APKDock Logo
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek

Jodoh Wasiat Nenek

9.4 / 10.0
Persahabatan masa kecil Jingga dan Davin berujung pada pernikahan karena wasiat nenek mereka. Sayangnya, Davin tak punya rasa cinta dan memilih mengejar karier di luar negeri. Saat kembali, ia membawa wanita lain dan menuntut cerai. Jingga yang terluka akhirnya setuju untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, Jingga kini membawa seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip Davin. Siapakah sebenarnya identitas bocah itu?

Jodoh Wasiat Nenek Bab 1

Langit sore ini bersemu jingga layaknya hati seorang gadis belia berusia 18 tahun yang beberapa jam lagi akan melangsungkan prosesi ijab kabul. Di depan sebuah cermin gadis itu menatap dirinya yang kini dalam balutan kebaya berwarna putih.

Ya, seorang gadis bernama Jingga itu terus merasa resah sejak seharian ini. Pasalnya, baru kemarin ia melepas statusnya sebagai siswa SMA dengan diumumkan kelulusannya di sekolah. Dan hari ini ia harus menikah dengan seorang pemuda yang sejak awal telah dijodohkan dengannya.

Ya, Jingga Diandra Wiguna harus menikah dengan sahabatnya sejak kecil akibat perjodohan yang dilakukan oleh Neneknya. Bukan tidak suka dengan perjodohan itu, sejak kecil benih-benih cinta bahkan sudah tumbuh di hati Jingga untuk sang sahabat yang tidak lain bernama Davin Abimana Barata.

Bahkan pada dasarnya Jingga pun sudah mengetahui tentang perjodohannya dengan Davin. Namun ia tidak menyangka bahwa Nenek Davin yang bernama Patma itu begitu terobsesi dengan perjodohan Jingga dan Cucunya hingga bersikeras menikahkan mereka meski baru sehari Jingga dan Davin lulus sekolah.

Saking gugupnya menjelang ijab kabul, Jingga bahkan tak henti-hentinya mengigit jarinya sendiri. Hal itu akhirnya membuat Patma berkomentar, “Udah mau jadi pengantin kok masih suka gigit jari sih?! Udah dong, Jingga! Nanti lipstik kamu nempel semua di jari!”

Jingga pun menatap resah pada Patma yang sudah ia anggap seperti Neneknya sendiri setelah Nenek Jingga meninggal beberapa tahun yang lalu. Lalu dengan jantung yang semakin berdebar Jingga pun berkata, “Nenek...kenapa aku dan Davin harus menikah secepat ini?”

Mengetahui bahwa saat ini Jingga sangat gugup maka Patma pun duduk di samping Jingga seraya menggenggam tangan Jingga dan berkata, “Kenapa harus menunggu terlalu lama? Bukankah kalian sudah setuju untuk menikah setelah kalian lulus sekolah?”

Tak punya pilihan akhirnya Jingga hanya bisa pasrah. Hingga akhirnya tak lama ia pun dibawa menuju sebuah aula yang cukup terkemuka di Kota Surabaya. Dan di sanalah ijab kabul antara Jingga dan Davin akan dilangsungkan.

Patma dan Rima yang tidak lain adalah ibunda dari Davin itu pun membawa Jingga pada Davin yang sudah duduk di aula bersama seorang pemuka agama. Itu semua karna tak ada siapapun lagi dalam hidup Jingga akhirnya membuat keluarga Barata sebagai keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Jingga.

Jarak ruang makeup menuju aula sebenarnya cukup dekat. Tapi bagi Jingga rasanya seperti bermil-mil jauhnya. Bahkan lututnya terasa lemas dan ia nyaris tidak sanggup melangkahkan kakinya akibat terlalu gugup.

Bahkan Patma dan Rima sampai harus menggandeng Jingga agar ia bisa sampai di sisi Davin. Benar saja, akhirnya Jingga pun duduk di samping seorang pemuda berparas tampan dengan tubuh yang gagah nan mempesona bernama Davin.

Namun yang terjadi Jingga terus tertunduk dan ia tidak berani menatap pada sang calon Suami. Antara cemas, khawatir dan bahagia akhirnya membuat jantung Jingga bagaikan deburan ombak yang membuatnya semakin gelisah.

Tapi tidak demikian dengan Davin. Ia bahkan terlihat begitu mantap menghadapi pernikahannya yang terbilang sangat dini itu. Bahkan ketika ia diminta untuk mengucapkan kalimat ijab kabul, dengan lantang Davin pun berkata, “Saya terima nikah dan kawinnya Jingga Diandra Wiguna binti Yoga Wiguna, dengan mas kawin uang sejumlah dua puluh lima juta Rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!”

Seketika penghulu yang memimpin jalannya prosesi ijab kabul pun berkata, “Bagaimana saksi? Sah?”

Sontak semua yang hadir termasuk Rudi yang tidak lain adalah Ayah dari Davin pun bersorak, “Sah!”

Setelah itu Davin kemudian menyematkan sebuah cincin berlian di tangan Jingga lalu Jingga pun mencium tangan Davin karna kini ia telah sah sebagai Istri dari seorang Davin Abimana Barata. Bahkan sekarang Jingga telah resmi menjadi menantu keluarga Barata yang tersohor itu.

Ucapan selamat pun mulai menghujani Jingga dan Davin setelah mereka resmi menjadi pasangan Suami Istri. Kebahagiaan pun terpancar dengan jelas di wajah keluarga Barata karna memang sejak lama mereka menginginkan Jingga sebagai menantu keluarga mereka.

Meski baru sebuah prosesi ijab kabul dan belum diadakan resepsi pernikahan, tapi suasana dalam aula itu begitu terasa gegap gempita. Maklum saja, semua itu karna keluarga Barata adalah salah satu keluarga terkemuka dan terkenal sebagai crazy rich di Surabaya.

Setelah beramah tamah dengan kerabat dan kolega keluarga Barata, akhirnya kini keluarga Barata termasuk Davin dan Jingga pun bisa pulang menunju kediaman Barata. Semua keluarga berkumpul di ruang keluarga sembari melepaskan penat.

Tapi tidak demikian yang terjadi pada Davin dan Jingga. Patma bahkan meminta pasangan pengantin baru itu untuk segera masuk ke dalam kamar mereka. Meski bingung dan tidak mengerti dengan sikap aneh sang Nenek, tidak ada yang bisa dilakukan Jingga selain menuruti perintah Patma.

Jingga pun berjalan mengekor di belakang Davin yang sudah lebih dulu melenggang menuju kamarnya. Setelah berada di dalam kamar Davin pun masuk ke kamar mandi tanpa mengatakan apapun pada Jingga.

Sementara itu, Jingga berusaha melepas semua aksesoris dan atribut yang ia gunakan. Tak hanya itu, ia pun buru-buru menghapus makeup tebal yang menghiasi wajahnya seharian ini. tak lama Davin pun keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan sehelai handuk di pinggangnya.

Sontak Jingga pun terbelalak dan kini wajah Jingga bersemu kemerahan layaknya kepiting rebus. Bagaimana tidak? Untuk pertama kali ia melihat tubuh Davin yang terekspos dan memperlihatkan dada bidangnya.

Tak seperti Jingga ternyata Davin bahkan bersikap biasa saja bahkan terkesan tidak peduli. Menyadari Jingga yang masih mematung di tepi tempat tidur maka Davin pun berkata, “Sampai kapan kamu akan mematung di situ?! Tidak mau mengganti bajumu?!”

Seketika Jingga pun terkesiap lalu tanpa berkata apapun ia segera menuju kamar mandi. Tak lupa ia juga membawa baju ganti ke kamar mandi karna tidak mungkin ia akan ganti baju di depan Davin.

Beberapa saat di kamar mandi akhirnya Jingga pun keluar dari kamar mandi. Dan ternyata Davin sudah berpakaian lengkap dan kini mulai mengutak atik laptop di meja belajarnya. Tentu saja Jingga pun merasa bingung karna seharusnya tidak ada tugas sekolah setelah mereka lulus.

Tapi belum sempat Jingga bertanya Davin lebih dulu berkata, “Kalau kamu mau tidur maka tidur saja duluan! Tidak perlu menungguku!”

“Um...tapi, Vin. Bukankah sudah tidak ada tugas sekolah lagi?”

“Kamu tidak lihat aku sedang mengisi formulir pendaftaran Universitas di Singapura?!”

Sontak Jingga pun terkejut. Bagaimana tidak? Selain mendapat perlakuan dingin dari sang Suami, ia pun tidak pernah diberi tau sebelumnya kalau Davin akan kuliah di luar Negeri. Dan itu artinya Davin akan meninggalkannya dalam waktu yang lama padahal mereka bahkan baru menikah.

“Jadi...kamu akan melanjutkan pendidikan ke Singapura?” tanya Jingga dengan mata berkaca-kaca.

“Ya. Asal kamu tau, Jingga. Aku dan keluarga sudah sepakat bahwa meski aku sudah menikah, aku akan tetap mengejar mimpiku. Dan kuharap kamu tidak menghalangi niatku!”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jodoh Wasiat Nenek

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan