APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kontrak Rahasia Sang Pewaris

Kontrak Rahasia Sang Pewaris

Demi menyelamatkan ibunya yang kritis, Elysia terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Lancaster. Sang pewaris tunggal itu menjanjikan lima miliar rupiah asalkan Elysia bersedia menikah kontrak dan melahirkan keturunan untuk keluarganya. Meski merasa seperti menjual darah daging sendiri, Elysia tak punya pilihan lain. Namun, di balik kemewahan kontrak tersebut, Damian menyimpan rahasia besar yang membuat Elysia terjebak tanpa jalan keluar dari kesepakatan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Elysia duduk diam di dalam mobil, napasnya tak beraturan. Tawaran Damian menggantung di udara, berat dan mustahil untuk diabaikan. Lima miliar. Jumlah yang bisa menyelamatkan ibunya. Tapi sebagai gantinya, ia harus menikahi pria yang nyaris asing baginya-dan melahirkan anaknya.

Di sebelahnya, Damian tetap tenang, seolah tahu bahwa ia sudah memenangkan permainan ini bahkan sebelum Elysia menyadarinya.

"Kau tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Aku bisa memberimu waktu," ucapnya akhirnya, suaranya datar namun tegas. "Tapi kau harus tahu satu hal-aku tidak membuat penawaran ini untuk siapa pun. Ini bukan transaksi biasa."

Elysia menelan ludah.

"Apa maksudmu?"

Damian menoleh, sorot matanya menelisik hingga ke dalam jiwanya. "Aku ingin anakku lahir dari seseorang yang tidak memiliki agenda tersembunyi. Aku sudah muak dengan wanita yang hanya menginginkan hartaku. Dan kau... Kau bukan salah satu dari mereka."

Elysia hampir tertawa sinis. "Jadi kau memilihku karena aku miskin?"

Alih-alih tersinggung, bibir Damian melengkung tipis. "Karena kau putus asa. Orang yang putus asa tidak punya pilihan selain jujur."

Kata-katanya menusuk. Elysia ingin menyangkal, ingin mengatakan bahwa ia lebih dari sekadar wanita yang putus asa. Tapi bagaimana bisa, jika kenyataannya ia memang tidak punya pilihan lain?

"Apa aku tidak punya kebebasan dalam pernikahan ini?" tanyanya pelan.

Damian mengamati ekspresinya sebelum menjawab, "Pernikahan ini akan bersifat kontrak. Kau akan memiliki semua yang kau butuhkan. Rumah mewah, fasilitas terbaik, perlindungan. Namun, ada satu syarat yang tidak bisa dinegosiasikan."

Elysia menunggu, hatinya berdebar tak menentu.

"Kau harus melahirkan anakku. Secepat mungkin."

Pernyataan itu begitu tajam, begitu lugas, hingga membuat dadanya sesak. Ia bukan hanya menikah demi uang, tetapi benar-benar harus mengandung anak pria ini.

Elysia menggeleng, menekan pelipisnya. "Ini gila. Ini lebih buruk daripada sekadar menjual diri."

Damian tetap tak terpengaruh. "Ini adalah bisnis. Kau mendapatkan sesuatu, aku mendapatkan sesuatu. Bedanya, aku tidak akan memperlakukanmu seperti barang. Kau akan menjadi istri sahku, ibu dari pewarisku. Dan setelah kontrak berakhir, kau bisa pergi dengan uangmu."

Seakan semua itu semudah mengucapkannya.

"Berapa lama pernikahan ini berlangsung?"

"Minimal lima tahun. Sampai anak kita cukup besar."

Lima tahun. Lima tahun terikat dengan pria ini. Lima tahun hidup dalam pernikahan yang sebenarnya tidak nyata.

Tapi lima miliar bisa menyelamatkan ibunya. Lima miliar bisa mengubah hidupnya.

Ia menggenggam tangannya erat, menatap Damian dengan penuh pertimbangan. "Dan jika aku menolak?"

Damian mengangkat bahu. "Aku tidak akan memaksamu. Tapi tawaran ini tidak akan datang dua kali."

Elysia menutup mata. Pilihan apa yang ia miliki? Jika ia menolak, ibunya bisa saja kehilangan nyawanya. Jika ia menerima, maka hidupnya tak lagi menjadi miliknya sendiri.

Tapi apa hidupnya benar-benar miliknya sekarang?

Dengan suara gemetar, ia akhirnya berkata, "Aku butuh jaminan."

Damian mengangkat alis, seakan tidak menyangka Elysia akan mencoba bernegosiasi.

"Jaminan seperti apa?"

"Aku ingin setengah dari uang itu diberikan di muka. Aku ingin ibuku mendapatkan perawatan terbaik tanpa menunggu lama."

Damian menatapnya lama, lalu mengangguk. "Sepakat. Lima ratus juta akan ditransfer ke rekeningmu malam ini. Sisanya setelah kita menikah."

Lima ratus juta. Jumlah yang lebih dari cukup untuk segera memindahkan ibunya ke rumah sakit terbaik.

"Dan satu lagi," lanjut Elysia, mencoba mempertahankan secuil kendali dalam situasi ini. "Aku ingin kebebasan. Aku tidak ingin hidup seperti tahanan."

Damian menatapnya tajam. "Aku tidak akan membatasi hidupmu, selama kau memegang komitmen kita. Kau hanya perlu menjaga nama baik keluarga Lancaster dan memastikan kehamilanmu berjalan dengan baik."

Elysia menelan ludah, merasa dadanya semakin sesak.

"Kalau begitu... aku setuju."

Kalimat itu keluar lebih pelan daripada yang ia kira. Namun, begitu terucap, ia tahu bahwa semuanya telah berubah.

Damian menatapnya sejenak, sebelum tersenyum tipis. "Kau membuat keputusan yang tepat."

Malam itu, sesuai janjinya, Damian mentransfer lima ratus juta ke rekening Elysia. Ia segera menghubungi rumah sakit dan memindahkan ibunya ke fasilitas terbaik.

Namun, meskipun uang itu telah mengamankan keselamatan ibunya, Elysia tidak bisa menghilangkan perasaan kosong yang mulai menjalar di dalam dirinya.

Dia baru saja menjual masa depannya kepada pria yang nyaris tidak ia kenal.

Dan tidak ada jalan untuk kembali.

Tiga hari kemudian, Elysia berdiri di depan sebuah gedung megah dengan arsitektur klasik yang menakjubkan. Rumah keluarga Lancaster.

Di sampingnya, Damian menatapnya sekilas sebelum berkata, "Mulai hari ini, ini rumahmu."

Rumah. Kata itu terdengar begitu asing di telinganya.

Seorang pelayan segera datang dan membukakan pintu untuk mereka. Begitu melangkah masuk, Elysia langsung merasa seperti memasuki dunia lain. Lantai marmer berkilauan, lampu kristal menggantung di langit-langit, dan keharuman mawar putih memenuhi udara.

Namun, belum sempat ia beradaptasi dengan kemegahan itu, suara dingin seorang wanita menyambut mereka.

"Jadi ini wanita yang kau pilih, Damian?"

Elysia menoleh dan menemukan seorang wanita paruh baya dengan gaun anggun berdiri di dekat tangga, matanya penuh penilaian.

"Ibu," Damian menyapa singkat.

Jadi ini ibu mertuanya. Tatapan dingin wanita itu membuat Elysia merinding.

"Kau benar-benar membuat keputusan tergesa-gesa," ujar wanita itu. "Menikahi wanita tanpa nama, tanpa latar belakang jelas. Apa kau tidak berpikir dua kali?"

Damian menegang. "Ini bukan urusanmu, Ibu. Elysia adalah istriku, dan kau harus menerimanya."

Wanita itu mendengus sebelum menatap Elysia dari ujung kepala hingga kaki. "Baiklah. Jika kau memang ingin mempertaruhkan nama keluarga kita dengan wanita ini, aku tidak akan ikut campur. Tapi ingat, Damian, keluarga Lancaster tidak menerima kegagalan. Aku harap kau membuat keputusan yang tepat."

Dengan angkuh, wanita itu melangkah pergi.

Elysia merasa tubuhnya melemas. Bahkan sebelum pernikahannya dimulai, ia sudah dihadapkan dengan tantangan besar.

Damian menatapnya sejenak sebelum berkata, "Jangan dengarkan ibuku. Dia memang seperti itu."

Elysia menghela napas. "Aku tahu ini tidak akan mudah. Tapi aku tidak mengira akan seberat ini sejak awal."

Damian menatapnya lama sebelum berkata pelan, "Kau masih bisa mundur."

Elysia mendongak, mata mereka bertemu.

Lalu ia menggeleng. "Tidak. Aku sudah memutuskan. Aku akan tetap di sini."

Damian mengamati ekspresinya sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah. Mulai sekarang, kau adalah Nyonya Lancaster."

Elysia menelan ludah.

Ia baru saja memasuki permainan yang jauh lebih besar dari yang ia kira.

Dan tidak ada jalan keluar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset berharga peninggalan sang ibu dari kebangkrutan total akibat utang miliaran, Alexa terpaksa menghadapi tawaran gila Damian. Pria arogan yang membenci wanita itu menuntut seorang anak sebagai syarat bantuan finansialnya. Meskipun saling membenci, Damian tidak bisa menepis obsesi gelapnya pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala harus terjebak dalam dinamika panas bersama pria temperamental tersebut. Akankah hubungan penuh paksaan ini berakhir sesuai rencana?
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Desire of Love CEO
8.0
Hidup Alana Handoko hancur seketika saat ia harus bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yang menewaskan seorang gadis kecil. Tragedi ini memicu kemarahan besar Reynar Adiwangsa, CEO tampan yang kehilangan sosok paling berharga dalam hidupnya. Dipenuhi dendam membara, Reynar bertekad membalas kematian tersebut dengan menyiksa Alana. Ia merancang segala cara untuk mengubah dunia Alana menjadi neraka tanpa ampun demi melampiaskan rasa sakit hatinya.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Terjerat utang judi ayah tirinya, Aurora Safitri terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro adalah miliarder tampan yang hidup dalam kesepian karena istri pertamanya lebih mementingkan karier di luar negeri. Meski bergelimang harta, ia butuh kehadiran sosok wanita di sisinya. Kini, Aurora harus menghadapi babak baru sebagai pendamping pria berkuasa tersebut. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, ataukah duka yang menanti?
Sampul Novel Misi Rahasia sang Pewaris
9.3
Zara, ahli waris kaya raya, memilih menyamar jadi staf biasa demi memantau kondisi internal perusahaannya. Di sana, ia berurusan dengan Arman, manajer dingin yang sangat ambisius. Namun, situasi menjadi rumit saat Zara menemukan ancaman internal yang membahayakan bisnis keluarga. Kini ia terjepit dalam dilema besar: mengungkap jati dirinya demi menyelamatkan aset perusahaan atau tetap bersembunyi di balik topengnya. Rahasia gelap industri pun mulai terkuak perlahan.