APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JERAT PESONA PRIA 21 CM

JERAT PESONA PRIA 21 CM

Pernikahan dengan Evans, pemuda tampan tetangga desa, awalnya terasa seperti mimpi bagi aku. Namun, cinta pandangan pertama itu berubah menjadi petaka saat rahasia kelam pekerjaannya sebagai pria pemuas terungkap setelah kami menikah. Hidupku hancur ketika suami yang kucintai tega menjualku kepada mucikari demi melunasi hutangnya pada lintah darat. Kini aku terjebak menjadi wanita panggilan dan harus berjuang keras untuk lepas dari jerat neraka dunia ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

"aaaah! Ahakk! Maaass, aaah!" Aku mengerang panjang saat senjata kelelakian mas Evan yang berukuran amat besar itu menerobos rongga rahimku yang masih dilapisi selaput tipis keperawanan.

"Saakiit Maas, aaah, aaaakhh!"

Rasanya begitu perih dan panas. Rahimku seketika terasa penuh sesak saat senjata Mas Evans Yusna Nugraha yang malam ini baru saja sah menjadi suamiku, menggumuliku dimalam pengantin kami.

Mas Evans sejenak menghentikan gerakan bokongnya, mata tajam dengan alis tebal itu menatap mataku lekat lekat. Sungguh dia adalah lelaki tertampan yang pernah aku kenal selama ini. Hidungnya mancung, dagunya sedikit belah dengan rahang tegas dihiasi sedikit brewok dan jambang tipis.

Rasanya aku adalah wanita paling beruntung yang berhasil memiliki lelaki tampan dengan tubuh atletisnya ini.

Mas Evans memagut bibirku lembut, lalu mengulumnya dengan hangat dan panjang. Seketika tubuhku merasakan getaran kenikmatan yang menjalari seluruh aliran darahku.

Mas Evans kembali menggoyang bokongnya pelan, senjata kelelakian miliknya yang besar dan sedikit bengkok itu menari nari dalam rongga rahimku. Rasa perih dan nyeri yang sejak tadi berdenyut disana hilang sudah! Berganti dengan rasa nikmat yang tiada Tara dan sulit dilukiskan dengan kata kata.

"Aaah, eeehmm, aaah, aaah mass, aaah" aku tak sanggup lagi untuk tidak mendesah. Gelenyar kenikmatan itu sudah sampai didalam otakku.

Mas Evans mempercepat genjotannya. Dahi dan tubuhnya sudah dialiri peluh yang menetes netes hingga mengenai wajahku. Otot otot tubuhnya yang indah terpahat, berkilat ditimpa cahaya lampu yang sengaja dibuat temaram dimalam pertama kami. Hal itu membuat gairahku seketika mencuat, lelaki ini berhasil melambungkan birahiku dengan permainannya yang begitu memabukkan.

Mas Evans menggagahiku dengan berbagai gaya hingga tak terasa hampir satu jam kami bercinta. Tenagaku sudah hampir habis akibat digempur senjatanya yang mematikan itu, membuatku hampir saja terkulai pingsan saking enaknya.

Hingga dimenit ke lima puluh lima, tubuh mas Evan menegang. Dia mempercepat gerakan penetrasinya dalam lorong gua darbaku.

"Aaaakh! Aaah!" Mas Evans mengerang tertahan dengan tubuh menegang. Sesuatu rupanya memancar dari dalam batang senjatanya lalu muncrat memenuhi lorong ovariumku yang sejak tadi sudah bechek tak ada ojek.

Lelaki itu terkulai lemas disisiku. Keringatnya membasahi tubuh dan juga sprei putih bertabur kelopak bunga mawar diranjang pengantin kami. Nafas kami berdua tersengal sengal.

Aku merebahkan kepalaku didadanya yang bidang sambil terus menatap wajahnya yang tampan dan gagah.

Tangan kekarnya bergerak mengelus rambutku yang hitam bergelombang sebahu.

"Terima kasih mas.." Bisikku sambil memeluk erat lengannya. Dia tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih dan rapih. Tak berapa lama lelaki itu terlelap.

***

Aku dan mas Evans menikah karena dijodohkan. Kami menikah dengan proses ta'aruf.

Entah bagaimana ceritanya, Pak Mansyur, Ayah dari mas Evans mengungkapkan keinginannya kepada Bapak, untuk mempersunting ku, buat puteranya yang selama ini tinggal dan bekerja di ibu kota.

Setelah Bapak bertemu dengan calon menantunya, beliau langsung setuju. Bapak dan pak Mansyur pun mengatur pertemuan perihal perjodohanku dengan lelaki dari kota itu.

Untuk pertama kalinya, saat aku dan mas Evans saling bertatap muka, hatiku seketika berdesir indah. Mas Evan yang tampan dan gagah itu berhasil mencuri hatiku sejak pandangan pertama.

Aku langsung menyetujui, saat Pak Mansyur mengutarakan keinginannya melamar ku untuk puteranya.

Namaku adalah Rizkia Nuril Wahida atau biasa dipanggil dengan Nurul. Pekerjaanku sehari hari adalah sebagai tenaga honorer disalah satu se-kolah menengah swasta didesaku.

Wajah cantik, berhijab dan juga sebagai tenaga pendidik- meskipun honorer, membuatku dikenal oleh banyak orang terutama ibu ibu yang menye-kolahkan putra putri mereka diSeko-lah tempatku mengajar.

Mereka memanggilku dengan sebutan 'Bu Nurul' meski usiaku masih terbilang muda, yakni 21 tahun.

Sedangkan suamiku, Evans Yusna Nugraha telah lama bekerja dan tinggal di ibukota Jakarta setelah lulus kuliah. Umurnya 31 tahun kini, perbedaan usia yang cukup jauh inilah yang membuatku menaruh harapan besar kepada mas Evans.

Aku tak tahu pekerjaannya. Namun yang kudengar, mas Evans sudah hidup mapan bahkan memiliki rumah sendiri dikota besar sana.

Iming iming hidup mapan itu pulalah yang membuatku langsung setuju dengan pernikahan kami.

Siapa yang tak akan tergoda, memiliki suami rupawan, mapan, perhatian dan juga mampu memuaskan gairah segsual pasangan diatas ranjang?

Seperti biasa, pagi hari sekitar pukul setengah lima, sudah menjadi rutinitas ku bangun untuk menjalankan kewajiban Fardu subuh. Namun karena semalam aku dan suamiku sudah menjalankan Sunnah rosul, maka pagi ini aku harus keramas, mensucikan diri dari hadast besar sebelum menunaikan kewajiban fardu subuhku.

Kulihat mas Evans masih tertidur pulas dengan sedikit mendengkur halus. Wajah tampan nya terlihat damai. Aku sedikit tak tega membangunkannya untuk melaksanakan mandi besar bersamaku. Ah, nanti sajalah. Siapa tahu mas Evans akan segera bangun dengan sendirinya, lalu menyusulku ke kamar mandi.

Selesai keramas dan melaksanakan kewajiban, kulipat mukena diatas sajadah, kemudian menyimpannya diatas nakas.

Kulihat suamiku masih belum juga bangun. Ah, mungkin dia kelelahan karena semalam kami semalam suntuk berperang hingga sama sama jatuh dan kehabisan tenaga.

Aku berjalan menuju dapur. Rupanya ibu mertuaku sedang sibuk didapur.

"Masak apa Bu?" Sapaku pada wanita paruh baya yang tampak sibuk berkutat didepan kompor. Serta Merta, ibu mertuaku menyungging  tersenyum menyambutku.

"Ealah, pengantin baru kok subuh subuh sudah repot repot masuk ke dapur? Sudah sana, nak Nurul didalam saja. Pengantin baru jangan dulu bau bawang dan bumbu dapur!" Sahut Bu Ningsih, ibu mertuaku sembari menyuruhku masuk kembali kekamar.

"Enggak apa apa Bu. Lagipula Nurul sudah terbiasa dengan pekerjaan dapur kok. Itung itung menyenangkan suami adalah ladang pahala bagi istri," ucapku, yang tanpa dikomando mulai menyibukkan diri merajang bawang dan mengiris iris tomat, cabai dan juga kacang panjang.

Aku tak henti mengucap syukur. Selain memiliki suami yang tampan, dan mapan, kedua mertuaku juga luar biasa baik dan pengertian.

Pukul tujuh pagi, aku dan ibu mertuaku sudah selesai memasak menu sarapan untuk kami sekerluarga. Ada goreng tempe, balado telur, tumis kacang panjang dan juga sambal goreng bawang.

Pak Mansyur, Tiwi-adik mas Evans yang baru duduk di kelas tiga es-em-A, duduk mengelilingi meja.

"Coba Nurul, kamu bangunkan dulu suamimu itu. Ajak dia sarapan bersama sama kita," titah ibu mertuaku. Aku pun mengangguk lalu bergegas menuju kamarku dan mas Evans. Sempat kulihat sekilas senyum misterius dibibir Tiwi. Seperti senyuman mengejek. Namun aku tak ambil pusing.

"Mas... Mas Evans. Bangun mas. Sudah siang..."gumamku pelan sembari menggoyang bahu kekar suamiku. Dia menggeliat sebentar lalu mendengus kasar. Mas Evans masih memejamkan matanya.

"Maass, sudah siang. Sudah waktunya mandi dan sarapan. Bapak dan ibu sudah menunggu, lho..." Ujarku dengan intonasi suara selembut mungkin sambil mengguncang perlahan tubuhnya.

"Arghhh berisik! Gue masih ngantuk! Lo Ganggu banget tau enggak! Ntar juga gua bangun!" Gerutunya sembari menjambak kasar rambutnya, lalu membenamkan wajahnya ke bantal.

Deg!

Aku mengelus dada seraya mengucap istighfar dalam hati. Namun aku masih berpositif thinking dengan kelakuan imamku yang bahkan baru aku kenal dalam hitungan hari.

Tak mau memancing keributan, aku kembali keluar dari dalam kamar pengantin kami, lalu bergabung untuk sarapan bersama keluarga suamiku.

"Bagaimana? Evans sudah bangun?" Tanya pak Mansyur dengan wajah berkerut, aku menggeleng lemah.

"Mas Evans kecapekan, dia sedang enggak enak badan"  Kilahku, agar bapak atau ibu mertuaku tak lagi banyak bertanya.  Sementara Tiwi yang sedang asik sarapan hanya tertawa kecil. Aku sedikit heran dengan sikap gadis itu, namun aku tak begitu memedulikannya.

Kami menikmati sarapan berempat. Aku makan dengan pikiran kacau dan bertanya tanya dalam hati, apakah ini sifat asli suamiku yang usianya jauh lebih dewasa diatas ku??

(Bersambung)

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengunci Keluarga Suamiku
9.0
Saat perayaan ulang tahun pernikahan, aku menemukan catatan kehamilan di ponsel lama suamiku, James Vance. Isinya penuh cinta untuk seorang janin, padahal aku tidak pernah mengandung. James berdalih itu milik sahabatnya, namun aku menemukan foto USG atas nama Amelia Harper di folder terhapus. Sambil memendam amarah atas pengkhianatan ini, aku tersenyum getir dan segera menghubungi ibu mertuaku, Margaret. Rahasia gelap keluarga mereka kini mulai terkuak.
Sampul Novel Bangkit Dari Kematian
8.3
Keharmonisan rumah tangga Rianti dan Randi kini terancam oleh kemunculan kembali Monica. Membawa dendam masa lalu, Monica merasa pengorbanannya tak dihargai setelah Randi lebih memilih menikahi Rianti. Ia datang menagih janji pernikahan yang diklaim pernah diucapkan Randi, meski Randi keras membantah komitmen tersebut. Di tengah konflik dan misteri janji masa lalu ini, sanggupkah Rianti berjuang mempertahankan keutuhan pernikahannya dari gangguan sang mantan?
Sampul Novel Gigolo2
8.1
Frans terpaksa kembali ke dunia gelap sebagai gigolo demi menyambung hidup. Namun, rahasia ini menjadi beban berat saat anak-anaknya mulai kritis mempertanyakan profesinya. Selama ini, ia berhasil menutupi pekerjaan tabu tersebut dari Anjani, sang istri tercinta. Ketenangan rumah tangga mereka hancur seketika saat Lea, salah satu pelanggan setianya, nekat mengirimkan bukti video panas mereka kepada Anjani. Kini, Frans harus menghadapi kehancuran keluarganya.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel MR. AKSA
9.1
Menikah muda demi bakti kepada orang tua terpaksa kujalani meski harus bersanding dengan pria asing. Namun, duniaku runtuh saat mendengar rahasia besar bahwa calon suamiku ternyata tidak menyukai wanita. Bagaimana mungkin orang tuaku tega menjodohkanku dengan pria seperti itu? Kini aku terjebak dalam dilema besar, meratapi nasib dan berharap bisa melarikan diri. Aku butuh pertolongan untuk lepas dari jeratan pernikahan dengan pria yang tak normal ini.
Sampul Novel MY Nerdy Wife
9.7
Bagi Arcella Shameera Caluella, kecantikan luar biasa justru membawa petaka. Demi keamanan, sang ibu memintanya menyamar jadi gadis cupu untuk meredam kecemburuan buta Vanessa, kakaknya. Namun, Vanessa tetap berambisi menghancurkan hidup Arcella dengan merebut Zale dan Auriga, pria-pria yang dicintainya. Puncaknya, kelicikan Vanessa berhasil menjebak Arcella dalam pertunangan dengan pria berhati iblis. Akankah Arcella mampu bertahan dari kekejaman kakaknya sendiri?