APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar

Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar

Akibat pengkhianatan sang ayah terhadap Limson, kelompok mafia paling berkuasa di negaranya, nyawa Arabella kini berada dalam ancaman besar. Ia terjebak dalam dilema yang mematikan. Pilihannya hanya dua: menjadi tawanan pribadi di dalam kamar Tuan Stanley, sang pemimpin tertinggi mafia yang dingin, atau melarikan diri ke dunia luar untuk diburu habis-habisan oleh anggota kelompok Limson lainnya. Arabella terpaksa menghadapi takdir yang sangat kelam.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Siapkan baju tidurku!"

"Baik Tuan,"

Tidak ada yang bisa Arabella lakukan selain pasrah melaksanakan semua perintah Stanley. Meskipun dia sangat ingin sekali pergi dan mencari jenazah ayahnya tetapi untuk saat ini menurut pada Stanley adalah hal yang harus dia lakukan.

"Ini Tuan,"

Diberikannya satu set pakaian tidur pada Stanley, berbeda dengan banyak wanita yang sudah dia temui entah kenapa melihat wajah sendu Arabella membuat Stanley betah berlama-lama memandangi wajahnya.

Meskipun Arabella adalah putri dari pengkhianat group Limson yang hampir saja membuat para anggota group Limson dalam bahaya, tetapi Arabella begitu polos dan tidak tau apa-apa.

Diraihnya pakaian tidur itu dari tangan Arabella, langsung saja Arabella berbalik badan.

"Kenapa kau berbalik badan?"

"Karena kau mau memakai pakaian mu kan, Tuan?"

"Kau tidak mau melihat?"

"Dasar gila,"

Gadis lugu itu sungguh membuat Stanley selalu ingin menggoda kepolosannya.

Malam harinya Stanley merebahkan tubuhnya diatas ranjang sementara Arabella masih betah duduk di sofa.

"Hei kau, kemari!"

Dengan menghela nafas panjang, Arabella pun menghampiri Stanley.

"Pijat aku,"

"Aku tidak bisa memijat,"

"Harus bisa atau aku lempar tubuhmu keluar jendela!"

Rasanya ingin sekali Arabella menyumpal mulut pedas Stanley, tapi dia tidak akan mungkin bisa melakukan hal itu mau tidak mau Arabella pun menuruti perintah Stanley.

Stanley membalikkan tubuhnya tidur dengan posisi tengkurap, perlahan tangan Arabella pun mulai memijat pindah Stanley dengan pelan-pelan, saking pelannya tubuh kekar Stanley merasa jika Arabella bukan sedang memijatnya melainkan sedang mencolek-colek tubuhnya.

"Kau sedang apa? Aku menyuruhmu memijit bukan mencolek,"

"A-aku memijit sesuai perintah mu Tuan,"

"Ini tidak terasa yang benar kencangkan lagi!"

Bibir Arabella mengerucut saking kesalnya dia pada Stanley karena sepanjang Arabella memijit, Stanley terus melayangkan protes padahal Arabella sudah berusaha keras untuk bisa memijat dengan kencang sesuai dengan apa yang Stanley perintahkan.

Semakin larut kedua mata Arabella semakin merasa ngantuk, ada banyak hal yang malam ini dia alami tetapi hingga larut malam begini dia masih belum bisa beristirahat karena harus memijit Stanley.

"Tuan aku ngantuk dan lelah,"

"Jangan mengeluh dan tetap memijat!"

"Baik Tuan!"

Hingga akhirnya Arabella pun tidak dapat lagi mempertahankan rasa kantuknya sampai-sampai dia pun tertidur dengan kepala yang bersandar diatas punggung Stanley.

"Hei kau tidur?"

Tidak kunjung mendapat jawaban sementara punggungnya dijadikan bantal oleh Arabella, Stanley pun perlahan bangun sambil memegangi kepala Arabella.

"Sit, gadis ini tidak ada takut-takutnya padaku bisa-bisanya dia tidur!"

Diangkatnya tubuh Arabella kemudian direbahkannya diatas ranjang. Karena sudah sangat ngantuk Stanley pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Arabella.

Hingga malam harinya Arabella memeluk tubuh Stanley disela-sela tidur nyenyak nya, membuat Stanley terbangun dari tidurnya saat merasakan tubuhnya dipeluk bagaikan bantal guling oleh Arabella.

"Hei kau pikir aku guling?"

Tetapi Arabella tetap tertidur pulas tetapi melihat wajah lelah dan letih Arabella yang sedang tertidur lelap begini, Stanley pun membalas pelukan Arabella dengan melingkarkan satu tangannya dipinggang Arabella.

Pagi menjelang, Arabella terusik ketika mentari pagi menyapa dirinya dengan masuk melewati celah jendela kamar mewah itu.

Saat terbangun hal pertama yang Arabella lihat adalah wajah tampan Stanley yang saat ini tepat berada didepan wajahnya. Arabella melirik semakin bawah dan semakin bawah mendapati Stanley yang melingkarkan tangannya pada pinggangnya.

"Dasar laki-laki kurang ajar!"

Didorongnya tubuh Stanley oleh Arabella hingga Stanley pun terbangun.

"Kau, berani sekali kau mengganggu tidur ku!"

Pagi-pagi begini hanya Arabella yang bisa membuat Stanley terusik dari tidurnya hingga Stanley pun sangat marah.

"Kau laki-laki kurang ajar kau memelukku, dan kenapa kau tidur satu ranjang denganku?"

"Hei gadis gila ranjang ini milikku dan kau tawanan kamar ku, apapun yang aku lakukan itu adalah hak ku,"

"Tapi tidak dengan menyentuh tubuhku, aku tidak akan pernah rela,"

Ditariknya tubuh Arabella hingga tubuh mungil kini bisa dengan mudahnya berada dibawah tubuh Stanley.

"Dengar, cepat atau lambat tubuhmu ini akan menjadi milikku jadi berhentilah protes,"

"Kau jahat! Kau adalah manusia paling menjijikkan, kau pembunuh,"

"Lebih baik kau mandi sekarang jika kau masih ingin melihat jenazah ayahmu sebelum dia dikebumikan!"

"Apa? Jenazah ayahku?"

Stanley segera berdiri dari sana lalu pergi menuju kamar mandi sementara Arabella terus menangis mendengar jenazah ayahnya akan segera dikebumikan.

Seperti mimpi kini dia tidak memiliki siapapun lagi dihidup nya, Arabella sangat mengutuk Stanley karena dialah ayahnya sampai tewas. Separah apapun kesalahan ayahnya, tidak ada yang berhak membunuh ayahnya dengan keji seperti ini.

Hiks.

Hiks.

Hiks.

Arabella terus menangis sampai Stanley selesai mandi.

"Kau tidak mau melihat jenazah ayahmu?"

Arabella langsung bangkit dan memukul-mukul dada bidang Stanley. Rasanya ingin sekali Arabella bunuh laki-laki kejam yang berada dihadapannya ini.

"Aku benci kau, aku benci kau!"

Disingkirkannya tangan Arabella dengan kasar oleh Stanley.

"Mandilah aku tunggu dibawah!"

Setelah mengatakan itu Stanley pun pergi meninggalkan kamar sementara Arabella mau tidak mau dia harus mandi untuk bisa pergi melihat jenazah ayahnya.

Saat selesai mandi beberapa pelayan datang sambil membawa banyak pakaian wanita untuk Arabella.

"Nona silahkan anda pilih pakaian mana yang akan anda pakai hari ini!"

"Ini pakaian untukku?"

"Benar,"

"Apa ini yang menyuruh kalian itu Tuan jahat yang tinggi dan seram itu?"

"Maksud anda Tuan Stanley?"

"Iya Stanley atau Stan up pokoknya itulah,"

"Benar nona kami diperintahkan oleh Tuan untuk membawakan pakaian ini,"

"Katakan padanya aku akan pakai pakaian ku yang ini lagi!"

"Maaf nona tapi Tuan berpesan jika anda menolak, maka anda tidak akan diizinkan untuk ikut ke pemakaman,"

"Dasar laki-laki jahat, bisanya hanya mengancam saja!"

Akhirnya Arabella memilih salah satu pakaian bagus dan mahal itu untuk dia kenakan, pilihannya jatuh pada dress berwarna hitam yang membuat wajah Arabella terlihat lebih cerah dan cantik lagi memakai gaun itu.

Arabella turun ke lantai bawah untuk menemui Stanley, saat sedang menikmati sebatang rokok sambil duduk santai di sofa ruang tamunya! Stanley melihat Arabella datang menghampirinya.

Hampir saja Stanley lupa caranya berkedip saat menyaksikan betapa cantiknya Arabella mengenakan dress berwarna hitam itu.

"Kau sudah siap?"

Arabella hanya diam saja dan tidak mau menatap wajah Stanley.

Akhirnya Stanley, Arabella dan beberapa anggota group Limson masuk kedalam mobil untuk pergi menyaksikan jenazah ayahnya Arabella dikebumikan.

Tangisan Arabella tak terbendung lagi ketika melihat ayahnya didalam peti jenazah, rasanya hancur seperti tidak ingin hidup lagi ketika harus melihat ayahnya terbujur kaku didalam peti. Arabella menangis histeris dan memeluk peti jenazah.

Melihat Arabella menangis histeris membuat Stanley merasakan sesuatu dalam hatinya, biasanya dia tidak pernah memiliki rasa kasihan atau iba tetapi melihat Arabella menangis seperti itu, Stanley merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Sampul Novel Direklamasi oleh Pewaris Mafia
8.8
Lima tahun menikah, Nora Yates hancur saat memergoki Stefan Gordon berselingkuh dengan Izabella. Stefan mengakui pernikahannya hanyalah balas dendam kejam demi membuat Nora menderita. Di tengah depresi akibat pengkhianatan itu, Nora memutuskan berhenti menjadi ibu rumah tangga yang lemah. Dunia telah lupa bahwa sebelum sakit, dia adalah peretas legendaris yang ditakuti. Kini, sang peretas bangkit kembali untuk bergabung dengan perusahaan lama dan menuntut keadilan.
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA
8.9
Selena terjebak dalam nestapa setelah diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga yang bengis. Aksi nekat ini adalah bentuk balas dendam Jeno karena ayah Selena dianggap bertanggung jawab atas kematian papanya sekaligus mencuri stempel rahasia organisasi. Di tengah siksaan menjadi pemuas nafsu, Selena mencoba berbagai cara termasuk mengakhiri hidup demi lepas dari cengkeraman Jeno. Akankah ia berhasil bebas, atau justru terpaksa tunduk selamanya?
Sampul Novel GAIRAH SANG MAFIA.
9.6
Veronika terjebak dalam penderitaan setelah dikhianati kekasih dan dijadikan jaminan hutang oleh orang tuanya sendiri. Kini, ia terperangkap di bawah kendali seorang mafia kejam yang membuat hidupnya terasa seperti di penjara. Demi mendapatkan kembali kebebasannya, Veronika terpaksa menghadapi pilihan pahit untuk menyerahkan kesuciannya kepada sang penguasa gelap. Sebuah kisah kelam tentang pengkhianatan, penebusan, dan gairah yang penuh risiko.
Sampul Novel Hati yang Kau Hancurkan Tak Bisa Kembali
8.6
Pasca penembakan kekasihnya, Rafael Von Ardent berambisi menghancurkan dinasti Elmore. Pemimpin organisasi gelap ini mengincar Lyra Elmore sebagai alat balas dendam. Dijadikan tawanan di The Black Fortress, Lyra ternyata tidak sombong seperti dugaannya. Ketegangan berubah menjadi ketertarikan berbahaya saat benih cinta mulai tumbuh di tengah dendam. Rafael kini terjebak antara amarah dan obsesi mematikan terhadap putri musuhnya yang seharusnya ia musnahkan.
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Damon Valenti, Don mafia yang berkuasa, menghadapi krisis saat putra bayinya, Enzo, menolak susu formula pasca kematian sang istri. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan bayinya. Damon menawarkan kontrak bisnis dingin: Isabella harus menjadi ibu susuan Enzo tanpa melibatkan perasaan. Namun, melihat kelembutan Isabella memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang Don kini terjerat dalam gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.