APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON

JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON

Gideon Mosha adalah mahasiswa cerdas yang hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya. Sang ibu memutuskan menyewa pengasuh pribadi, namun sifat jahil Gideon membuat tak ada yang bertahan lama. Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak dalam pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah berhasil menenangkan putranya. Nyonya Kemala pun kembali meninggalkan rumah megahnya untuk menuju ke kantor.

Di dalam perjalanan, Nyonya Kemala segera mengirimkan pesan kepada Septin, gadis yang baru saja beberapa saat yang lalu dirinya wawancarai untuk menjadi pengasuh putranya, Gideon.

Sepertinya Nyonya Kemala ingin berbicara serius dengan gadis itu. Setelah meeting penting yang akan dirinya harus hadiri.

Septin yang masih berada di pasar, tepatnya di kios sembako milik keduanya orang tuanya, sungguh sangat kaget dengan pesan yang dirinya terima dari Nyonya Kemala. Jika wanita karier itu ingin menemuinya di perusahaan Mosha Corp, yang sangat terkenal itu.

Bahkan Septin bercita-cita jika lulus kuliah nanti, dia ingin melamar pekerjaan di perusahaan besar itu.

"Apa? Nyonya Kemala ingin menemuiku di sana?" kaget Septin.

Gadis itu segera menyelesaikan pekerjaannya dan ingin segera pulang ke kostnya untuk mempersiapkan dirinya menemui Nyonya Kemala. Septin ingin berpakaian lebih formil nantinya.

"Septin, kamu kok terlihat terburu-buru begitu?" tanya sang ibu heran melihat anaknya.

"Iya, Bunda. Bos baruku baru saja mengirimkan pesan kepada ku. Jika dia ingin bertemu dengan ku sekarang. Jadi aku harus segera ke sana," sahut Septin.

"Menjadi pengasuh Balita yang kamu bicarakan tadi?" tanya sang ibu lagi.

"Iya, Bunda."

"Ya sudah, kamu pergi saja. Biar sisanya Bunda yang membereskannya."

Mendengar perkataan ibunya. Septin segera menghentikan pekerjaannya lalu mulai bersiap-siap untuk pergi.

Ayah Yoga juga angkat bicara,

"Septin, kamu juga hati-hati saat berkendara. Jangan ngebut."

"Beres, Ayah."

"Ya sudah, aku pergi dulu Ayah, Bunda." pamitnya sambil menyalami tangan kedua orangtuanya.

"Jangan lupa telepon Ayah dan Bunda nanti."

"Siap, Bunda!"

Setelah berpamitan Septin pun mulai melajukan motor listriknya ke tempat kost. Gadis itu terpaksa tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya karena jarak rumah mereka dengan kampusnya sangatlah jauh. Untuk itu Septin memilih untuk tinggal di kost sederhana di dekat tempat kuliahnya.

Setelah sampai di kostnya, Septin segera mandi dan mulai menyiapkan dirinya untuk menemui Nyonya Kemala di kantor Mosha Corp.

Setelah menempuh beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya Septin sampai juga di sebuah gedung perkantoran yang sangat tinggi bertingkat. Gadis itu segera menunjukkan ponselnya kepada salah satu sekuriti jika dirinya adalah tamu dari Nyonya Kemala, pemilik perusahaan besar itu.

"Nona Septin mari ikut saya. Motor Anda biar rekan saya yang mengurusnya," sahut sekuriti tersebut.

"Baik, Pak."

Septin pun mengikuti sekuriti itu menuju ke dalam gedung.

Setelah masuk ke dalam gedung, Septin dapat merasakan aura elegan di sana.

Septin lalu diserahkan kepada seorang resepsionis yang akan menuntunnya ke lantai paling atas gedung ini untuk menemui Nyonya Kemala.

Di sebuah ruangan pribadi milik CEO, Mosha Corp.

"Septin, Anda sudah datang? Ayo silakan duduk," ucap Nyonya Kemala kepadanya.

"Iya, Nyonya. Saya baru saja sampai. Maaf jika saya agak telat, jalanan macet."

"Ya, tak masalah. Saya mau menyampaikan jika Anda diterima sebagai pengasuh putra saya, Gideon." ucap sang nyonya lagi.

"Apa? Jadi saya diterima, Nyonya?" tanyanya tak percaya.

"Ya, Anda diterima."

Dengan ekspresi wajah senang, Septin berkata,

"Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada saya untuk mengasuh Tuan Muda Gideon yang masih balita, Nyonya. Saya akan bekerja dengan baik tanpa menimbulkan kesalahan sedikitpun," serunya penuh semangat.

Di sudut ruangan megah itu, tepatnya di belakang sebuah meja kebesarannya, Tuan Deris Mosha dari tadi menatap tak berkedip ke arah Septin. Wajah gadis itu mengingatkannya dengan seorang perempuan dari masa lalunya.

Bahkan wajah wanita itu masih terngiang jelas di pelupuk mata Tuan Deris. Namun sang CEO hanya bisa diam dan tidak mengatakan apapun saat ini. Dia takut istrinya mengetahui semuanya.

"Kenapa wajah gadis ini sangat mirip dengan Wita?" tuturnya tak berdaya.

Ternyata Tuan Deris Mosha masih sangat merindukan Wita, wanita kesayangannya saat dahulu kala.

Lalu tiba-tiba Nyonya Kemala berkata lagi,

"Septin, saya sangat menghargai kesediaan Anda untuk merawat putra saya Gideon," Nyonya Kemala memulai dengan nada khawatir. Karena dia sedikit ragu jika Septin akan menolak mengasuh Gideon yang hampir sebaya dengan umurnya.

"Tapi Anda perlu tahu, Gideon bukanlah seorang anak kecil. Dia adalah seorang pria berusia dua puluh dua tahun."

Septin seketika terperangah, matanya membesar, dan mulutnya terbuka lebar.

"Pria berusia dua puluh dua tahun tahun? Bagaimana mungkin? Saya pikir saya akan merawat seorang anak."

Nyonya Kemala mengangguk, lalu melanjutkan perkataannya dengan nada sedih,

"Gideon adalah pria dewasa. Putra saya sedikit memiliki kondisi kesehatan yang sangat langka. Dia kadang-kadang bertingkah seperti seorang anak kecil. Itulah sebabnya pengawasan ketat sangat penting. Gideon juga pernah diculik beberapa kali saat dia masih kecil. Yang membuat dirinya memiliki trauma yang mendalam."

Septin mencoba memahami situasinya.

"Bagaimana Tuan Muda bisa diculik? Bagaimana dia menghadapinya?"

Nyonya Kemala menjelaskan,

"Saat penculikan itu terjadi, Gideon masih sangat kecil dia masih belum bisa berkomunikasi dengan baik dan tidak dapat membela diri sendiri dengan efektif. Itulah sebabnya saya mengambil langkah-langkah ekstra untuk menjaga keamanannya. Sampai sekarang, ada tim keamanan yang selalu mengawasinya, dan kami mengantisipasi setiap kemungkinan situasi berbahaya. Apalagi Gideon adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis ayahnya."

"Tapi, Nyonya. Saya hanya memiliki pengalaman mengasuh balita selama ini. Saya tidak pernah mengasuh orang dewasa sebelumnya," ujar Septin sedikit khawatir.

"Bagi saya itu tak masalah Septin, saya sangat yakin Anda bisa merawat putra saya dengan baik. Anda bisa mulai bekerja besok pagi. Jadi hari ini Anda mulai tinggal di kediaman Mosha. Di sana ada Maid Lilis yang akan mengajari Anda tentang semuanya."

Tapi ... Nyonya," sergahnya ragu-ragu.

Namun sebelum Septin melanjutkan kalimatnya. Nyonya Kemala memberikan sebuah cek di hadapan gadis itu dengan jumlah fantastis.

"Ini gaji mu, selama enam bulan. Saya bayar di muka," ucapnya santai.

Mata Septin seakan hendak keluar dari tempatnya saat melihat nominal uang yang berikan oleh Nyonya Kemala kepadanya yang berjumlah ratusan juta rupiah.

"Apa? Tapi Nyonya jumlah ini sangat banyak."

"Ini belum seberapa, Septin. Jika kamu bertahan lebih dari enam bulan. Gajimu akan saya naikkan dua kali lipat dari ini diluar bonus yang akan kamu dapatkan nantinya," ucap Nyonya Kemala lagi.

"Apa?" Lagi-lagi Septin terperangah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Kemala barusan.

Gadis itu bagaikan sedang ketiban durian runtuh saat ini.

"Saya tidak menerima penolakan darimu, Septin." ujarnya lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel memohon agar Nathan melepaskannya pergi bersama putri mereka, Key. Namun, Nathan yang diliputi amarah menolak keras karena tak ingin ditinggalkan lagi. Ia mengklaim Key tengah bahagia bersamanya dan melarang Rachel menemui anak itu. Meski terlihat kejam dengan menahan Rachel, Nathan sebenarnya melakukan ini karena rasa cinta yang mendalam. Ia tidak berniat menyakiti, melainkan hanya ingin memastikan Rachel dan Key tetap berada di sisinya selamanya.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Kebahagiaan Ardian, polisi muda berbakat, hancur seketika saat istrinya, Mira, tewas mengenaskan. Mira adalah wartawati kriminal yang terbunuh saat meliput kasus pembunuhan berantai yang tengah diselidiki Ardian. Di hadapan jenazah sang istri dan ayah mertuanya, Ardian bersumpah untuk menuntaskan misteri ini. Ia bertekad memburu sang pembunuh dengan tangannya sendiri demi membalaskan dendam atas hilangnya nyawa wanita yang paling ia cintai.
Sampul Novel Gairah Baby Maker
9.1
Aida sesekali melirik dan memberi kode melalui gerakan alisnya yang menggoda. Dari posisi jongkoknya, pemandangan di balik daster tipisnya terpampang nyata, memperlihatkan lekuk paha mulus dan detail pakaian dalamnya yang tersorot cahaya matahari sore. Pemandangan spektakuler itu membuatku terpaku dan harus menahan hasrat liar yang mulai bergejolak. Aku berulang kali meneguk ludah karena merasa sangat haus akan godaan yang ada di depan mata saat ini.
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Piona, mahasiswi sastra tingkat akhir berusia 21 tahun, terjerat dalam pernikahan mendadak demi menyelamatkan ekonomi keluarganya. Namun, rahasia besar masih menyelimuti alasan di balik perjodohan ini. Situasi kian pelik saat calon suaminya ternyata adalah kakak kelas masa SMA yang sangat ia benci. Dulu, pria tampan itu selalu memicu pertengkaran hebat dengannya. Kini, takdir memaksa dua musuh bebuyutan ini bersatu dalam ikatan suci yang penuh ketegangan.
Sampul Novel KENIKMATAN SELINGKUH
8.7
Arsyla yang berusia 23 tahun menjalani biduk rumah tangga bersama Edi, pria yang tiga tahun lebih tua darinya. Meski dua tahun menikah tanpa anak, mereka tetap tenang demi fokus menata finansial. Edi bekerja sebagai OB dengan upah terbatas, apalagi ia harus membiayai sekolah adik-adik yatimnya. Arsyla dengan tulus menerima kondisi tersebut. Suatu sore, Edi kembali ke kontrakan sederhana mereka setelah lelah bekerja demi menyambung hidup keluarga.
Sampul Novel Mengejar Cinta Ustaz Tampan
9.7
Dian, wanita tomboi dengan gaya bicara blak-blakan, merasa tertekan karena belum menikah di usia tiga puluh tahunan. Mengikuti saran unik, ia mulai mendatangi masjid saat Subuh demi menemukan jodoh idaman. Di sana, ia terpikat oleh sosok Fajar Faizan, seorang ustaz sekaligus dosen tampan. Dian pun nekat mengubah total penampilannya demi menarik perhatian sang pujaan hati. Akankah usahanya yang berawal dari motif duniawi ini berujung pada cinta sejati?