APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEMBALINYA RATU MAFIA

KEMBALINYA RATU MAFIA

Pasca wafatnya Aderald Ibrahim, Diandra Safaluna mewarisi seluruh kekayaannya. Namun, ketiga anak Aderald yang murka berusaha melenyapkan Luna demi harta tersebut. Beruntung, Luna diselamatkan oleh rival mafianya. Kini ia kembali dengan identitas baru sebagai Diana, seorang ART di rumah suaminya sendiri. Sambil menyembunyikan cintanya yang mendalam, Luna memulai misi balas dendam. Akankah Sayudha menyadari bahwa sang istri berada di dekatnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku mondar-mandir di dalam ruangan kantorku. Kokom masuk.

"Gimana, Kom? Mereka kok belum konfirmasi. Katanya sudah deal," ujarku merasa kesal.

Aku sudah menunggu kedatangan mereka namun tak ada satupun yang muncul. Sebelumnya, empat hari yang lalu mereka sendiri yang meminta perusahaanku mengirim flyer proposal kerjasama. Lalu hari ini menjanjikan pertemuan untuk menanam modal. Sekarang malah menghilang begitu saja.

"Kalau belum rezki ya sabar, Big Boss. Tumben banget mukanya kesal begitu," tegur Kokom.

"Aku gak kesal karena mereka cancel, Kom. Cuma hari ini aku bela-belain gak temani istriku cek kandungan gara-gara mereka itu. Ini moment penting buat aku lo. Mana dari tadi ponsel istriku juga tak bisa dihubungi, ponsel ibu dan adikku juga off. Gimana aku tak was-was," hentakku kesal.

Kokom mendekatiku, dan menyomot minuman isotonic di atas mejaku.

"Otewe ngidam aja dah njelimet begini, apalagi nanti nich beneran hamil Mbak Luna, hihihihi," goda Kokom.

"Udah akh. Aku pulang ajalah. Ntar kalau mereka datang, bilang saja, kalau jadi ya kita proses, kalau gak jadi, ya aku gak peduli," omelku lalu berjalan menuju pintu.

Tiba-tiba ponselku berdering. Mama.

"Iya, Ma? Dari tadi aku hubungi kalian lo," ucapku tergesa-gesa.

"Mohon maaf, Pak Yudha. Kami dari kepolisian, mengabarkan bahwa mobil yang ibu Anda kendarai mengalami kecelakaan tunggal. Terjerembab ke dalam jurang. Tim sedang mengevakuasi korban."

.

.

.

Aku membatu. Suara serak laki-laki dewasa barusan semakin kencang diiringi sirine ambulance. Apa yang telah terjadi? Luna? Mama? Nindi. Ooh Tuhan ... lemas rasa lututku.

"Big Boss!" seru Kokom menangkap tubuhku yang seketika merosot, mencari sofa.

Kokom mengambil alih ponselku dengan segera.

"Mohon maaf. Saya asisten Pak Yudha, bagaimana ya?"

"Baik, Pak. Baik. Kami akan segera ke sana," lanjut Kokom.

Wanita gendut itu memberiku air mineral dan memijit tengkukku.

"Kau harus tenang, Sayudha," lirihnya.

Aku menarik nafasku kuat-kuat, terasa sesak dadaku.

"Kita ke rumah sakit sekarang, ibu dan adikmu sedang dirawat," ujarnya lagi.

"Luna ... istriku, bagaimana?!"

Ia hanya menggeleng.

Aku langsung bangkit, menatap nanar pada sahabatku itu.

"Aku harus pergi! " seruku meyeimbangkan tubuh. Wanita itu mengikutiku dengan cepat.

"Biar aku yang menyetir, " ujarnya meraih kunci mobil di tanganku. Aku pasrah.

Sepanjang jalan, aku terus meracau, meminta Kokom untuk memacu mobil lebih cepat.

"Tenanglah, Yudha! Aku tak bisa konsentrasi!" teriaknya yang membuatku diam. Aku tak ingin menambah masalahku.

Setibaku di rumah sakit, aku langsung berlari menuju kamar perawatan. Tampak Om Demian dan tante Carla yang ditemani 2 pria berseragam polisi.

"Om ... gimana Mama? Nindi? Istriku?!!!" pekikku menghampiri dengan nafas terengah-engah.

Melihatku, tante Carla langsung histeris, luruh di tubuhku. Aku semakin gemetar.

"Yudha ... ibumu, Nak. Ibumu meregang nyawa di dalam. Adikmu Nindi, masih koma. Ya Tuhan!" pekiknya memelukku. Sekarang aku yang harus menegakkan kakiku untuk menopang tubuh orang lain.

Aku ingin masuk, namun kedua laki-laki berseragam polisi itu mencegahku.

"Sebaiknya bapak membantu kami, mengidentifikasi mayat perempuan yang sudah tak bisa dikenali lagi. Dia ditemukan terperangkap di dalam mobil," ujar salah satu laki-laki itu.

Rasanya seperti ribuan kilat menyambar tubuhku. Kalau yang dirawat itu ibuku dan Nindi, berarti perempuan yang dimaksud adalah ....

Aku memucat. Dingin rasa seluruh tubuhku. Istriku. Lunaku. Tak mungkin. Ini pasti sebuah kesalahan. Aku tak bisa mempercayai begitu saja. Aku tahu betul, istri bercadarku memiliki kemampuan menyelamatkan diri dengan sangat baik. Jangan lupakan peristiwa pertarungan dahsyat itu. Aku sangat mengenalnya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan saat menghadapi bahaya.

"Mari, Pak!"

Aku hanya melangkah tanpa keseimbangan. Kokom yang sedari tadi berada di belakangku, maju menahan tubuhku

"Tenanglah Yudha. Tak ada yang abadi," bisiknya pelan di telingaku.

Setelah sampai di ruang jenazah, aku diarahkan untuk mendekati sebuah tubuh yang tertutupi kain putih.

"Silahkan, Pak. Mungkin ada bentuk fisik atau tanda-tanda yang membenarkan, itu istri Anda," ucap salah satu polisi itu.

Gemetar tanganku ketika menyentuh kain itu. Kokom menopang tanganku. Perlahan kuturunkan hingga tampak wajah gosong, dengan dibalut kain hijab yang lengket, menyatu dengan wajahnya. Aku menggeleng keras, melihat ke arah sahabatku.

"Ini bukan istriku, Kom! Dia bukan Lunaku. Istriku sangat cantik bahkan ketika dia menangis dan marahpun, dia sangat cantik," isakku melepaskan kain itu.

Kokom tak mengindahkanku. Ia terus membimbing tanganku agar terus menurunkan kain itu hingga dada mayat itu. Kini tampak kedua tangannya yang menelungkup. Membeliak mataku melihat di salah satu jari mayat itu.

Siapapun ... tolong aku! Katakan padaku, ini hanyalah mimpi terburukku. Dan sebentar lagi aku akan bangun dengan belaian tangan halus istri bercadarku.

"Apa kau mengenal cincin ini?" tanya Kokom.

Aku menangis histeris. Runtuh rasa duniaku. Hancur sudah. Cincin itu adalah cincin pernikahanku. Tak pernah lepas dari jari manis istriku. Bagaimana bisa ada di jari mayat itu?! Istri bercadarku masih hidup! Seseorang, beritahu aku! Lunaku masih hidup!

"Jadi bagaimana, Pak? Benarkah jenazah ini istri bapak?"

Aku tak bisa berbicara. Aku membelakangi mayat menyeramkan itu. Polisi mencoba menarikku. Kokom menghentikannya.

"Kami butuh waktu sebentar saja, Pak. Wajar dia shock. Korban adalah istrinya."

Polisi itu mengangguk.

"Kami akan tutup kasus ini jika tidak ada laporan lanjutan dari keluarga korban. Kasus akan kami anggap kecelakaan tunggal. Tak ada korban selain mobil keluarga bapak dan juga tak ada saksi mata saat kejadian tersebut. Kalau begitu, kami pamit."

"Tunggu, Pak!" seru Kokom.

"Bagaimana ibu dan adik korban bisa selamat?" tanya sahabatku itu.

"Kami belum mendapatkan keterangan yang lengkap. Setelah kedua korban siuman, kami akan melakukan penyelidikan," jawabnya lalu pergi.

Kokom mengernyitkan dahi namun ia segera menutup jenazah Luna dan membawaku keluar.

"Karmila, dia bukan Luna. Istriku pasti masih hidup," lirihku sesegukan lemah dalam tumpuannya.

POV 3 (AUTHOR)

Setelah punggung Yudha dan karyawannya tak terlihat, Demian mendengkus kesal.

"Semoga saja rencana kita berhasil. Sial. Bagaimana bisa mereka seceroboh itu! Tak becus!" umpatnya.

"Tak usahlah hiraukan, Mas. Yang penting sudah ada solusi. Lagipula aku yakin, tak akan menimbulkan masalah."

Demian mengangguk.

"Pastilah Yudha sekarang sedang shock sekali. Aku yakin, dia takkan sempat menengok ibu dan adiknya," tambah Carla.

"Yah, pastikan saja dia tak masuk. Akan sangat aneh, jika dia tahu Mba Ratih dan Nindi hanya luka ringan. Aku percayakan, skenario selanjutnya padamu. Jangan sampai dia menjadi batu penghalang. Kalau soal polisi, biar aku yang urus," ujar Demian pada adiknya itu.

Carla mengangguk dan tersenyum.

"Jangan ajarkan ikan berenang, Mas," seringainya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dewa Alkemis
8.9
Tian Fan adalah pemuda berbakat dari keluarga bangsawan rendah yang bermimpi menjadi seorang alkemis hebat. Namun, kejeniusannya justru memicu kebencian para tuan muda dari kalangan atas yang terus menekannya. Di tengah berbagai kesulitan dan intimidasi tersebut, sebuah peristiwa besar menimpa dirinya dan mengubah segalanya. Kejadian tak terduga ini membuka jalan baru yang memperbesar peluang Tian Fan untuk mewujudkan ambisinya menjadi Grandmaster Alkemis.
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Kehancuran hidup Jovan dimulai saat ia kehilangan keluarga dan martabatnya. Sebuah surat misterius menyeretnya ke dalam pusaran dendam dan masa lalu yang kelam. Di tengah pelarian mencari jawaban, ia menemukan kekuatan untuk bangkit demi mengejar jejak istrinya yang menghilang. Ini adalah kisah perjuangan seorang lelaki yang harus melampaui batas kemampuannya demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan yang telah menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel Gadis Milik Tuan Mafia
8.7
Akiko harus berjuang melawan Leukemia Myeloid Akut di tengah penderitaan akibat kekerasan fisik orang tuanya sejak kecil. Nasibnya kian terpuruk saat ia jatuh ke tangan Glen Xander Mckenzie, seorang pemimpin mafia kejam yang bertekad menghancurkan bisnis keluarga Akiko. Namun, dinamika antara tawanan dan penculik ini berubah total seiring berjalannya waktu. Glen yang semula dingin justru mulai menaruh hati pada gadis yang seharusnya ia hancurkan tersebut.
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Arleta memiliki paras mempesona, namun hidupnya jauh dari kata indah. Alih-alih gaun putri, ia terpaksa memakai baju zirah demi bertahan hidup dari obsesi gila pamannya, Joshua, yang menyebabkan luka mendalam. Di tengah trauma dan bayang-bayang masa lalu yang kelam, ia menutup hati demi keamanan dirinya. Kini, Arkana Sadewa, seorang fotografer, harus berjuang keras menaklukkan tembok pertahanan Arleta yang menganggap cinta hanyalah kelemahan yang membuang waktu.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?