' untuk menikahi seorang dokter. Garis hidup membawanya bertemu dengan Galuh, dokter cantik yang berusia enam tahun lebih senior darinya. Di tengah luka hati Galuh yang baru saja kandas dalam asmara, Galih hadir dengan segala kekocakannya. Akankah perbedaan usia dan latar belakang mereka berujung pada kebahagiaan? Ikuti perjalanan cinta yang penuh tawa ini.