APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, seorang istri harus menanggung luka fisik dan batin akibat perlakuan kasar suaminya. Setiap hari ia menghadapi penghinaan yang menyakitkan, namun dirinya tetap memilih bertahan dengan kesetiaan yang luar biasa. Meski hatinya hancur berkeping-keping, ia terus berharap ketulusannya mampu mencairkan kedinginan hati sang suami. Inilah kisah emosional tentang keteguhan jiwa dan pengorbanan tiada henti di tengah badai penderitaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, Stella terbangun dengan perasaan hampa. Dia membuka matanya, berharap menemukan suaminya di samping, tetapi ruangan itu kosong. Wiliam tidak pulang tadi malam, pikirnya getir. Ia menarik napas panjang, mengusir kekecewaan yang selalu menyelinap di benaknya, lalu berjalan menuju kamar mandi sebelum turun ke lantai bawah.

"Pagi, Ma," sapanya lembut saat melihat Bella, ibu mertuanya, sudah duduk di meja makan.

"Pagi, sayang. Wiliam masih tidur?" tanya Bella sambil tersenyum ramah, memperhatikan menantunya yang turun seorang diri.

Stella menahan napas sejenak, mencoba menjaga ekspresinya tetap tenang. "Dia sudah pergi ke kantor pagi-pagi sekali, Ma. Katanya ada urusan penting yang harus diselesaikan," jawab Stella, memaksakan senyum. Kebohongan itu meluncur mulus, meskipun hatinya terasa berat.

"Oh begitu. Sudah kalian rencanakan bulan madu, kan?" tanya Bella lagi, kali ini dengan senyum penuh harapan.

Pertanyaan itu membuat Stella terdiam. Bulan madu? Bahkan di malam pengantin saja, Wiliam meninggalkannya sendiri tanpa penjelasan. "Untuk saat ini belum, Ma. Wiliam sangat sibuk. Tapi nanti, setelah semuanya lebih tenang, kami akan membicarakannya," katanya dengan senyum yang dipaksakan.

Bella mengangguk pelan. "Baiklah, yang penting Mama berharap segera punya cucu dari kalian. Mama sudah tak sabar ingin menggendong cucu," ujar wanita paruh baya itu, senyum tak lepas dari wajahnya.

"Oh iya, kamu sudah dengar kalau Prisia akan pulang hari ini?" tambah Bella tiba-tiba.

Stella langsung terkejut dan senang mendengarnya. "Benarkah, Ma? Astaga, aku kangen sekali dengan Prisia!"

Bella tersenyum melihat antusiasme Stella. "Iya, dia bilang mau buka butik di sini. Sepertinya sudah bosan terus-menerus di luar negeri. Dia sangat gembira mendengar kabar pernikahan kalian, makanya langsung pulang. Tapi cuaca kemarin membuat penerbangannya tertunda."

"Kalau begitu, biar aku yang menjemput Prisia pagi ini, Ma," kata Stella bersemangat.

"Tentu saja, sayang. Pesawatnya mendarat jam delapan. Setelah sarapan, kamu bisa langsung berangkat," ujar Bella sambil menyajikan makanan untuk mereka.

***

Di bandara, Stella menunggu dengan penuh antusiasme. Rasanya lama sekali tidak bertemu dengan Prisia, adik perempuan Wiliam yang dulu sangat dekat dengannya.

Tak lama kemudian, Stella melihat sosok gadis muda, dengan wajah imut dan ceria, muncul dari pintu kedatangan. Gadis itu tampak mungil, menarik kopernya dengan satu tangan dan memegang bingkisan di tangan lainnya. Wajah Prisia tampak bercahaya, seperti biasanya.

"Hai Stella, aku di sini!" teriak Prisia sambil melambai dengan semangat. Melihat itu, Stella langsung berlari kecil ke arahnya. Begitu sampai di depan Prisia, Stella langsung memeluknya erat.

"Astaga, akhirnya kamu pulang juga! Aku sangat merindukanmu. Lima tahun berlalu, dan kamu tidak berubah, malah tambah cantik," ucap Stella penuh kebahagiaan.

Prisia tertawa kecil, lalu menepuk bahu Stella. "Hei, lepasin, Kak! Pelukanmu terlalu erat, aku bisa sesak napas!" keluhnya dengan nada bercanda.

Mereka tertawa bersama. "Aku juga kangen, Kak. Kamu makin cantik sekarang! Aku iri, kenapa aku nggak secantik kamu?" ujar Prisia, masih dengan senyum lebar.

"Maaf ya, aku nggak bisa hadir di pernikahanmu. Aku marah banget kemarin karena penerbangan ditunda. Tapi sekarang aku di sini, dan aku benar-benar merindukanmu," kata Prisia dengan mata berbinar-binar.

Mereka berdua kembali berpelukan sejenak, lalu berjalan menuju mobil Stella yang sudah menunggu di luar.

***

Sesampainya di rumah, Prisia langsung berlari mencari ibunya. "Ma! Prisia pulang! Mama di mana?" teriaknya.

Bella, yang mendengar suara putrinya, segera keluar dari kamarnya. Senyum lebar mengembang di wajahnya saat melihat Prisia berdiri di depan pintu. "Akhirnya, putri Mama yang cantik pulang juga! Mama kira kamu sudah melupakan rumah ini," ucap Bella sambil memeluk erat putrinya.

Prisia tertawa riang. "Ma, aku juga kangen Mama! Nih, aku bawain hadiah spesial buat Mama," katanya sambil menyerahkan sebuah bingkisan kecil.

Bella menerima bingkisan itu dengan senang hati. Setelah membukanya, dia terkejut melihat sebuah kalung cantik di dalamnya. "Ini luar biasa, sayang! Kamu beli ini sendiri?"

"Ya, Ma! Ini dari hasil kerja kerasku. Aku mau buktiin kalau aku bisa berdikari, kayak Kak Wiliam. Aku buka butik di luar negeri, dan sekarang aku mau buka satu lagi di sini. Aku akan sukses besar, Ma!" ucap Prisia penuh semangat, membuat Bella tersenyum bangga.

"Papa pasti akan bangga mendengar ini, sayang. Sayangnya, dia belum bisa pulang karena pekerjaan yang semakin sibuk. Tapi Mama yakin, usahamu akan berhasil."

Sementara itu, Stella yang menyaksikan kebahagiaan keluarga itu tersenyum, merasa hangat di tengah perhatian yang diberikan oleh Prisia dan Bella.

"Kak Stella, sini deh! Aku ada hadiah juga buat kamu," ujar Prisia sambil menyerahkan sebuah bingkisan. Stella membuka kotak itu dan mendapati sebuah gaun yang sangat indah, dengan desain yang memukau.

"Astaga, ini indah sekali, Prisia! Kamu yang desain sendiri?"

Prisia tersenyum bangga. "Iya, Kak. Aku ambil jurusan desain, ingat? Aku akan membuka butik besar di sini, dan aku harap suatu hari butikku terkenal. Itu mimpi terbesarku!"

Stella tertawa kecil. "Mimpimu sangat tinggi, dan aku yakin kamu pasti bisa mencapainya. Terima kasih atas gaunnya, aku sangat menyukainya. Untuk merayakan kedatanganmu, aku akan masak sesuatu yang spesial. Ayo, kita makan bersama!" katanya sambil menuju dapur dengan senyum bahagia.

Hari itu terasa begitu cerah bagi Stella, meskipun di hatinya, ada awan mendung yang tak kunjung hilang. Namun, kebahagiaan Prisia dan Bella memberikan harapan kecil, bahwa hidupnya mungkin masih bisa dipenuhi kehangatan, meskipun cintanya untuk Wiliam tampak tak terbalas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku
8.0
Tiga belas tahun lamanya Rea mencintai Jeno, termasuk dua tahun pernikahan paksa yang penuh pengorbanan. Meski telah mengabdi sepenuhnya, Jeno tetap berpaling pada mantan kekasihnya. Lelah karena cintanya tak pernah dihargai dan terus diperlakukan kasar, Rea akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai. Namun, saat Rea berubah menjadi dingin, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya Rea tepat di saat wanita itu ingin pergi.
Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Bercinta Dengan Sang Presdir
9.0
Impian Alice Harper untuk menikah dengan Dean Walcott sirna akibat pengkhianatan adik tirinya. Dipermalukan di altar, Alice lari ke Birmingham untuk memulai lembaran baru. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Dastan Lancaster, mantan kekasih yang dulu menghilang misterius. Pesona sang presdir membangkitkan cinta lama yang belum padam. Saat Dastan melamarnya secara tiba-tiba di depan publik, akankah Alice menemukan kebahagiaan sejati yang sempat hilang dari hidupnya?
Sampul Novel Gairah yang Tertahan
8.9
Tiga tahun menikah, tekanan ibu mertua soal anak kian menyiksa. Meski rahimku sehat, suamiku yang pasif tak pernah memuaskan hasratku. Masalah ekonomi dan kebosanan mendorongku kembali bekerja sebagai sekretaris. Aku tak menduga keputusan ini menjadi pintu pembuka skandal besar. Di balik rutinitas kantor, aku mulai mencari pelarian yang tak didapatkan di rumah. Inilah awal mula pengkhianatanku, bermain api di belakang suami demi gairah yang lama terpendam.
Sampul Novel Kekuatan Hati, Kekuatan Cinta
7.9
Demi kesembuhan ibunya, Alira Santika terpaksa menikahi Dimas Aditya Wiratama, pewaris ningrat yang butuh keturunan. Gadis 19 tahun ini harus meninggalkan kekasihnya, Raka, demi perjodohan tanpa cinta. Di rumah barunya, Alira menderita akibat kekejaman Cynthia, istri pertama Dimas yang penuh dendam. Tanpa pembelaan sang suami, ia berjuang sendirian melawan intrik keluarga. Akankah Alira mampu bertahan di tengah pengkhianatan dan tekanan demi cinta sejatinya?
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Zanara melarikan diri demi menghindari rahasia kelam suaminya, lalu bertemu Jayme yang tulus mencintainya. Meski trauma masa lalu membuatnya menutup diri, ia justru terjebak dalam romansa rumit saat orang-orang dari masa lalunya kembali mengusik. Kini, keselamatan putri semata wayangnya, Marion, menjadi taruhan utama. Zanara dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menyendiri dan kehilangan Marion, atau menerima pinangan pria demi melindungi sang buah hati.