APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi

Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi

Habib merasa jenuh dengan Sheila, istrinya yang agresif namun tak kunjung hamil dalam pernikahan hambar mereka. Terbutakan nafsu, Habib memilih bercerai dan menikah lagi dengan wanita lain. Namun, tepat saat ia pergi, Sheila justru mengandung buah cinta yang selama ini mereka nantikan. Nasi telah menjadi bubur, Habib kini terjerat dalam penyesalan mendalam saat mengetahui rahasia kehamilan mantan istrinya. Akankah ia berusaha kembali pada Sheila?
Bab
Bagikan

Bab 3

Satu harian ini Sheila sama sekali tidak ada keluar kamar, ia mengunci pintu kamar dan tidak memberiku izin untuk masuk. Sudah sampai larut malam pun Sheila tak kunjung mau membukakan pintu, setiap aku mengetuk pintu dan memanggil namanya sama sekali tidak ada jawaban darinya. Dengan terpaksa aku mendobrak pintu secara paksa, Alhasil terbuka juga dan kulihat Sheila sudah terlelap.

Aku melihat wajahnya yang sebab, masih ada sisa air mata di pipinya. Tanpa sadar aku menyentuhnya dan membuat Sheila terbangun, saat melihatku ia langsung membalikkan tubuhnya membelakangiku. Sepertinya kali ini ia benar-benar marah dan tidak akan meminta dilayani, aku merasa lega karena malam ini bisa tidur tanpa harus dikerjai nya terlebih dahulu.

****

Keesokan harinya aku terbangun dari tidurku, perlahan aku mengerjapkan mata dan kulirik disampingku, Sheila sudah tidak ada disana. Ia memang selalu bangun pagi untuk membuatkan sarapan dan juga bekal, tanpa pikir panjang aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tetapi aku tercengang saat melihat seisi dapur tidak ada orang. Lalu Sheila ada dimana pikirku, aku mencoba mencarinya mengelilingi seisi rumah, dan kutemukan ia sedang duduk di kursi belakang sembari menatap kebun kami dengan pandangan kosong. 

"Shel?" Aku menepuk bahunya, tetapi ia tidak mau menoleh melihatku. "Aku tau aku sudah keterlaluan, tapi kamu jangan seperti ini dong! Masa gara-gara masalah sepele kamu mogok masak, dan malah malas-malasan. Itu sama saja artinya kamu lalai dalam kewajibanmu sebagai istri!" imbuhku dengan tegas. Bukannya menjawab Sheila malah menatapku dengan matanya yang memerah, lalu pergi meninggalkanku begitu saja sembari memberi secarik kertas.

Aku membuka kertas itu dan terdapat tulisan 'Bekal kamu uda aku siapin, sarapan kamu uda ada diatas meja makan. Tolong jangan ajak aku ngobrol, aku ingin sendiri!' Aku tidak mengerti mengapa ia menjadi membisu seperti ini, tetapi aku tidak ingin memikirkan nya paling juga nanti ia kembali ganas seperti biasanya.

Dengan cepat aku langsung mandi untuk membersihkan diri, aku mengguyur kepala ku dengan air dingin. Seketika rasa panas dikepala ini hilang, aku sangat bingung menghadapi Sheila saat ini hingga membuat kepalaku terasa panas. Setelah selesai mandi, dengan segera aku masuk kembali ke kamar. Kulihat Sheila kembali berbaring ditempat tidur, ia tidak lagi menyiapkan pakaianku, ia tidak lagi melayaniku seperti biasanya. Aku hanya menatapnya sambil menghela nafas panjang.

Perutku sudah sangat keroncongan, dengan segera aku menuju meja makan dan membuka tudung saji. Kulihat hanya ada sepiring nasi goreng gosong disana, aku benar-benar marah kali ini, bisa-bisanya ia membalaskan dendam padaku dengan cara yang tidak lucu. Aku sudah sangat kelaparan, tetapi ia malah membuat nafsu makanku hilang.

Dengan cepat aku melangkah ke kamar dan membanting pintu untuk membangunkan nya, tetapi tetap saja ia enggan bangun dan masih dengan posisi tertidur membelakangiku.

"Shel, bisa-bisanya kamu seperti ini! Apa maksudmu kasih aku nasi goreng gosong seperti itu? Kamu boleh marah padaku, tapi tidak seperti ini caranya dong!"

Sheila masih enggan menjawab, ia masih tidak mau melihat kearahku. Dengan perasaan kesal aku menarik bajunya, dan ternyata ia masih terus saja menangis.

"Lepas!" Ia berteriak lalu menepis tanganku, baru kali ini ia berani berteriak padaku sontak saja aku terkejut dengan hal itu. 

"Hanya gara-gara masalah sepele, kamu berani teriakin aku Shel!" seruku menajamkan suara.

"Kamu setiap hari berteriak padaku, bahkan kamu juga berlaku kasar. Kadang kamu mendorongku sampai aku jatuh, apa pernah aku protes sama kamu Bang! Semua keinginan mu selalu aku berikan, aku sudah berusaha menjadi istri yang terbaik, tetapi hanya karena aku belum bisa kasih kamu anak kamu malah mau menikah lagi. Aku selalu berusaha puasin kamu diranjang, aku membuang rasa gengsi untuk meminta duluan. Supaya apa? Supaya kamu senang! Aku sadar aku punya kekurangan, maka dari itu aku mencoba membuat kelebihanku sendiri, agar kamu tidak meninggalkanku!" Sheila terus merintih bercucuran air mata, aku benar-benar kaget mendengar semua keluh kesahnya. Aku tidak dapat memberinya pelukan, dan malah pergi meninggalkan nya begitu saja.

Sepanjang perjalanan menuju kantor, aku terus saja memikirkan ucapan Sheila. Jadi selama ini ia berlaku ganas, karena ingin membuatku senang? Bukan karena memang dia yang terlalu agresif dan tidak tau malu? Ah, entah lah pikiranku benar-benar kacau kala itu.

Satu harian ini aku terus saja melamun, dan terkadang ada rekan kerja yang sampai mengagetkanku. Kerjaanku benar-benar terbengkalai hari itu.

"Kamu kenapa sih Bib? Aku perhatikan satu harian ini kamu tidak fokus kerja?" tanya Ridwan sahabat karibku, kebetulan kami satu kantor dan juga satu bagian.

"Biasalah, aku ribut dengan Sheila," sahutku sambil menghela napas panjang.

"Pantas saja hari ini rambutmu gak basah, rupanya lagi berantem toh!"

"Ih, kok malah bahas rambut basah sih!"

"Hahahaha." Ridwan terus saja menggodaku, sampai aku kesal sendiri karenanya, tetapi apa yang dia bilang benar. Setiap hari aku memang selalu mandi wajib, dan selalu menjadi bahan gosipan di kantor, karena rambutku yang tidak pernah kering setiap pagi.

"Kamu itu loh Bib, uda punya istri yang cantik, bisa dalam segala hal, bahkan pinter di atas kasur, tapi kamunya masih aja gak bersyukur. Jangan sampai aku rebut dia dari kamu loh!" seru Ridwan menaik turunkan kedua alisnya.

Ia adalah temanku satu-satunya yang mengetahui permasalahan dalam rumah tanggaku, sudah pasti ia bisa menebak alasan aku dan Sheila bertengkar, karena aku sudah menceritakan pada Ridwan tentang keinginanku untuk menikah lagi.

"Asal kamu tau aja, sekarang istriku mendadak tidak serba bisa lagi, setelah aku katakan padanya mau menikah lagi, bisa-bisanya aku dikasih sarapan nasi goreng gosong!" sungutku kesal, dan spontan saja Ridwan tertawa terbahak-bahak.

"Itu memang pantas buat kamu yang gak bisa bersyukur. Kalau aku jadi Sheila pasti sudah aku racuni kamu, biar mati sekalian!" serunya menggelengkan kepala. Ridwan memang tidak pernah membelaku saat aku berkeluh kesah padanya. Ia selalu menganggap bahwa aku yang salah, tapi apa salahnya coba kalau aku memang mau menikah lagi? Bukannya dalam islam berpoligami itu diperbolehkan asal mampu? Aku mampu memberi nafkah kedua istriku nanti. Lagi pula aku ingin menikah lagi karena ada alasannya, aku hanya ingin memiliki anak.

"Bib, kamu pikirkan baik-baik lagi dengan rencanamu untuk nikah lagi. Jangan sampai nanti Sheila minta cerai, dan kamu belum tentu mendapat istri yang lebih baik darinya. Jangan sampai kamu menyesal seumur hidup Bib!" Ridwan menepuk bahuku dan langsung berlalu pulang meninggalkanku. Aku hanya terdiam mendengar nasihatnya, tetapi nasihat darinya tidak dapat meluluhkan hatiku. Aku tetap kekeh ingin menikah lagi walaupun belum ada calonnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Bebas Bergaul
7.9
Kisah ini merupakan sebuah narasi romansa modern yang secara eksplisit ditujukan bagi pembaca dewasa. Ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan konsekuensi nyata dari gaya hidup pergaulan bebas di era kontemporer. Melalui jalinan plot yang intens, pembaca akan dibawa memahami lika-liku asmara serta berbagai dampak personal yang muncul akibat pilihan hidup tersebut. Sebuah bacaan yang menuntut kedewasaan dalam memahami setiap konflik yang ada.
Sampul Novel Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter
9.4
Winda menemukan bukti mengejutkan yang memicu kecurigaan bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan ibu kandungnya sendiri. Namun, saat ia mencoba membongkar skandal tersebut, sebuah pengakuan tak terduga dari sang suami justru mematahkan semua dugaannya. Teka-teki mengenai sosok selingkuhan yang sebenarnya pun mulai terkuak. Sanggupkah Winda menghadapi kenyataan pahit ini? Akankah ia memaafkan pengkhianatan itu atau justru memilih melabuhkan hatinya pada sosok lain?
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo dianggap mencintai Gracie hingga ia tega memberikan donor jantung putri mereka kepada wanita lain. Kecewa berat, Gracie menggugat cerai dan bersekutu dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk membalas dendam. Rencana itu sukses menghancurkan hidup Lorenzo hingga ia memohon ampun dalam penyesalan. Namun, saat Gracie mengira urusannya selesai, Waylon justru menolak melepaskannya. Kini ia terjerat dalam dominasi pria yang membantunya bangkit tersebut.
Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN
9.5
Aisyah Zuhaira, wanita berhijab yang menentang restu orang tua demi hidup bersama suaminya, Andre. Ia mendambakan kebahagiaan, namun realita pahit menghantam saat suami dan mertuanya berubah menjadi sangat kejam karena alasan tertentu. Di tengah penderitaan itu, sebuah fakta menyakitkan akhirnya terungkap ke permukaan. Kini Aisyah terjepit dalam dilema besar; apakah ia akan terus bertahan dalam pernikahan ini atau memilih pergi meninggalkan segalanya?
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Leanna dipaksa bercerai setelah dikhianati suami dan mertuanya dalam pernikahan yang didasari utang. Usai berpisah, ia bangkit dengan harta gono-gini dan kebebasan penuh. Leanna mengungkap jati dirinya sebagai peretas ahli, pembalap, profesor medis, hingga desainer perhiasan ternama. Meski simpanan mantan suaminya terus mengganggu, ia tetap tak tergoyahkan. Hingga akhirnya, Matthew hadir dan menawarkan diri untuk menjadi suami baru bagi sang wanita jenius ini.
Sampul Novel Keevan & Arletta
8.6
Arletta hancur saat perasaan tulusnya berujung pada penolakan pahit. Harapan yang membumbung tinggi justru menyeretnya ke dalam jurang penderitaan yang mendalam. Berawal dari cinta sepihak yang menyakitkan, segalanya berubah drastis setelah satu malam penuh kesalahan terjadi. Insiden tak terduga tersebut menciptakan ikatan permanen yang memaksa Arletta dan Keevan untuk saling terhubung, mengubah jalan hidup mereka selamanya dalam drama romansa yang emosional.