APKDock Logo
Sampul Novel Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

8.4 / 10.0
Kiandra terjebak dalam pernikahan sebagai istri kedua demi memberikan keturunan bagi Evan, suaminya yang bersikap dingin serta egois. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Damar, pria lajang tampan dengan kepribadian hangat yang menawarkan sebuah hubungan terlarang. Kini, Kia berada di persimpangan jalan untuk memilih antara kewajiban atau cinta barunya. Siapakah yang akan Kia pilih, dan sanggupkah ia menghadapi segala konsekuensi dari keputusan tersebut?

Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta Bab 1

Evan berjalan cepat menuju halaman belakang. Genggaman jemarinya pada pinggir keranjang sampah yang dibawa menguat. Gurat kemarahan tampak di wajahnya yang memang berkarakter tegas. 

"Evan! Kamu mau apakan obat itu?" 

Pada teriakan sang istri yang berusaha menghentikan langkah, Evan berpura tuli. Ia marah, jika Kia ingin tahu. Dan pada obat yang ada di dalam keranjang sampah, Evan berniat membakarnya. 

"Evan!" 

Evan membuang isi keranjang sampah ke atas tanah. Tak lama, Irna sang asisten rumah tangga yang diminta membawakan minyak datang. 

"Evan!" 

Laki-laki itu mengguyurkan minyak tanah tadi ke tumpukan sampah di depannya. Memantik api, lalu membiarkan semua terbakar, termasuk obat yang tadi berusaha Kiandra selamatkan. 

Nyala api terlihat berkobar di mata lelaki itu saat menatap lurus pada sang istri. Membuang korek dan botol minyak, Evan menyeret Kiandra untuk masuk ke kamar lagi. 

Evan menutup pintu kamar dari dalam, menguncinya, meski di luar sana Lidia berusaha mengetuk. 

"Evan. Ada apa? Kenapa kamu seret Kia begitu?" Lidia memasang raut cemas. Berulang kali pintu di hadapan ia ketuk. Evan yang marah bukanlah sesuatu yang bisa ditangani dengan mudah, oleh siapa pun, terutama Kiandra. 

"Pergi, Lid. Ini urusanku dengan Kia." Evan menjawab pertanyaan Lidia tanpa mengalihkan pandang dari Kiandra. 

"Bicarakan baik-baik, Evan. Kamu mau apa sampai mengunci kamar begini?" 

Laki-laki di dalam ruang tidur itu berjalan maju, cepat, penuh murka. Usai berhasil memojokkan Kiandra di antara dirinya dan dinding, Evan berucap, "Pergi, Lid. Ini urusanku dengan Kia." 

Tak ada lagi ketukan di pintu, Evan meninju dinding di belakang Kiandra. Cepat dan keras. Membuat gadis di depannya tersentak dan gemetar. 

"Itu obat apa, Ki?" Suara pria itu seperti tertahan. Namun, tetap mampu membuat yang mendengar merasa terancam. 

Hening. Evan hanya bisa mendengar deru napas Kiandra yang memburu. Perempuan itu ketakutan, membuat emosinya semakin memuncak. 

Kiandra takut? Pada apa? Pertanyaan tadi, atau pukulan Evan ke dinding? Lucu sekali. Sungguh perempuan itu takut? Lantas, kenapa begitu berani membohonginya? 

Tadi itu sekitar pukul satu. Usai Evan dan Kiandra melakukan kegiatan suami-istri, Evan sebenarnya sudah hampir lelap. Namun, suara laci dibuka membuatnya kembali terbangun. 

Pura-pura tidur, dari balik kelopak mata yang sedikit terbuka, Evan melihat Kiandra berusaha menelan sebuah pil. Obat kecil berwarna putih dan ada yang kuning. Obat yang Evan ketahui sebagai pil pencegah kehamilan. 

"Obat apa itu, Ki?" Meski tahu itu obat apa, tetapi Evan tetap ingin mendengar sendiri dari si perempuan. 

Kiandra mengangkat wajah. Berusaha membalas tatapan lurus dan mematikan dari suaminya. "Kalau kamu udah tahu itu obat apa, kenapa kamu masih tanya?" 

Rahang Evan mengeras mendengar itu. Ia semakin mempersempit jarak. Satu tangan yang bebas ditaruh di bahu Kia, meremas kuat di sana. "Kenapa?" 

Usaha Kia yang ingin melepaskan bahu dari cengkeraman Evan tak berhasil. Perempuan itu meringis karena rasa sakit yang terasa di sana. "Kenapa apanya? Obat sakit kepala diminum, supaya enggak sakit kepala. Aku minum pil kontrasepsi, menurut kamu untuk apa?" 

Evan melepas bahu Kia. Pria itu tersenyum miring, tatapannya semakin dingin. "Kamu enggak mau punya anak?" 

Pertanyaan diiringi gemerutuk suara gigi beradu itu membuat lutut Kia semakin gemetar. Tak lagi punya keberanian menatap dua iris gelap Evan, perempuan itu menunduk. "Iya," jawabnya berusaha terdengar yakin. 

Evan benci orang yang suka berbohong. Namun, ia sangat tak tahan pada orang yang sudah ketahuan menipu, tetapi tidak merasa bersalah. 

Emosi sudah mencapai puncak, Evan kembali melampiaskannya pada dinding di belakang Kia. Pria itu pukul dengan keras, tepat di bagian yang dekat dengan wajah sang istri. 

"Kamu ... berani membohongiku?"  Giginya bergemelatuk. "Kamu lupa aku nikahi untuk apa, Ki?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan