APKDock Logo
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder

Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder

9.2 / 10.0
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.

Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder Bab 1

"Renata pasti akan menyukainya."

Raivan Januar menatap kue ulang tahun di tangannya sambil tersenyum manis.

Kue ini terkesan simpel, berbentuk bulat, dan berwarna putih. Di bagian atasnya terdapat dua angsa cantik yang bersandar satu sama lain untuk membentuk bentuk cinta.

Dia membeli kue tersebut sebagai saksi kebersamaan mereka selama tiga tahun.

Demi membeli kue ini, Raivan menghabiskan semua uang yang dia peroleh dari kerja paruh waktu bulan ini!

"Tapi, kenapa Renata memilih tempat pesta ulang tahun yang begitu mahal?!"

Raivan merasa sangat terkejut ketika melihat pesan di ponselnya.

Lokasi di mana dia berdiri saat ini disebut Hotel Scarton, satu-satunya hotel bintang lima di Kota Gixa.

Tagihan rata-rata di hotel ini setidaknya seharga jutaan rupiah!

Bagaimana bisa Renata memiliki kemampuan untuk mengadakan pesta ulang tahun di sini dan mengundang banyak teman sekelas?

Biayanya saja pasti tidak akan kurang dari 200 juta rupiah!

Namun Renata, seperti dirinya sendiri, bukan berasal dari keluarga kaya, jadi bagaimana mungkin dia bisa memiliki begitu banyak uang?

Melihat ponsel, waktu pesta ulang tahun akan segera tiba, tapi Raivan masih belum melihat pacarnya.

Tepat saat ini, sebuah SUV yang tampak mewah berhenti di depan hotel, kemudian seorang pria dan seorang wanita turun dari mobil.

Pria itu mencubit bokong gadis itu, menyebabkan gadis itu gemetar dan mengerang pelan.

"Pelan-pelan!"

Pria itu bernama Tommy Raharja, berusia 40 tahun, memiliki perut yang buncit dan mengenakan setelan jas khusus dari SAINTANGLOS, dia adalah pemilik SUV ini.

Sedangkan gadis di sebelahnya, yang memiliki wajah cantik dan tubuh yang menawan adalah Renata Darmawan.

Raivan sangat marah saat melihat adegan intim kedua orang itu!

Apa pacarnya selingkuh? Bahkan dengan seorang pria paruh baya!

"Renata!"

Sambil menahan emosi di hatinya, Raivan berteriak dan berjalan ke arah mereka.

Renata terkejut dan tampak seperti ingin menghindarinya.

"Kamu adalah...?" tanya Tommy yang mengangkat kepalanya dengan angkuh.

Sebelum Renata bisa berkata apa-apa, mata Raivan menjadi dingin dan menjawab, "Aku pacar Renata. Siapa kamu?!"

Begitu kata-kata ini keluar, eskpresi Renata maupun Tommy langsung berubah masam.

"Bukankah aku sudah memberitahumu untuk datang setelah pesta?!" kata Renata dengan wajah suram dan tidak senang.

Raivan merasakan sakit di hatinya dan berkata dengan suara serak, "Kalau aku tidak datang, bagaimana aku bisa tahu bahwa kamu berselingkuh?!"

Tommy yang berada di samping tampak sedikit meremehkan dan melirik sekilas pada pria di depannya yang mengaku sebagai pacar Renata.

Baju dan celana pria ini sangat kotor dan dipenuhi noda, membuatnya tampak seperti pengemis yang keluar dari gang kecil.

Kue di tangannya terlihat sangat murah, jenis yang bahkan tidak mau dibeli oleh pelayan rumahnya.

"Orang miskin sepertimu kok berani mengaku sebagai pacar Renata? Apa kamu tahu berapa banyak tahi lalat di dadanya?"

Tommy mencibir dan menarik tubuh lembut Renata ke dalam pelukannya.

"Renata, kamu sudah tidur dengannya?!"

Ekspresi Raivan menjadi muram, tapi matanya yang menatap Renata masih memancarkan sedikit harapan.

Namun, Renata sama sekali tidak berani menatap matanya. "Raivan, aku tahu kamu sangat baik padaku, tapi kamu benar-benar salah paham, kamu bukan pacarku."

Kalimat ini menusuk hati Raivan seperti pisau.

Raivan mengepalkan tinjunya erat-erat sampai kukunya tertanam di dagingnya dan berkata dengan senyum pahit, "Jadi, selama ini aku salah paham?"

"Kamu jangan menggangguku lagi!" teriak Renata dengan ekspresi yang sangat tidak senang.

Dia bahkan bahkan mengangkat tangannya dan menampar kue yang disiapkan sepenuh hati oleh Raivan.

Kemasannya terbuka dan kue itu terbang keluar dari kotaknya, lalu mendarat di tanah.

Kue yang berwarna putih bersih itu terlihat seperti lumpur setelah bercampur dengan lumpur di tanah, dan dua kepala angsa yang diukir dengan cokelat pun hancur di tempat.

Raivan merasa hatinya juga hancur.

"Apa kamu tahu siapa Tommy? Dia adalah wakil manajer umum hotel ini dan memiliki gaji tahunan miliaran. Uang yang dihasilkannya dalam semenit sudah cukup untuk membeli kue rusakmu itu."

"Seekor katak yang tinggal di daerah kumuh juga ingin mendekati Kak Renata."

Beberapa gadis yang keluar dari hotel untuk menyaksikan keseruan tersebut saling mengobrol.

"Sayang sekali, suasana menyenangkan yang susah-susah didapatkan malah dihancurkan oleh orang miskin seperti ini."

Tommy menginjak kepala angsa di tanah sampai hancur, memeluk Renata dan berjalan ke pintu Hotel Scarton tanpa melihat ke belakang.

Ejekan demi ejekan yang diberikan menembus hati Raivan. Hubungan selama tiga tahun ternyata tidak dapat dibandingkan dengan uang.

Dia masih ingat ekspresi malu-malu di wajah Renata saat kencan pertama mereka. Senyum itu adalah kenangan dan hiburan dari seluruh masa muda Raivan.

Raivan berjalan seperti mayat ke tepi sungai kecil, wajahnya yang menyedihkan pun terpantul di atas permukaan air sungai.

Dia mengambil batu dan melemparkannya ke sungai.

Dia berteriak untuk melampiaskan kemarahannya dan menganggap sungai itu sebagai Tommy dan Renata... dan juga sebagai dirinya yang pengecut.

Dia tidak punya uang atau pun kekuasaan, dan telah melalui banyak penderitaan sejak kecil. Dia tidak rela menerima nasibnya yang menyedihkan seperti itu!

"Jika suatu hari aku mendapatkan kekuasaan, aku pasti akan ... menginjak-injak kalian di bawah kakiku dan membuat kalian menyesali semua perbuatan kalian!"

Ada kebencian pahit di mata Raivan dan dia hanya ingin melampiaskannya.

Raivan duduk di tepi sungai selama satu jam dan mengingat semua momennya saat bersama Renata.

Jantungnya berdenyut sakit untuk beberapa saat, tapi tidak peduli seberapa sakit hatinya, dia harus tetap bersemangat.

"Sudah waktunya pulang."

Sepuluh menit kemudian.

Di pinggiran kota, di sebelah komunitas bobrok.

Raivan turun dari bus dan berjalan menuju gedung nomor satu.

Rumahnya terletak di lantai paling bawah di gedung nomor satu. Apartmennya hanya sebesar 30 meter persegi dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu yang sangat sederhana.

Setiba di pintu gedung apartemen, mata Raivan tertuju pada sebuah mobil mewah berwarna hitam mengilap.

Mobil mewah yang tidak ada hubungannya dengan hidupnya malah terparkir di depan rumahnya.

Sebelum Raivan masuk ke dalam rumah, seorang pria tua berambut putih yang memakai sarung tangan putih dan tuksedo berdiri penuh hormat di depan pintu.

Pria tua itu berkata dengan hormat, "Tuan Muda, saya telah menunggu lama. Nama saya Zoe dan saya merupakan kepala pelayan ayah Anda. Tuan besar meminta saya untuk membawakan Anda uang saku sebanyak 200 miliar."

"Apa? 200 miliar? Dan itu hanya uang saku?! Apa kamu sedang bercanda?"

"Setiap hari aku hanya makan nasi putih dan sayur, aku bahkan tidak bisa makan daging dua kali dalam sebulan. Aku sangat miskin dan kamu masih ingin menipuku?"

Raivan menggelengkan kepalanya dengan tak berdaya dan yakin bahwa orang di depannya adalah seorang penipu.

Ibunya adalah wanita baik yang sakit-sakitan, sedangkan ayahnya sudah meninggal dan kerabatnya semua hanya petani.

Jangankan kendaraan, tabungan keluarganya bahkan tidak sampai 40 juta.

Terlahir di keluarga yang begitu miskin, mana mungkin dia masih bisa memiliki kepala pelayan yang mengendarai mobil mewah? Dan juga seorang ayah yang bisa dengan sesuka hati memberikan uang saku sebesar 200 miliar?

"Uang saku Anda akan segera masuk ke rekening Anda. Setelah memeriksanya, Anda akan tahu apa saya penipu atau bukan!" kata Kepala Pelayan Zoe sambil tersenyum.

"Ting!"

Ada sebuah pesan yang masuk membuat Raivan menatap ponselnya, pesan yang diterimanya adalah pesan transfer dari bank.

[Tuan Raivan Januar yang terhormat, saldo akun Anda saat ini adalah 200.001.000.000.]

Raivan kemudian membuka aplikasi mobile banking dan menemukan rekeningnya benar-benar memiliki uang sebesar 200 miliar.

"Sial, apa aku sedang bermimpi?!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Demi kesembuhan adiknya, Nadia terjun ke dalam rencana licik Satria, ibu dari konglomerat Reza Azhar. Ia diminta menjadi ibu pengganti bagi Reza dan istrinya yang tak kunjung memiliki anak. Namun, duka mendalam melanda saat adiknya meninggal, memicu Nadia untuk kabur membawa rahasia besar: ia tengah mengandung darah daging Reza. Kini, di tengah kejaran Satria dan kebenaran yang mulai terungkap, mampukah Nadia terus bersembunyi dari takdir dan intrik kekuasaan?
Sampul Novel Suamiku Mantan Playboy
9.3
Kehidupan tenang Riri sebagai lulusan baru terusik saat Julian Raffa Gunawan tiba-tiba datang melamar. Meski tampan dan kaya, Raffa adalah sosok keras kepala yang dikenal sebagai mantan playboy kelas kakap. Riri yang awalnya enggan menikah terpaksa menerima pinangan tersebut. Sebelum melangkah ke pelaminan, mereka sepakat menjalani masa pacaran dan tunangan. Riri harus waspada, sebab ia tak akan sudi dikhianati jika sifat buruk Raffa kembali muncul.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan