APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Milikku

Kau Milikku

Hanna sangat membenci Will Greyson, pria angkuh yang langsung meminta kontak fisik saat pertama kali mereka bertemu. Kegilaan Will berlanjut ketika ia tiba-tiba melamar Hanna demi menjadikannya sarana terapi pribadi. Meski ditolak mentah-mentah, miliarder sombong ini tak mau menyerah begitu saja. Hanna yang geram berniat memberi pelajaran keras pada pria asing itu, sementara Will bertekad menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang gadis berambut panjang terlihat tengah memukul wajah seorang pria di sebuah kedai makan. Gadis tangguh itu adalah Hanna. Waiters baru di restoran itu.

”Aku akan menghajarmu berkali-kali sampai wajahmu biru.” Teriak Hanna sembari mendorong pria itu hingga tersungkur di atas lantai.

Sang pria meringis kesakitan memegangi pipinya yang lebam. Lima menit sebelum kejadian, Hanna sedang mengantar makanan ke meja pria bertubuh kurus itu. Namun kali ini Hanna kurang beruntung. Si pelanggan ternyata seorang yang mesum. Dengan santainya lelaki buaya darat itu memegang bokong montok Hanna. Sontak saja Hanna melayangkan tinjunya. Jiwa bar-barnya keluar. 

Pria manapun pasti tidak tahan melihat kemolekan tubuh Hanna. Wajah yang cantik dihiasi mata coklat dengan sedikit semburat emas ditengah. Pria itu sangat malang. Dia memilih mangsa yang salah. Mau untung malah jadi buntung. Kerumunan pelanggan yang menyaksikan pertunjukan gratis itu, mengundang kemarahan sang manajer. Dengan kasar sang manajer menghardik Hanna.

 ”Hei kau! Baru sehari bekerja di sini sudah memukul pelanggan. Kau tahu, tuan ini pelanggan VIP. Apa yang akan orang katakan. Restoran ini akan terlihat buruk di mata pelanggan.” Si Manajer mengacak-acak rambutnya merasa kesal dengan tindakan Hanna.

Hanna meletakkan kedua tangannya di pinggangnya. Dengan tatapan sinis dan sedikit mengangkat kepalanya menantang si Manajer. 

”Cih! Lebih mementingkan pelanggan mesum. Pelanggan VIP kesayangan bapak ini, sudah kurang ajar padaku.” Sanggah Hanna sembari menunjuk pria mesum itu.

Sang Manajer menghirup napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar. 

”Baiklah. Kau dipecat. Aku tidak ingin mengambil resiko dengan memperkerjakanmu disini. Melihat tingkahmu yang seperti ini akan banyak pelanggan yang jadi korbanmu.” Ujar sang Manajer lalu ia membantu si pria mesum itu berdiri.

Hanna yang melihat itu tersenyum sinis. Ia segera melucuti apronnya dan mencampakkannya ke wajah sang Manajer.

”Kau kira aku akan mengemis setelah kau mengatakan itu. Aku berhenti. Aku yang memecatmu jadi bosku bukan kau yang memecatku.” Hanna melangkahkan kakinya dengan hentakan yang keras keluar dari restauran itu. 

Gadis tangguh itu adalah Hanna, gadis yang bar-bar namun berhati emas. Dengan sifatnya yang sedikit liar, tentu siapa pun tidak akan tahan. Sebelumnya ia juga dipecat dari swalayan dekat rumahnya. Kala itu ia memberi sebungkus roti kepada anak yang kelaparan di depan swalayan. Mungkin orang akan mengira ia membeli roti itu. Padahal ia mengambilnya dari rak tanpa sepengetahuan bosnya yang pelit.

Hanna paling benci melihat ketidakadilan. Selayaknya ia diacungi jempol. Tapi kebanyakan orang tidak senang melihatnya. Hanya ibunya yang selalu mendukung Hanna. 

Hanna menghentikan langkahnya di depan sebuah toko. Ia melihat bayangan dirinya yang dipantulkan dari jendela kaca. Rambut coklatnya menari-nari di hembus angin. Lama ia mematung di sana menatap dirinya sendiri. Ia bisa melihat matanya yang mulai penuh dengan air asin.

Dibalik sifat 'tangguhnya' itu, sebenarnya ia wanita yang gampang menangis. Ia bingung bagaimana ia akan mengatakannya pada ibunya nanti. Selama ini, ibunya yang membiayai kehidupan mereka dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Hujan deras tiba-tiba turun membasahi Hanna dan semuanya yang ada diatas tanah. Langit seakan ikut menangis dengan Hanna. Sampai minggu lalu pun, cuaca di Trueveland tidak menentu. Terkadang sangat dingin juga kadang terasa panas.

Kemudian cuaca mulai menghangat begitu Hanna menghentikan tangisannya. Taman yang dilalui Hanna berubah menjadi berwarna hijau yang sejuk dan bunga-bunga bermekaran dengan indah ketika cahaya matahari menyiramnya dari celah-celah awan itu. Wangi tanah dan rerumputan menyatu dengan udara yang lembab.

Setelah melewati belokan di ujung jalan, ia sampai di depan rumahnya. Bangunan kecil yang terjepit diantara hiruk pikuknya kemegahan Trueveland.

Sementara itu disebuah gedung pertunjukan termegah di Trueveland, sedang terjadi huru-hara dari penggemar wanita yang meneriaki nama idolanya. Seorang pria tinggi bertubuh atletis berdiri di tengah panggung sambil menyanyikan lagu cinta yang menggugah hati. Siapa saja yang melihatnya akan terbuai. Rambut yang kemerahan sangat kontras dengan kulitnya yang putih pucat. 

”Will... Aku mencintaimu!” Teriak seorang dari kerumuman itu.

Ada juga yang menangis histeris saat Will meletakkan jarinya di bibirnya dan membuat ciuman jauh kepada penggemarnya.

”Will Greyson, kami menyayangimu!” Teriak mereka bersamaan.

Will Greyson seorang penyanyi pendatang baru yang berhasil meraih ketenarannya di usianya yang baru menginjak 27 tahun. Menyanyi adalah hasrat jiwanya. Sedari ia kecil, Will sering mengungkapkan kesedihannya lewat lagu. Setelah menyelesaikan lagu terakhir, ia berpamitan kepada penggemarnya.

”Terima kasih. Tanpa kalian aku tidak bisa berdiri disini. Aku menyayangi kalian semua.” Will melambaikan tangannya.

Lautan para gadis itu berteriak histeria mendengar perkataan Will Greyson. Membuat seluruh gedung bergemuruh. Ada juga beberapa gadis yang berusaha naik ke atas panggung sekedar memeluk idolanya.

”Will..Will..Will...” Teriak mereka. 

Will Greyson memberikan senyuman renyah sebelum ia turun dari panggung. Di belakang panggung seorang pria paruh baya memberikan air mineral kepada Will. Dia adalah Ryan Oneil manajernya.

”Tadi itu pertunjukan yang bagus. Aku ingin kau seperti itu setiap konser. Aku suka mendengar histeria para gadis itu.” Ungkap Ryan berapi-api. Matanya bersinar saat menyatakan itu.

Will tidak menggubrisnya. Tanpa berbicara ia mengambil air mineral dari tangan Ryan dan menenggak sampai habis. Kemudian menjatuhkan bokong tipisnya diatas sofa. Ia terlihat sangat lelah. Will meluruskan kaki jenjangnya dan menyadarkan kepalanya ke bahu sofa. Ryan duduk disampingnya dan mulai bercuap-cuap yang membuat Will kesal.

”Kau tahu, aku sangat lelah. Aku ingin istirahat. Bisakah kau menghentikan ocehanmu itu.” Ujar Will dengan ketus.

Ryan membulatkan matanya. Ia terlihat tidak senang dengan ucapan Will.

”Baiklah. Aku tidak akan mengganggumu.” Ryan bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Will sendirian.

Sedetik kemudian ponsel Will berdering. Raut wajah Will yang tadinya terlihat masam berubah cerah. Ternyata si penelepon adalah Kimberley, temannya sedari ia masih kanak-kanak.

”Aku melihat konsermu dari televisi. Kau sangat menawan. Pantas saja semua gadis-gadis itu keringat dingin melihat penampilanmu.” Ujar Kimberley dari seberang.

”Sungguh? Aku senang kau menonton konserku walau hanya dari layar kaca.” Ungkap Will bersemangat. ”Besok aku tidak ada jadwal. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” tanya Will.

”Ya, aku juga tidak ada kegiatan besok. Kalau begitu, kita bertemu di sky restoran.” 

”Baiklah. Sampai jumpa besok. Aku mau pulang kerumah dulu ya.” Sambung Will.

”Kau pasti kelelahan. Ya, sudah sampai besok.” 

Will mengakhiri percakapan mereka. Ia tersenyum manis sekali melihat nama Kimberley di layar ponselnya. Baginya Kimberley adalah orang istimewa di hatinya. Pertemanan mereka selama bertahun-tahun membuahkan rasa cinta di hati Will Greyson.

Tapi, Will tidak memiliki keberanian untuk menyatakan rasa yang dihatinya kepada Kimberley. Selain itu, Will juga memiliki trauma masa kecil yang membuatnya takut akan hubungan antara pria dan wanita. 

Will menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil merenggangkan otot tangannya. Kemudian ia pergi keluar dari pintu belakang gedung. Di luar kerumunan para gadis berdiri di depan mobil Will. Mereka menunggu Will sekadar meminta tanda tangan dan mengambil gambar.

Will Greyson yang sudah merasa kelelahan memilih menghindari kerumunan itu. Ia berjalan diam-diam sambil menarik topinya semakin dalam. Ketika ia sampai di pertigaan jalan, Will menelpon Ryan untuk menjemputnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Hasrat Alec Cage memuncak saat melihat kecantikan Azalea Mahendra. Peluang muncul ketika Arsen, kakak Alea, menyerahkan adiknya demi kursi CEO. Terpaksa tunduk, Alea menjalani pernikahan formal meski hatinya milik Arza, kakak angkatnya. Namun, badai datang saat Alec mengungkap masa lalu mereka. Sebagai pria pencemburu yang benci pengkhianatan, Alec tak akan memberi ampun. Ia bertekad menyiksa Alea dengan balasan yang jauh lebih menyakitkan dari kematian.
Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Marilyn terjebak dalam fitnah keji setelah sebuah pesan singkat menjadikannya kambing hitam atas hancurnya hubungan sang kakak. Christian, sang miliarder yang murka karena reputasinya tercemar, menuduh Marilyn sebagai wanita haus harta yang licik. Sebagai bentuk pembalasan dendam, Christian memaksa Marilyn masuk ke dalam pernikahan yang ia janjikan akan menjadi neraka dunia. Di tengah tuduhan tanpa bukti, Marilyn hanya bisa terdiam menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich
8.9
Hans merupakan pewaris takhta keluarga Adalrich yang tampak sempurna, namun ia menyimpan rahasia besar mengenai trauma psikologisnya terhadap wanita. Demi menutupi rasa jijik yang ia derita, Hans selalu bersikap angkuh dan dingin. Segalanya berubah saat ia bertemu Sashenka, putri dari rival bisnis bebuyutannya. Kehadiran gadis itu justru membangkitkan gairah yang selama ini mati. Kini, Hans harus berjuang menaklukkan hatinya di tengah perseteruan keluarga.
Sampul Novel Cinta Disisa Serpihan Hati
8.4
Niat Dania menolong Ilham dari kejaran orang asing justru berujung pada pernikahan siri akibat salah paham warga. Meski terikat secara mendadak, kebersamaan mereka saat berkelana ke berbagai daerah justru menumbuhkan perasaan cinta. Namun, keselamatan Ilham terancam oleh rencana jahat ibu dan saudara tirinya yang ingin menguasai warisan hotel ayahnya. Kini, Dania harus mendampingi sang pewaris dalam pelarian berbahaya demi mempertahankan hidup dan cinta mereka.
Sampul Novel Istri Keempat
9.2
Airin dikenal sebagai putri penurut yang tak pernah membantah titah orang tuanya. Namun, kepatuhannya diuji saat ia dipaksa menikahi Saka Januar Pradipta, pengusaha kaya yang telah memiliki tiga istri. Menjadi istri keempat bukanlah akhir bagi Airin. Di balik wajah polosnya, tersimpan sisi manipulatif dan licik yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat. Meski mampu mengelabui dunia, Airin tak berkutik di hadapan Saka yang sanggup melihat jati diri aslinya.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?