APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kontrak Cinta Dengan Iblis

Kontrak Cinta Dengan Iblis

Aluna, gadis berusia 18 tahun, menyelamatkan pria yang ingin mengakhiri hidup. Namun, ia tak menyadari bahwa sosok itu adalah iblis bernama Denias. Menyamar jadi manusia, Denias berniat menguasai Negeri Barat melalui kontrak rahasia. Tanpa curiga, Aluna menyetujui tawaran kontrak tersebut. Seiring berjalannya waktu, kebersamaan mereka mulai mengungkap berbagai misteri besar yang selama ini menghantui hidup Aluna. Rahasia kelam apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kontrak ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jadi, kamu akan membawaku kemana, Denias?"

Aluna pun lantas bertanya kepada lelaki yang ada di sampingnya itu dengan kedua tangan yang sibuk untuk menarik seatbelt-nya itu.

Denias yang mendengar pertanyaan dari Aluna pun seketika mulai mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. Semula, Denias tampak ingin membalas pertanyaan dari gadis itu.

Namun, saat pandangannya jatuh ke arah Aluna yang tampak kesulitan saat menarik seatbelt itu pun. Tiba-tiba saja, tangannya pun tergerak untuk membantu gadis itu.

Dengan perlahan, Denias pun lalu memajukan tubuhnya untuk menarik seatbelt yang berada di sisi Aluna itu. Tubuh Denias yang condong dan begitu dekat dengan Aluna pun, seketika berhasil membuat tubuh Aluna menjadi membeku saat itu juga.

Nafas Aluna pun tiba-tiba terasa sulit untuk ia hembuskan. Bahkan keringat dingin pun tiba-tiba saja turut memenuhi seluruh wajahnya.

Cklek! Setelah waktu berlalu sekitar 2 menit 35 detik. Barulah, seatbelt sialan itu berhasil dipasang oleh Denias pada tubuh Aluna.

Dalam hati, Aluna terus saja merutuki seatbelt itu. Sebab, kalian pikir saja. Bagaimana mungkin Aluna bisa tenang dan merasa baik-baik saja saat lelaki dengan wajah yang tidak bisa dikatakan biasa itu, berada didekatnya dan membantu dirinya.

Oke, Aluna akui mungkin ini adalah suatu hal yang konyol. Tapi, ayolah! Gadis mana sih?! Gadis mana yang akan bersikap biasa saja saat ada sosok lelaki tampan tiba-tiba berada didekatnya, apalagi jarak antara dirinya dan lelaki itu hanya terpaut sekitar 2 cm.

Kalian bayangkan saja?! Bahkan ketika lelaki itu bernafas pun, dengan jelas. Nafas hangat itu terasa begitu berhembus dan menusuk ke dalam pori-pori wajah Aluna.

Denias yang sekarang telah kembali ke tempat duduknya pun. Langsung saja turut memasangkan seatbelt untuk dirinya. Dan sebelum, ia menyalakan mesin mobil itu.

Tatapannya pun ia alihkan terlebih dahulu ke arah sampingnya yakni Aluna. Tidak seperti biasanya, Aluna justru sekarang terlihat tegang dan membeku.

Melihat hal itu, sebuah kerutan pertanda bingung pun seketika terukir sempurna di kening Denias.

"Aluna? Kamu baik-baik saja, kan? Kenapa sekarang tampaknya kamu seperti lagi ada masalah? Apakah ada sesuatu yang sudah membuatmu terganggu? Atau, apa ada seseorang yang sudah menyakitimu?" tanya Denias beruntun yang benar-benar merasa khawatir akan perubahan drastis dari gadis itu.

Mendengar pertanyaan terakhir yang terucap dari mulut Denias pun, Aluna seketika mulai mengubah ekspresi wajahnya.

"Apa ada seseorang yang sudah menyakitimu?! Oh, tuhan! Jelas-jelas semua ini terjadi akibat dirinya! Dan betapa bodohnya pria ini yang justru menanyakan sesuatu yang sudah tentu ia tau akan jawabannya! Kau! Kau adalah pelakunya, Denias! Hatiku tiba-tiba terluka karena dirimu yang secara tiba-tiba juga mendekatkan dirimu dengan diriku! Aku tersakiti Denias! Jantungku tiba-tiba berdegup tak beraturan dan aku rasa sekarang mungkin aku harus memeriksa hal ini kepada dokter. Sebab, aku tak ingin jika aku sampai merasakan mati muda!" batin Aluna yang mulai mendramatisirkan keadaannya.

Denias yang notabe-nya adalah seorang iblis. Tentulah, saat ini Denias mendengar dengan begitu jelas apa yang terucap di dalam hati gadis itu. Namun, entah ada apa dengan dirinya.

Yang pasti, Denias malah tiba-tiba merasa tidak konek dan tidak paham dengan apa yang dibatinkan oleh Aluna saat ini.

"Aluna?! Apakah kamu benar-benar sedang tersakiti? Apa perlu sekarang kita pergi ke rumah sakit saja? Aku rasa sesuatu pasti sudah terjadi denganmu. Kita perlu memeriksanya. Jangan sampai hal buruk terjadi padamu. Apalagi jika hal buruk itu sampai terjadi akibat kelalaian diriku. Jadi, keputusan akhirnya. Kita akan pergi ke rumah sakit, kan?" tutur Denias dengan nada suara yang menandakan jika pria itu tengah benar-benar khawatir dengan kondisi gadis itu, saat ini.

Aluna yang masih terus mendalami dan menghayati dramatisasi-nya pun, lalu langsung saja mengangguk-anggukkan kepalanya, pertanda akan dirinya setuju dengan keputusan pria itu.

"Benar. Aku rasa sekarang aku kayaknya memang gak lagi baik-baik aja! Aku perlu pergi ke tempat yang bisa mengobati segala sesuatu yang sudah membuat hatiku tersakiti seperti ini. Dan feeling diriku, sepertinya aku lagi merasakan penyakit jantung turunan. Kata dokter, penyakit jantung bisa menyebabkan kematian. Jadi, sepertinya aku memang harus di bawa ke rumah sakit! Aku perlu mendapatkan perawatan, Denias! Aku perlu diobati!" dramatis Aluna dengan ekspresi wajah yang memeragakan jika gadis itu tengah merasa kesakitan, saat ini.

Tanpa banyak pikir lagi, Denias pun lalu langsung saja menginjak pedal gas mobil-nya, membelah jalanan ibukota yang saat itu masih ramai-ramainya.

Menyadari bagaimana gaya stir Denias saat mengendarai mobilnya itu pun, seketika membuat mata Aluna menjadi membelalak saat itu juga.

Tunggu! Apa maksud pria ini?! Mengapa tiba-tiba Denias justru membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti ini?! Sudah gila kah pria itu?

Jelas-jelas saat ini jalanan ibukota sedang ramai dan dipadati oleh berbagai macam kendaraan. Lalu, mengapa dengan bodohnya, pria ini malah mengebut di jalanan?!

Apakah secara tidak langsung, pria ini ingin membunuh dirinya?! Tidak! Ini tidak bisa ia biarkan!

Aluna harus segera menghentikan pria itu sebelum nantinya, Denias justru malah mengajaknya untuk mati bersamaan.

"KYAAA!! DENIAS! BERHENTI! STOP, DENIAS!!! KAMU MAU BUNUH AKU?!" teriak Aluna yang langsung berpegangan pada pegangan di mobil itu.

Denias yang terus fokus pada jalanan ibukota itu pun, samar-samar mendengar teriakkan dari gadis yang ada di sampingnya itu.

"SUDAHLAH, ALUNA! LEBIH BAIK KAMU DIAM SAJA DI SITU. AKU AKAN MEMBAWAMU, SECEPAT MUNGKIN UNTUK TIBA DI RUMAH SAKIT. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN SESUATU BURUK TERJADI PADAMU!" balas Denias dengan berteriak tidak kalah kuat dari gadis yang ada di sampingnya itu.

Mendengar fakta bahwa ternyata pria di sampingnya ini, justru malah termakan dengan dramatisasi-nya yang palsu itu. Dengan cepat, Aluna kembali mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk menyadarkan pria itu.

"BERHENTI, DENIAS! SEMUA YANG AKU KATAKAN TADI! ITU CUMAN DRAMA! ITU BUKAN KENYATAAN! AKU GAK KENAPA-NAPA! AKU BAIK-BAIK AJA! SEMUA ITU CUMAN CANDAAN AKU DOANG, DENIAS! JADI, BURUAN HENTI IN MOBILNYA SEBELUM KITA BAKALAN JADI MAY...SHIT! SETAN! IBLIS! SIALAN!"

Tanpa bisa Aluna cegah lagi. Ternyata hal yang ada dalam bayang-bayang benaknya saja pun, nyatanya sekarang malah jadi kenyataan.

Sebuah bus pariwisata dari arah yang berlawanan dari arah mobil mereka pun, sekarang melaju dengan kecepatan tak kalah tinggi dari mereka, menuju tepat ke arah mobil yang Aluna tumpangi saat ini.

"Selamat tinggal dunia..." gumam Aluna pasrah. Dan...

Bruk! Buru-buru Aluna menutup matanya dengan segera. Aluna merasa begitu takut, jika nanti justru dirinya harus merasa, rasa sakit atas lindasan bus besar itu terhadap tubuhnya yang kurus ini.

Pasti, Aluna jamin. Tubuhnya pasti akan terasa remuk saat ini juga. Namun, beberapa saat Aluna menunggu lindasan bus itu.

Nyatanya, tak ada satu rasa sakit pun yang Aluna rasakan. Menyadari hal itu, pikiran Aluna pun seketika melayang kemana-mana. Mungkinkah sekarang ia sudah berada di alam lain? Mungkinkah ia sudah jadi arwah sekarang?

"Maaf Aluna. Aku sudah membuatmu ketakutan," tutur Denias lembut lagi tulus. Mendengar suara itu, perlahan Aluna pun mulai membuka kedua matanya.

Dan betapa terkejutnya Aluna saat melihat penampakan, tepat di hadapannya saat ini.

"I..i..ini beneran, Denias? Kita sekarang sudah..."

******

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Bima lahir dalam keluarga sederhana yang terbelenggu kutukan iblis. Di desanya, Gunung Pengantin berdiri angker dengan legenda hantu pengantin yang kerap meneror pendaki. Suatu hari, Bima dan sahabatnya, Alif, melanggar pantangan gunung hingga Alif hilang menjadi abdi gaib. Saat dewasa, Bima harus memutus kutukan leluhur dibantu khodam warisan. Meski berhasil, ia harus kehilangan orang tuanya yang tewas dalam ritual gaib, menyisakan duka dan kesendirian mendalam.
Sampul Novel I Will Always Love You
9.7
Aarav Ravindra terjebak dalam penyesalan mendalam setelah mengabaikan istrinya akibat konflik masa lalu. Saat benih cinta akhirnya tumbuh, sang istri justru pergi selamanya. Hancur oleh rasa bersalah, Aarav sangat mendambakan kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Keajaiban muncul saat ia bertemu wanita misterius yang menawarkan perjalanan waktu. Mampukah Aarav menebus dosanya di masa lalu dan menghapus luka yang selama ini menghantui hidupnya?
Sampul Novel Jiwa Pengganti
8.5
Hidup Amelia berakhir tragis di usia 27 tahun setelah kecelakaan fatal akibat patah hati. Namun, maut justru membawanya melintasi waktu dan bereinkarnasi ke dalam raga Castarica, seorang putri bangsawan yang dikenal kejam bak iblis. Amelia kini terjebak dalam kehidupan baru sebagai istri dari pria berhati dingin yang menyimpan ambisi rahasia. Mampukah ia bertahan hidup di tubuh antagonis ini sembari menghadapi suaminya yang penuh misteri dan rencana tersembunyi?
Sampul Novel Omega yang Ditolak: Kesempatan Kedua Bersama Sang Raja
9.2
Tujuh tahun lamanya aku bertahan sebagai pasangan yang ditolak Alpha Kaelan Adhitama demi cintanya pada Livia. Saat aku difitnah mencuri, Kaelan justru menghinaku dan menjebloskanku ke sel perak tanpa ragu. Pengkhianatan itu memutus ikatan kami dan mematikan harapanku. Kini, setelah bebas, seorang Alpha rival menawariku posisi strategis untuk membalas dendam. Aku pun bersiap menghancurkan kerajaan Kaelan demi menebus luka masa laluku.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 3
9.5
Pasca bersua orang tuanya, Permana Brata mengabdikan diri demi memulihkan kesehatan Ki Sasmaya. Pemilik Pedang Kebenaran Sejati ini bertekad membalas jasa sang guru. Namun, tantangan besar muncul saat gerombolan Musto Ireng menebar teror melalui aksi perampokan serta penculikan. Demi mencegah kehancuran dunia persilatan dari cengkeraman pemberontak yang kejam tersebut, Permana pun bergerak cepat untuk menumpas segala kekacauan yang sedang melanda.