APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KALIAN SIAPA?

KALIAN SIAPA?

Amelia adalah pewaris kaya yang kondisi mentalnya hancur akibat penghinaan dari keluarga palsu di tengah kebohongan besar. Di sisi lain, Bima mengalami keterpurukan setelah dikhianati istrinya sendiri. Pertanyaan mengenai identitas diri menghantui Amelia dalam pencarian jati diri dan cinta tulus. Akankah takdir menyatukan dua jiwa yang terluka ini untuk mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, serta menjalin ikatan sakral yang sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kalau bisa secepatnya kamu mendapatkan apartemen itu. Kalau bisa besok atau lusa," pinta Bima.

Amelia menganggukkan kepalanya. Ia mencium ada yang tidak beres dengan Bima. Namun ia tidak ingin ikut campur dalam masalah itu.

"Apakah Bapak akan pulang ke mansion?" Amelia bertanya serius.

"Mansion akan segera aku jual," jawab Bima. "Oh ya, bantu aku jual mansion. Nanti aku akan memberikan komisi sebesar 30% dari penjualan mansion itu."

"Baik, Pak. Saya akan membuat bannernya. Dan saya akan menjualnya melalui..." Amelia sengaja menggantungkan pembicaranya.

"Atas nama kamu! Aku tidak perlu perantara melalui siapa pun!" Bima menekan nada suaranya.

Amelia menuruti keinginan Bima. Ia sudah mencatat semuanya di ponsel. Bima yang melihat Amelia serius bekerja, akhirnya mengambil keputusan.

"Pergilah ke Singapura. Temui Nicky Wijaya untuk membicarakan kontrak baru pelayaran internasional!" Bima memberikan perintah baru.

"Kapan, Pak?" Amelia mengangkat kepalanya.

"Lebih cepat, lebih baik." Bima mengambil pulpennya dan membuka dokumen yang berada di depannya.

"Baik, Pak." Amelia melangkah mundur. "Ada lagi?"

"Sudah tidak ada lagi," balas Bima.

Amelia pergi meninggalkan ruangan Bima. Ia sangat lega dengan perintah Bima. Ia seakan mencium kebebasan yang belum pernah dirasakannya.

Amelia kembali ke ruangannya. Ia bisa tersenyum lega. Ia melupakan kejadian tadi yang membuatnya malu. Ia mulai membaca semua perintah Bima yang berada di ponselnya.

Amelia akhirnya mengerjakan tugasnya. Ia mulai mencari tempat apartemen yang nyaman untuk Bima. Saat mencari, Amelia memilih diam. Entah kenapa, di dalam hatinya terbesit ingin keluar dari rumah.

"Apakah aku keluar dari rumah saja? Jujur, aku sudah muak dengan suasana rumah," ucap Amelia dalam hati.

Amelia sedang memikirkan dampak terburuk bagi dirinya. Ia ingin menghirup suasana baru. Baginya, di dalam rumah mewahnya tidak ada kenyamanan.

"Aku akan membicarakan ini ke Paman Nicky." Amelia berharap Nicky memberikan solusi.

Setelah menemukan sebuah apartemen, Amelia memberikan informasi tempat itu. Ia bergegas menuju ke ruangan Bima. Amelia masuk ke dalam dan melihat Bima yang sedang melihat tab-nya.

"Pak, aku sudah menemukan sebuah apartemen. Tepatnya berada di depan kantor ini. Jadi, Bapak tidak akan terlambat lagi." Amelia memberikan tab-nya ke Bima.

Bima menerimanya dan melihat apartemen itu. Ia tersenyum simpul karena Amelia paham. Bima menyerahkan tab itu dan memintanya menawarnya.

"Segera tawar harganya. Aku tidak mau terlalu mahal!" Bima memperintahkan Amelia.

"Apakah Bapak menyewanya?" Amelia mulai curiga dengan Bima.

"Kenapa harus menyewa? Kalau bisa beli, aku akan membelinya satu gedung semuanya!" Bima menatap Amelia.

Tentu saja Amelia sangat terkejut. Bagaimana bisa Bima mendadak membeli satu gedung apartemen? Akhirnya Amelia berdebat dengan Bima soal gedung apartemen itu.

"Pak, lebih baik aku beri saran. Lebih baik beli satu unit saja. Mubazir, Pak, kalau beli satu gedung itu." Amelia bingung.

"Yang punya uang siapa?" Bima bertanya dingin.

"Bapak yang punya uang," jawab Amelia segera mengambil tab-nya.

"Makanya itu, lebih baik kamu beli satu gedung. Gitu aja kok repot." Bima sengaja meledek Amelia.

Amelia hanya menggelengkan kepalanya. Memang sih, Bima Santoso, sang pemilik perusahaan BS Star Company, sangat tajir. Bahkan ia termasuk orang terkaya di dunia.

"Aku kasih waktu seminggu untuk mendapatkan gedung apartemen itu," ucap Bima.

"Baiklah." Amelia tidak membantah perkataan Bima.

Amelia memilih kembali ke ruangannya. Ia melihat jam yang sudah menunjukkan jam pulang. Amelia menarik napasnya seakan ingin mengeluarkan beban. Ia bingung harus bagaimana.

"Kejadian tadi siang membuatku muak. Kenapa setiap bertemu yang diminta hanyalah uang. Bisa enggak sih tanya soal bagaimana kabarmu? Jujur aku jadi malu. Ditambah lagi aku bekerja di perusahaan elit," keluh Amelia dalam hati.

Amelia takut jika Mama dan Dina tahu semuanya. Hidupnya tidak tenang seakan ada yang mengganjal. Ia berharap malam ini tidak bertemu dengan Santi.

"Apakah aku harus kabur saja?" Amelia memikirkan bagaimana caranya kabur dari rumah.

Mau tidak mau Amelia memberanikan dirinya pulang. Amelia menyimpan barang-barangnya di laci meja. Ia sengaja tidak membawanya pulang. Ia hanya membawa ponsel yang dipakai setiap hari.

Amelia melangkah keluar dari ruangannya. Sebelum pergi meninggalkan kantornya, Amelia berpamitan ke Bima. Setelah itu Amelia pergi meninggalkan kantornya.

Amelia menunggu bus Trans. Saat menunggu, Amelia melihat banyak sekali mobil mewah berlalu-lalang. Terbesit dalam hati, andaikan ia bisa membeli, Amelia tidak akan kesusahan seperti ini.

"Mau beli mobil sudah kayak pencuri aku!" Amelia berkata dalam hati.

Amelia tertawa terbahak-bahak dalam hati. Seakan-akan dirinya adalah seorang pencuri. Ia sadar kalau selama ini ada yang tidak beres dalam hidupnya. Ia bekerja bukan untuk dirinya.

Bus Trans pun tiba. Ia naik dan mencari tempat duduk. Ia mengamati banyak orang yang lelah bekerja. Lalu di dalam hatinya ada bisikan halus, "Lebih baik kamu jangan pulang ke rumah." Akan tetapi Amelia tetap pulang.

Sesampainya di tempat tujuan, Amelia turun dari bus Trans. Ia melihat langit sudah gelap. Langkah kakinya terasa berat menuju ke rumah. Namun Amelia harus pulang.

"Mel, kayaknya kamu ada masalah deh." Amelia mencium ada yang tidak beres.

Sesampainya di halaman rumah, Amelia tidak melihat ada mobil terparkir. Ia bingung, apakah dirinya harus tersenyum? Amelia memberanikan diri untuk masuk.

Amelia akhirnya masuk ke dalam. Suasana rumah sepi. Ia tidak tahu kenapa, akhir-akhir ini rumahnya terasa asing. Rumah yang seharusnya menjadi tempat tenang berubah menjadi neraka. Selama hidup ia tidak merasakan kedamaian.

"Pengen hidup damai... tapi rasanya seperti hidup di neraka." Amelia menertawakan hidupnya.

Amelia menuju ke sofa dan melihat kenangan yang tidak mengenakkan. Tubuhnya pernah didorong Santi secara brutal. Ia hampir saja pingsan.

Amelia duduk di sofa dan mengelusnya. Antara ya dan tidak untuk keputusan membeli apartemen. Ia harus meminta persetujuan ke pamannya terlebih dahulu.

Sunyi di dalam rumah membuatnya damai sejenak. Ia berharap tidak ada drama malam ini. Namun hanya beberapa menit saja, ada deru mesin mobil terdengar. Amelia yang tadinya damai berubah menjadi gelisah.

"Eh, ada anak durhaka!" Santi berteriak kegirangan.

Benar saja, kedamaiannya langsung buyar. Amelia hanya meringis perih. Santi mendekat dan langsung pergi meninggalkan Amelia sambil tersenyum iblis.

Tak lama ada seorang wanita paruh baya dengan dandanan glamor. Matanya melotot ingin keluar dari tempatnya. Ia adalah wanita yang sangat berkuasa di dalam rumah itu.

Namanya Nilam Irwandi. Kalau di luar rumah ia sangat baik bagaikan malaikat. Kalau di dalam, sifat malaikat itu berubah menjadi iblis. Sangat ambisius ketika mendapatkan sesuatu.

"Oh, memang benar apa yang dikatakan Santi. Tumben sudah sampai rumah!" Nilam mengejek Amelia.

"Mengapa Ibu mengatakan seperti itu?" Amelia bingung dan berdiri.

"Sadar diri! Kalau kamu memang anak durhaka!" Nilam membentak Amelia.

"Sekarang aku bertanya, mengapa Ibu mengatakan aku anak durhaka?" Amelia meminta jawabannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menelan pil pahit saat ibu kandungnya menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun demi melunasi utang. Niat hati merantau ke kota demi mencari sang ibu yang menghilang sejak ia kecil, Nara justru terjebak dalam nasib kelam. Pertemuan yang ia dambakan malah menghancurkan masa depannya secara total. Kini, tiga tahun telah berlalu sejak kejadian tragis tersebut, dan Nara terpaksa menjalani kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Devil Beside You
8.1
Sergio Blanco menganggap nyawa manusia tak berharga hingga ia ditugaskan membunuh putri seorang miliarder. Rencana sang pembunuh bayaran goyah saat bertemu Hazel Afford, wanita bermata indah yang memikat hatinya. Meski Hazel awalnya jatuh cinta, ia kini muak dan berusaha kabur setelah tahu identitas asli Sergio. Namun, Hazel justru terjebak dalam permainan gairah yang berbahaya. Akankah Sergio menuntaskan misinya atau justru menyerah pada perasaan?
Sampul Novel Fake Marriage
9.3
Dikhianati calon suaminya tepat sebelum hari bahagia, Lunar melarikan diri hingga sebuah insiden menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan Arkan, pebisnis kaya raya. Di sisi lain, Arkan terpaksa membatalkan rencana lamaran bagi kekasihnya demi kesepakatan ini. Saat sandiwara mereka perlahan berubah menjadi perasaan tulus, keduanya terjebak dalam dilema emosi yang rumit. Akankah ikatan palsu ini berakhir menjadi kebahagiaan sejati bagi mereka?
Sampul Novel Istri Bayaran Yang Menyembuhkan Penyakitnya
9.0
Valerian DeVere mengambil langkah nekat dengan mencari istri bayaran demi menutupi kelemahannya. Namun, kontrak ini membawa keajaiban medis saat wanita tersebut secara tak terduga mampu menyembuhkan penyakit kronisnya. Seiring waktu, kesepakatan bisnis ini berubah menjadi ikatan yang rumit dan penuh risiko. Valerian kini terjebak dalam dilema besar: apakah ia benar-benar telah pulih, atau justru terseret ke dalam sebuah konspirasi gelap yang mengancam nyawanya?
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE
8.8
Zyan Liu terancam gagal menjadi ahli waris utama keluarga Liu jika ia tidak segera menikahi wanita yang sesuai dengan standar ketat keluarganya. Di luar dugaan, Mu Tian Rui yang hanyalah gadis desa sederhana justru dianggap memenuhi kriteria tersebut. Kini, dua insan dengan latar belakang kehidupan yang sangat kontras ini terjebak dalam sebuah pernikahan yang diatur. Mampukah Zyan dan Rui mempertahankan hubungan mereka di tengah jurang perbedaan yang begitu lebar?