APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH

KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH

Demi membahagiakan orang tuanya, Kanaya merelakan diri menikah dengan Bisma meski hatinya masih terpaut pada Hamdan. Namun, rumah tangga mereka diguncang kenyataan pahit saat Bisma diketahui menghamili kekasihnya, Vilia. Kanaya yang tegar justru memfasilitasi pernikahan keduanya. Ironisnya, saat Bisma mulai jatuh hati padanya, Hamdan justru kembali datang melamar. Kanaya kini terjebak dalam pusaran asmara dan dilema emosional yang rumit.
Bab
Bagikan

Bab 3

'Krek....'

Perlahan Kanaya membuka pintu kamarnya, di tangannya sudah ada nampan berisi segelas kopi dan dua piring makanan untuk dimakan bersama Bisma.

"Makan dulu, dan ini kopinya," ujar Kanaya.

"Terimakasih."

Kanaya dan Bisma makan bersama-sama.

"Masakan mu enak," puji Bisma.

"Terimakasih."

Dengan lahap, Bisma menghabiskan makanan dan juga kopinya. Begitu juga dengan Kanaya, setelah itu Kanaya membereskan semuanya. Jam sudah menunjukkan pukul 09.30, Kanaya dan Bisma siap-siap beristirahat. Kamar pengantin yang sudah dirias, sia-sia begitu saja. Tidak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka, mereka saling diam hingga pagi tiba.

'Kukuruyuk....' Bunyi ayam berkokok.

Waktu subuh telah tiba, Kanaya bangun dari tempat tidurnya. Dia melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim. Setelah itu, dia bergegas pergi ke dapur untuk membantu Sinta masak di dapur. Wanita itu tidak berani membangunkan suaminya, dia membiarkan Bisma tertidur.

"Bagaimana tidurnya semalam, Kanaya?" tanya Sinta.

"Nyenyak, Bu."

Sinta tersenyum, padahal yang dimaksud Sinta bukan hal itu. Sinta ingin tahu malam pertama Kanaya dan Bisma. Lain halnya yang ada dipikiran Kanaya, rambutnya bahkan tidak basah karena memang tidak terjadi apa-apa semalam.

"Bisma sudah bangun?" tanya Sinta.

Hampir saja Kanaya lupa, kalau suaminya itu belum melaksanakan kewajiban. Wanita itu bergegas pergi ke kamar untuk membangunkan Bisma. Ternyata Bisma baru selesai melaksanakan kewajiban. Bisma menoleh ke arah Kanaya, suaminya memberikan senyuman.

"Ada apa?" tanya Bisma.

"Kalau sudah selesai, kita sarapan dulu," jawab Kanaya.

Seperti biasanya, sebelum keluarga Kanaya melakukan aktifitas mereka, mereka terbiasa sarapan terlebih dulu. Bisma laki-laki berumur tiga puluh tahun, dia sudah bekerja di salah satu perusahaan yang berada di kota malang. Bisma merupakan lulusan S1 ekonomi, sifatnya yang ramah membuat dirinya mudah memiliki teman. Setelah sarapan, Bisma pamit untuk bekerja. Sedangkan Kanaya, dia harus menghampiri murid-murid TPQ yang ada di sekolah-sekolah. Tidak hanya di mushola, Kanaya juga biasanya mengajar ngaji di sekolah dasar.

Bisma dan Kanaya berangkat bersama-sama, mereka mengendarai sepeda motor milik Bisma.

"Maaf ya, kalau aku belum bisa menjadi imam yang baik untuk mu," ucap Bisma sembari melajukan sepeda motornya.

"Iya, tidak apa-apa."

Bisma mengatakan, kalau dirinya mau bertaaruf dengan Kanaya sebelum dirinya benar-benar menjadi suaminya. Kanaya menyetujui untuk bertaarufan dengan Bisma. Setidaknya mereka berdua sudah sepakat untuk saling membuka hati. Tidak banyak yang mereka bicarakan, hanya itu saja. Tiga puluh menit sudah berlalu, Kanaya pun sampai di depan pintu gerbang sekolah dasar.

"Terimakasih," ucap Kanaya.

"Sama-sama. Nanti dijemput jam berapa?" tanya Bisma.

"Nanti aku hubungi lagi," jawab Kanaya. Kanaya dan Bisma saling memberikan nomor telepon, mereka berdua pun sudah memiliki nomor telepon mereka masing-masing.

Suasana pagi ini begitu cerah, matahari bersinar terang. Kanaya melangkahkan kakinya masuk ke sekolah dasar. Dia melewati setiap koridor-koridor kelas.

"Ustadzah Kanaya!?" panggil beberapa murid Kanaya dengan serentak. Mereka semua memeluk Kanaya dengan erat.

Kanaya disukai oleh murid-muridnya, mereka semua sudah menganggap Kanaya seperti bunda mereka.

"Ustadzah Kanaya, ustadz Hamdan kemana ya?" tanya Defi salah satu murid Kanaya.

"Ustadzah juga tidak tahu."

Kanaya pun pergi ke kantor, dia kepikiran dengan Hamdan. Kanaya mencari-cari Hamdan, ternyata memang benar, Hamdan sudah tidak ada lagi.

"Ustadz Hamdan sudah izin keluar dari sekolah ini, ustadzah," kata Dian, salah satu guru.

"Kalau boleh tahu, alasannya kenapa?" tanya Kanaya.

"Katanya, beliau sibuk."

Kanaya terdiam, dia jelas berpikir. Mungkin kepergian Hamdan karena dirinya, karena perasaan yang pernah dia ungkapkan. Kanaya tidak habis pikir kalau Hamdan akan resign. Padahal, Kanaya bisa masuk ke sekolah ini karena Hamdan merekomendasikan. Kanaya merasa hampa dengan kepergian Hamdan. Bagaimanapun, Kanaya masih ada perasaan kepada Hamdan. Butuh waktu mencintai suaminya untuk Kanaya yang susah jatuh cinta. Mengingat Hamdan juga adalah cinta pertamanya. Entahlah, berapa waktu yang akan Kanaya butuhkan untuk melupakan Hamdan.

'Aku sudah memiliki suami, tidak sepantasnya aku masih mengingat Hamdan. Kenapa semua ini terjadi kepadaku? Aku yang ingin bahagia bersama dengan orang yang aku cintai, ternyata aku menikahi laki-laki yang tidak aku kenal sebelumnya.' Pikiran Kanaya kembali mengingat masa lalu bersama Hamdan.

"Ayo! Lagi apa?" tanya Ara mengagetkan Kanaya.

"Ara? Kamu di sini?"

"Iya, aku sebagai ganti Hamdan. Aku yang akan menjadi partner mu mulai hari ini juga," jawab Ara penuh dengan semangat.

Di ruang itu, Kanaya melihat bangku Hamdan yang sudah kosong dengan barang-barang Hamdan. Sekarang hanya ada buku-buku milik Ara lah di sana. Tatapannya mulai kosong, hatinya juga merasa ada sesuatu yang kurang.

"Kamu kenapa sedih, Kanaya?" tanya Ara.

"Aku... Eh... Aku...," jawab Kanaya ragu untuk mengatakan kepada Ara.

"Kamu ceritakan saja, aku akan menjadi pendengar yang baik untuk kamu," ucap Ara.

Kanaya menceritakan semuanya kepada Ara tentang Hamdan, tentang perasaan yang dimiliki oleh Hamdan kepadanya.

"Jadi, dia mengutarakan isi hatinya kepadamu?" tanya Ara.

"Iya."

"Percuma saja dia mengutarakan isi hatinya padamu, kamu sudah sah menjadi istri Bisma. Apa mungkin kamu masih menginginkan dia?" tanya Ara.

Kanaya terdiam, dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang memang merasa hampa dengan kepergian Hamdan.

"Kamu jangan gila, Kanaya. Kamu harus ingat, kamu sudah punya tanggung jawab sebagai seorang istri." Ara kesal kepada Kanaya.

'Kalau saja Ara tahu semuanya, kalau aku dan Bisma sama-sama terpaksa. Mungkin saja Ara akan memakluminya,' batin Kanaya.

Ara memberikan banyak nasihat kepada Kanaya, Ara tidak ingin Kanaya jatuh dalam dosa. Ara peduli dengan Kanaya, dia tidak ingin Kanaya berbuat kesalahan. Kanaya memaklumi dengan setiap ucapan Ara. Kanaya juga mengerti, kalau Ara peduli kepadanya.

Bel pun berdering, Kanaya harus melaksanakan kewajibannya sebagai guru ngaji. Dia harus bersikap profesional, dia harus mengamalkan ilmunya dan memfokuskan perhatian pikirannya. Kanaya tidak ingin, hanya karena perasaan, murid-muridnya jadi terbengkalai.

Memang benar dengan apa yang ada dalam benak Kanaya, walaupun dia masih mengajar. Kehidupan setelah menikah itu jauh berbeda dari sebelumnya. Kanaya mau tidak mau harus berbakti kepada suaminya. Dia juga tidak seharusnya mengharapkan laki-laki lain selain Bisma. Bukan hanya hatinya saja yang tertekan sekarang, batinnya juga tertekan saat saudara iparnya mengirimkan pesan yang menyakiti hatinya. Menikah bukan hanya tentang laki-laki dan wanita, melainkan ke-dua keluarga.

'Semenjak kamu hadir dalam hidup kak Bisma, kak Bisma sudah tidak lagi mau mengantarkan aku kemana-mana. Dasar, kakak ipar tidak tahu diri. Seharusnya, kak Bisma tidak merubah sikapnya hanya karena wanita seperti mu.' Pesan dari Bella, adik Bisma.

Kanaya tidak tahu apa yang terjadi dengan Bisma dan Bella. Tapi, Bella menganggap Kanayalah yang menjadi penyebab semuanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Sampul Novel Doa Istri Pertama
8.2
Kehidupan Annisa berubah drastis sejak Hamza memutuskan untuk berpoligami dengan menikahi Aina. Alih-alih membenci madunya, Annisa justru memanjatkan doa unik yang menargetkan dirinya sendiri. Ia memohon agar setiap kepedihan dan luka batin yang ia rasakan akibat pengkhianatan suaminya dikonversi menjadi tumpukan dosa bagi Hamza. Ini adalah kisah tentang perjuangan batin seorang istri pertama yang melawan kedzaliman lewat kekuatan doa dan air mata.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel Jalan Raih Mahkota
8.8
Richard Ahmed mengkhianati pertunangan kami dengan berselingkuh bersama Eva Marsh. Eva bahkan mengirimkan video mesra mereka yang didukung penuh oleh keluarga Richard. Melihat penghinaan itu, saya menghubungi ayah saya, seorang bos sindikat kriminal besar, untuk menyiapkan pembalasan melalui siaran langsung di media sosial. Namun, bantuan itu menuntut syarat besar: saya harus kembali ke Zlomont dan memimpin Brooks Group sebagai kepala barunya.
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Stevi terbayang pesan terakhir mendiang ibunya untuk giat bekerja sebelum wafat. Kini, setelah menikah dengan Aria, Stevi berjuang menjalani hidup barunya meski duka masih membekas. Ia berharap sang ibu tenang di sana karena Aria sangat membutuhkannya. Di sisi lain, Aria sibuk dengan profesinya di kampus. Saat memberikan bimbingan makalah kepada mahasiswi, ia menekankan pentingnya orisinalitas karya demi menghindari isu plagiarisme dalam seminar.
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Mak Esah tidak menyangka bahwa menantu yang semula tampak santun ternyata memiliki lisan yang sangat tajam dan perilaku tidak sopan. Di balik sikap buruk tersebut, Mak Esah mencurigai adanya rahasia besar yang sengaja disembunyikan darinya. Ketegangan pun terus meningkat di antara mereka. Mampukah Mak Esah bertahan menghadapi tekanan mental ini? Akankah kebenaran serta misteri yang selama ini tersimpan rapat akhirnya akan terungkap sepenuhnya?