APKDock Logo
Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa

Jerat CEO Tunangan Paksa

8.3 / 10.0
Pasca membalas pengkhianatan mantan kekasih, Melinda Arum tak sengaja bertemu Reyhan Azrael karena insiden salah masuk toilet. Reyhan, CEO ternama di Jakarta, menolong Melinda keluar dari masalah besar yang mengancamnya. Namun, bantuan tersebut menuntut imbalan berat: Melinda harus bersedia menjadi tunangannya. Terjepit antara rasa bimbang dan amarah, Melinda terpaksa masuk ke dalam hubungan penuh ketegangan, kebohongan, serta luka emosional yang mendalam.

Jerat CEO Tunangan Paksa Bab 1

Melinda Arum menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih berdetak tak terkendali. Wajahnya yang dulu sering cerah dan penuh semangat kini tampak lelah dan hampa. Seminggu terakhir bagai mimpi buruk yang terus menghantui, sebuah kenyataan pahit yang tak pernah ia bayangkan akan menimpanya. Dulu, hidupnya terasa sempurna: ia memiliki seorang kekasih yang dicintainya dan sahabat yang selalu ada di sisinya. Namun, dunia yang tampak indah itu runtuh seketika setelah ia mengetahui bahwa pria yang ia cintai, Raka, ternyata selingkuh dengan sahabat baiknya sendiri, Nadia.

Itu adalah pukulan telak yang membuatnya merasa hancur, tak tahu harus berbuat apa. Melinda merasa seperti terjatuh dari tempat yang tinggi, dengan luka yang sangat dalam di hatinya. Ia menghabiskan berhari-hari untuk membalas dendam pada Raka dan Nadia, berusaha untuk mengembalikan sedikit harga dirinya yang terluka. Ia ingin mereka merasakan apa yang ia rasakan-rasa sakit yang begitu perih, pengkhianatan yang sulit dihapus dari ingatannya.

Namun, dalam kesedihannya, pertemuan dengan seorang pria tak terduga di sebuah mall membuat segala hal berubah. Kejadian itu terjadi pada malam yang gelap, saat Melinda sedang melangkah keluar dari kafe setelah bertemu dengan teman-temannya. Ia merasa sedikit lebih baik setelah beberapa gelas anggur, namun hati dan pikirannya masih berat.

Melinda bergegas menuju toilet, tak peduli dengan keramaian di sekitarnya. Namun, dalam keadaan setengah mabuk, ia tanpa sengaja memasuki toilet pria yang ada di ujung lorong. Ia langsung terkejut dan hampir ingin berbalik ketika sebuah suara dalam yang dingin terdengar dari balik pintu toilet.

"Tidak ada di sini," suara pria itu berkata dengan nada yang sangat tenang, namun terasa memerintah.

Melinda menatap pria yang baru saja muncul dari balik pintu, matanya tampak lelah namun tajam. Dalam sekejap, ia langsung menyadari bahwa ia berada di tempat yang salah. Pria itu tampak sangat tegap, mengenakan jas rapi yang menunjukkan statusnya yang tinggi. Namun, yang paling mencolok adalah tatapannya-sebuah tatapan yang penuh keyakinan dan kontrol. Melinda merasa kaget, wajahnya merah seketika karena malu.

"Maaf, saya tidak sengaja masuk," kata Melinda buru-buru, berusaha untuk mundur dengan cepat.

Namun, pria itu tidak langsung menghindar. Justru dia berdiri tegak, menatap Melinda dengan sebuah senyuman yang sangat tipis, seolah sedang mengamati setiap gerak-geriknya. "Tidak masalah," katanya dengan suara yang dalam, seolah sedang mengukur sesuatu.

Melinda mencoba menghindari tatapannya yang terlalu intens, namun pria itu tetap berdiri di sana, seolah menunggu sesuatu. Melinda merasa tak nyaman, apalagi dengan keadaan tubuhnya yang setengah terhuyung. Ia hendak pergi, tapi langkahnya terhenti sejenak ketika pria itu berkata lagi.

"Jika kamu merasa ada yang salah, aku bisa membantumu keluar dari masalah," katanya. Nada suaranya dingin dan penuh pertimbangan.

Melinda mengerutkan kening. "Maksudmu apa?" tanyanya, tidak mengerti dengan apa yang dimaksud pria itu.

"Keluar dari masalah yang sedang kamu hadapi," jawab pria itu, sedikit lebih mendalam. "Tapi kamu harus mendengarkan aku."

Melinda merasa bingung, namun dalam keadaan terdesak dan hampir tak tahu harus berbuat apa, ia akhirnya mengikuti pria itu keluar dari toilet. Mereka berjalan di lorong yang sepi, sementara pria itu menjelaskan bahwa dia adalah Reyhan Azrael, CEO dari salah satu perusahaan besar di Jakarta. Tentu saja, nama itu tidak asing bagi Melinda, meskipun ia tidak tahu persis siapa Reyhan dalam kesehariannya. Yang ia tahu, Reyhan adalah seorang pria yang tidak hanya kaya raya, tetapi juga dikenal karena kekuatan dan pengaruhnya yang besar.

"Kenapa kamu membantu saya?" Melinda bertanya, masih merasa ragu dan cemas.

Reyhan berhenti sejenak, memandang Melinda dengan tatapan tajam yang bisa membuat siapa saja merasa seperti tengah diperiksa. "Karena aku tahu apa yang kamu rasakan," jawabnya singkat, lalu melanjutkan langkahnya.

Melinda tidak dapat menjelaskan perasaannya. Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya-sebuah ketertarikan yang tak bisa ia pungkiri, namun juga sebuah rasa takut yang tak bisa ia singkirkan begitu saja. Sesuatu dalam diri Reyhan membuatnya merasa cemas, sekaligus terpesona.

Mereka tiba di tempat parkir yang jauh dari keramaian. Reyhan membuka pintu mobil mewahnya dengan gesit dan mengarahkan Melinda untuk masuk. "Percayalah padaku. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu malam ini," kata Reyhan, suaranya penuh ketegasan.

Melinda yang terhuyung-huyung karena kesedihan dan kebingungannya akhirnya menuruti. "Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Melinda, suara lebih lemah dari yang ia inginkan.

Reyhan menoleh ke arahnya, dan untuk pertama kalinya, ada sesuatu yang lebih lembut dalam sorot matanya. "Aku hanya ingin menolongmu, Melinda," jawabnya pelan. "Namun, ada satu hal yang harus kamu ingat. Aku tidak memberikan bantuan tanpa imbalan."

Melinda menatapnya, merasakan jantungnya berdegup lebih kencang. "Imbalan?" tanyanya, merasa cemas sekaligus penasaran.

"Ya, kamu harus membantuku," jawab Reyhan tegas, menatapnya dengan penuh arti.

Melinda terdiam sejenak, mencoba mencerna kata-kata itu. "Apa maksudmu?" tanya Melinda dengan hati yang mulai berdebar-debar.

"Aku ingin kamu menjadi tunanganku," kata Reyhan tanpa ragu, matanya tetap tak lepas dari wajah Melinda. "Atas dasar aku sudah membantumu, jadi kamu harus membantuku."

Melinda merasa tubuhnya seperti diserang oleh ribuan pertanyaan sekaligus. "Tunanganku? Kamu gila!" ia hampir berteriak, merasa marah dan bingung.

Reyhan hanya tersenyum tipis, seakan segala hal yang terjadi malam ini adalah bagian dari sebuah rencana yang tak bisa ia hindari. "Bukan soal gila, Melinda. Ini soal kesepakatan. Dan kamu tidak akan bisa menghindarinya."

Di saat itu, Melinda tahu hidupnya akan berubah selamanya. Tapi apakah ia siap untuk menerima konsekuensinya?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jerat CEO Tunangan Paksa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Demi kesembuhan adiknya, Nadia terjun ke dalam rencana licik Satria, ibu dari konglomerat Reza Azhar. Ia diminta menjadi ibu pengganti bagi Reza dan istrinya yang tak kunjung memiliki anak. Namun, duka mendalam melanda saat adiknya meninggal, memicu Nadia untuk kabur membawa rahasia besar: ia tengah mengandung darah daging Reza. Kini, di tengah kejaran Satria dan kebenaran yang mulai terungkap, mampukah Nadia terus bersembunyi dari takdir dan intrik kekuasaan?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan