APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jesslyn Terpaksa Menikah

Jesslyn Terpaksa Menikah

Jesslyn menolak keras keinginan ayahnya untuk menjodohkannya secara sepihak. Di tengah luka hati yang belum pulih akibat baru putus cinta, ia justru dipaksa menikah dengan pria asing yang kabarnya sudah memiliki kekasih. Tanpa rasa cinta dan kepercayaan yang tersisa, Jesslyn harus merelakan masa mudanya demi rencana orang tua yang tak bisa ia hindari. Akankah pernikahan tanpa perasaan ini membawa kebahagiaan atau justru menambah penderitaan baru bagi hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Di jodohkan ?" Jesslyn terkejut, ketika selesai  makan malam dengan keluarganya, jika ayah Jesslyn mengatakan, dia akan di jodohkan.

"Benar, dan kami harap kamu mau menerima ini. Perjodohan ini sudah kami rencanakan sejak kamu kecil, " jelas Ayah Jesslyn yang bernama Bagas.

"Benar sayang, kamu juga pasti akan menyukainya, dia tampan dan juga pintar, " Melani, ibu dari Jesslyn ikut membujuk Jesslyn.

Jesslyn menggelengkan kepalanya, dia benar - benar tidak percaya jika kedua orang tuanya merencanakan hal ini.

Gue bakal di jodohin? bahkan di saat hati gue ga siap untuk nerima cowok di hati gue secepat ini, bahkan mungkin akan cepat menikah. 

"Enggak, Jesslyn ga mau, kalian ga bisa maksa Jeaslyn !" tolak Jesslyn, yang lantas meninggalkan mereka di meja makan.

Bagas dan Melani mengerti, karena mereka memang harua secara perlahan untuk membujuk putrinya menikah dengan pria yang sudah mereka rencanaian.

"Biarkan Jesslyn sendiri dulu, nanti aku akan membujuknya lagi, " ucap Melani pada Bagas.

Bagas mengangguk, " sebenarnya aku juga tidak mau memaksanya, hanya saja, ini juga demi kebaikan Jesllyn."

Melani mengangguk setuju, dia juga percaya dengan pihak keluarga yang akan menjadi besannya.

Di dalam kamar, Jesslyn membaringkan tubuhnya di atas ranjang king sizenya, dia terlihat mengehela nafas panjang, menenangkan dirinya yang kesal, jika kedua orang tuanya memiliki keputusan sepihak.

"Gue ga mau di jodohin, lagian ini zaman apa coba? masih aja ada yang jodoh - jodohin anaknya, " guman Jesslyn kesal.

"Mamah sama papah ada - ada aja, moga aja mereka bakal berubah pikiran, dan mau nurutin apa mau gue, kalo gue ga mau di jodohin !" kesalnya

***

Universitas Ghifanesia.

"Kusut banget muka lo Jess, soal Adit lagi ?" tanya Chika.

"Ck, gue udah ga peduli soal Adit, bodo amatlah dia mau kawin sama tuh cewek juga, gue ga peduli! Gue punya masalah hidup sendiri, dan ini nyangkut masa depan gue," decak kesal Jesslyn mengeluarkan keluh kesalnya pada Chika.

"Apaan sih, perasaan lo punya masalah mulu ?" tanya Chika dan Jesslyn megangguk membenarkan.

"Lo juga bakal kesel kalo tahu apa masalah gue saat ini !" ucap Jesslyn.

"Cerita sama gue, gue jadi penasaran!" ujar Chika dan Jesslyn mengangguk.

"Nanti pas jam kuliah selesai gue ceita!" jawab Jesslyn dan Chika mengangguk setuju, karena mungkin sebentar lagi dosen akan masuk ke kelasnya.

***

Siang hari di sebuah kafe di dekat kampus, Jesslyn dan Chika sedang makan dan juga saling bertukar cerita, tertuma Jesslyn yang cerita jika dia memiliki masalah yang membuatnya kesal.

"Jadi nyokap bokap lo mau jodohin lo, sama siapa ?" tanya Chika, satu itu yang sangat membuat dia penasaran.

"Gue ga tahu, gue ga nanya, lagian gue juga nolak perjodohan ini !" jelas Jesslyn membuat Chika mengerti.

"Tapi kalo ganteng dan kaya, harusnya sih lo terima aja," ujar Chika sambil tersenyum.

"Ck, lo aja sonoh, gue ga mau! lagian gue juga ga tahu sikap dia gimana kan, kenal aja enggak, contohnya hubungan gue sama Adit, yang gue kira dia baik, tapi tahunya busuk, tampang ga bisa nebak apa yang ada di hati dan pikirannya !" kesal Jesslyn, karena kembali mengungkit Aditya.

Chika terkekeh, " lagian gue bercanda aja kali, tapi nyokap bokap lo pasti ada alasan kenapa jodohin elo, dan sekarang gue tahu, kenapa lo ga boleh pacaran."

"Lo bener, tapi apa coba alasan mereka, di zaman modern gini masih ada aja orang tua yang jodohin anaknya, ia kalo anaknya bahagia sama cowo pilihan mereka, kalo engga ?" kesal Jesslyn.

"Santai elah, gue tahu nyokap bokap lo kaya gimana, pasti mereka juga udah pikirin mateng -mateng soal perjodohan ini, mending lo tanya baik - baik sama mereka, lo juga tahukan gimana orang tua lo sendiri ?" tanya Chika pada Jesslyn yang terdiam.

"Lo bener, tapi masa iya gue mau di jodohin gtu aja!"

"Ck, lo bisa kan bikin persyaratan, lo mau di jodohin, tapi harus kenal dulu tuh cowo, dan kalo lo sama dia ga cocok, mungkin bisa di pertimbangin sama kedua belah pihak !" usul Chika kembali membuat Jesslyn terdiam.

"Nanti deh, gue pikirin, mumet kepala gue lama - lama," ucap Jesslyn membuat Cjika tertawa.

"Gue aja males mikirin masalah lo! udah deh, mending lo temenin gue shopping sekarang, gimana? atau ga kita ke salon, rubah nih gaya lo, biar mantan lo nyesel udah buang lo !" usul Cikha.

"Gue nyaman kaya gini, lagian ke kampus doang, apa harus dandan heboh !" jawab Jesslyn membuat Chika tertawa.

Jesslyn memang wanita yang malas untuk berdandan, dia akan memakai pakaian yang meurutnya nyaman ke tempat yang dia tuju, dalam artian, dia bisa menempatkan diri harus mengenakan pakaian seperti apa nantinya.

"Jadi gimana, shopping ?" tanya Chika lagi.

"Ok deh, gue juga udah lama ga abisin duit yang di kasih bokap." Jesslyn beranjak dari kursinya di ikuti oleh Chika yang senang, jika Jesslyn mau menemaninya shopping, satu hal yang di sukai wanita, berbelanja.

Di mall, Jesslyn dan Chika masuk kesebuah toko dengan merk yang terkenal, disana Chika terlihat antusias memilih tas, sedangkan Jesslyn ia lebih memilih pakaian.

Jesslyn yang serius memilih pakaian yang menganggutung di berbagai sudut, dan sudah ada beberapa pula yang ada ditangannya, yang sudah ia pilih.

Namun, ada seorang wanita yang merebutnya dari tangan Jesslyn, membuat Jesslyn terkejut dan lalu menatap malas ke arah wanita yang sangat ia kenali.

"Lo milih nih baju, yakin ?" tanyanya pada Jesslyn yang hanya menatapnya malas, tanpa mau menjawab.

"Ck, lo itu ga pantes masuk sini, atau lo ga tahu ya, jika ini barang - barang di toko ini itu branded, barang mahal, mendingan ya lo beli di tanah abang aja sana!"

"Mau beli disini ke, tanah abang ke, terserah gue, gue yang punya duit, urusan lo apa ?" jawab Jesslyn ngeggas, dia sudah tidak mau untuk lembek lagi, apalagi pikirannya yang sudah kacau selama sebulan kebelakang.

Mendekatinya dan mencari masalah dengannya, maka siap siap - saja menerima amukannya.

"Ck, gue itu baik, nasehatin lo, dari pada duit lo abis, lagian ya, ko toko ini bisa - bisanya ngebiarin lo masuk, ga takut apa kalo ada yang ilang ?" decak kesalnya sambil memandang remeh Jesslyn yang sudah semakin naik darah.

"Lo nuduh gue maling ?"  ucap Jesslyn pada wanita di depannya.

"Mungkin, karena kita ga tahu? dan dimana ada maling yang mau ngaku bukan ?" balasnya.

Jesslyn semakin kesal, namun ia mengontrol emosinya dan lalu menatap wanita itu kembali dengan tersenyum sedikit, "gue ga tahu ya masalah gue sama lo itu apa? padahal gue udah relain Adit buat lo, Karena sampah emang pantes di buang ke tempatnya. So mulai sekarang gue minta jangan ganggu gue, bisa?"  balas Jesslyn pada wanita di depannya yang tidak lain adalah Clarrisa.

"Sampah lo bilang ?" kesalnya membuat Jesslyn mengangguk.

"Mohon maaf nona, untuk tidak membuat keributan di toko kami !" manager toko itu turun tangan, karena melihat dua wanita yang sedang bersitegang, dan akan menganggu pelanggan lainnya.

"Ch, anda manager toko ini? bagus deh, usir ini cewek, siapa tahu dia maling !" ujarnya membuat Jesslyn berdecak kesal.

Manganer itu terlihat menggaruk lehernya yang tidak gatal dan menatap Jesslyn, dan juga Clarrisa, yang bingung dengan pertengkaran mereka.

"Mengusirnya?" Kata hati manager tersebut dengan bingung.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Pain
9.2
Hati Audrey hanya terpaku pada Xander, pria dingin yang terus memberikan luka mendalam padanya. Meski berulang kali diabaikan dan ditolak secara kasar, Audrey tetap teguh memperjuangkan perasaannya tanpa rasa menyerah. Namun, ketegarannya runtuh saat menyadari kenyataan pahit bahwa Xander mencintai wanita lain. Terjebak dalam kehancuran dan rasa pedih, Audrey kini harus menghadapi kekecewaan besar. Akankah ia mampu bertahan di tengah cinta yang menyakitkan ini?
Sampul Novel Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
8.6
Haera merenungkan filosofi Peter Pan yang mampu memberi kebahagiaan bagi Wendy namun tak bisa memilikinya, layaknya idola kepada penggemar. Saat diskusi beralih pada sosok Tinker Bell, sang sahabat setia, sebuah pemikiran baru muncul di tengah proses penulisan ceritanya. Haera menyadari bahwa meski Peter Pan tak bisa meraih Wendy, Tinker Bell akan selalu ada di sisinya. Sebuah kisah tentang kesetiaan dan perasaan yang tersembunyi di balik bayang-bayang persahabatan.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Seorang anak laki-laki dengan tegas melawan kendali ibunya demi menentukan jalan hidupnya sendiri. Meski Mirna mendesak agar dia menikah demi stabilitas perusahaan, sang putra bersikeras memilih Alya sebagai pendamping hidup. Mirna sangat menentang hubungan ini karena latar belakang Alya yang merupakan yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan adalah alat bisnis, namun putranya menolak menyerah pada tuntutan keluarga demi mengejar cinta sejatinya.
Sampul Novel Dinikahi Mas Pandu
7.8
Pasca lamaran kilat dan pernikahan yang digelar dalam empat jam, Zita memulai babak baru bersama Pandu di kota tempat suaminya bekerja. Zita sering merasa jengkel pada Pandu, bahkan bersumpah tak akan menyerah pada rayuan suaminya yang masih menanti malam pertama mereka. Namun, pertahanan Zita diuji saat sikap Pandu yang terlalu baik pada orang lain justru memicu rasa cemburu. Akankah ia tetap teguh pada pendiriannya atau justru luluh karena perasaan tersebut?
Sampul Novel Dosen Duda Anak 1
9.2
Pertemuan tak terduga Alva dengan anak dari dosennya sendiri membawa perubahan besar dalam hidupnya. Ikatan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya mulai tumbuh, menghadirkan perasaan asing yang sulit untuk dihindari. Kini, Alva terjebak dalam dilema batin yang mendalam. Ia harus menentukan pilihan sulit, apakah ia sanggup menerima kehadiran seorang duda sebagai pendamping masa depannya di tengah keraguan yang terus menyelimuti hatinya.
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimanakah perasaan dan tindakan yang harus aku ambil saat menghadapi kenyataan pahit bahwa istri yang sangat kucintai telah mengkhianati janji suci pernikahan kami? Kepercayaan yang telah lama kubangun kini hancur berkeping-keping setelah mengetahui dia berselingkuh di belakangku. Di tengah badai emosi dan rasa sakit yang mendalam, aku dipaksa untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan hubungan kami yang kini berada di ujung tanduk.