APKDock Logo
Sampul Novel Kasus 21+

Kasus 21+

9.3 / 10.0
Konten ini khusus pembaca dewasa 21 tahun ke atas. Eva Avalon, seorang petugas kepolisian elit, kini mengemban tanggung jawab besar sebagai ketua tim khusus. Misinya adalah memberantas tuntas berbagai tindak kejahatan serta eksploitasi seksual yang merajalela. Di tengah kemajuan teknologi yang memicu beragam modus operandi baru yang licin, ikuti perjuangan hebat Eva dalam menyelidiki dan mengungkap setiap kasus rumit demi menegakkan keadilan.

Kasus 21+ Bab 1

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, semakin banyak perangkat dan sistem digital membuat orang semakin mudah melakukan tindakan kejahatan seksual dengan berbagai macam modusnya.

Ditambah dengan penggunaan sosial media yang semakin massif, pencurian dan penyalahgunaan data pribadi juga menjadi semakin mudah dilakukan.

Terlebih lagi karena literasi masyarakat yang masih kurang tentang daya berdigital membuat banyak dari mereka yang rentan menjadi target tindak kejahatan.

Namun sulitnya mendapatkan barang bukti menjadi kendala utama untuk bisa mengejar dan menjerat pelaku ke meja hijau.

Masyarakat pun mendesak kepolisian untuk bertindak meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan pengamanan agar kaum wanita khususnya dapat merasa tenang dalam melakukan aktifitasnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Menanggapi hal itu kepolisian pusat membentuk sebuah tim khusus untuk menangani segala tindak kasus kejahatan seksual, pemerkosaan, prostitusi dan sejenisnya. Beranggotakan 4 orang detektif pilihan, mereka menjadi wajah baru kepolisian dalam memerangi setiap bentuk kejahatan seksual.

Nama divisi khusus tersebut adalah Timsus Perjaka (Tim Khusus Pemburu kejahatan dan kekerasan Seksual).

***

Dua Tahun sejak dibentuknya Timsus Perjaka, banyak inovasi dan sistem yang mereka buat untuk mencegah dan mengawasi segala pergerakan di area umum.

Ditambahnya perangkat cctv, dibukanya jalur pengaduan dan perlindungan bagi korban yang seluas-luasnya untuk dapat menjerat pelaku.

Memasuki semester ke dua sejak tahun pertama, hasil kerja mereka mulai terlihat dengan berkurangnya aksi kejahatan sosial di tempat umum.

Namun kejahatan seksual rupanya tidak hanya terjadi melalui kontak fisik. Bahkan seseorang bisa melakukan kejahatan seksual dari tempat yang tidak diketahui.

Di sebuah hotel di tengah kota, Timsus Perjaka sedang melakukan tugasnya...

Seorang agen sedang mengamati sebuah kamar hotel menggunakan teleskop genggam dari atap sebuah bangunan.

"Cek, Levi disini mereka sudah memasuki puncak acaranya, hihi".

Dari dalam kamar seorang wanita tengah bergerak erotis tanpa busana di atas tubuh seorang pria tambun. Wanita itu meliuk dengan kedua payudara yang berguncang hebat sembari memainkan rambutnya.

“Ohhh yeess bitch thats fvcking good” ucap pria itu sembari memainkan kedua payudara gadis tersebut.

Wanita seksi dengan kulit putih yang mulus itu menggerakkan pinggangnya maju dan mundur memanjakan batang kenikmatan yang telah terbenam sepenuhnya di dalam miss Vnya.

Wanita itu pun mengambil botol minuman anggur di atas meja dan meminumnya, lalu menumpahkan minuman itu di atas dadanya membuat pria itu pun bergegas bangkit untuk menjilati tumpahan minuman tersebut.

Di lorong hotel dekat kamar pria tambun itu, seorang agen sedang menyamar sebagai cleaning service, sambil memegang vacum cleaner dia membawa tong sampah dorong di sebelahnya.

"Cek, Jordi disini, kami sudah memasuki lorong dan bersiap di lokasi".

Dan satu agen lainnya bersembunyi di dalam tong sampah dorong tersebut.

"Kiros disini, Aku tidak percaya apa sedang yang kulakukan sekarang".

"Bersabarlah saat ini dia sedang melepas roknya hihi setelah ini giliran kalian". ucap agen Levi dari seberang bangunan.

Wanita di kamar itu bergerak semakin erotis dengan membenamkan kedua payudaranya di wajah pria tambun tersebut. Pria itu tampak begitu menikmati melumat daging lembut yang menggantung di wajahnya.

Dia pun beranjak dan kini berada di atas tubuh wanita itu lalu menghimpitnya sekuat tenaga. Ranjang yang empuk membuat tubuh wanita itu pun memantul dengan kuat oleh tekanan pria tambun tersebut.

"Cek hei Levi, bagaimana keadaan di dalam? Sahut agen Jordi.

Lalu dari ujung lorong hotel tempat agen Jordi berada seorang wanita keluar dari elevator dengan langkah gontai, tampaknya wanita itu sedang mabuk.

Wanita berambut pirang dengan pakaian terusan panjang itu berjalan semakin mendekat dengan agen Jordi.

"Hei hei apa dia sedang mabuk" gumam Jordi dalam hati.

"Apa anda baik baik saja nona?

"Ah aku baik-baik saja terima kasih" jawab wanita itu sambil tertawa kecil.

"Uhhmm tapi sepertinya aku ingin muntah.

Dia pun mendekat ke arah tong sampah yang dibawa agen Jordi dan perlahan membukanya..

"Sial disini panas sekali” Gumam agen Kiros Sambil melirik ke atas karena ada cahaya masuk dari celah pintu tong sampah tersebut.

Disaat bersamaan mereka pun saling bertatapan

"Hei hei AARRGGHH.....teriak agen Jordi dan Kiros bersamaan

Agen Kiros yang menyadari wanita itu akan membuang sesuatu dari mulutnya spontan berdiri dari tong sampah dan menabrak wanita itu, lalu terjatuh ke lantai bersamaan dengan tong sampah tempat ia bersembunyi.

Tanpa sengaja dia menjatuhkan dompet yang memperlihatkan lencana polisi dari balik kemejanya.

"Hei apa yang terjadi, kalian berisik sekali" sahut agen Levi

"Ugghh ada sedikit masalah, bagaimana keadaan di dalam?" Tanya agen Jordi.

Di dalam kamar pria tambun itu mulai menekan tubuh ramping itu dari belakang. Disertai dengan tamparan lembut ke arah pantat gadis tersebut. permainan semakin memanas ketika dia menarik kedua lengan gadis itu dan kembali menekannya dengan kuat.

Wanita itu pun hanya merintih menahan tekanan pria tambun tersebut dengan tubuh yang dipenuhi keringat. Pria itu juga menarik rambut wanita itu dengan tangannya yang lain hingga membuatnya mengangkat dagunya.

Di lorong hotel "Aduhhh kepalaku sakit" Ucap wanita yang setengah mabuk itu setelah berbenturan dengan agen Kiros.

"Aduhh sial kenapa kau muntah disini Menjijikan sekali" Sahut agen Kiros sembari membersihkan pakaiannya..

"Apa kau baik-baik saja nona? Sahut agen Jordi sembari Membantu wanita itu bangkit dari posisinya.

"Aauhh pusing sekali, apa yang sedang kalian lakukan, kenapa kau bersembunyi di dalam tempat sampah ?" Ucap wanita itu

"Hei Levi bagaimana kondisi di dalam? Kenapa kau diam saja, hei...!!" Ucap agen Jordi sambil menjaga volume suaranya.

Di dalam kamar, Wanita itu mulai menjalankan tugasnya sebagai umpan. Dia merebahkan tubuh pria yang tampak kelelahan itu dan mendaratkan payudaranya di wajah pria itu. Perlahan dia mengambil sebuah borgol yang telah disiapkannya di laci meja sebelah ranjang dan memasangkannya pada pria tersebut.

Pria itu dengan beringas mencium dan menjilati dua bongkahan daging yang lembut itu tanpa menghiraukan borgol di tangannya.

Di luar agen Levi hanya terdiam dengan mulut yang terbuka dengan bahagia, rupanya agen Levi juga menikmati pertunjukan itu sehingga dia tidak merespon panggilan dari rekan2nya.

"Ohh hebat dia benar-benar seksi" Gumam agen Levi sambil menggerakkan tangannya maju mundur di area pribadinya di atas bangunan yang gelap itu.

Wanita yang mabuk itu kemudian melihat lencana polisi yang terjatuh di lantai. Kemudian dengan kondisi setengah sadar secara spontan dia berkata dengan nada yang sedikit histeris

"Ya ampun apakah kau polisi, maafkan saya pak polisi, saya tidak sedang mabuk, saya hanya tidak enak badan setelah acara di bawah.. mohon maafkan saya" ucap wanita itu dengan nada panik.

Melihat wanita itu panik agen Jordi dengan spontan menutup mulut wanita itu

"Hei hei tenanglah !!! ssstt sssttt kami bukan polisi, kami tidak akan membawamu" Ucap agen Jordi.

Dari dalam kamar wanita itu kemudian berusaha memasang pasangan borgol yang lain kedua tangannya. Namun ketika dia sedang mengarahkan borgol, pria itu tanpa sengaja mendengar kegaduhan di luar.

"Hah? Apa? polisi? Kau!? Sial rupanya ini semua jebakan".

Secara spontan dia mendorong wanita itu hingga terpental ke lantai

"Sial, seharusnya aku menyadarinya. apa kau pikir rencana kalian akan berhasil huh?"

Pria itu bergegas mengambil handphone dari saku jasnya. Setelah menekan beberapa kali di layar hp dia bergegas memakai celananya dan berlari keluar kamar.

"Hei sepertinya dia mendengar kebisingan kalian, dia baru saja berlari keluar kamar...!!!" Teriak agen Levi.

Di luar kamar agen Jordi dan agen Kiros melihat target keluar dan berlari ke ujung lorong ke arah pintu darurat.

"Uggh sial kita ketahuan "

"Ayo cepat kejar dia"

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kasus 21+

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan