APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat Cinta Lelaki Muda

Jerat Cinta Lelaki Muda

Rafka Mahendra, playboy kampus yang gemar menaklukkan wanita, menerima tantangan teman-temannya untuk memacari dosen baru yang dingin dan tegas, Sarah Adisty Mahira, dalam sebulan. Meski terus diabaikan, Rafka nekat melakukan segala cara, termasuk menyewa mata-mata demi menyelidiki rahasia masa lalu Sarah. Saat menemukan titik lemah sang dosen, Rafka memanfaatkannya sebagai ancaman. Akankah intrik ini memaksa Sarah tunduk, ataukah permainan cinta Rafka justru berujung di luar kendali?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Saya kira waktu yang saya berikan kepada kalian sudah cukup lama untuk mengerjakan tugas yang saya berikan. Tetapi mengapa masih ada saja mahasiswa yang mengirim tugas terlambat kepada Saya?!” sungut Sarah mendenguskan nafasnya berkali-kali, dengan kilatan matanya yang sekaan dipenuhi oleh kobaran api.

Meskipun, baru 2 bulan ia mengajar di kampus ini, tetapi sudah ada saja tingkah mahasiswanya yang membuatnya naik darah.

Dari mulai mengumpulkan tugas terlambat, memakai pakaian yang melanggar kode disiplin berpakaian, menitipkan absensi pada teman yang lain padahal tidak masuk, sampai tak mengumpulkan tugas sama sekali. Beberapa hal itu, seolah menjadi pemandangan biasa yang sering Sarah dapati selama mengajar 2 bulan di sini.

Padahal, apa susahnya para mahasiswanya itu mengikuti semua hal yang sudah ditetapkan oleh dosen dan kampus.

Toh, kalau mereka semua berusaha untuk menjadi mahasiswa yang terbaik, tentunya yang mendapatkan untungnya juga diri mereka sendiri. 

Sebenarnya, bisa saja Sarah tak perlu marah-marah atau menghabiskan energinya untuk mengomeli para mahasiswa di kelasnya.

Namun, karena ia peduli dengan nilai para mahasiswanya dan ia juga ingin menanamkan jiwa-jiwa kedisiplinan untuk mereka, terpaksa lah mau tak mau ia harus bersikap tegas.

Sarah tak peduli, jika dengan bersikap demikian, ia di cap sebagai dosen galak, sadis, dan tak punya hati,

“Maafkan kami, Bu.” Para mahasiswa serempak mengatakan itu dengan harapan Sarah akan berhenti bersungut-sungut kepada mereka. “Kami janji akan mengumpulkan tugas tepat waktu, jika Ibu kembali memberikan tugas kepada kami, imbuh ketua kelas mahasiswa di kelas yang Sarah ajar kali ini.

“Sudahlah! Saya tidak butuh janji kalian! Kalau memang kalian ingin mengumpulkan tugas tepat waktu kali ini, saya akan memberikan tugas membuat artikel pemasaran kepada kalian. Tetapi, saya hanya memberikan waktu sampai besok untuk kalian mengumpulkan tugas itu!” 

Sengaja Sarah memajukan tugas yang seharusnya ia berikan minggu depan, dengan tenggang waktu pengumpulan yang memang tidak manusiawi.

Anggap saja, ini sebagai bentuk hukuman karena menyepelekan tugas yang ia berikan. Selesai memberikan tugas itu, Sarah mencoba meredam kemarahan dan menyampaikan materi perkuliahan yang harus ia berikan kepada para mahasiswa di kelas paginya hari ini.

Barulah setelah selesai mengajar, Sarah segera bergegas ke ruangan dosen. Sungguh, ia tak ingin berlama-lama lagi ada di kelas yang sudah membuat tensi darahnya menjadi tinggi di pagi hari yang cerah ini. 

Ketika sosok Sarah tak lagi terlihat, kebanyakan mahasiswa di kelas pagi  bisa menghela nafas dengan bebas.

Semenjak kelas pagi ini di buka dengan kemarahan Sarah, atmosfer yang tercipta di kelas juga terasa seperti dipenuhi oleh asap yang membuat para mahasiswa merasakan sesak.

“Astaga, galak bener Bu Sarah! Sejak Bu Sarah mengajar di sini, jarang banget lihat dia enggak marah-marah tiap masuk kelas!” gerutu Kevin sambil memasukkan buku kuliah miliknya ke dalam tas.

Tyo menghela nafas lega, pasalnya karena minum-minum semalam membuat ia, Kevin , Rafka sama-sama hampir terlambat datang ke kuliah pagi hari ini.

“Tapi, untung aja kita bisa datang sebelum Bu Sarah masuk kelas. Kalau terlambat sedikit aja, bisa tengsin habis kita gara-gara kena omel di sama Bu Sarah di depan kelas.” 

Sementara itu, Rafka sendiri tampak tak banyak bicara karena ia masih merasakan pengar menghinggapi separuh jiwanya.

Bagaimana ia tidak pengar, kalau kemarin sudahlah ia meminum Bir hitam bersama Kevin dan Tyo, lalu ditambah lagi ia minum wine merah dengan Maya demi memenangkan taruhan kemarin. 

“Tumben diam aja lo, Raf? Kayaknya lo butuh tantangan baru dari gue sama Kevin, biar lo enggak diam aja kayak mayat hidup begini. Kebetulan, tiba-tiba  gue kepikiran kasih taruhan buat lo. Taruhan yang kelihatannya bakal susah buat lo menangkan kali ini,” lontar Tyo sambil menyenggol tubuh Rafka. Lalu membisikan target taruhan kali ini kepada Kevin

“Waduh. Kalau target taruhan itu, gue juga yakin kali ini Rafka bisa kalah taruhan,” respons Kevin, ketika mendengar wanita yang akan menjadi target taruhan mereka kali ini.

“Lo berdua kenapa bisik-bisik segala? Kalau memang lo berdua sudah menemukan target taruhan yang katanya bakal sulit buat gue taklukan, langsung aja bilang sama gue,” sahut Rafka berusaha menghalau rasa pengar di kepalanya.

“Chill, Raf. Gue mau kasih waktu buat lo bernapas lega sebanyak-banyaknya. Soalnya, kalau gue kasih tahu target taruhan kita kali ini, gue takut lo bakal sesak napas,” ledek Kevin cekikikan sendiri membayangkan betapa syoknya Rafka, kalau sampai temannya itu tahu harus menaklukkan dosen galak mereka yang berhati dingin.

“Buruan, kalau lo berdua mau ngomong, gue kasih waktu 1 menit. Kalau dalam satu menit enggak ada yang ngomong juga, lo berdua gue tinggal pulang!” tandas Rafka memasang sebelah strap tas  punggungnya dan akan beranjak dari kursi yang sedang ia duduki.

“Lo memang enggak sabaran, Raf. Daripada buat lo makin dongkol, gue bakal kasih tahu kalau gue dan Kevin sepakat buat kasih taruhan lo untuk menjadikan bu Sarah sebagai pacar. Tapi, kali ini kita kasih lo waktu 1 bulan. Soalnya, Gue dan Kevin yakin lo enggak akan semudah itu untuk mendapatkan hati Bu Sarah,” papar Tyo menyunggingkan sudut bibirnya penuh percaya diri, karena kali ini ia dan Kevin yakin bisa membuat Rafka kalah taruhan.

“Waduh … Kayaknya kali ini bakal susah buat lo, Raf. Tapi, kalaupun gue sama Tyo kalah, gue sih enggak akan merasa rugi. Soalnya kalau sampai lo menang dan bisa menjadikan Bu Sarah pacar, mungkin saja Bu Sarah jadi enggak galak lagi di kelas,” timpal Kevin disertai suara tertawa renyah.

Seperti biasa, Rafka hanya menanggapi taruhan dari kedua temannya itu dengan senyum miringnya. “Gue kira bakal sesusah apa. Ternyata cuma si dosen baru itu. Kalau cuma mendapatkan dia, gue yakin enggak sampai sebulan juga Bu Sarah sudah bertekuk lutut buat jadi pacar gue.”

“Jangan sesumbar dulu, Bro. Lo aja belum coba mendekati bu Sarah. Coba aja lo mendekati dia, gue yakin kepercayaan diri yang lo tunjukkan ke kita hari ini enggak bakal bertahan lagi.”

Kevin yang memang selalu mengeluarkan kata-kata konyol dan diiringi suara tawa sesudahnya, ikut menimpali perkataan Tyo. “Kalau gue cuma mau bilang, good luck, Bro. Moga aja lo kagak dapet nilai E atau paling parah sampai di DO, gara-gara berusaha merayu uB Sarah.”

“Kebanyakan bacot lo berdua! Intinya lihat aja, dalam waktu kurang dari sebulan, gue pasti sudah jadian sama si dosen baru itu,” sahut Rafka sambil beranjak dari kursinya.

Rafka akan bersiap untuk pulang, karena ia harus menyiapkan strategi untuk mendekati bu Sarah. Mulai besok dan seterusnya, ia akan mencoba berbagai cara agar bisa mendapatkan hati dosen barunya itu.

Sesulit apa pun jalan yang harus ia tempuh untuk bisa menaklukkan Bu Sarah, tak akan membuatnya berhenti sampai ia bisa benar-benar meluluhkan hati dosen baru yang terkenal tegas dan berhati dingin itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Contract Love
8.1
Dunia Tiara runtuh saat kekasihnya menghilang di hari pernikahan yang sudah siap digelar. Pengakuan mengejutkan dari sahabatnya kian menghancurkan reputasi sang publik figur. Putus asa demi menyelamatkan karier, Tiara melakukan tindakan nekat dengan melamar seorang pria asing di antara tamu undangan. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Kini, Tiara harus menghadapi masa depan yang kelam. Siapakah pria itu dan bagaimana nasib hidupnya kini?
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward dikenal sebagai sosok pria kejam yang menyandang julukan malaikat berhati iblis. Namun, segalanya berubah drastis saat takdir mempertemukannya dengan Anesia Sabila. Kehadiran wanita tersebut menjungkirbalikkan dunia David hingga hidupnya terasa kacau dan tidak terkendali lagi. Apa sebenarnya yang membuat Anesia mampu mengusik ketenangan sang iblis? Ikuti kisah penuh konflik dan romansa yang akan mengungkap alasan di balik kekacauan hidup David.
Sampul Novel Gadis Nakal Itu Milikku
9.4
Grace jatuh terduduk dalam kehancuran setelah dipermalukan oleh Edward. Tidak ada lagi sikap keras kepala yang biasa ia tunjukkan. Di tengah isak tangisnya, Edward mendekat dan memeluknya erat sambil memohon maaf. Edward mengaku tindakannya dipicu oleh kecemburuan melihat kedekatan Grace dengan Kevin. Meski emosinya sempat meledak, Edward menyadari perasaannya yang kacau. Ia mencium kening Grace, berusaha menjelaskan sesak di dadanya yang selama ini tak ia pahami.
Sampul Novel Jebakan Ibu Susu Bayiku
8.6
Demi biaya pengobatan ibunya, Elara terpaksa menjadi ibu susu bagi anak Viktor Laxmere, miliarder penuh misteri. Pekerjaan yang semula dianggap penyelamat justru menjerumuskannya ke dalam pusaran manipulasi dan intrik gelap. Di tengah kekuasaan Viktor yang absolut, Elara terjebak dalam dilema antara benci dan perasaan yang mulai tumbuh. Kini ia harus mengungkap rahasia besar di balik tawaran tersebut sebelum dirinya hancur sebagai pion dalam permainan berbahaya Viktor.