APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Hujan Turun

Ketika Hujan Turun

Kepergian Ryan Mahendra meninggalkan luka mendalam bagi Masayu Ira Setyani. Di tengah duka, Ira berusaha bangkit demi ujian nasional berkat dukungan Maya, sahabatnya. Sebuah cincin titipan mendiang kekasihnya ia terima dari Edo sebagai kado ulang tahun yang tertunda. Namun, Edo ternyata menyimpan sebuah pesan rahasia dari Ryan yang sengaja ia sembunyikan. Mampukah Ira menemukan kebahagiaan kembali sambil mengungkap misteri pesan terakhir yang belum tersampaikan itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

KETIKA HUJAN TURUN

Bab.2. Suasana di Sekolah

Ryan dan Ira berjalan berdampingan saat memasuki area sekolah. Mereka berjalan santai sambil bercerita. Di persimpangan koridor gedung sekolah itu mereka berdua berpisah. Ira menuju ruang kelasnya begitu pun dengan Ryan. Mereka berdua berjalan ke ruang kelasnya masing - masing.

Tampak mata teman- temannya tertuju pada Ira. Terdengar juga suara bisik- bisik di antara teman- temannya yang berkerumun di sana. Sekilas Ira mendengar kalau mereka sedang membicarakannya. Namun ia tak ambil pusing dengan perkataan itu. Dengan pasti ia melenggang santai masuk ke ruang kelas.

Di sana, di jumpainya Maya teman sekaligus sahabat kentalnya. Mereka bersahabat sejak dari SMP sampai sekarang menginjak kelas tiga SMU. Sungguh persahabatan yang kental dan sejati. Keduanya saling berbagi, baik suka dan duka. Terkadang Maya sering bercerita tentang masalah hidupnya dengan Ira, begitu pun sebaliknya Ira juga sering berbagi cerita dan meminta pendapat dari sahabatnya ini.

Melihat kedatangan Ira, sahabatnya, Maya pun tersenyum. Ia pun berkata pada Ira,” Baru datang, Ir?” tanya Maya menyapa.

“ Iya, May! Tadi diantar sama Ryan,” ujar Ira pada Maya.

“ Duh, yang lagi kasmaran diantar terus sama sang pangeran. Ceritanya mau pamer nih, mentang- mentang sudah pacaran sekarang,” ucap Maya menggoda Ira.

Ira tertawa kecil mendengar perkataan sahabatnya itu. Ia pun duduk di samping Maya. Setelah meletakkan tasnya di laci meja, ia pun berkata pada Maya.

“ Kamu kok jadi sensitif, May! Bukannya pamer, tapi memang kenyataannya seperti itu, mau bagaimana lagi coba.”

Ira menjelaskan hal itu pada sahabatnya. Agar Maya tidak salah paham padanya.

“Maaf kalau kamu tersinggung, bukan maksudku untuk pamer loh. Makanya buruan cari pacar, May! Biar enggak sendiri, memang kamu betah ngejomblo terus?” tanya Ira pada Maya, menyuruhnya untuk mencari pacar.

“ Memangnya gampang cari pacar? Mau cari di mana coba?” ujar Maya sambil mengerucutkan bibirnya.

“ Ya cari di mana aja, May! Di lubang semut juga boleh,” ucap Ira sembari tertawa lepas.

“ Duh sialan kamu, Ir! Masa cari pacar di lubang semut. Memangnya pacarku semut apa,” ujar Maya cemberut. Ia sedikit kesal dengan perkataan Ira barusan.

“ Kamu sih enak, dapat pacar ganteng , baik, berkarisma, dan pintar lagi.”

Maya memberikan pandangannya terhadap Ryan. Menurutnya Ryan sosok laki – laki yang sempurna, idaman para wanita di sekolah itu. Beruntung sekali Ira bisa dimiliki oleh sosok laki – laki seperti itu. Andai saja aku bisa mendapatkan pacar seperti Ryan, pikir Maya perlahan. Ah, sudahlah, mana mungkin aku bisa mendapatkan pacar seperti itu, pikir Maya kembali.

“ Tenang, masalah itu kamu jangan khawatir, May ! Nanti aku bantu carikan kamu pacar ya,” bujuk Ira pada sahabatnya itu.

“ Hmm, tapi aku maunya yang ganteng dan berkarisma seperti Ryan. Bisa kan, Ir!” ucap Maya.

“ Kamu bisa kan? Please...!”Maya tampak memohon sambil menyentuh tangan Ira. Ia ingin agar Ira mau menuruti keinginannya kali ini, mencarikannya pacar sesuai kriterianya.

“ Oke lah, nanti aku bantu carikan, yang terpenting itu orangnya baik, May! Masalah ganteng atau tidak itu sih relatif menurutku,” ucap Ira memberikan argumennya.

“ Ya...tapi setidaknya jangan jelek- jelek amat, Ir! Nanti aku takut lihat wajahnya. Bagaimana mau kenal dekat kalau seperti itu,” ujar Maya perlahan.

“ Tenang... pilihanku pasti baik kok! Lagian aku juga nggak tega, menjodohkanmu dengan orang yang berwajah jelek!” tegas Ira.

Mendengar perkataan sahabatnya itu, netra Maya perlahan membulat. Ia tidak menyangka Ira akan serius mencarikannya pacar sesuai kriterianya. Ia pun tersenyum lebar dan berkata,” Yakin nih? Emang enggak tega kenapa, Ir?” tanya Maya menyelidik. Ia tampak penasaran dengan kata – kata yang dilontarkan Ira barusan.

“Ya... enggak tega aja, May! Aku kan tahu laki- laki idamanmu seperti apa. Setidaknya enak dipandang, orangnya bersih dan rapi, itu sudah cukup kan!” tegas Ira pada sahabatnya itu.

Maya tampak mengangguk – angguk tanda setuju. Tak berapa lama bel pun berbunyi. Menandakan semua siswa harus masuk ke kelasnya masing- masing. Begitu juga dengan kelasnya Ira. Tampak ketua kelas menyuruh mereka semua berbaris terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas.

Ira dan Maya bergegas keluar dari kelas bersama teman- teman lainnya. Mereka harus mematuhi perintah itu. Mereka pun akhirnya berbaris dengan rapi. Satu barisan untuk laki- laki dan satu barisan untuk perempuan. Akhirnya mereka pun masuk ke kelas dengan tertib dan duduk di bangkunya masing- masing.

Tak berapa lama suasana tampak riuh, rupanya salah satu teman mereka berteriak kalau Bu Eriska sedang menuju kelas. Ketua kelas meminta mereka semuanya untuk duduk dengan tenang. Tak berapa lama Bu Eriska masuk ke ruang kelas itu. Ia masuk ke ruangan 3 IPS 1. Siap memberikan pelajarannya kali ini. Ia pun menyapa anak didiknya dengan ramah.

“ Selamat pagi anak- anak,” sapa Bu Eriska pada mereka semua. Matanya pun berpendar menatap wajah anak didiknya yang sedang duduk dengan tenang dibangkunya masing – masing.

“ Pagi, Bu...!” ucap mereka serentak.

“ Kalian siap menerima pelajaran pagi ini?” tanya Bu Eriska.

“ Siap, Bu...!” terdengar suara riuh anak – anak di kelas itu. Mereka menjawab pertanyaan Bu Eriska secara bersamaan.

“ Baiklah kalau sudah siap, Ibu akan memulai pelajarannya. Coba kalian buka bab.13 tentang

Seni Budaya Nusantara. Kalian pelajari dulu, nanti Ibu akan memberikan pertanyaan pada kalian,” kata Bu Eriska menyuruh anak didiknya untuk mempelajari bab.13.

Ira, Maya dan semua orang yang berada dikelas itu tampak membuka bab.13. Mereka mempelajari dengan serius. Bu Eriska tampak berkeliling, memeriksa kalau- kalau anak didiknya tidak mempelajari bab.13 itu. Setelah waktu yang diberikan cukup, Bu Eriska pun mulai mengajukan pertanyaan pada mereka. Matanya kini tertuju pada Ira. Ia pun memberikan pertanyaan pada Ira.

“ Ira, apakah kamu tahu apa arti seni budaya itu?” tanya Bu Eriska pada Ira.

Ira pun menjawab pertanyaan itu. Dengan mantap ia berkata,“ Seni budaya adalah segala hal yang diciptakan oleh manusia berkaitan dengan cara hidup dan berkembang secara bersama- sama pada suatu kelompok yang mempunyai unsur keindahan ( estetika ) secara turun temurun dari generasi ke generasi,” ujar Ira menjelaskan.

“ Oke, jawaban yang cukup bagus,” kata Bu Eriska.

“ Seni budaya ini terbagi dari bermacam- macam bentuk. Bisakah kamu sebutkan Maya?” tanya Bu Eriska pada Maya yang tampak melamun. Bu Eriska pun lalu mengulangi pertanyaannya. “ Maya... ?Maya...? Bisakah kamu sebutkan, Nak!” ujar Bu Eriska.

Melihat itu Ira pun menyenggol tangan Maya, bermaksud menyadarkannya. Ira pun berkata,” May, kamu ditanya Bu Eriska tuh! Sebutkan macam- macam bentuk dari seni budaya,” ujar Ira dengan berbisik pelan.

“ Oh, iya Ir!” ucap Maya gelagapan. Ia pun segera menjawab pertanyaan dari Bu Eriska tadi.

“ Macam- macam bentuk dari seni budaya yaitu seni tari, seni rupa, seni teater, seni musik dan seni kriya,” ucap Maya dengan mantap.

“ Ya, benar!”

“Coba siapa yang bisa menyebutkan fungsi dari praktis dan estetis dari seni budaya. Ada yang bisa menjelaskan?” tawar Bu Eriska pada anak didiknya. Mata Bu Eriska pun berpendar, menatap mereka semua.

“ Saya Bu!” kata Yoga sambil mengacungkan jari telunjuknya. Seketika padangan Bu Eriska tertuju pada Yoga yang berada di sudut ruangan kelas. Bu Eriska pun menatap Yoga dengan netranya yang bulat itu. Ia mempersilahkan Yoga untuk menjelaskan.

“ Ya, silakan Yoga!”

“ Fungsi praktis artinya fungsi karya seni yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia dalam segi fungsional. Contohnya kursi dan meja yang dibuat oleh masyarakat Jepara. Bukan hanya enak untuk dipandang, tapi karya seni budaya ini juga bisa berguna untuk kehidupan masyarakat. Sedangkan fungsi dari estetika yaitu fungsi karya seni yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia dalam segi hiasan. Contohnya lukisan, patung, dan lain- lain. Terkadang karya seni budaya tersebut juga digunakan untuk ritual keagamaan,” ujar Yoga menjelaskan secara terperinci.

“ Oke... kamu benar, Yoga!” kata Bu Eriska.

“Satu lagi, ada yang bisa menyebutkan contoh seni budaya yang berkembang di Indonesia. Ayo... siapa yang bisa menyebutkan!” kata Bu Eriska kembali memberikan pertanyaan pada anak didiknya.

“ Kamu bisa, Santi? Coba kamu sebutkan!” perintah Bu Eriska pada Santi Rahayu. Seorang gadis keturunan Jawa yang dibesarkan di Bandung.

“ Bisa Bu, “ ujar Santi perlahan. Mulailah ia menyebutkan contoh dari seni budaya seperti apa yang dipinta oleh Bu Eriska barusan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Diantara
8.9
Demi kehormatan keluarga, Aisyah terpaksa menikahi pria asing yang ternyata sudah memiliki putra bernama Haidar. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh, namun Aisyah justru menemukan sisi gelap sang suami yang tersembunyi rapat. Saat rahasia kelam dan bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap bertahan, menghadapi masa lalunya, atau memilih untuk hidup sendiri? Sebuah kisah penuh rahasia dan pilihan hati.
Sampul Novel Di Mana Sayap Tumbuh
8.9
Sekuel The Maid and the Young Heir ini mengikuti Amelia, kini seorang ibu yang menjaga rahasia kelam. Saat Luciano berjuang mempertahankan keluarga, masa lalu kembali mengancam. Putra sulung mereka, Gabriel, dipenuhi tanda tanya, sementara Isabelita menghadapi bahaya di perantauan. Di tengah ancaman balas dendam musuh lama, Amelia harus memutuskan apa yang perlu dikorbankan demi keselamatan orang terkasih. Sebuah kisah tentang cinta dan keberanian untuk melepaskan.
Sampul Novel GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA
9.2
Hidup Yumna hancur seketika saat Ilham membatalkan lamaran mereka tanpa alasan yang jelas. Keputusan sepihak itu memicu gelombang fitnah dan hinaan kejam dari para tetangga yang terus menyiksa batinnya. Namun, di balik rasa sakit itu, sebuah rahasia besar mulai terungkap. Ada fakta mengejutkan mengenai alasan Ilham yang sebenarnya, yang ternyata berkaitan erat dengan peristiwa misterius delapan tahun silam. Kini, Yumna harus menghadapi kenyataan pahit tersebut.
Sampul Novel MISTERI KAMAR ADIK PEREMPUANKU
9.1
Kepergian suamiku yang misterius menyisakan tanda tanya besar, terutama saat suara derit ranjang mulai terdengar dari balik pintu kamar adikku, Ema. Hilangnya lelaki itu terjadi tepat saat aktivitas mencurigakan ini dimulai. Aku pun terjebak dalam kecurigaan mendalam mengenai hubungan gelap yang mungkin tersembunyi di antara mereka. Apakah suara dari kamar Ema adalah kunci untuk mengungkap keberadaan suamiku yang mendadak lenyap tanpa jejak?
Sampul Novel Misteri Obat Dalam Minumanku
8.7
Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan formal di atas kertas, karena kami berdua telah memiliki kekasih masing-masing. Namun, sebuah insiden misterius menghancurkan batasan tersebut saat seseorang secara sengaja mencampurkan obat ke dalam minumanku. Akibatnya, aku kehilangan kendali diri sepenuhnya hingga situasi menjadi kacau. Siapakah dalang di balik rencana ini, dan bagaimana nasib hubungan kontrak kami setelah malam yang tak terduga itu?
Sampul Novel OLD & GOLD
8.0
Hidup Carissa hancur saat ayahnya dipenjara karena kasus korupsi. Mencari ketenangan, ia bekerja di The Golden's Arena milik Antoni Miller, mantan staf ayahnya. Kedekatan mereka berkembang menjadi hubungan romansa dewasa yang memicu kemarahan keempat anak Antoni. Di tengah konflik keluarga tersebut, Fahri, seorang YouTuber sekaligus mantan detektif, mulai menyelidiki kejanggalan kasus ayah Carissa, mengungkap misteri yang selama ini terpendam rapat.