APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU

JEJAK CINTA DI SISIKU

Anindita terjebak dalam dilema saat mencari Zack, kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di tengah pencarian, ia bertemu Dirgantara, pria pelindung yang masih terbayang mendiang istrinya yang tewas tragis. Saat perasaan Anindita mulai beralih pada Dirgantara, Zack kembali muncul dengan segala misterinya. Takdir pun mulai mengungkap keterkaitan kelam antara masa lalu Zack, Dirgantara, dan sang istri. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati Anindita?
Bab
Bagikan

Bab 2

Beberapa waktu terakhir, Anindita semakin sering berhubungan dengan Zack. Komunikasi mereka terjadi melalui ponsel, Zack memang menyimpan ponsel secara diam-diam di dalam penjara. Anindita tak pernah menanyakan perihal ponsel tersebut tapi jauh di lubuk hatinya ia bersyukur bisa tetap berkomunikasi dengan Zack dan saling mengenal lebih dekat.

Banyak hal yang kemudian hari ia ketahui mengenai Zack. Lelaki itu ternyata ingin segera kembali ke Bogor selepas keluar dari penjara nantinya. Saat mendengar keinginan Zack, Anindita seketika membeku. Sejak kecil ia tak pernah pergi jauh sampai keluar provinsi Bengkulu. Dia tak punya keluarga yang tinggal terlalu jauh dari kampung halaman mereka, jadi Ada sedikit ketakutan di hati Anindita mendengar keinginan Zack.

'Akankah Zack pergi begitu saja dan meninggalkan hati yang sudah penuh dengan kesan indah tentang dirinya?' Setiap kali pemikiran seperti itu datang dalam benak Anindita ia merasa sedih.

"Aku akan meninggalkan alamatku. Kau juga bisa menghubungi aku melalui ponsel. Aku tidak akan berpaling semudah itu dari gadis secantik kamu." Zack terdengar seperti sedang menggombal.

"Kapan kau akan bebas?" Suara Anindita terdengar bergetar.

"Aku sudah mengurus pembebasan bersyarat. Mungkin tidak sampai dua bulan lagi aku akan bebas." Zack memberikan jawaban yang semakin membuat hati Anindita galau.

"Kita hanya sebatas berteman bukan? Kau tak mungkin akan membawaku pulang ke keluargamu begitu saja. Kau baru saja mengenalku dan aku tidak tahu banyak mengenai dirimu."

"Apa kamu mulai ragu? Dita, aku tidak bisa menjanjikan apa pun padamu saat ini. Tapi percayalah perasaanku ini tulus untukmu. Aku hanya bisa berharap Tuhan akan memberi jalan bagi kita untuk bisa bersama." Zack berusaha menepis kegalauan Anindita.

"Kau benar, kau hanya menyatakan perasaanmu dan tidak berjanji apa pun. Jadi untuk apa aku terlalu berharap." Anindita masih merasa kacau.

"Aku masih berada di dalam penjara. Aku tidak bisa memberimu janji apa pun yang mungkin akan aku ingkari suatu hari nanti. Aku cuma ingin kau tahu, jika Tuhan beri kita kesempatan maka aku akan selalu berusaha untuk bisa menghabiskan sisa usiaku bersamamu."

Kata-kata yang diucapkan Zack terdengar begitu indah di telinga Anindita, tapi hatinya merasa harus menjadi lebih tabah. Anindita seketika sadar Zack mungkin tak berani berjanji karena keadaan saat ini tidak memungkinkan bagi mereka untuk melihat masa depan seperti apa yang akan menghampiri keduanya.

"Sudah larut malam, tidurlah." Zack menyadarkan Anindita dari lamunannya.

"Iya, kamu juga tidur ya. Jangan ikutan teman-teman kamarmu yang bergadang sampai larut malam. Jaga kesehatan." Anindita berusaha memberi perhatian pada Zack yang memang sangat mendambakan perhatian gadis cantik yang baru saja ia kenal itu.

~~~

"Kau tak ingin ikut Zack ke Bogor saat dia bebas nanti?" Mega bicara sembari mengaduk-aduk jus alpukat di hadapannya.

Hari ini Mega dan Anindita baru saja pulang dari bekerja. Mereka berdua bekerja di sebuah pusat perbelanjaan sebagai SPG. Anindita mengajak Mega makan mie ayam di sebuah pertigaan jalan tak jauh dari mall tempat mereka bekerja, selesai makan mie ayam keduanya mengobrol tentang keseharian mereka.

"Aku tidak tahu akan kemana arah hubungan ini. Zack tak punya keluarga di sini juga hanya punya sedikit kenalan yang tidak mungkin menampung dirinya sementara waktu. Sedangkan keluarganya menginginkan dia untuk pulang ke Bogor. Aku bingung harus bagaimana. Jika secara langsung ikut pergi dengannya, apa kau pikir orang tuaku akan mengizinkan aku pergi? Bukan sifatku, mengikuti lelaki yang baru saja aku kenal. Apalagi dia seorang yang saat ini sedang mendekam di penjara, siapa yang tahu kehidupan seperti apa yang dia punya di Bogor sana."

"Lelaki asing memang tampak lebih menarik ya.., aku iri padamu. Aku dan Hosen saling mengenal sejak kecil. Entah kenapa aku menerima begitu saja saat ia menyatakan perasaannya padaku saat kita lulus SMA. Anak bandel itu selalu tampak imut di mataku." sekilas Mega membandingkan Hosen dengan Zack.

"Kalau ini terjadi pada dirimu, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan memilih pergi begitu saja tanpa menyelidiki terlebih dahulu latar belakang lelaki asing ini?"

"Kalau terjadi padaku mungkin aku akan segera terbang bersamanya dan hidup bahagia." Mega tersenyum lebar.

"Memang dasar bucin. Kau tidak pernah dengar kalimat seperti ini 'rasa penasaran seekor serangga terhadap bunga terkadang justeru membunuh si serangga'. Sudah saja, kau cukup bersama Hosen dan merencanakan masa depan bersamanya."

Anindita merasa tak ada gunanya bicara dengan sahabat bucin seperti Mega tentang perasaan galaunya.

"Dua bulan itu tidak akan lama. Apa kau tidak akan mulai menabung dan merencanakan sebuah perjalanan penuh petualangan bersama Zack?" Lagi-lagi Mega memberi usulan yang terdengar konyol bagi Anindita.

"Aku sudah terbiasa menabung sejak kecil. Kau tahu kan betapa inginnya aku punya usaha sendiri? Kau lihat tempat ini, aku selalu bermimpi ingin punya warung mie ayam yang selalu ramai seperti tempat ini. Jadi aku tidak akan menggunakan tabunganku untuk hal yang kurang penting."

"Kurang penting katamu? Dengar baik-baik ya kalau virus bucin dari dalam hatiku ini bisa aku tularkan padamu maka kau akan langsung terbang bersama Zack dan mencari kebahagiaan bersamanya. Pegang kata-kata ini ya, Anindita. Aku akan menularkan kebucinanku kepadamu." Mega mengelus-elus dadanya lalu berpindah mengelus dada Anindita sambil tertawa.

Anindita berusaha menghindar tapi kemudian terpaksa pasrah, ia ikut tertawa bersama Mega.

~~~

Hari kebebasan Zack telah tiba, Anindita dan Mega menjemput Zack ke Lapas lalu bersama-sama mengantar Zack ke bandara. Orang tua Zack sudah mengirimkan tiket pesawat dua hari sebelum kebebasan Zack. Anindita sempat menyayangkan hal ini tapi Zack meyakinkan dirinya bahwa Zack tidak akan melupakan Anindita. Mereka tetap masih bisa berhubungan melalui ponsel.

Rasa sedih menyelimuti hati Anindita di sepanjang perjalanan mereka menuju bandara.

"Kalau ada waktu dan kesempatan aku akan berkunjung kemari. Aku benar-benar tak bisa tinggal lebih lama di Bengkulu karena bagaimana pun juga aku harus bertemu kedua orang tuaku terlebih dahulu." Zack masih saja berusaha meyakinkan Anindita.

"Aku akan tetap tenang selama kita jauh. Doakan semua akan baik-baik saja. Kita pasti bisa bertemu lagi." Anindita akhirnya berusaha tegar.

Zack bahkan tak sempat singgah ke rumah Anindita karena mengejar pesawat untuk berangkat ke Jakarta. Dari cerita Hosen beberapa waktu lalu, Mega dan Anindita baru mengetahui bahwa ayah Zack tengah sakit keras sejak beberapa waktu. Zack sangat terburu-buru pulang karena takut tak bisa berjumpa lagi dengan ayah kandungnya yang sudah kritis.

Setelah mengantarkan kepergian Zack, Anindita yang merasa sedih sempat dihibur oleh Mega. "Dia pasti akan kembali kemari setelah bertemu kedua orang tuanya. Kau lebih baik tak usah khawatir."

"Iya. Semoga saja dia tidak melupakan aku ya." Anindita juga berusaha menghibur hatinya sendiri dan menampakkan senyum manis di hadapan Mega walaupun sesungguhnya hatinya kacau tak menentu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Sudah lebih dari tujuh bulan lamanya, keluarga iparku menumpang dan hidup layaknya benalu di kediamanku. Mirisnya, mereka justru memperlakukanku seperti seorang pelayan di rumahku sendiri. Di sisi lain, suamiku merasa tidak tega untuk mengusir mereka keluar. Karena kesabaranku telah habis, kini aku memutuskan untuk menyusun rencana cerdik demi membuat mereka merasa tidak nyaman dan segera pergi selamanya dari kehidupanku yang tenang ini.
Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Gabriel Alaric menjadikan Aveline Harper alat balas dendam terhadap ayahnya, Leonard. Gadis berusia 21 tahun itu dipaksa menikah demi menebus dosa masa lalu keluarganya. Di tengah kebencian Gabriel yang dingin, terdapat rahasia kelam yang menyiksa batinnya. Aveline pun berusaha bertahan sambil memahami luka suaminya. Akankah dendam ini berakhir dengan kehancuran, atau justru cinta yang tak terduga muncul menyatukan mereka di tengah badai emosi?
Sampul Novel Hijaunya Rumput Tetangga
7.8
Fian adalah sosok suami idaman yang sangat setia, namun ia harus menghadapi kenyataan pahit saat istrinya, Anti, mendadak meminta cerai. Anti merasa jenuh karena Fian dianggap tidak romantis meski sangat baik. Keputusan Anti untuk berpisah pun semakin kuat setelah dirinya bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang memiliki sifat sangat kontras dibanding Fian. Kini, keutuhan rumah tangga mereka berada di ujung tanduk akibat bayang-bayang masa lalu.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila
9.5
Demi menyelamatkan keluarga angkatnya dari jurang kebangkrutan, Yura terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Ataya Wijaya setelah Mina melarikan diri. Sosok suami yang harus ia hadapi adalah Tuan Muda yang selama ini ia rawat secara rahasia. Saat penyakit mental Ataya kambuh, hanya pelukan dan ASI Yura yang mampu menenangkannya. Kini, Yura harus terjebak dalam pernikahan penuh teka-teki bersama pria yang sangat bergantung pada kehadirannya tersebut.
Sampul Novel Pernikahan Penuh Rahasia
8.2
Nara terjebak dalam pernikahan kontrak 90 hari dengan Kieran, pewaris kaya raya, demi melunasi utang mendiang ayahnya. Meski Nara menyimpan rasa, Kieran justru bersikap dingin dan menegaskan bahwa penyatuan ini hanyalah tuntutan sang ayah. Bagi Kieran, Nara hanyalah putri petani yang memalukan. Di tengah kebencian dan rahasia yang menyelimuti rumah mereka, Nara harus bertahan menghadapi kehancuran hati sambil mencari tahu apakah ada harapan dalam sisa waktu mereka.