APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang CEO

Kesempatan Kedua dengan Sang CEO

Pasca bercerai, Bella yakin hidupnya akan tenang tanpa bayang-bayang mantan suaminya. Namun, sang CEO yang dulu angkuh justru datang bersimpuh dan memohon pengampunan agar mereka bisa memulai kembali. Meski pria itu menundukkan kepala dengan penuh penyesalan, luka hati Bella sudah terlanjur dalam. Ia dengan tegas menolak bunga serta permintaan maaf tersebut karena merasa semuanya sudah terlambat. Kesempatan kedua yang diharapkan sang mantan kini terasa sia-sia.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bella!"

Tatapan Kenzo tertuju pada Bella, matanya yang biasanya terlihat tenang sekarang berkobar karena amarah. "Beraninya kamu mengatakan mengakhiri kehamilanmu adalah pilihan yang tepat! Bayi itu milik kita berdua! Aku tidak tahu kita memiliki bayi dan kamu memutuskan untuk mengakhiri kehamilan tanpa memberitahuku!"

"Apakah kamu peduli pada bayi kita?" Bella memotongnya, lalu mendongak untuk membalas tatapan Kenzo yang terlihat sangat marah. "Aku mencoba memberitahumu. Aku telah meneleponmu dua jam yang lalu. Di mana kamu pada saat itu? Aku juga mengirim beberapa pesan teks sebelum operasi. Apakah kamu tidak memeriksanya?"

Wajah Kenzo tampak tegang karena marah.

'Dua jam yang lalu ... Chairunisa baru saja mendarat di bandara.'

Wajah Kenzo tampak cemberut saat mengeluarkan ponsel untuk memeriksa apakah dia melewatkan panggilan telepon dari Bella.

Saat pria itu berdiri di tempat sambil memeriksa log panggilan dan pesan di ponsel, rasa putus asa yang mendalam memenuhi hati Bella.

Kerutan di dahi Kenzo semakin dalam ketika dia memeriksa pesan dan aplikasi WhatsApp. Dia tidak menemukan panggilan telepon atau pesan dari Bella.

Dia mengerutkan kening dan tatapan dinginnya beralih ke Bella. "Awalnya, aku kira mungkin aku melewatkan panggilan telepon darimu karena suasana di bandara sangat bising. Ternyata, kamu tidak pernah menelepon."

Dia menunjukkan layar ponsel dan wajahnya tampak mencemooh. "Kamu berulang kali menelepon dan mengirim pesan? Bella, sepertinya kemampuan berbohongmu perlu ditingkatkan!'

Bella tersenyum dingin dan mengejek. "Siapa yang berbohong? Kamu atau aku? Kamu sengaja menghapus panggilan telepon dan pesanku karena ingin melimpahkan kesalahan padaku, bukan?"

Saat berbicara, dia mengeluarkan ponselnya sendiri. "Kenzo, apakah kamu lupa kalau aku juga memiliki bukti?"

"Aduh!"

Pada saat itu, mereka mendengar suara erangan lembut. "Perutku sakit sekali ...," teriak Chairunisa.

"Chairunisa!"

Begitu suara Chairunisa yang kesakitan terdengar di telinga mereka, Kenzo bergegas mendekati Chairunisa. "Kamu kenapa? Apakah perutmu terasa sakit lagi?"

Air mata membasahi wajah Chairunisa saat dia mengangguk. "Kak Kenzo, perutku sakit sekali ...."

"Ayo pergi ke dokter. Berikan formulir pendaftaran padaku."

Chairunisa dengan patuh menyerahkan dokumen yang dimaksud dan mereka berdua pergi ke ruang pemeriksaan bersama-sama.

Bella baru saja kehilangan bayi mereka, dia berdiri di tempat sambil mencengkeram ponsel di tangan dan menyaksikan suaminya memasuki Departemen Obstetri dan Ginekologi bersama wanita lain.

Dia menatap ke bawah, lalu menelusuri log panggilan terbaru di ponselnya dan tersenyum pahit.

Apa gunanya menunjukkan bukti bahwa Kenzo berbohong?

Hal ini hanya menunjukkan bahwa pria itu tidak peduli padanya.

Awalnya, Bella meyakinkan dirinya sendiri bahwa Kenzo datang ke rumah sakit setelah melihat semua pesan yang dia kirim.

Ternyata, pria itu menemani Chairunisa untuk menemui dokter dan tidak sengaja bertemu dengannya.

Bella merasa situasi ini sangat konyol.

Setelah mengambil obat, Bella meninggalkan rumah sakit. Ketika tiba di rumah, rasa sakit yang tajam menusuk perut Bella dan dia merasa perutnya seolah terbakar.

Dia mengambil tisu, lalu berlari ke kamar mandi dan muntah di toilet.

Bella mencengkeram bagian pinggiran kloset, lalu muntah hingga air di kloset berubah menjadi merah karena muntah darah dan akhirnya dia pingsan.

Sekitar satu jam kemudian, dia dibangunkan oleh kucing Ragdoll-nya yang bernama Bulu.

Dia menepuk kepala kucingnya dengan lembut, lalu berjalan keluar dari kamar mandi perlahan-lahan.

Tubuh Bella goyah dan dia jatuh pingsan dengan suara keras setelah berjalan beberapa langkah.

Bella hampir pingsan ketika melihat sepasang sepatu kulit mewah buatan tangan tampak mendekat ke arahnya dari pintu dan berhenti tepat di depannya.

Kemudian, dia mendengar suara dingin berkata dengan nada merendahkan, "Bella, kamu memilih untuk menggugurkan bayi kita. Kenapa kamu bertindak seperti korban? Hentikan sandiwaramu. Kamu tidak akan bisa menipuku."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Demi membalas budi sahabat yang membiayai pengobatan anaknya, Wilona Anastasia bertahan menjadi asisten Marten Dewangga Yanuardi. Meski Marten adalah CEO muda yang arogan dan keras kepala, pesona Wilona perlahan melunakkan sifat kekanakannya hingga ia terobsesi pada asistennya itu. Namun, sebuah rahasia besar membayangi hubungan mereka yang kian intens. Akankah cinta Marten tetap bertahan saat mengetahui bahwa Wilona sebenarnya adalah seorang janda beranak satu?
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Yatim piatu dan terlilit utang miliaran, mahasiswi bernama Arabella Alexandro terpaksa menjalani kehidupan ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Di balik senyum palsunya, ia berjuang membiayai kuliah serta bertahan hidup sendirian tanpa bantuan keluarga besar. Suatu malam, ia bertemu Arkan Stevanno Orlando, CEO kaya raya yang memesan jasanya. Akankah pertemuan dengan Arkan menjadi pintu keluar dari kemelaratan atau justru memicu konflik baru yang lebih pelik?
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Pasca tewas tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel Love And Mystery
7.8
Harry Borison, CEO Rank Group yang dingin dan perfeksionis, tak sengaja terikat takdir dengan karyawannya sendiri, Han Yura. Di balik sosoknya, Yura menyimpan trauma mendalam dan gangguan PTSD. Demi melindungi nyawa dari ancaman wanita psikopat yang terobsesi pada Harry, keduanya terpaksa merahasiakan pernikahan mereka. Kini, Yura harus berjuang meluluhkan hati Harry yang keras sambil bertahan hidup dari incaran maut sang penguntit berbahaya.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.