APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku

Kau Tak Pernah Mencintaiku

Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, kabut tipis menyelimuti kebun kelapa sawit yang luas milik keluarga Mahesa. Aurora berdiri di teras rumah, menatap hamparan hijau yang selama ini menjadi saksi bisu segala pergolakan hidupnya. Angin sepoi-sepoi mengusap wajahnya, seolah menyampaikan bisikan semangat dari alam.

Ia menghela napas panjang. Setelah malam-malam penuh air mata dan hati yang hancur, kini saatnya untuk bangkit. Tidak ada lagi tempat untuk kesedihan yang melemahkan.

Sejak kemunculan Ravela dan kecurigaan yang terkuak, hubungan Aurora dan Leandro semakin renggang. Suaminya masih terombang-ambing antara loyalitas pada kakaknya dan perasaannya pada Aurora. Sementara di sisi lain, tekanan dari mertua dan ipar semakin memperkeruh suasana.

Namun Aurora tahu, ia harus mengubah keadaan ini. Jika tidak, rumah tangganya akan hancur berkeping-keping.

Aurora memutuskan untuk mulai mencari bantuan di luar rumah. Ia menghubungi sahabat masa kecilnya, Nadya, yang kini bekerja sebagai pengacara handal di kota.

Di sebuah kafe kecil yang terletak di sudut kota, mereka bertemu untuk berdiskusi.

"Nadya, aku butuh bantuanmu," kata Aurora, wajahnya serius tapi penuh harap.

Nadya menatap sahabatnya dengan penuh perhatian. "Ceritakan semuanya, Aurora. Aku akan membantu sekuat tenagaku."

Dengan suara pelan tapi tegas, Aurora menceritakan segala yang terjadi-ketegangan dengan mertua, campur tangan ipar, pengkhianatan Ravela, bahkan kecurigaan atas manipulasi saham kebun sawit keluarga.

Nadya mengangguk. "Kalau begitu, langkah pertama adalah mengumpulkan semua bukti yang kamu punya dan melakukan audit independen terhadap keuangan dan kepemilikan saham di kebun sawit itu. Kita harus pastikan siapa yang benar-benar berhak atas apa."

Aurora mengangguk mantap. "Aku siap."

Keesokan harinya, Aurora mulai mengumpulkan dokumen-dokumen penting dari rumah dan kantor suaminya. Namun ia harus berhati-hati, setiap gerak-geriknya selalu diawasi oleh Ravela dan Nadira.

Suatu sore, ketika ia sedang memeriksa dokumen di ruang kerja Leandro, tiba-tiba Ravela muncul tanpa diketuk terlebih dahulu.

"Aurora, apa yang kamu lakukan di sini?" suara Ravela dingin, penuh ancaman terselubung.

Aurora menatapnya dengan tenang, berusaha tidak menunjukkan ketakutan. "Aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan benar, Ravela."

Ravela mendekat, wajahnya tak lagi ramah. "Ingat, aku kakakmu. Jangan terlalu berani mencoba mengusik urusan keluarga."

Aurora membalas dengan senyum kecil. "Justru karena itu aku harus melakukannya. Kalau tidak, aku dan Leandro akan jadi korban."

Ravela menatap tajam. "Hati-hati, Aurora. Aku tahu kelemahanmu."

Tanpa menunggu balasan, Ravela pergi meninggalkan ruangan dengan langkah cepat.

Hari-hari berlalu penuh ketegangan, tapi Aurora tetap teguh pada pendiriannya. Ia mulai melakukan koordinasi dengan auditor dan pengacara untuk menggali fakta tersembunyi di balik manajemen kebun sawit itu.

Suatu malam, saat Aurora sedang bekerja di ruang tamu, ponselnya berdering.

"Aurora," suara Leandro di ujung telepon terdengar berat. "Kita harus bertemu. Ada hal penting yang harus kubicarakan."

Jantung Aurora berdegup kencang. "Dimana?"

"Aku di kantor. Segera datang, aku tunggu."

Di kantor Leandro, mereka bertemu dalam suasana serius. Leandro menghela napas panjang, lalu mulai bicara.

"Aurora, aku sudah bicara dengan ayah. Ternyata Ravela selama ini memang punya agenda sendiri. Ayah juga tahu tentang ini, tapi tidak berani melawan karena takut membuat keluarga hancur."

Aurora terkejut. "Kenapa ayah tidak bilang dari awal?"

Leandro menunduk. "Karena ayah ingin aku sendiri yang menyelesaikan masalah ini. Dan aku... aku tidak tahu harus mulai dari mana."

Aurora menggenggam tangan Leandro erat. "Kita hadapi ini bersama. Aku tidak akan meninggalkanmu."

Leandro menatap Aurora dengan tatapan penuh kasih dan harapan. "Terima kasih, Aurora. Kau kekuatanku."

Hari-hari berikutnya, mereka berdua mulai menyusun strategi. Aurora yang biasanya pasrah kini berubah menjadi wanita yang penuh perhitungan. Ia mulai mengumpulkan bukti-bukti kuat atas kesalahan Ravela dan pengkhianatan yang terjadi di dalam keluarga.

Namun, Ravela bukan lawan yang mudah. Ia menggunakan segala cara untuk mempertahankan posisinya-mulai dari menyebar fitnah, memanipulasi orang-orang di sekitar, hingga memanfaatkan koneksi bisnisnya yang luas.

Suatu kali, Aurora menerima ancaman lewat surat yang ditinggalkan di depan pintu rumah.

"Kau tidak akan pernah menang, Aurora. Hentikan usahamu atau akibatnya kau dan keluargamu akan menanggung."

Namun alih-alih takut, surat itu justru membakar semangat Aurora untuk lebih kuat.

Konflik puncak terjadi ketika Ravela memaksa Leandro untuk mengambil keputusan sulit dalam rapat keluarga besar.

"Aku sudah muak dengan semua ini," suara Ravela meninggi di ruang rapat. "Kalau aku harus mengorbankan bisnis keluarga demi mempertahankan Aurora yang terus bikin masalah, aku tidak setuju."

Leandro berdiri, suaranya tegas namun penuh emosi. "Ravela, ini bukan tentang Aurora. Ini tentang keadilan dan kebenaran. Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan segalanya demi ambisimu sendiri."

Tensi di ruangan itu memuncak, beberapa anggota keluarga mulai terpecah, ada yang mendukung Leandro, ada yang condong ke Ravela.

Aurora yang menyaksikan dari luar ruang rapat, merasakan campuran takut dan haru. Ia tahu perjuangan ini belum berakhir, tapi sekarang dia tidak sendiri.

Leandro, yang selama ini tampak ragu dan terluka, kini mulai menunjukkan kekuatan yang selama ini tersembunyi.

Malam itu, di kamar mereka, Aurora dan Leandro berbicara panjang.

"Aku tidak ingin kehilanganmu, Aurora," kata Leandro lirih.

"Kita harus kuat, untuk masa depan kita dan anak-anak kita," balas Aurora, matanya penuh keteguhan.

Leandro mengangguk. "Aku berjanji, aku akan melindungimu, tidak peduli apapun yang terjadi."

Aurora yang berdiri di jendela kamar, menatap bulan purnama yang bersinar terang.

"Ini baru awal," pikirnya. "Aku akan berjuang sampai akhir, untuk cinta dan keadilan yang sejati."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Majikan
9.7
Trauma masa lalu menghancurkan hidup Amber Aileen hingga ia nyaris mengakhiri segalanya. Di tengah keputusasaan, Gavin Austin hadir sebagai penyelamat. Meski dikenal sebagai pria dingin tanpa ampun, Gavin justru bersikap lembut pada Amber, memicu kemarahan ibu dan tunangannya. Sebuah insiden satu malam mengikat takdir mereka lebih dalam. Namun, saat Amber mengandung, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji kebahagiaan yang pernah diucapkannya.
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan
8.4
Jiwa Eleanor Vienne, seorang supermodel ternama, berpindah ke raga Seraphina Elmswood setelah kematian tragisnya. Seraphina adalah istri dari keluarga kaya yang selama ini dihina karena dianggap buruk rupa dan bodoh. Suaminya, Lysander, bahkan bersikap dingin dan tidak setia. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Kini Seraphina tampil berkelas, memicu kecemasan keluarga Elmswood dan membuat Lysander terpesona. Akankah ia memaafkan pria yang dulu meremehkannya?
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia merasa muak karena terus direndahkan oleh ibu mertuanya hanya karena dianggap miskin dibanding menantu lainnya. Meski dihina secara zalim, Mia memilih bungkam dan menyembunyikan rahasia besar. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya memiliki kekayaan melimpah dan tumpukan logam mulia dari hasil jerih payahnya menulis secara daring. Ia sengaja merahasiakan aset tersebut agar suami dan mertuanya yang rakus tidak bisa menyentuh hartanya sedikit pun.
Sampul Novel Pengasuh Cantik CEO Duda
9.5
Agatha yang merasa terpuruk akibat rentetan cobaan hidup akhirnya melarikan diri ke bar. Sialnya, tawaran bir gratis dari seorang bartender justru merenggut kesadarannya. Di tengah situasi berbahaya itu, ia tidak menyadari bahwa gerak-geriknya telah dipantau sejak awal. Seorang CEO duda kaya raya yang memerhatikannya pun turun tangan untuk menyelamatkannya secara diam-diam. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi nasib Agatha ke depannya.
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa
9.7
Seorang preman cantik yang seharusnya tewas justru bangkit kembali dalam raga Mira Roselin, putri konglomerat yang manja. Dahulu, Mira selalu diabaikan dan mengemis kasih sayang dari tunangannya yang dingin. Namun, jiwa baru di tubuhnya kini menolak untuk tunduk. Dengan kepribadian yang berubah total, ia tidak akan lagi mengejar cinta. Justru sekarang giliran sang tunangan penguasa yang akan berlutut dan memohon perhatian darinya.