APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris

Lara terpaksa menceraikan Elara akibat tekanan sang ibu mertua yang memandang rendah statusnya sebagai putri sopir. Elara yang dulu hangat berubah menjadi dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam tak terduga yang dianggap Elara sebagai momen bersama Elena, ia resmi bertunangan dengan wanita itu. Lara yang patah hati memilih mengasingkan diri ke desa untuk membuat sabun organik, tanpa menyadari bahwa dirinya tengah mengandung pewaris suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lara tak pernah menyangka, kedamaian yang ia temukan di desa kecil ini akan menjadi begitu rapuh, begitu mudah hancur oleh satu hal yang tak terhindarkan: waktu. Perutnya semakin membesar, tak bisa lagi disembunyikan di balik pakaian-pakaian longgar yang ia kenakan. Setiap pagi, di depan cermin usang gubuknya, ia melihat refleksi seorang wanita yang berbeda. Bukan lagi Lara yang kurus dan rapuh, melainkan Lara yang sedang membawa kehidupan, seorang Lara yang akan segera menjadi ibu. Tanggal perkiraan lahir semakin dekat, dan kecemasan itu mulai merayapi hatinya, menggeser sedikit demi sedikit rasa damai yang telah ia bangun.

Mbah Karsih, dengan mata tuanya yang penuh kebijaksanaan, adalah orang pertama yang menyadari. Suatu sore, saat Lara membantunya memilah hasil kebun, Mbah Karsih tiba-tiba berhenti. Pandangannya menelusuri perut Lara yang sedikit menonjol. Lara menahan napas, jantungnya berdebar kencang. Ia mencoba menarik napas dalam, berharap bisa terlihat normal, namun ia tahu usahanya sia-sia.

"Nak Lara," suara Mbah Karsih lembut, namun ada nada kepastian di dalamnya. "Perutmu itu... sudah berapa bulan?"

Lara menunduk, matanya berkaca-kaca. Rahasia yang ia jaga mati-matian, yang ia pikir aman di tempat terpencil ini, kini terungkap. Ia tak sanggup berbohong kepada Mbah Karsih, wanita tua yang telah memperlakukannya seperti cucu sendiri. Air mata yang selama ini ia tahan, akhirnya tumpah ruah. Ia menceritakan semuanya, tentang perjodohan yang ia jalani, tentang Elara yang menolaknya, tentang perceraian, dan tentang malam kelabu yang menghancurkan segalanya. Ia menceritakan tentang rasa malu, rasa sakit, dan ketakutannya menghadapi masa depan sendirian.

Mbah Karsih mendengarkan dengan sabar, tanpa menghakimi. Ia hanya mengusap punggung Lara dengan tangan keriputnya. "Hidup ini memang penuh liku, Nak. Tapi setiap liku pasti ada jalan keluarnya. Kamu tidak sendirian."

Kata-kata Mbah Karsih adalah penenang bagi jiwa Lara yang gelisah. Mbah Karsih meyakinkannya bahwa ia akan membantunya, merahasiakan kehamilan ini dari tetangga lain, dan mendampingi Lara melewati proses persalinan. Mbah Karsih adalah bidan kampung di masa mudanya, dan pengetahuannya tentang persalinan sangatlah luas. Kehadiran Mbah Karsih adalah anugerah tak ternilai bagi Lara. Ia tidak lagi merasa sendirian. Beban di pundaknya sedikit terangkat.

Hari-hari berlalu. Lara dan Mbah Karsih menyusun rencana. Mereka sepakat untuk mengatakan bahwa Lara menderita penyakit pencernaan yang membuat perutnya membesar, alasan yang cukup masuk akal bagi warga desa yang tidak terlalu ingin tahu. Lara menghabiskan lebih banyak waktu di gubuk, hanya keluar jika ada kebutuhan mendesak atau untuk mengurus kebun bunga di halaman belakang. Hasil penjualan sabun dan parfumnya semakin meningkat, menjadi satu-satunya sumber penghasilannya untuk mempersiapkan kelahiran sang bayi. Ia membeli kain-kain lembut, popok, dan perlengkapan bayi seadanya dari pasar kecamatan. Setiap barang yang ia sentuh, setiap persiapan kecil itu, memicu ledakan kasih sayang dalam dirinya, sebuah janji tak terucapkan untuk melindungi makhluk kecil yang kini tumbuh di dalam rahimnya.

Sementara Lara bergulat dengan kenyataan barunya, di ibu kota, Elara Dirgantara dan Elena Pratama melangsungkan pernikahan megah yang menjadi sorotan utama media. Pesta yang mewah, gaun pengantin yang memukau, dan sorotan kamera dari berbagai penjuru. Elara tampak bahagia, senyumnya terkembang di setiap foto yang dipublikasikan. Ia memeluk Elena dengan mesra, mengucapkan janji suci di hadapan ratusan tamu undangan, termasuk para konglomerat, pejabat tinggi, dan selebriti. Bagi Elara, ini adalah awal dari kehidupan yang sempurna, yang selalu ia impikan. Hidup tanpa bayang-bayang Lara, tanpa ikatan yang ia anggap sebagai beban.

Stella, ibu Elara, adalah nyonya rumah yang paling bersemangat. Ia menyambut setiap tamu dengan senyum lebar, bangga memperkenalkan Elena sebagai menantu barunya. Dalam setiap kesempatan, ia menyisipkan pujian untuk Elena dan keluarganya, sekaligus sindiran halus (yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu) tentang "masa lalu yang telah dibersihkan". Ia merasa telah memenangkan segalanya. Putranya kini bersama wanita yang pantas, dan nama keluarga Bagaskara telah kembali bersih dari "noda" Lara.

Elara sepenuhnya melupakan Lara. Ia sibuk dengan bulan madunya, dengan perjalanan bisnisnya ke luar negeri, dengan pembangunan kerajaan bisnisnya yang semakin meraksasa. Ia menjalani hidup dengan keyakinan penuh bahwa ia telah membuat keputusan terbaik. Sesekali, terlintas bayangan wanita dengan mata sedih dalam mimpinya, namun ia selalu menepisnya sebagai kelelahan. Tidak ada ruang bagi penyesalan di hati Elara, setidaknya tidak untuk saat ini. Ia bahkan tidak pernah menyadari bahwa pada malam kelabu di mana ia mabuk berat dan meniduri seorang wanita, itu bukanlah Elena. Ingatan yang kabur itu telah tertutup rapat oleh kebahagiaan semu yang kini ia jalani.

Kembali ke desa, Lara merasakan kontraksi pertamanya di suatu dini hari yang sunyi. Rasa sakit itu datang perlahan, kemudian intensitasnya semakin meningkat. Mbah Karsih sigap mendampinginya. Dengan segala ilmu yang ia miliki, dan dengan peralatan seadanya, Mbah Karsih membantu Lara melewati proses persalinan yang panjang dan menyakitkan. Setiap dorongan, setiap napas yang ia embuskan, adalah perjuangan untuk kehidupan baru yang akan datang. Lara menggenggam tangan Mbah Karsih erat-erat, air mata membanjiri pipinya, namun ia menolak menyerah.

Setelah berjam-jam penuh perjuangan, suara tangisan bayi yang nyaring memecah kesunyian gubuk. Lega, haru, dan kebahagiaan yang tak terkira membanjiri hati Lara. Mbah Karsih meletakkan bayi itu di dada Lara. Seorang bayi laki-laki. Rambutnya hitam legam, matanya tertutup rapat, dan bibirnya bergerak-gerak mencari. Lara menatap wajah kecil itu, dan semua rasa sakit, semua kepedihan masa lalu, seolah lenyap seketika. Ia adalah ibunya. Ia akan melindunginya dengan segenap jiwa.

"Siapa namanya, Nak Lara?" tanya Mbah Karsih lembut, senyum tulus merekah di wajahnya.

Lara menatap bayi itu, mencari nama yang tepat, nama yang akan memberinya kekuatan. Sebuah nama yang akan menjadi pengingat akan janji-janji yang telah ia langgar, dan juga harapan baru yang kini ia miliki. "Namanya... Bagas. Bagas Dirgantara," bisiknya, air mata bahagia mengalir deras. Bagas, dari Bagaskara, sebuah nama yang mengingatkannya pada kakek Elara, Bastian, pria yang selalu melindunginya. Dirgantara, nama keluarga Elara, sebuah ironi yang begitu menyakitkan namun juga sebuah ikatan yang tak terputuskan. Anak ini, Bagas, adalah jembatan antara masa lalu Lara yang menyakitkan dan masa depan yang penuh ketidakpastian.

Kelahiran Bagas membawa kebahagiaan tak terlukiskan ke dalam kehidupan Lara. Meskipun ia adalah ibu tunggal, ia tidak pernah merasa kesepian. Setiap senyum Bagas, setiap tangisan, setiap gerakan kecilnya, mengisi hari-hari Lara dengan makna. Ia sepenuhnya mencurahkan hidupnya untuk merawat Bagas. Ia belajar menggendong, menyusui, mengganti popok, dan menidurkan bayinya. Malam-malam tanpa tidur tidak terasa lelah baginya, karena setiap detik yang ia habiskan bersama Bagas adalah anugerah.

Hubungan Lara dan Mbah Karsih semakin erat. Mbah Karsih tidak hanya menjadi bidan, tetapi juga nenek bagi Bagas. Ia sering datang membantu, memberikan nasihat, atau sekadar menggendong Bagas saat Lara sibuk membuat sabun dan parfum. Kebun bunga Lara juga semakin subur, menghasilkan lebih banyak bahan baku untuk produk-produknya. Ia mulai berinovasi, membuat berbagai varian sabun dan parfum, yang semakin diminati oleh warga desa dan bahkan beberapa pembeli dari kota lain yang singgah.

Lima tahun berlalu. Bagas tumbuh menjadi anak yang ceria, pintar, dan tampan. Rambut hitam dan matanya yang tajam mengingatkan Lara pada Elara, sebuah kenyataan yang terkadang menyakitkan namun juga membawa kehangatan. Bagas sangat dekat dengan Lara dan Mbah Karsih. Ia sering membantu Lara di kebun, memetik bunga, dan tertawa riang saat Lara menggelitiknya. Bagas adalah pusat dunia Lara, sumber kekuatannya, dan alasan ia terus bertahan.

Lara menjalani hidupnya dengan tenang. Ia telah berhasil membangun kehidupan baru di desa, jauh dari bayang-bayang keluarga Bagaskara. Ia adalah wanita yang mandiri, sukses dengan usahanya, dan seorang ibu yang bahagia. Ia berpikir, mungkin ia tidak akan pernah lagi berhadapan dengan Elara, dengan masa lalu yang ia coba kubur dalam-dalam. Namun, takdir memiliki rencananya sendiri. Sebuah rencana yang akan segera menarik Lara kembali ke pusaran masa lalu, ke dalam kehidupan Elara yang kini telah berubah drastis.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
9.0
Brynn terjebak dalam hubungan toksik dengan Lawrence, pria yang kerap menghina sekaligus memanjakannya. Saat Lawrence mengumumkan pernikahannya, Brynn merasa bebas dan mencoba memulai hidup baru melalui kencan buta. Namun, di tengah hinaan keluarga calonnya, Lawrence tiba-tiba muncul dan mengklaim Brynn sebagai miliknya di depan semua orang. Brynn pun tertegun; mengapa pria itu ada di sini dan membelanya padahal hari ini adalah jadwal pernikahannya?
Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Pasca kehilangan ibu dan kakaknya, Isabel menjalani hidup yang penuh duka. Beban sebagai Putri Mahkota terasa kian menyesakkan tanpa keluarga di sisinya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang terbiasa hidup mewah. Pertemuan tersebut memicu gairah membara di antara keduanya. Meski ketertarikan mereka begitu kuat, jalan menuju kebahagiaan terhalang rintangan besar. Mereka dipaksa berjuang melawan badai masalah yang mengancam hubungan tersebut.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dahulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membangunnya menjadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Namun, ia mengkhianatiku dengan menyebutku beban dan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menyalahkan ambisiku atas kematian anak kami, berusaha menghapus jejak masa lalu kami sepenuhnya. Ia pikir ia telah menang, namun undangan pernikahannya justru menjadi awal kehancurannya yang akan aku eksekusi tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Lima tahun Anya menyamar jadi wanita miskin demi mendanai kesuksesan Bima sebagai CEO teknologi. Namun, Bima justru membawa Katrina dan mengkhianati Anya. Setelah dipermalukan di lelang bawah tanah agar tunduk, Anya mendengar pengakuan kejam bahwa dirinya hanyalah pengganti Katrina. Bima tak sadar bahwa Anya adalah investor rahasia di balik kekayaannya. Saat hubungan mereka hancur, Anya memutuskan menghubungi Kian untuk segera menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?
Sampul Novel One Year With You
8.3
Ai Hoshino adalah bos AI Entertainment yang disegani namun menyimpan rahasia kelam. Di balik kesuksesannya, ia mengidap Xeroderma Pigmentosum yang membuatnya tak bisa menyentuh sinar surya. Hidupnya yang sunyi berubah saat ia menyewa Adam Dausch, pria yang pernah ia temui di kasino Hong Kong, sebagai pelindung pribadinya. Dua jiwa yang sempat kehilangan arah ini kini terikat takdir. Akankah cinta mereka bertahan meski Shino dibayangi oleh penyakit maut?