APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Let's Watch the Stars Forever

Let's Watch the Stars Forever

Seorang gadis muda yang terus bergulat dengan rasa benci pada dirinya sendiri menemukan titik balik saat bertemu pemuda yang berbagi minat mendalam pada astronomi. Melalui keindahan langit malam, Ataya perlahan belajar menghargai jati dirinya. Di tengah proses penyembuhan luka batin tersebut, ia menyadari bahwa perasaannya telah berkembang menjadi cinta yang tulus bagi sang laki-laki yang selalu hadir menemani setiap langkah perjalanannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Hati-hati disana ya, Nduk.” Ibu mengelus pundak Raha.

“Iya, Bu. Nanti Raha kabarin kalau sudah sampai.” Raha mencium tangan ibunya lalu memeluknya.

“Raha pamit ya, Bu. Assalamualaikum.”

“Iya, Nduk,” Ibu menatap Raha seraya tersenyum menenangkan.

Raha balik tersenyum. Seperti biasa ibunya akan tersenyum seperti itu setiap kali ia akan backpacking. Rumahnya yang berada di Malioboro cukup dekat dengan Stasiun Yogyakarta, ia memutuskan untuk berjalan kaki, lagipula ini masih pukul tiga sore sedangkan kereta berangkat pukul lima.

Toko-toko mulai dibuka begitu pun dengan para pedagang yang mulai berjejeran di sekitar Jalan Malioboro. Dari sore sampai malam Malioboro tak pernah sepi dari para pengunjung yang ingin berbelanja atau sekadar jalan-jalan. Raha membenarkan tas gunungnya. Matanya mulai menjelajahi deretan bangunan-bangunan, pengunjung yang berlalu lalang juga para penjaga toko yang menjajakan dagangannya dengan menawarkan ke setiap orang yang lewat. Pandangannya beralih ketika terdengar dering handphone, ia mengambil handphone-nya di saku celana dan mengangkatnya.

“Halo.”

“Masih dimana lo, Ha?” tanya seseorang di seberang telepon.

“Otw stasiun ini,” jawab Raha seraya mempercepat langkahnya.

“Nanti kalau udah sampai terminal kasih tahu gue.”

“Siap, udah dulu ya, Ga, bye.”

“Oke, hati-hati.”

Raha mematikan teleponnya, ia sudah berada di stasiun dan langsung menunjukkan tiket dan ktp-nya kepada petugas kemudian masuk ke dalam. Raha duduk di kursi panjang sambil mengecek akun media sosialnya. Ia memotret suasana stasiun, membuka aplikasi edit foto dan mengeditnya, setelah selesai ia membagikannya di akun Instagram miliknya dengan caption perasaan ini selalu sama, ketika aku menginjakkan kakiku disini.

Pemberitahuan bahwa kereta akan segera datang terdengar, Raha bangkit dari duduknya. Kereta berhenti dan orang-orang pun mulai masuk ke dalam kereta begitu juga Raha. Ia mengedarkan pandangannya seraya berjalan untuk mencari kursi sesuai dengan nomor yang ada di tiket miliknya, beberapa menit kemudian ia menemukan kursinya lalu menyimpan tasnya di bagasi atas kemudian ia duduk di bangkunya. Kursinya yang dekat dengan jendela memudahkan ia untuk bisa menikmati pemandangan selama perjalanan. Butuh waktu sekitar enam jam untuk sampai di Stasiun Cirebon., untuk itu Raha memutuskan tidur selama sisa perjalanan.

Beberapa jam kemudian ia sampai di stasiun lalu mencari buhe agar langsung menuju Terminal Majalengka. Selama perjalanan banyak pedagang yang masuk ketika mobil berhenti untuk menjajakan jualannya. Raha yang dari kemarin belum makan sama sekali akhirnya membeli tahu dan lontong. Ia memakannya sembari melihat ke luar jendela.

Terdengar dering handphone, Raha merogoh saku celananya.

“Halo.” Raha mengangkat teleponnya.

“Ha, udah sampai mana?” tanya Ega.

Raha melirik ke luar jendela. “Udah deket, depan Graha Sindang Kasih, tumben banget jam segini udah bangun.”

“Kebangun gue.”

“Oh, kirain nungguin gue,” canda Raha.

“Yakali, mending gue tidur.” balas Ega.

“Eh, ini gue udah sampai di terminal, mending lo buruan jemput deh. Dingin banget.”

“Oke, gue otw.”

“Sip.”

Sambungan terputus. Raha memeluk dirinya kedinginan padahal ia sudah menggunakan jaket tapi tetap saja terasa dingin. Ia berjalan menuju sebuah bangku di depan warung yang masih tutup. Suasana terminal cukup sepi karena orang-orang yang berada di mobil dengannya tadi sudah meninggalkan terminal. Raha semakin mengeratkan jaketnya.

“Oy, Raha!” Ega menepikan motornya di pinggir jalan dan berjalan menghampiri Raha.

Raha mendongakkan kepalanya. “Gila, dingin banget. Buruan yuk.”

“Ya udah, ayo.”

Mereka berdua menaiki motor dengan Raha yang dibonceng oleh Ega. Di perjalanan tak henti-hentinya gigi Raha bergemeletuk kedinginan.

“Disini pagi dingin banget ya, Ga?” tanya Raha sedikit berteriak agar terdengar oleh Ega.

“Iya, Ha. Makanya yang tebelan kalau pake jaket,” jawab Ega sama berteriak.

“Jaket gue yang satu ada di tas, males ngambilnya.”

“Oh, ya udah nikmatin aja angin paginya.” Ega tertawa terbahak-bahak.

“Sialan lo,” sungut Raha.

Mereka berdua membelah jalanan yang lengang, membuat Egi menambah kecepatan motornya agar cepat sampai, melihat keadaan Raha yang menggigil kedinginan karena jaketnya yang tidak terlalu tebal.

Egi memarkirkan motornya di garasi rumahnya, sebelumnya Raha sudah turun dari motor dan menunggu di depan rumahnya. Setelah selesai dengan motornya Egi menghampiri Raha. “ Yuk, Ha, masuk ke dalam.”

Raha mengikuti Egi masuk ke dalam rumahnya. “Orang tua lo masih tidur?”

“Iya, nanti subuh mereka pasti udah bangun.” Egi membuka pintu kamarnnya dan mempersilakan Raha masuk.

“Kalau gitu gue sapa mereka pas subuh aja kali ya, sekalian sholat juga.” Raha mengedarkan pandangannya ketika masuk.

“Iya, boleh.” Egi duduk di kasurnya. “Jadi, lo mau tidur dulu atau nungguin subuh?”

“Gue nunggu subuh aja, kayaknya.”

“Ya udah, gue tidur dulu deh, nanti subuh lo bangunin gue,” ucap Egi sembari bersiap-siap tidur.

“Oke.”

Selagi menunggu subuh, Raha mengeluarkan laptopnya dari dalam tas, ia membuka blog-nya melihat interaksi para pembaca yang memenuhi kolom komentar tulisannya. Raha tersenyum melihatnya lalu mengetikkan sesuatu di wall blog-nya.

Selamat pagi untuk kamu yang belum tidur maupun yang terbangun dari lelapnya. I wanna ask you something guys, menurutmu apa arti dari jatuh cinta sedalam-dalamnya?

Raha menekan tombol enter dan tulisan itu pun terkirim.

Beberapa menit kemudian banyak komentar bermunculan. Raha cukup kaget dengan responnya, perkiraannya paling hanya tiga sampai empat orang yang online di blog-nya. Jawabannya cukup beragam, tetapi ada satu komentar yang menarik perhatiannya.

Venus: Menurut gue jatuh cinta sedalam-dalamnya itu kayak lo udah cinta banget sama itu orang, mercayain hati sepenuhnya ke dia dan itu berarti lo udah siap diretakin hati lo oleh harapan-harapan yang semu, dan lo bakalan terlihat lemah ketika dia benar-benar ngancurin semuanya.

Aldebaran: @venus Dan kenapa itu bakalan terlihat lemah?

Venus: @aldebaran Karena itu bakalan bikin lo bego.

Raha mengerutkan keningnya melihat balasan komentar itu, ketika ia akan membalas suara adzan berkumandang, ia pun menutup laptopnya lalu meletakkannya di meja belajar Ega.

Raha berjalan mendekati kasur. “Ga, bangun. Udah subuh.”

Ega menggumam pelan lalu bangun dari tidurnya, tangannya mengucek-ngucek matanya dan bertanya kepada Raha. “Udah subuh ya?”

“Iya, cepetan bangun. Btw, kamar mandi di sebelah mana?”

“Lurus dari ruang tv terus belok kanan sebelahan sama dapur,” jawab Ega setengah sadar.

“Oke.”

Ketika Raha akan membuka pintu, berdiri seorang perempuan mengenakan mukena yang akan mengetuk pintu. Raha yang lebih dulu sadar segera tersenyum dan memperkenalkan dirinya. “Assalamualaikum, Tante. Saya Raha temannya Ega dari Jogja.”

“Oh, Raha ya. Datang jam berapa tadi?” tanya Ibu Ega.

“Sekitar jam tiga, Tante,” jawab Raha. “Oh iya, Tante mau bangunin Ega ya?”

“Iya,” Ibu Ega melongok ke pintu. “tapi kayaknya dia udah bangun. Kalau gitu Tante tinggal dulu ya.”

“Iya, Tante.”

Setelah berbincang sedikit dengan ibunya Ega tadi, Raha segera pergi ke kamar mandi mengambil air wudhu serta menggosok giginya. Beberapa menit kemudian Raha keluar dari kamar mandi disambut oleh Ega yang menunggunya di luar.

“Gila, kaget gue,” gerutu Raha.

Ega menggaruk tengkuknya. “Nanti siang lo mau ikut gak nongkrong?”

“Sama siapa?”

“Temen-temen gue, gak banyak ko.”

“Oke deh, gue ikut.”

“Sip.”

Ega segera masuk ke kamar mandi sedangkan Raha kembali ke kamar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 49 Hari Bersama Tawanan Sexy
7.9
Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan CEO produsen senjata Roger Jenandra, mendadak hilang tanpa jejak. Meski pencarian besar-besaran telah dilakukan, keberadaannya tetap misterius. Namun, setelah empat puluh sembilan hari, Tamara muncul kembali dengan kabar yang mengguncang semua pihak. Di balik kepulangannya, ada Jeff yang terobsesi memilikinya dan Tamara yang rela mengorbankan segalanya demi pria itu. Cinta mereka tumbuh di tengah konflik yang berbahaya.
Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset berharga peninggalan sang ibu dari kebangkrutan total akibat utang miliaran, Alexa terpaksa menghadapi tawaran gila Damian. Pria arogan yang membenci wanita itu menuntut seorang anak sebagai syarat bantuan finansialnya. Meskipun saling membenci, Damian tidak bisa menepis obsesi gelapnya pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala harus terjebak dalam dinamika panas bersama pria temperamental tersebut. Akankah hubungan penuh paksaan ini berakhir sesuai rencana?
Sampul Novel Dibenci Keluarga Mertua
8.1
Ayu selama ini tegar menghadapi kebencian ibu mertua dan adik iparnya. Namun, kesabarannya runtuh saat Wahyu, suaminya, terbukti berselingkuh. Meski Wahyu menyesal dalam diam, sang ibu justru mendesaknya menceraikan Ayu demi wanita lain bernama Vina. Merasa dikhianati dan terus dihina sebagai wanita kampungan, Ayu akhirnya memilih pergi. Ia pun meluapkan kemarahan besar dan bersumpah bahwa hidup keluarga yang menyakitinya tidak akan pernah tenang lagi.
Sampul Novel Godaan yang Terlalu Memikat
7.8
Demi melindungi dan mendapatkan kembali putranya, seorang janda beranak dua nekat merayu pria baik hati meski harus menanggung risiko besar. Ia sadar tindakan liciknya memperalat cinta pria tersebut sangatlah egois. Baginya, menjadi ibu yang baik jauh lebih penting daripada menjadi wanita berhati emas. Ia pun meminta sang pria untuk membenci dan melupakannya, karena mengakhiri hubungan asing ini adalah jalan terbaik bagi mereka untuk tetap bertahan hidup.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Kehidupan Elgar sebagai bos sempurna hanyalah topeng belaka. Kedamaiannya terusik sejak Lea, karyawannya sendiri, mengetahui rahasia kelam yang ia sembunyikan rapat-rapat. Takut reputasinya hancur, Elgar melakukan segala cara demi membungkam gadis itu. Namun, tekanan yang ia berikan justru memicu rasa bersalah karena telah menindas sosok yang lemah. Seiring berjalannya waktu, kebencian Elgar luluh dan benih cinta mulai tumbuh mekar di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Presdir Tampan
8.4
Kehidupan Niana Fradella berubah drastis setelah pertemuan tak terduga dengan pria yang menjadi jodoh sejatinya. Awalnya ia hanya berniat melarikan diri dari perjodohan paksa orang tuanya, namun takdir justru mempertemukannya dengan sosok yang jauh lebih sempurna. Meski kini ia menemukan cinta yang luar biasa, kebahagiaan Niana terancam sirna. Penyakit yang kian parah menggerogoti fisiknya, membuatnya ragu apakah ia mampu bertahan hidup lebih lama lagi.